widodo winarso, widodo
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Published : 31 Documents
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Multimedia Interaktif Dalam Meningkatkan Minat Belajar Matematika Siswa Nuritno, Rizqi; Raharjo, Hendri; winarso, widodo
ITEJ (Information Technology Engineering Journals) Vol 2 No 1 (2017): ELEARNING
Publisher : Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.58 KB) | DOI: 10.24235/itej.v2i1.11

Abstract

This research is a form of interactive multimedia development as a resource that aims to: 1) Develop Interactive Multimedia Learning Material and Beam Cube; 2) Determine the feasibility of Cube Interactive Multimedia Learning Material and Beam; 3) Increasing interest in learning math using the Interactive Multimedia Learning Material and Beam Cube. This research method is the Research and Development (R & D), adapted from ADDIE development model, with the following steps: 1) Analysis,2) Design,3) Development,4) Implementation5) Evaluation.Validation is done by two people matter experts and two experts media. Teaching materials developed tested to 5 learners VIII class A and 31 learners in class VIII B of SMP Negeri 12 Cirebon. Feasibility level Interactive Multimedia-Based Instructional Materials and Beam Cube based assessment: 1) Matter Experts obtained an average value of 4.2 which is included in the category of Good, 2) Expert Media obtained an average value of 4.26 are included in the category of Very Good, 3) learners field trials obtained an average value of 4.26 are included in the category of Very Good. Thus the Interactive Multimedia-Based Instructional Materials and Beam Cube is good and fit for use as teaching material. Based on the analysis Interest in Learning students before and after the use of the Interactive Multimedia-Based Instructional Materials and Beam Cube, obtained by N-gain of 0.405 which is included in the category of Medium of the total score early 2026 into 2521. In the test paired t test obtained t count equal to -16.619 with sig , 0,000 showed significant measurement so that the conclusion is the development of Interactive Multimedia-Based Instructional Materials and Beam Cube can improve Students Interest in Learning Mathematics.
Pengaruh Kemampuan Metakognisi terhadap Hasil Belajar Matematika di SMP Negeri 2 Leuwimunding Kabupaten Majalengka winarso, widodo
NUSANTARA of Research Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : NUSANTARA of Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Mathematic is the basic of science development and has the advantages in daily life. Mathematic also is saidas the queen of knowledge, because it has the important role he results of the study of mathematic influencedby internal and external factors. One of the internal factor is the ability of metacognition. For that conductedthis study aimed to determine the effect the abilit of metacognition on mathematic learning outcomes at SMPN2 leuwimunding. The method of this research is ex post facto research with a quantitative approach. Thenumber of samples in this study were 76 students who were taken by random sampling through traditionalmeans. Metacognition variables were measured using questionnaires MAI (metacognitive AwarennesInventory) which was adopted from Scraw & Dennison while studying mathematics outcome variables weremeasured using the test in the form of an essay. The technique of analysis data for hypothesis is simpleregression technique. The result of this thesis show that the result of hypothesis is tcount  = 5,489 bigger thanttable =1,993 than Ho denied and Ha accepted, it means that is influences between metacognitve on learningmath and also has the similarity of regression for that variable, that are Y=17,397 + 0, 795X, from thatsimilarity, coefficient of regression  is 0,795. It means that every improvement of metacognitive will influenceon learning student result is 0,795. Then there is the influence of metacognition ability to learn math resultswith the value of R Square of 28.9%, which means that the contribution to the ability of metacognition onlearning outcomes of mathematics is 28,9% and 71,1% is influenced by other factors.
MEMBANGUN KEMAMPUAN BERFIKIR MATEMATIKA TINGKAT TINGGI MELALUI PENDEKATAN INDUKTIF, DEDUKTIF DAN INDUKTIF-DEDUKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Winarso, Widodo
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.124 KB)

Abstract

Pendidikan diera globalitas memberikan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perubahan cara mengajar. Gaya mengajar yang mengabaikan kreatifitas peserta didik dapat disinyalir sebagai setagnannya mutu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran yang baik apabila pendidik dapat berkreasi dalam mengimplementasikan pendeketan pembelajaran; alasan dan perlunya perubahan pendekatan pembelajaran matematika dari cara tradisional ke arah yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman yaitu pendekatan pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian lima tujuan pelajaran matematika; serta pembelajaran yang lebih fokus pada pemecahan masalah, membanun krativitas belajar dan dapat memfasilitasi para peserta didik untuk mengkontrusi pengetahuan matematika. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tututan kurikulum 2013, apabila pendidik menyajikan materi ajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sekiranya penting bagi para pendidik untuk merubah strategi pembelajarannya. Misalnya pembelajaran dengan pendekatan induktif,   deduktif   dan   kolaburasi   dari   induktif-deduktif.   Dengan demikian dapat dimaknai bahwa pendekatan pembelajaran dapat digunakan sebagai acuan pada kegiatan perancangan kegiatan yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk  meningkatkan  kemampuan  berfikir  matematika  tingkat  tinggi siswa. Keywords:  berfikit  tingkat  tinggi,  pendekatan  induktif,deduktif dan induktif-deduktif.
APLIKASI PEMBELAJARAN DI JENJANG PENDIDIKAN DASAR BERBASIS RAMAH OTAK MELALUI BRAIN DEVELOPMENT STRATEGY Winarso, Widodo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.946 KB)

Abstract

ABSTRAKTerkait dengan implemtasi kurikulum yang menyangkut pendidikan anak di tingkatan Sekolah Dasar. Pola pendidikan anak di tingkat ini dikenal dengan istilah Pembelajaran tematik terpadu. Hal ini berbeda dengan pembelajaran ditingkatan kelas di atasnya, yang secara khusus mempelajari ilmu dari berbagai disiplin yang berbeda. Pada pembelajaran di tingkat ini semua disiplin ilmu diajarkan tidak secara mandiri, namun secara terpadu yang dikemas dalam tema-tema tertentu. Bagian inilah yang menarik untuk dikaji. Pada pembelajaran model ini, peserta didik sudah tidak perlu lagi memikirkan sedang belajar mata pelajaran apa, namun peserta didik belajar tentang apa secara holistik. Pembelajaran terpadu menggunakan tema sebagai pemersatu kegiatan pembelajaran yang memadukan beberapa mata pelajaran sekaligus dalam satu kali tatap muka, untuk memberikan pengalaman yang bermakna bagi peserta didik. Karena peserta didik dalam memahami berbagai konsep yang dipelajari selalu melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dikuasainya. Pembelajaran tematik diyakini sebagai salah satu model pembelajaran yang efektif (highly effective teaching model), karena mampu mewadahi dan menyentuh secara terpadu dimensi emosi, fisik, dan akademik di kelas atau di lingkungan sekolah. Model pembelajaran tematik ini terbukti secara empirik berhasil memacu percepatan dan meningkatkan kapasitas memori peserta didik (enhance learning and increase long-term memory capabilities of learners) untuk waktu yang panjang. Model pembelajaran tematik memiliki perbedaan kualitatif (qualitatively different) dengan model pembelajaran lain. Model pembelajaran ini mengoptimasi lingkungan sebagai kunci dalam menciptakan kelas yang ramah. Kondisi belajar dimana aktifitas belajar yang terjadi melibatkan subjek belajar secara langsung, mengoptimasi semua sumber belajar, dan memberi peluang untuk mengeksplorasi secara luas kemampuan kognitif sisiwa melalui  aplikasi pembelajaran ramah otak.Kata kunci : Pembelajaran, Ramah Otak, Brain Development Strategy
MENGATASI STRES AKADEMIK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENGUATAN SELF ESTEEM PESERTA DIDIK Winarso, Widodo
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.512 KB)

Abstract

ABSTRAKSebagian besar peserta didik dalam menjalani kegiatan pembelajaran matematika di sekolah, seringkali merasakan stres. Stres yang dialami peserta didik cenderung disebabkan oleh perasaan tidak mampu yang dimiliki peserta didik itu sendiri dalam menghadapi berbagai situasi, kejadian dan tantangan yang ada selama kegiatan pembelajaran matematika berlangsung. kondisi tersebut membuat peserta didik  merasa tidak nyaman dalam menerima materi ajar. Pencapaian tujuan pembelajaran  tidak dapat mencapai hasil maksimal, jika pendidik memaksakan pada situasi tersebut. hal yang perlu diperhatika oleh pendidik yakni kemampuan peserta didik untuk membangun dan mempertahankan kondisi fisik maupun psikis selama pembelajaran matematika berlangsung. Berdasarkan konsekuensi tersebut, self esteem yang tinggi dalam diri peserta didik dapat menghilangkan atau mengurangi stres yang dirasakan peserta didik akibat berbagai tekanan yang dialami peserta didik berkaitan dengan pembelajaran matematika di sekolah.
PROBLEM SOLVING, CREATIVITY DAN DECISION MAKING DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Winarso, Widodo
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.069 KB)

Abstract

Pendidikan diera globalitas memberikan tantangan bagi pendidik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Upaya yang perlu dilakukan salah satunya yaitu perubahan cara mengajar. Gaya mengajar yang mengabaikan kreatifitas peserta didik dapat disinyalir sebagai setagnannya mutu pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itu, pembelajaran yang baik apabila pendidik dapat berkreasi dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran; alasan dan perlunya perubahan strategi pembelajaran matematika dari cara tradisional ke arah yang lebih inovatif dan sesuai dengan tuntutan zaman yaitu strategi pembelajaran yang dapat menunjang pencapaian lima tujuan pelajaran matematika; serta pembelajaran yang lebih fokus pada pemecahan masalah, membanun krativitas belajar dan dapat memfasilitasi para peserta didik untuk mengkontrusi pengetahuan matematika. Kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan tututan kurikulum 2013, apabila pendidik menyajikan materi ajar dengan menerapkan strategi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Sekiranya penting bagi para pendidik untuk merubah strategi pembelajarannya. Misalnya pembelajaran dengan pemecahan masalah (Problem Solving), membangun kreativitas belajar dan kemampuan pengambilan keputusan (Decision Making). Dengan demikian dapat dimaknai bahwa strategi pembelajaran dapat digunakan sebagai acuan pada kegiatan perancangan kegiatan yang sistematik dalam mengkomunikasikan isi pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran matematika
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA MAHASISWA JURUSAN PGMI MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPEL INTELLIGENSI PADA MATA KULIAH MATEMATIKA 2 Winarso, Widodo
Holistik Vol 15, No 1 (2014)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.286 KB)

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan tentang kemampuan pemecahanmasalah matematika melalui penerapan pembelajaran multipelintellegensi. Artikl ini diangkat dari hasil riset untuk mengetahuikecendrungan kecerdasan yang dimiliki dalam menganalisisperbedaan antara kemampuan pemecahan masalah matematika berbasis multipel intelligensi. Obyek kajiannya adalah mahasiswa Jurusan PGMI Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada mata kuliah matematika. Dengan metode kuantitatif, kajian ini setidaknya menemukan beberapa kesimpulan, (1) kemampuan pemecahan masalah matematika melalui penerapan pembelajaran berbasis multipel intellegensi tergolong cukup baik dengan besar pencapain skor rata-rata 76,78; (2) Kecendrungan kecerdasan yangdimiliki terdapat 3 dominasi terbesar yaitu kecerdasan logikalmatematis, kecerdasan interpersonal, dankecerdasan naturalis; (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematika yang melalui pembelajaran berbasis multipel intelligensi dengan yang tidak melalui pembelajaran berbasis multipel intelligensi berdasarkan hasil uji paired samples test tersebut, diperoleh nilai signifikansi sebesar0,000 (<0,05); dan (4) Adapun pengaruh penerapan pembelajaranmatematika berbasis multiple inteligensi terhadap kemampuanpemecahan masalah matematika pada taraf signifikasi α = 5 %diperoleh t hitung = 4.870 dan t= 1.710. hal ini menunjukkanthitung ttabeltabel. Pada uji kelinieran regresi diperoleh nilai signifikan0,00 (<0,05) maka ada pengaruh yang signifikan antara penerapanpembelajaran matematika berbasis multiple inteligensi terhadap pemecahan masalaha matematika mahasiswa jurusan PGMIFakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
PENGARUH MOTIVASI DAN PERSEPSI SISWA PADA MATEMATIKA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI MTS AL-HIDAYAH DUKUPUNTANG KABUPATEN CIREBON (POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK). syamarro, nurhana; Winarso, Widodo; saluky, saluky
Eduma : Mathematics Education Learning and Teaching Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Jurnal Jurusan Tadris Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (943.066 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan hasil pengukuran motivasi, persepsi dan prestasi belajar matematika  siswa  yang  menggunakan pendekatan kuantitatif  dengan  teknik  regresi ganda. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII sejumlah 46 siswa di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Cirebon. Data tingkat motivasi dan persepsi siswa diperoleh melalui angket, sedangkan data prestasi belajar matematika diperoleh dari hasil tes matematika pokok bahasan kubus dan balok. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa motivasi belajar sebesar 35% siswa termasuk dalam kategori rendah. Persepsi siswa pada matematika sebesar 37% siswa masuk dalam kategori sedang. Sedangkan rata-rata prestasi belajar siswa menunjukkan prestasi yang cukup baik yaitu sebanyak 39% siswa. Pengaruh motivasi dan persepsi siswa pada matematika terhadap prestasi belajar matematika siswa ditunjukkan dengan koefisien determinasi sebesar 0,935.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  persentase  sumbangan  pengaruh  motivasi  dan persepsi siswa pada matematika terhadap prestasi belajar matematika sebesar 93,5% melalui fungsi taksiran = -83,724 + 0,532X1 + 0,754X2. Hasil uji hipotesis dengan uji F diperoleh Fhitung > Ftabel yaitu (325,401 > 3,21) dengan signifikasi 0,000 < 0,05 maka H0 ditolak. Jadi motivasi dan persepsi siswa secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas VIII di MTs Al-Hidayah Dukupuntang Kab. Cirebon. Kata kunci       :   Motivasi,   Persepsi   pada   Matematika,   Prestasi   BelajarMatematika.
Assessing the Readiness of Student Learning Activity and Learning Outcome Winarso, Widodo
Jurnal Pencerahan Vol 10, No 2 (2016): September 2016
Publisher : Majelis Pendidikan Daerah (MPD) Aceh dan Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.812 KB) | DOI: 10.13170/jp.10.2.5246

Abstract

The research is proposed by the underestimate of the student activeness and the students achievement. The purposes of the research were to evaluate the influence of the student readiness to the student activeness, the influence of the student readiness to the student achievement, and the influence of the student activeness to the student achievement in the first class of Junior High School 2 Cibingbin, Kuningan, West Java. Its influence uses the correlation descriptive method. The population is 127 students of the first class of Junior High School 2 Cibingbin, Kuningan, West Java and the sample is 96 students. The results of the study showed that the description of the student readiness learning was at high category 69.35%. The description of the student activeness was also at high category 85.47%. In addition, the description of the student achievement was categorized as high grade (84.35%). There was a positive influence of students readiness to the students activeness and achievement, and there was the positive influence of the students activeness to the students achievement.
PENGUASAAN KONSEP LINGKARAN TERHADAP KEMAMPUAN SPASIAL MATEMATIKA SISWA POKOK BAHASAN BANGUN RUANG SISI LENGKUNG KELAS VIII SMP NEGERI 1 KOTA CIREBON Rikanah, Dewi; Winarso, Widodo
Jurnal Pendidikan Matematika Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.122 KB)

Abstract

Konsep lingkaran adalah konsep dasar yang harus dipahami lebih lanjut untuk memahami mengenai konsep bangun ruang sisi lengkung. Sehingga alur konsep ini dapat membantu meningkatkan kemampuan spasial  pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui penguasaan konsep pada materi lingkaran pada kelas VIII SMP Negeri 1 Kota Cirebon; (2) Mengetahui kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa; (3) Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penguasaan konsep lingkaran terhadap kemampuan spasial siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 1 Kota Cirebon dengan keseluruhan populasi sebanyak 359 sisswa dari kelas VIII. Sampel penelitian dipilih dengan metode cluster random sampling, yang terpilih adalah kelas VIII D sebanyak 38 siswa sebagai sampel dari penelitian.  Berdasarkan analisis data, hasilnya menunjukkan bahwa rata-rata nilai penguasaan konsep lingkaran adalah 70,34 dan rata-rata siswa kategori tinggi 72,34 yang termasuk tinggi. Hasil dari persamaan regresi dalam memprediksi kemampuan spasial berdasarkan penguasaan konsep lingkaran adalah mengindikasikan pengaruh yang positif. Setelah menguji hipotesis dengan , analisis menunjukkan bahwa ada pengaruh penguasaan konsep lingkaran terhadap kemampuam spasial siswa pada materi bangun ruang sisi lengkung dengan kontribusi 42%, 58% ditentukan oleh faktor-faktor lainnya. Kata Kunci: Lingkaran, Bangun Ruang Sisi Lengkung, Kemampuan Spasial