Articles

Found 5 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS NILAI-NILAI ISLAM UNTUK MEMBENTUK KARAKTER SISWA YANG TOLERAN Muhsinin, Muhsinin
EDUKASIA Vol 8, No 2 (2013): EDUKASIA
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.433 KB)

Abstract

Fokus dari tulisan ini adalah penerapan pendidikan karakter yang didasarkan pada nilai-nilai Islam. Pendidikan karakter berdasarkan Islam artinya pendidikan karakter yang mana komponennya mencakup pengetahuan moral,  perasaan tentang moral,  dan perbuatan moral. Moral-moral tersebut dijajaki dan dikembangkan berdasarkan nilai-nilai  Islam.  Penerapan pendidikan karakter ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang islami dan  toleran.  Penelitian  ini menggunakan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan pendidikan karakter membutuhkan  keseriusan, pembiasaan,  dan   pembudayaan tentang nilai-nilai.Kata kunci: pendidikan, karakter, nilai-nilai, Islam, akhlak, IslamiAbstract CHARACTER EDUCATION MODEL BASED ON ISLAMIC VALUES TO  CREATE THE  ISLAMIC AND  TOLERANT STUDENTS’ CHARACTER.  The  focus    of this  writing  is  the implementation  of character education that is based on Islamic values. Character education based on Islam means character education which their components include moral knowledge, moral sense and moral action.  Those morals  are explored  and developed  based  on Islam values. The implementation  of character education aims to establish an Islamic students’ character and tolerant. This study  uses library research. The result of this study is the implementation  of character education needs seriousness, habituation, and civilizing the values.Keywords:  character, education, Islami, values, Islamic, character
Pengaruh Pendidikan Keagamaan Orangtua terhadap Perkembangan Nilai Agama dan Moral Anak Muhsinin, Muhsinin
MODELING: Jurnal Program Studi PGMI Vol 2 No 1 (2015): Maret
Publisher : Program Studi PGMI Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Nahdlatul Ulama Al Hikmah Mojokerto

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.437 KB)

Abstract

Abstrak Dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah selama ini telah berusaha mengembangkan banyak program pendidikan yang melibatkan berbagai lembaga yang ada di dalam masyarakat, program pendidikan tersebut guna menjangkau seluruh warga masyarakat dari yang atas sampai lapisan paling bawah. Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan yang amat mendasar, karena pada masa usia dini merupakan masa emas (golden age) dan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Pengertian Anak usia dini secara umum adalah anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun. Anak pada usia 4 – 6 tahun atau usia Taman Kanak-kanak (pada jalur pendidikan formal sesuai dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2003 pasal 28 tentang Pendidikan Anak Usia Dini), merupakan masa peka bagi anak, karena masa ini merupakan masa terjadinya pematangan fungsi-fungsi fisik dan psikis yang siap merespon stimulasi lingkungan dan menginternalisasikan ke dalam pribadinya. Masa ini merupakan masa awal perkembangan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama. Oleh karena itu dibutuhkan suatu kondisi dan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan anak agar pertumbuhan dan perkembangan tercapai secara optimal (Kemendiknas, 2010). Salah satu sikap dasar yang harus dimiliki anak untuk menjadi manusia yang baik dan benar adalah memiliki sikap dan nilai moral yang baik dalam berprilaku sebagai umat Tuhan, anak, anggota keluarga dan anggota masyarakat. Usia di masa Pendidikan Anak Usia Dini adalah saat yang paling baik dan tepat untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan nilai, moral, dan agama kepada anak. Walaupun peran orang tua sangatlah besar dalam membangun dasar moral dan agama bagi anak-anaknya, peran pendidik Pendidikan Anak Usia Dini juga tidaklah kecil dalam meletakkan dasar moral dan agama bagi seorang anak (Hidayat, 2007:38).
Efektifitas Pembelajaran Sentra di Kecamatan Trowulan Mojokerto Muhsinin, Muhsinin; Navi, Ilmin
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 3 No 2 (2017): Juli
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.451 KB)

Abstract

PAUD sebagai jenjang pendidikan yang paling dasar, diharapkan menjadi fondasi kuat untuk membentuk sikap dan karakter peserta didik. Implementasinya dalam kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini pengembangan sikap bukan hanya sebagai dampak ikatan (nurturan) dari pengembangan pengetahuan dan ketrampilan, melainkan komponen yang harus direncanakan secara terus menerus sehingga memebentuk kebiasaan lebih lanjut menjadi prilaku yang akhirnya menjadi sikap dan karakter yang baik dan merupakan masa emas(Golden Age) yang merupakan peletak dasar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya. Pengembangan sikap memerlukan proses yang konsisten dalam jangka waktu lama, Namun demikian pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan cara belajar anak usia dini yang dilaksanakan dengan melalui kegiatan menyenangkan dan bermakna. Hal terpenting dalam pengembangan sikap adalah keteladanan dari tim guru yang menjadi model bagi anak didik. Tampa hal terpenting ini pengembangan sikap baik akan menjadi sia-sia. Menurut peneliti untuk mengaplikasikan Kurikulum 13 PAUD model pembelajaran yang paling ideal adalah model pembelajaran sentra. Karena merupakan pusat kegiatan pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar Integrasi Pendidikan. Nilai – nilai kehidupan beragama yang dirancang untuk mengembangkan seluruh potensi anak sebagai karunia dari Allah. Juga memberi kesempatan belajar pada anak yang maksimal juga dalam rangka mengembangkan Multiple Intelegensi Anak.
Pengaruh Menggambar Bertahap terhadap Pengembangan Kreativitas pada Anak Kelompok B di RA Sunan Ampel Muhsinin, Muhsinin
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 5 No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.587 KB)

Abstract

In this study, the main problem is the creativity of children in drawing has not developed as expected. Efforts to overcome this, research has been carried out which aims to determine how much influence the gradual drawing of the creativity of children in group B RA SunanAmpelTongasProbolinggo. The method of this research is qualitative descriptive type. The subjects were children in group B which numbered 15 children enrolled in the 2018-2019 school year. Data collection techniques through observation, interviews and documentation, then the data is analyzed qualitatively. The results of the research on Day 1 observations draw Triangle, Square, and Circle Patterns of 1 child (5%) BSB, there are 2 children (10%) BSH, there are 3 children (15%) MB, and 14 children (70%) BB. Observation on the second day Free drawing from the basic form Triangle, square, circle there is 1 child (5%) BSB, there are 2 children (10%) BSH, there is 1 child (5%) MB, and there are 16 children (80%) BB . Observation Day III Draw cats from the basic triangle pattern, square and circle 5 children (25%) BSB, there are 9 children (45%) BSH, there are 3 children (15%) MB, and there are 3 children (15%) BB. From the above research, it can be concluded that there is the effect of gradual drawing on the creativity of children in group B at RA SunanAmpel until the third meeting.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Petani dalam Berusahatani Nilam (Pogostermon Cablin Benth) di Desa Lawada Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Muhsinin, Muhsinin; Nalefo, La; Arimbawa, Putu
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol 3, No 4 (2018)
Publisher : Faculty of Agriculture, Halu Oleo University, Kendari Southeast Sulawesi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.851 KB)

Abstract

This study aims to: Know the factors that affect farmers in patchouli farming in the Village Lawada Sawerigadi District West Muna. The population in this study is all patchouli farmers in Lawada Village Sawerigadi District West Muna Regency as many as 275 families. The sample in this research use arikunto formula that is simple random sampling with simple error rate 15%. So the overall sample amounted to 35 respondents. The results of this study indicate Factors affecting farmers in patchouli farming include variable land area, capital, advice friends and family, extension of extension, the number of farmers who have patchouli farming and the availability of input simultaneously / jointly significant effect on the production of patchouli. Partially, only the variable of capital, the recommendation of friends and family and the extension agent that significantly influence the production variables while the land area, the number of farmers in patchouli farm and the availability of input have no significant effect on the production veriabel. Then the relationship between production to income that affects income variables include production variables simultaneously / together significant effect on income vareabel and Partially (alone), production variables also have a significant effect on income variable.