Articles
3
Documents
The Relationship between Physical Fitness and Sleep Quality

Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran Vol 4 No 2 (2018): Jurnal SPORTIF : Jurnal Penelitian Pembelajaran
Publisher : UNIVERSITAS NUSANTARA PGRI KEDIRI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship of physical fitness with sleep quality. The research approach used is quantitative, using correlation techniques. The populationin this study were 192 students of 2014 study program Penjaskesrek Nusantara Nusantara University PGRI. The sample in the study was taken as many as 38 class of 2014 penjaskesrek students. The technique used in sampling random sampling. Based on the results of the study, obtained the value of r count = 0.408> r table = 0.320 with the value of sig. 0.011 <0.05 (significant level of 5%) then H0 is rejected which means that there is a significant correlation between physical fitness activities and sleep quality. The conclusion is that the level of physical fitness has a strong enough relationship with sleep quality.

KOMPETENSI GURU PENJASORKES KAITANNYA DENGAN HASIL BELAJAR SISWA DAN PERSEPSI GURU NON-PENJASORKES DALAM PEMBELAJARAN PENJASORKES DI SMPN SE-KOTA KEDIRI

Efektor Vol 3 No 1 (2016): Efektor Vol 3 No 1 Tahun 2016
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

  Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk mengetahui hasil uji kompetensi guru Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri, 2) untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri, 4) untuk mengetahui persepsi guru non-Penjasorkes terhadap kompetensi guru Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri, 5) untuk mengetahui kaitan antara hasil uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kota Kediri. Jenis penelitian ini adalah penelitian non-ekseperimental berupa deskriptif kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah kompetensi guru penjasorkes dan variabel terikat adalah, hasil belajar siswa dan persepsi guru non-Penjasorkes. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 472 siswa, 84 guru non-Penjasorkes dengan menggunakan teknik purposive sampling atau sampel bertujuan. Analisis data yang digunakan adalah pearson correlation. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa, 1) hasil uji kompetensi guru dibawah standar yang telah ditetapkan pemerintah, 2) hasil belajar siswa sudah memenuhi Kriteria Kelulusan Minimal (KKM) yang sudah ditentukan oleh tiap-tiap sekolah, dan untuk 3) persepsi guru non Penjasorkes termasuk dalam kategori baik. Sedangkan 5) kaitan antara uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar diperoleh nilai signifikansi lebih besar daripada nilai taraf siknifikansi alpha (α). Dengan demikian, H0 diterima yang berarti tidak ada hubungan hasil uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kota Kediri. Simpulan dari penelitian ini adalah: 1) hasil uji kompetensi guru Penjasorkes SMPN se-Kota Kediri dibawah standar kelulusan yang sudah ditetapkan pemerintah, 2) hasil belajar siswa SMPN se-Kota Kediri dalam pembelajaran Penjasorkes sudah (KKM) yang ditetapkan masing-masing sekolah, 3) persepsi guru non-Penjasorkes terhadap kompetensi guru penjasorkes SMPN se-Kota Kediri  termasuk dalam kategori baik, 5) tidak ada kaitan hasil uji kompetensi guru Penjasorkes dengan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran di SMPN se-Kota Kediri.

Modul tutorial sebagai media pembelajaran pencak silat untuk siswa sekolah menengah kejuruan

Jurnal Keolahragaan Vol 6, No 2: September 2018
Publisher : Program Studi Ilmu Keolahragaan Program Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.184 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan modul tutorial pembelajaran pencak silat yang dapat digunakan guru SMK dalam mata pelajaran Penjasorkes. Penelitian ini melalui 9 tahapan dengan mengadaptasi penelitian dan pengembangan pendidikan model Sugiyono. Subjek penelitian adalah siswa SMK 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung. Instrumen berupa kuesioner. Hasil penelitian berupa modul tutorial pembelajaran pencak silat yang terdiri dari: (1) teknik dasar pukulan; (2) teknik dasar tendangan; dan (3) sikap pencak silat. Model disusun dalam bentuk buku panduan dengan judul “Modul Pembelajaran Pencak Silat untuk kelas XI SMA dan SMK”. Berdasarkan penilaian para ahli materi, ahli media dan guru, dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul tutorial pembelajaran pencak silat untuk siswa SMK layak digunakan dalam pembelajaran pencak silat untuk siswa SMK. Tutorial module as learning media to pencak silat for vocational students AbstractThis research aimed to produce a tutorial module as learning media for pencak silat which can be used by vocational teachers in Physical Education. This study was a research and development conducted in 9 steps by adapting educational research and development according to Gall, Gall, & Borg’s model. The results of the research were a tutorial module as learning media for pencak silat consisting of: (1) basic blow technique; (2) basic kick technique; and (3) stance on pencak silat. Models arranged in a handbook entitled “Modul Pembelajaran Pencak Silat untuk kelas XI SMA dan SMK”. Based on the assessment of matter experts, media experts and teachers, it can be concluded that the development of tutorial module as learning media to pencak silat for vocational students is suitable for learning pencak silat for vocational students.