Kardinah -, Kardinah
Department of Radiology, Dharmais Cancer Hospital, Jakarta

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

Penelitian Pendahuluan: Pelatihan Pemeriksaan Payudara bagi Tenaga Medis RS. Kanker Dharmais

Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai masalah yang sama dengan negara berkembang lainnya yaitu pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit dalam stadium lanjut. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kepedulian khususnya di lingkup tenaga medis terhadap kanker payudara melalui penyuluhan dan ketrampilan pemeriksaan payudara. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan data awal untuk menentukan metode yang tepat untuk pelatihan pemeriksaan payudara bagi tenaga medis khususnya perawat, bidan dan dokter umum.Dilakukan penyuluhan bagi staf medis yang berminat dan pelatihan pemeriksaan payudara pada tenaga medis (perawat dan bidan) di RS.Kanker Dharmais periode April - Desember 2005. Untuk meningkatkan kepedulian dan kemampuan ketrampilan pemeriksaan payudara para peserta kemudian diminta untuk memberikan penyuluhan di lingkungannya dan mengajak wanita yang bersedia dilakukan pemeriksaan payudara dan USG payudara di RS. Kanker Dharmais.Sebanyak 25 orang perawat dan bidan serta 1 orang dokter umum yang berpartisipasi aktif, 856 wanita bersedia dilakukan pemeriksaan payudara dan USG payudara. Pemeriksaan payudara oleh tenaga medis yang telah dikonfirmasi dengan USG payudara ditemukan hasil normal 783 ( 91.5 %) dan 73 (8.5%) abnormal. Adapun dari hasil abnormal tersebut adalah 39 (53.4%) kista, 17 (23.3%) lesi solid benigna dan 8 (10.9%) dicurigai maligna. Sedangkan kelainan payudara lain yang ditemukan adalah mastitis, galactocele, duktal ektasis serta mamaria aberans.Pelatihan pemeriksaan payudara membutuhkan tidak hanya pengetahuan dan ketrampilan pemeriksaan payudara tetapi juga ketrampilan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan para wanita di lingkungannya sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan.Kata kunci: kanker payudara, deteksi dini, pemeriksaan payudara, USG payudara.

Evaluasi Dosis Glandular dalam Pemeriksaan Mammografi

Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : National Cancer Center - Dharmais Cancer Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1785.896 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengukuran Dosis Rata-rata Glandular (Mean glandular Dose) pada pemeriksaan mammografi dengan menggunakan Thermoluminiscense Dosimeter(7LD) terhadap 49 pasien. Dosis yang terbaca pada TLD adalah Entrance Surface Dose (ESD) dengan nilai rata-rata yang didapat 7.6 ('bl 3.9) mGy. Untuk konversi ke nilai Mean Glandular Dose, nilai ESD dikalikan dengan nilai Dgn (ESD dengan faktor konversi average glandular dose per unit exposure) yang terkonversi dengan memperhitungkan prosentase glandular terhadap adipose. Data Dgn diperoleh dari perhitungan John M Boone yang menggunakan metode Monte Carlo yang masih tergantung dari nilai HVL dan ketebalan payudara. Prosentase glandular terhadap adipose dihitung dengan menggunakan metoda analisa film Nooriah Djamal. Kemudian nilai Dgn 0% glandular untuk kontribusi adipose maupun Dgn 100% glandular untuk kontribusi glandular diperoleh dari Tabel Dgn Boone. Nilai MGD yang diperoleh adalah 1.818 ('bl 0.615) mGy. Nilai masih dibawah limit yang direkomendasikan FDA {Food and Drug Administration) yaitu < 3 mGy.Kata kunci : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)ABSTRACTMean glandular Dose (MGD) during mammography has been determined for 49 patients using TLD. MGD numbers has been derived from the measured ESD (Entrance Surface Dose) by multiplicating ESD with converted Dp, (ESD with average glandular dose per unit exposure conversion factor) incorporating the glandular percentage to adipose percentage. Dgn data were obtained from Boone's Monte Carlo calculation and generally is a function of HVL values and breast thickness. The glandular percentage to adipose were obtained using Nooriah Djamal's methods of mammography film analysis Both 0% glandular Dgn for adipose contribution and 100% glandular DSu for glandular contribution were then obtained from Boone's table. Average Entrance Surface Dose (ESD) for 49 patients were found to be 7.6 ('bl 3.9) mGy. The average MGD for 49 patients were found to be 1.818 (bl 0.615) mGy. These values were generally below the recommended FDA (Food and Drug Administration) limit of 3 mGy.Key Words : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)

Rumah Sakit Kanker “Dharmais” (Pusat Kanker Nasional): Melangkah untuk Melaksanakan Program Penanggulangan Kanker di Indonesia

Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 3 (2008): Jul - Sep 2008
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2166.247 KB)

Abstract

Ketika anak terdiagnosis menderita kanker maka orangtua akan merasakan hal ini sebagai sesuatu yang mengejutkan dan pukulan yang berat, terutama bagi sang ibu, yang telah melahirkan dan umumnya menjadi pengasuh utama anak. Melalui penelitian ini, penulis membahas secara mendalam mengenai emosi-emosi yang dirasakan oleh ibu ditinjau dari teori Colin Murray Parkes. Parkes membagi emosi ke dalam empat fase yaitu: (a) shock, numbness, and disbelief; (b) acute distress, anger, and protest; (c) depression and despair; dan (d) acceptance and resolution. Dari penelitian didapatkan bahwa fase-fase tersebut timbul secara tidak berurutan dan berbeda untuk setiap individu. Perbedaan individu dipengaruhi oleh berbagai hal antara lain kepribadian subyek, dukungan sosial, kondisi fisik anak, dan prediksi yang dilakukan individu. Selain itu, reiigiusitas juga terbukti menjadi faktor penting untuk membantu ibu menerima kenyataan yang harus dihadapi.Kata kunci: ibu, anak penderita kanker, emosi.

Strategi RS. Kanker “Dharmais” Sebagai Bagian dari Pusat Kanker Nasional dalam Mengimplementasikan Kebijakan Departemen Kesehatan

Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada bulan Oktober 2007 Rumah Sakit Kanker "Dharmais" genap berdiri selama 14 tahun dan merupakan tantangan bagi pihak rumah sakit untuk menjawab berbagai masalah yang timbul khususnya di bidang kanker. Kebijakan Departemen Kesehatan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kanker, memperpanjang umur harapan hidup serta meningkatkan kualitas hidup penderita dilaksanakan dengan strategi sebagai berikut; menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat , meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan dan meningkatkan pembiayaan kesehatan.

Metastasis Kelenjar Getah Bening Retrofaring pada Penderita Karsinoma Nasofaring dengan Pemeriksaan Computed Tomography di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”

Indonesian Journal of Cancer Vol 7, No 4 (2013): Oct - Dec 2013
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data metastasis KGB retrofaring pada penderita KNF dengan pemeriksaan CT nasofaring di Rumah Sakit Kanker “Dharmais”.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dari data sekunder CT nasofaring penderita Karsinoma Nasofaring (KNF) yang belum mendapatkan terapi radiasi dan kemoterapi. Penilaian metastasis Kelenjar Getah Bening (KGB) retrofaring dengan diameter aksial minimal ? 5 mm yang berada di level atlas dekat arteri karotis interna. Penilaian massa tumor menurut TNM AJCC edisi ke-7 tahun 2010. Dilakukan uji statistik untuk mengetahui adanya hubungan metastasis KGB retrofaring dengan massa tumor, tipe histopatologi, invasi lateral, dan massa tumor melewati midline.Hasilnya menunjukkan bahwa sebanyak 85 penderita KNF dengan subjek terbanyak laki-laki, umur rerata 43,2 tahun, metastasis KGB retrofaring sebanyak 81 subjek, dan metastasis KGB servikal level II merupakan metastasis KGB terbanyak.Kesimpulannya, metastasis KGB retrofaring adalah metastasis KGB terbanyak kedua setelah KGB servikal level II. Kedua metastasis KGB ini merupakan drainase pertama metastasis KGB pada KNF.Kata Kunci: Metastasis KGB retrofaring, Karsinoma nasofaring, Pemeriksaan CT nasofaring.

Early Breast Cancer Detection Through Clinical Breast Examination Training For Midwives In Rural Jakarta, Indonesia

Indonesian Journal of Cancer Vol 2, No 5 (2008): Workshop 2008
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Early Breast Cancer Detection Through Clinical Breast Examination Training For Midwives In Rural Jakarta, Indonesia full text : http://www.scribd.com/doc/45147984/Early-Breast-Cancer-Detection-Through-Clinical-Breast-Examination-Training-For-Midwives-In-Rural-Jakarta-Indonesia

Efektivitas Jus Tomat dan Minuman Bekatul terhadap Pengecilan Ukuran Lesi Kista Payudara

Indonesian Journal of Cancer Vol 5, No 1 (2011): Jan - Mar 2011
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.558 KB)

Abstract

Lesi kista payudara tidak hanya memberikan rasa tidak nyaman, tetapi kista jenis tertentu dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Mengonsumsi makanan/minuman yang mengandung antioksidan, seperti likopen di tomat dan oryzanol serta tokoferol di bekatul padi, dianjurkan untuk mencegah kanker. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh intervensi jus tomat dan minuman bekatul terhadap kista payudara. Rancangan penelitian adalah studi eksperimental. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit “Dharmais” pada Juni 2009 sampai dengan April 2010. Subjek penelitian terdiri dari 2 kelompok, yaitu 10 wanita non-kista dan 10 wanita kista. Selama dua minggu, setiap harinya subyek mengonsumsi 480 ml/hari jus tomat dan dua minggu berikutnya mengonsumsi minuman bekatul (30 g/hari). Hasil penelitian menunjukkan kadar likopen plasma meningkat secara nyata pada kelompok non-kista maupun kista setelah mengonsumsi jus tomat, sedangkan kadar ?-tokoferol plasma setelah mengonsumsi minuman bekatul menurun secara nyata pada kelompok kista, tetapi tidak nyata pada kelompok non-kista. Aktivitas antioksidan total plasma dengan uji DPPH tidak mengalami perubahan yang nyata, baik setelah mengonsumsi jus tomat maupun minuman bekatul. Ukuran lesi kista payudara kanan dan kiri tidak berbeda nyata antara sebelum dan setelah intervensi jus tomat. Setelah intervensi minuman bekatul ukuran lesi kista payudara kiri tidak berbeda nyata dengan sebelum intervensi, tetapi pada payudara kanan, ukuran lesi kista mengecil secara nyata (p<0,05), yaitu dari 11,4 +6,2 mm menjadi 8,06 + 5,37 mm. Hasil penelitian menunjukkan minuman tinggi antioksidan jus tomat dan minuman bekatul kelihatannya memberikan manfaat terhadap pengecilan ukuran lesi kista payudara.Kata kunci: kista payudara, ?-tokoferol, bekatul, likopen, jus tomat, aktivitas antioksidan

Penelitian Pendahuluan: Pelatihan Pemeriksaan Payudara bagi Tenaga Medis RS. Kanker Dharmais

Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 2 (2007): Apr - Jun 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia mempunyai masalah yang sama dengan negara berkembang lainnya yaitu pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit dalam stadium lanjut. Oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan kepedulian khususnya di lingkup tenaga medis terhadap kanker payudara melalui penyuluhan dan ketrampilan pemeriksaan payudara. Tujuan penelitian ini adalah mengumpulkan data awal untuk menentukan metode yang tepat untuk pelatihan pemeriksaan payudara bagi tenaga medis khususnya perawat, bidan dan dokter umum.Dilakukan penyuluhan bagi staf medis yang berminat dan pelatihan pemeriksaan payudara pada tenaga medis (perawat dan bidan) di RS.Kanker Dharmais periode April - Desember 2005. Untuk meningkatkan kepedulian dan kemampuan ketrampilan pemeriksaan payudara para peserta kemudian diminta untuk memberikan penyuluhan di lingkungannya dan mengajak wanita yang bersedia dilakukan pemeriksaan payudara dan USG payudara di RS. Kanker Dharmais.Sebanyak 25 orang perawat dan bidan serta 1 orang dokter umum yang berpartisipasi aktif, 856 wanita bersedia dilakukan pemeriksaan payudara dan USG payudara. Pemeriksaan payudara oleh tenaga medis yang telah dikonfirmasi dengan USG payudara ditemukan hasil normal 783 ( 91.5 %) dan 73 (8.5%) abnormal. Adapun dari hasil abnormal tersebut adalah 39 (53.4%) kista, 17 (23.3%) lesi solid benigna dan 8 (10.9%) dicurigai maligna. Sedangkan kelainan payudara lain yang ditemukan adalah mastitis, galactocele, duktal ektasis serta mamaria aberans.Pelatihan pemeriksaan payudara membutuhkan tidak hanya pengetahuan dan ketrampilan pemeriksaan payudara tetapi juga ketrampilan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan para wanita di lingkungannya sehingga partisipasi masyarakat dapat ditingkatkan.Kata kunci: kanker payudara, deteksi dini, pemeriksaan payudara, USG payudara.

National Cancer Control Program in Indonesia, Role of Stake Holder

Indonesian Journal of Cancer Vol 3, No 5 (2009): Workshops 2009
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

https://www.scribd.com/doc/45503347/National-Cancer-Control-Program-in-Indonesia-Role-of-Stake-Holder

Evaluasi Dosis Glandular dalam Pemeriksaan Mammografi

Indonesian Journal of Cancer Vol 1, No 3 (2007): Jul - Sep 2007
Publisher : "Dharmais" Cancer Center Hospital

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1785.896 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengukuran Dosis Rata-rata Glandular (Mean glandular Dose) pada pemeriksaan mammografi dengan menggunakan Thermoluminiscense Dosimeter(7LD) terhadap 49 pasien. Dosis yang terbaca pada TLD adalah Entrance Surface Dose (ESD) dengan nilai rata-rata yang didapat 7.6 (±bl 3.9) mGy. Untuk konversi ke nilai Mean Glandular Dose, nilai ESD dikalikan dengan nilai Dgn (ESD dengan faktor konversi average glandular dose per unit exposure) yang terkonversi dengan memperhitungkan prosentase glandular terhadap adipose. Data Dgn diperoleh dari perhitungan John M Boone yang menggunakan metode Monte Carlo yang masih tergantung dari nilai HVL dan ketebalan payudara. Prosentase glandular terhadap adipose dihitung dengan menggunakan metoda analisa film Nooriah Djamal. Kemudian nilai Dgn 0% glandular untuk kontribusi adipose maupun Dgn 100% glandular untuk kontribusi glandular diperoleh dari Tabel Dgn Boone. Nilai MGD yang diperoleh adalah 1.818 (±bl 0.615) mGy. Nilai masih dibawah limit yang direkomendasikan FDA {Food and Drug Administration) yaitu < 3 mGy.Kata kunci : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)ABSTRACTMean glandular Dose (MGD) during mammography has been determined for 49 patients using TLD. MGD numbers has been derived from the measured ESD (Entrance Surface Dose) by multiplicating ESD with converted Dp, (ESD with average glandular dose per unit exposure conversion factor) incorporating the glandular percentage to adipose percentage. Dgn data were obtained from Boones Monte Carlo calculation and generally is a function of HVL values and breast thickness. The glandular percentage to adipose were obtained using Nooriah Djamals methods of mammography film analysis Both 0% glandular Dgn for adipose contribution and 100% glandular DSu for glandular contribution were then obtained from Boones table. Average Entrance Surface Dose (ESD) for 49 patients were found to be 7.6 (±bl 3.9) mGy. The average MGD for 49 patients were found to be 1.818 (±’bl 0.615) mGy. These values were generally below the recommended FDA (Food and Drug Administration) limit of 3 mGy.Key Words : mean glandular dose (MGD), entrance surface dose (ESD), thermoluminiscense dosimeter (TLD)