Hidayat Asta, Hidayat
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Selection In vitro of Granola Potato M1 Againts Bacteria Wilt Disease Ralstonia solanacearum

Journal of Tropical Plant Protection Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstracBacterial wilt disease caused by Ralstonia solanacearum is an important disease and could decreased yield up to 80%. Generally, bacterial disease is more difficult to control than other diseases. Moreover, there are no chemicals that can be used to control this pathogen. The approach through genetic improvement by using Ethyl Methane Sulfonate and in vitro selection are procesess to generate variants resistant against bacterial wilt on potato plants. Granola potato M1 is the result of treatment with mutagen Ethyl Methane Sulfonate. Based on the results of selection in vitro of potato plantlets M1 Granola with suspense of Rs 9 × 1010 CFU / ml, were can be induced E9 three potato plantlets are rather susceptible to  Ralstonia solanacearum through the regenerated node and E6 and E8 treatment can be induced moderately resistant planlets against Ralstonia solanacearum. Keyword: EMS, Granola, Ralstonia solanacearum

MODEL SISTEM KERJASAMA DESTILASI LIMBAH CARVING DAN BAHAN LOW GRADE GAHARU MENJADI MINYAK GAHARU BERSTANDAR MARKET GUNA MENINGKATKAN NILAI TAMBAH

J-Dinamika Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : J-Dinamika

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaharu memiliki prospek kedepan yang sangat baik, hal ini dilihat melalui permintaan pasar yang terus meningkat dengan  harga jual yang tinggi. Bahan baku low grade memiliki harga yang rendah tetapi memiliki komponen kimia berharga tinggi sehingga sangat potensial untuk dilakukan diversifikasi produk melalui proses destilasi. Permasalahan ditingkat hunter gaharu, para hunter tidak mengambil gaharu low grade padahal dari satu pohon yang ditebang 60-80% adalah kriteria low grade, sedangkan 20-40% baru terdapat midle-high grade. Permasalahan ditingkat praktisi adalah hasil panen yang diperoleh rata-rata gaharu low grade, tetapi mereka tidak memahami dengan baik tentang teknologi destilasi. Permasalahan ditingkat pengusaha destilasi adalah stok bahan baku yang belum stabil karena belum mempunyai jalur pemasok bahan baku yang luas.  Dengan demikian, perlu dibangun pola kerjasama antara pengusaha home industri, hunter dan praktisi. Destilasi melalui metode vacum dengan tekanan 2-4 BAR, selama 16 jam menhasilkan rendemen minyak gaharu 0,03%-0,05% bahan low grade dan 0,07-0,10% limbah carving. Guna menghasilkan minyak gaharu murni dengan standart market timur tengah perlu proses purifikasi tahap I dan II serta aging treatment.