Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN UJI ORGANOLEPTIK PADA BAKSO TEMPE DENGAN PENAMBAHAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) Hasniar, Hasniar; Rais, Muhammad; Fadilah, Ratnawaty
Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian Vol 5 (2019): April Suplemen
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.949 KB) | DOI: 10.26858/jptp.v5i0.9080

Abstract

This study aims to determine the effect of adding Moringa leaves to the nutritional content and acceptability of panelists on tempeh meatballs. This research is an experimental study using a completely randomized design (CRD) with the concentration of addition of Moringa leaves 2%, 4% and 6%. Observation parameters; Water content, ash content, protein, fat, carbohydrate, calcium, beta-carotene, with a panelist test of color, texture, taste and aroma. The results showed that the best treatment was aimed at the treatment of adding 4% Moringa leaves to the panelists in terms of color, texture, taste and aroma with moisture content 65.21%, ash content 1.59%, protein content 9.46%, fat content 0.88%, carbohydrate content 24.19%, 890 mg calcium levels, and beta-carotene levels 756 µg/g and meet quality standard requirements (SNI 01-3818-1995).
FORMULASI KRIM ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KAPAS (Gossypium sp.) Hasniar, Hasniar; Yusriadi, Yusriadi; Khumaidi, Akhmad
Jurnal Farmasi Galenika (Galenika Journal of Pharmacy) Vol 1, No 1 (2015): (March 2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.453 KB) | DOI: 10.22487/j24428744.2015.v1.i1.4830

Abstract

Gossypium sp. leaf is one of the plants that contain flavonoids that can act as antioxidants. This study aims to look at the effect of combination of the stearic acid and triethanolamine which function as emulsifier in creams and determine antioxidant activity of cream Gossypium sp. leaf extract. Cream is formulated with a variety of stearic acid and triethanolamine emulsifier that F1 (8%: 2%), F2 (12%: 3%), F3 (16%: 4%). Tests carried out at the first day and the 28th days. Evaluation preparations include organoleptic test, homogeneity, viscosity, pH, and type of the cream. The results showed that the variation of concentration emulsifier that fill quality preparations with some parameters such as organoleptic, homogeneity, the type of cream and viscosity. pH of cream does not qualify are 4.5-6, but still in the neutral pH range (pH ± 7). Antioxidant activity of the cream has a large reduce power at the first day DPPH reduce percent value for F1, F2, and F3 are 80,73%, 83,05% and 83,51% respectively, while after the storage at the 28th days DPPH reduce percent value for F1, F2, and F3 are 80,43%, 82,49% and 79,02% respectively. Preparation creams that fill physical quality cream is F1 by using emulsifier triethanolamine and stearic acid with a concentration of 8%: 2%
PENGARUH PARTIKEL LUMPUR TERHADAP TINGKAT KONSUMSI PAKAN UDANG WINDU (PENAEUS MONODON) DALAM WADAH TERKONTROL Hasniar, Hasniar
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.447 KB)

Abstract

Udang windu merupakan salah satu sumber daya perikanan yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.  Kekeruhan air tambak merupakan salah satu faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan udang windu. Kekeruhan air  dapat menutupi insang udang windu sehingga mengganggu pernapasan dan dapat menghalangi masuknya sinar matahari di dalam tambak yang dibutuhkan oleh fitoplankton untuk proses fotosintesa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi partikel lumpur terhadap konsumsi pakan alami udang windu di dalam tambak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan hewan uji benih udang windu kisaran berat 0,04 – 0,13 g/ekor , jumlah udang uji setiap wadah 10 ekor dengan kepadatan 5 ekor/liter. Pakan yang diberikan adalah Artemia salina dengan kepadatan 20 ekor/ml air. Konsentrasi partikel lumpur yang digunakan adalah 0 ppm, 25 ppm, 50 ppm dan 75 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah pakan yang dikonsumsi oleh  udang windu pada setiap perlakuan. Konsentrasi partikel lumpur yang lebih tinggi mengakibatkan tingkat konsumsi pakan  udang windu lebih sedikit.  Hasil pengamatan konsumsi pakan setiap perlakuan adalah : A (rata-rata 9,5 ekor/ml/hari), B (rata-rata 9,2 ekor/ml/hari), C (rata-rata 8,7 ekor/ml/hari) dan D (rata-rata 7,9 ekor/ml/hari). Konsentarsi partikel lumpur 0  –  75 ppm yang dicobakan hanya berpengaruh negatif terhadap konsumsi pakan dan pertumbuhan tapi tidak berpengaruh pada tingkat kelangsungan hidup udang windu.
SKREENING BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) BERSIFAT AMILOLITIK DARI GASTROINTESTINAL LOBSTER AIR TAWAR (CHERAX QUADRICARINATUS) Hasniar, Hasniar; Dahlia, Dahlia; Seniati, Seniati
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 5, No 3 (2016)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.836 KB) | DOI: 10.31850/jgt.v5i3.191

Abstract

Penelitian bertujuan ini adalah untuk mengisolasi bakteri asam laktat dari gastrointestinal lobster air tawar (Cherax quadricarinatus), yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen dan mempercepat pertumbuhan bakteri menguntungkan yang menghasilkan lebih banyak jumlah enzim kontribusi dalam penyerapan nutrisi. Isolasi bakteri dilakukan dengan pembiakan bakteri di MRS dan MRSA media dan digojok selam 24 - 48 jam. koloni yang berbeda dipindahkan ke MRSA media isolasi. bakteri terisolasi secara fisik dan kimia dianalisis. Konfirmasi koloni terisolasi dilakukan dengan menggunakan CaCO3 dan analisis ketahanan pada kondisi asam (pH 2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 9 spesies bakteri yang diisolasi dari gastrointestine yang memiliki karakteristik fisik dan kimia yang berbeda. Enam dari mereka adalah bakteri asam laktat benar. Setelah analisis resistensi yang dilakukan pada asam lambung, ada 3 isolat resisten pada pH 2. isolat ketiga kemudian disimpan sebagai laktat kandidat bakteri asam. Untuk mengkonfirmasi isolat ketiga sebagai bakteri asam laktat, diperlukan analisis lebih lanjut terdiri dari analisis perekat, analisis tahan suhu, analisis antagonis dan analisis fakultatif.
EFEKTIFITAS PENGGUNAAN PROBIOTIK DAN ANTIBIOTIK TERHADAP KUALITAS AIR DALAM MENINGKATKAN SINTASAN POST LARVA Hasniar, Hasniar; Firman, Firman; Yunarti, Yunarti
JURNAL GALUNG TROPIKA Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Fapetrik-UMPAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.473 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis probiotik Bacillus Plus-1 dan antibiotik yang paling efektif dan efisien dalam memperbaiki dan mengontrol kualitas air media pemeliharaan post larva. Disain yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak kelompok dengan bahan uji yang diaplikasikan adalah probiotik Bacillus dengan dosis 0,75 mg/l, 1,0 mg/l dan 1,25 mg/l, bakteri Vibrio harveyi resisten rifamvicin 6 mg/l, serta Oxytetracyclin dan Erytromicin masing-masing 1 mg/l.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan udang windu cukup baik, akan tetapi perlakuan C2 (perlakuan probiotik 1,25 ppm dan erytromicin) dan B1 (perlakuan probiotik 1,00 ppm dan oxytetracycline) memiliki pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Sintasan tertinggi udang windu selama pemeliharaan diperoleh pada perlakuan C1 (perlakuan probiotik 1,25 dan oxytetracycline), menyusul perlakuan D (kontrol). Pada saat uji tantang larva udang windu dengan bakteri Vibrio harveyi pada tingkat kepadatan 105, maka perlakuan kontrol memiliki tingkat kematian yan tertinggi. Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa baik pertumbuhan, sintasan maupun uji tantang tidak memberikan pengaruh nyata terhadap larva udang windu yang diuji.
RACISM IN 12 YEARS A SLAVE MOVIE Taufik, Muhammad; Hasniar, Hasniar
Elite English and Literature Journal Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.291 KB) | DOI: 10.24552/elite.v3i01.3414

Abstract

AbstractThis jurnal studied about racial injustice in 12 Years a Slave movie. This research is to find out the kinds and impacts of racial injustice in 12 Years a Slave movie. This research used descriptive qualitative and used theories of Paradies et al. and Liliweri to analysis the kinds of racial injustice and used theory of Utsey et al. to analysis the impacts of racial injustice. The data collections of this research are script and film 12 Years a Slave movie, which is released in 2013. In collecting data, the writer used note taking as the instrument to find out the kinds and impacts of racial injustice in these movies. In this research, the writer found out that there are twenty-eight data of kinds racial injustice which is divided into five, they were; prejudice, stereotype, discrimination, violence, segregation and seven data of impacts of racial injustice, which is divided into three, they were; racism-related trauma, racism-related stress and distress, anticipatory racism reaction. In addition, the writer found that only violence kinds of racial injustice that had impact in these movie. Based on the findings and discussions, the writer concluded that racial injustice is the action of White people that threaten physical/mentally and unfair action that disadvantages to Black people.AbstrakRasisme dalam Film 12 Tahun menjadi budak. Jurnal ini belajar tentang ketidakadilan rasial dalam film 12 tahun menjadi budak budak. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu jenis dan dampak dari ketidakadilan rasial film 12 tahun menjadi budak budak. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori Paradies et al. dan Liliweri untuk menganalisa jenis-jenis ketidakadilan rasial dan digunakan teori dari Utsey et al. analisis dampak ketidakadilan rasial. Dalam pengumpulan data berdasarkan pada manuskrip film 12 tahun menjadi budak budak, yang dirilis pada tahun 2013. Dalam pengumpulan data, penulis peneliti menggunakan note taking sebagai instrument. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa terdapat 28 jenis ketidakadilan rasial yang dibagi ke dalam lima kategori yakni; prasangka, stereotip, diskriminasi, kekerasan, pemisahan. Sedangkan dampak ketidakadilan rasial, terbagi ke dalam tiga kategori, keduanya; rasisme yang berhubungan dengan trauma, rasisme yang berhubungan dengan stres dan tekanan, serta rasisme antisipatif reaksi. Olehnya itu, penulis menemukan bahwa kekerasan ketidakadilan rasial terdapat dalam film ini. Dari hasil temuan, penulis menyimpulkan bahwa ketidakadilan rasial adalah tindakan yang dilakukan oleh orang kulit putih yang mengancam fisik/mental dan tindakan yang tidak adil dengan menindas orang kulit hitam.
Feed Enrichment with Amylolytic Lactic Acid Bacteria to Stimulate the Growth of Freshwater Crayfish (Cherax quadricarinatus) Dahlia, Dahlia; Hasniar, Hasniar; Seniati, Seniati; Ardiansyah, Ardiansyah; Idris, Andi Puspa Sari; Hartinah, Hartinah
Aquacultura Indonesiana Vol 19, No 1 (2018)
Publisher : Indonesian Aquaculture Society (MAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.376 KB) | DOI: 10.21534/ai.v19i1.114

Abstract

The goal of feed enrichment with amylolytic Lactic Acid Bacteria (LAB) was to get an optimal feed formula in stimulating the growth of freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus). The research design used a completely randomized block design, which consists of 2 groups (Group I = probiotic HS7 with inoculum density 108 and Group II = probiotic HS7 with density 1010). Each group were given 4 different treatment (Feed A = protein 50%-carbohydrate 20%; Feed B= protein 40%-carbohydrate 30%; Feed C= protein 30%-carbohydrate 40%; and Feed D= protein 20%-carbohydrate 50%), with 2 repetition. The parameter observed in this study was daily growth rate and absolute growth. The result showed that Feed C, composed by protein 30%-carbohydrate 40% with LAB enrichment and inoculum density of 108  gives the best growth, with daily growth rate of ± 0.22-0.23 % each day and absolute growth of ± 13.10-13.20 gram in 75 days.