Rachmy Diana, Rachmy
Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Partisipasi Dalam Beladiri Karate dan Agresifitas Anak Di Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) Ahmad, Mudrikah; Diana, Rachmy
Jurnal Psikologi Integratif Vol 1, No 1 (2013): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.047 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2013.%x

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to found out the correlation between karate martial art participation and aggression on children karatekas. The proposed hypothesis in this research was negative correlation between karate martial art participation and aggression on children karatekas. The population in this research were children karatekas in INKAI DIY and the sample was 53 karatekas. The data were collected using karate martial art participation scale andaggression scale. Data analyzed with Pearson’s Product Moment correlation. The results showed that there was negative significant correlation between karate martial art participation and aggression on children karatekas, with r = - 0,535, p = 0,00 (p
Hubungan Antara Religiusitas Dan Kreativitas Siswa Sekolah Menengah Diana, Rachmy
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 3, No 7 (1999)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kreativitas siswa Sekolah Menengah Umum. Hipotesis yang diajukan adalah ada hubungan yang positif antara religiusitas dengan kreativitas siswa Sekolah Menengah Umum. Subjek penelitian ini adalah siswa SMU Negeri 3 Sukabumi yang berusia 15-18 tahun, beragama Islam dan memiliki tingkat inteligensi rata­-rata dan di atas rata-rata. Subjek penelitian berjumlah 80 orang. Alat ukur yang digunakan untuk mengambil data dalam penelitian ini adalah (a) Tes Kreativitas Verbal dari Utami Munandar, (b) Tes inteligensi dari J.C. Raven, (c) Angket Refigiusitas yang terdiri alas Angket Refigiusffas I yang mengukur dimensi akidah, ibadah, akhlak dan ihsan dan Angket Refigiusitas II yang mengukur dimensi ilmu Agama. Dengan menggunakan analisis produel moment (Pearson) diperoleh kesimpulan bahwa ada hubungan yang positif antara religiusitas dengan kreativitas siswa Sekolah Menengah Umum. Kata kunci: religiusitas, kreativitas, inteligensi, siswa.
Kecenderungan Kenakalan Remaja Ditinjau Dari Kekuatan Karakter Dan Persepsi Komunikasi Empatik Orangtua Syifaunnufush, Amelia Dwi; Diana, Rachmy
Jurnal Psikologi Integratif Vol 5, No 1 (2017): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.447 KB) | DOI: 10.14421/jpsi.2017.%x

Abstract

The aim of this research was to understand the relationship between character strength and perception of parental emphatic communication with tendency of juvenile delinquency. The population in this study was student of SMK Piri 1 Yogyakarta with a sample of 59 student in 15-18 years old. Sampling techniques were used is purposive sampling. Data collection instrument were used in this study is Likert Scale, consist of  Tendency of Juvenile Delinquency Scale, Character Strength Scale, and Perception of Parental Emphatic Communication Scale. Statistical analysis techniques used are regression. Result of analyzed data obtained correlation coefficient (R) = 0,467 with p = 0.000 (p<0.05). As it showed that there was significant correlation between character strength and perception of parental empathic communication with tendency of juvenile delinquency. Contribution character strength and perception of parental emphatic communication 21,8% (R square = 0,218). Partially, analysis variable character strength obtained correlation coefficient (R) = 0,467 with p = 0,000 (p<0,05) and R square = -0,218. As it showed that there was significant correlation between character strength with tendency of juvenile delinquency. Whereas the results of analysis variable perception of parental emphatic communication obtained correlation coefficient (R) = -0,241 with p = 0,066 (p<0,05) and R square = 0,058. As it showed that there wasn’t significant correlation between perception of parental emphatic communication with tendency of juvenile delinquency.
Pola Asuh Co-Parenting Dan Penyesuaian Diri Pada Remaja dengan Orangtua Bercerai (Broken Home) Fahrezi, Adi; Diana, Rachmy
WACANA Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.467 KB)

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh co-parenting dan penyesuaian diri pada remaja dengan orang tua bercerai. Selain itu tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan efektif pola asuh co-parenting dalam membantu meningkatkan kemampuan penyesuaian diri pada remaja. Subjek penelitian ini adalah remaja yang orangtuanya bercerai  berjumlah 31 orang, alat pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini adalah skala co-parenting dan skala penyesuaian diri, dengan koefisien alpha (reliabilitas) sebesar 0,940 dan 0,948. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah aksidental sampling. Metode analisis data yang digunakan yaitu product moment dari pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa, variabel co-parenting dan penyesuaian diri memiliki nilai r sebesar 0,723 dan nilai p sebesar 0,000 (P < 0,05) dan menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara pola asuh co-parenting dan penyesuaian diri. Semakin baik pola asuh co-parenting yang diterapkan maka semakin baik pula kemampuan penyesuaian diri pada remaja, sebaliknya semakin buruk pola asuh co-parenting yang diterapkan maka semakin buruk pula kemampuan penyesuaian diri pada remaja. Dengan demikian hipotesis penelitian ini dinyatakan diterima. Sumbangan efektif variabel pola asuh co-parenting terhadap penyesuaian diri sebesar 0,522 (52,2%).  Kata kunci: penyesuaian diri, pola asuh, co-parenting, broken home