Tiar Anwar Bachtiar, Tiar Anwar
STAI Persatuan Islam Garut

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

MUATAN NILAI ISLAM DALAM PENULISAN DAN PENGAJARAN SEJARAH Bachtiar, Tiar Anwar
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 12 No. 2 Desember 2015
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.098 KB)

Abstract

In History writing and teaching, objectivity can not always be realized considering the character of knowledge that created by man who always can not shy away from the “subjectivity” of a human being. Especially in the teaching of history in which every teaching must necessarily refer to the normative goals that have been set, either by the state, schools, or teachers themselves. This suggests that the normativity be the main reference in the teaching of history. Both the curriculum and the standards applied in each lesson course based on a value system that is believed by its formers respectively. The value system is what will form the miscellaneous curriculum or standards and distinguish between one to another. This study tried to view and evaluate whether the values of Islam as a religion has the largest adopted is represented well in teaching, especially in the teaching of history. Conclusions from this research that, viewed in general, the tradition of the teaching of history in Indonesia, especially in the teaching of general history, is not from Islamic traditions. Even if there are some content that do not conflict with the islamic values, its only a coincident. Especially when considering the tradition of historical writing in Indonesia intensively started from the colonial-orientalist tradition that put Islam and Muslims as their main enemy. In many cases, it is found effort to omit the role of Islam and muslim in Indonesian history, and also the historical facts about the role of Muslims that is still not seated proportionally.
Islamisasi Penulisan Sejarah: Survey Gagasan Hamka, Syed Naquib Al-Attas, dan Ahmad Mansur Suryanegara Bachtiar, Tiar Anwar
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.205 KB)

Abstract

Semenjak ada usaha untuk menuliskan sejarah Indonesia setelah Indonesia merdeka sebagai upaya untuk mendefinisikan bentuk “Indonesia” sebagai sebagai sebuah bangsa dan komunitas politik, dari kalangan aktivis dan pemimpin Islam banyak yang mengajukan keberatan. Pada umumnya mereka mengajukan keberatan bahwa Indonesia yang digambarkan terlalu bernuansa Hindu dan memberikan ruang yang sangat sempit bagi sejarah umat Islam. Di antara tokoh yang sangat vokal menyuarakan keberatan ini adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) dan Ahmad Mansur Suryanegara (AMS). Tulisan ini bertujuan mengungkap bagaimana gagasan keduanya tentang Islamisasi penulisan sejarah Indonesia yang dirasakan keduanya kurang “Islam”. Berdasarkan survey terhadap karya-karya sejarah Indonesia yang ditulis oleh keduanya, maka dapat ditemukan bahwa baik HAMKA yang tidak secara khusus dilatih sebagai sejarawan dan AMS yang merupakan dosen sejarah di Universitas Padjadjaran sama-sama berusaha menawarkan peng-Islam-an penulisan sejarah Indonesia dengan memberikan ruang lebih luas untuk diangkatnya peran umat Islam dalam sejarah Indonesia semenjak kedatangan Islam yang diperkirakan HAMKA sudah ada sejak abad ke-7 M. Hanya saja, keduanya tidak ditemukan merumuskan metodologi yang ajeg dalam melakukannya. Kelihatannya AMS yang dididik dalam metodologi Barat dalam penulisan sejarah tidak terlampau mempermasalahkan perihal metodologi sejarah walaupun datang dari Barat.Kata Kunci: Islamisasi, Islamisasi Penulisan Sejarah, HAMKA, Ahmad Mansur Suryanegara, Peran Islam dalam Sejarah Indonesia..