Reny Yuniasanti, Reny
Fakultas Psikologi, Universitas Mercu BuanaYogyakarta

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Organizational Citizenship Behavior (OCB) Ditinjau dari Persepsi Karyawan Tetap Instansi Pemerintah terhadap Gaya Kepemimpinan Transformasional Atasan Yuniasanti, Reny
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 9, No 2 (2014): Vol.9, No.2 (2014) Oktober 2014
Publisher : Jurnal Psikologi Tabularasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permanent employees in government institution in several decades and until now there are many people who doubt their performance. This study aims to find positive relationship between Organizational Citizenship Behavior (OCB) with the perception of transformational leadership style on permanent employees in government institutions. Subjects in this study were employees of Leather Technology Academy of Yogyakarta, which is collected by random sampling with 30 people. Methods of data collection in this study used a perception of transformational leadership style and Organizational Citizenship Behavior scale (OCB). The data analysis method used Pearson Product Moment analysis. The results of the data analysis results obtained by correlation of rxy = 0.548 and a significance level of 0.000    (p <0.01) indicate that there is significant positive relationship between Organizational Citizenship Behavior (OCB) with the perception of transformational leadership style and has effective contribution 30%.
Efektivitas Keterlibatan Penyusunan Key Perfomance Indicator dalam Menurunkan Tingkat Resistensi terhadap Perubahan Sasaran Kinerja Fitriana, Nina; Sahrah, Alimatus; Yuniasanti, Reny
JIP : Jurnal Intervensi Psikologi Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : JIP : Jurnal Intervensi Psikologi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to examine the effectiveness of involvement in arranging key performance indicator to decrease of resistance to change level towards performance target for management trainee in University X. The subject of this research is management trainee consisting of experiment group and control group. The experiment group comprised of 16 people while the control group consisted of 8 people. The subjects of this research have at least master degree, work contract, and medium to high level of resistance to change fortarget performance. The research design used pretest posttest control group design. The data collection is conducted using scale of resistance to change for taget performance. The finding of this research indicated that the involvement in arranging key performance indicator is effective in decreasing the resistance to change level towards performance target for management trainee in University X. Key words: resistance to change, involvement, key performance indicator
Intensi Berwirausaha Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Yuniasanti, Reny; Verasari, Metty
Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Vol 20, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya Universitas Islam Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to explore the level of entrepreneur intention of undergraduate student in Yogyakarta university. There were many factor of entrepreneur intention such as environtment, relatives, education, personality trait, age, and sex. The subjects were 100 university student who almost finished their study. The data were collected by entrepreneur intention scale. The result indicated that only 31 university student in this research have high level of entrepreneur intention (31%) . The rest, 39 student (39%) at medium level, and 30 student at low level of entrepreneur intention. Keywords: entrepreneurship, intention, university student,
Efektivitas Pelatihan Pemberian Dukungan Sosial pada Walinapi dengan Metode Bermain dan Permainan Peran Sahrah, Alimatus; Yuniasanti, Reny
Jurnal Psikologi Vol 45, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Psychology Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The skills of prisoner coaching to provide social support by walinapi in every penitentiary need to be improved. This experimental study aims to determine the effectiveness of social support training using the Game method and the Role Play method in improving the ability to make Social Support welfare against prisoners in the Penitentiary of Yogyakarta. The research subject was 20 prisoners guardian, consisting of 9 men and 11 women. Social Support Training with Game and Role Playing Methods is a treatment to enhance the welfare social support capabilities of prisoners. Training Effectiveness is measured by evaluation of reactions, evaluation of learning and behavioural evaluation. Measurement of social support capabilities is done before and after training using a scale based on 5 aspects of social support. The research data analysis uses independent t-test and pair comparison t-test techniques. The results of the study show that, (1) social support training is effectively improving the ability to support social welfare of the prisoners; (2) there is no difference in effectiveness between social support training using the game method and the role play method.
KEEFEKTIFAN COOPERATIVE LEARNING TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DITINJAU DARI KEMAMPUAN KOMUNIKASI DAN TOLERANSI SISWA SMP Nuryadi, Nuryadi; Yuniasanti, Reny
ALPHAMATH Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : ALPHAMATH

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.139 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan model Cooperative Learning type Team’s Game Tournament (TGT) pada pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan komunikasi matematis dan toleransi siswa kelas VIII SMP N 1 Sedayu tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini adalah penelitian eksprerimen semu dengan pre-postest nonequivalent control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VIII SMP N 1 Sedayu Bantul yang terdiri dari empat kelas. Dari populasi yang ada diambil secara acak dua kelas yaitu VIII A dan VIII C sebagai sampel penelitian. Pembelajaran matematika pada kelas VIII A menggunakan model Cooperative Learning tipe TGT dan pembelajaran pada kelas VIII C menggunakan metode konvensional. Instrumen penelitian ini adalah tes kemampuan komunikasi matematis dan angket toleransi siswa. Untuk menguji keefektifan pembelajaran dengan model Cooperative Learning tipe TGT dan metode konvensional yang ditinjau dari kemampuan komunikasi dan toleransi siswa dalam matematika, digunakan analisis one sample t-tes. Perbandingan Keefektifan model Cooperative Learning tipe TGT dan metode konvensional pada pembelajaran matematika yang ditinjau dari kemampuan komunikasi dan toleransi siswa, data dianalisis dengan menggunakan uji T2 hotteling. Uji-t univariat digunakan untuk menentukan pendekatan yang lebih efektif. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa (1) penerapan model Cooperative Learning tipe TGT dan metode konvensional dalam pembelajaran matematika efektif ditinjau dari kemampuan komunikasi dan toleransi siswa, dan (2) Hasil uji lanjut menunjukkan bahwa model Cooperative Learning tipe TGT lebih efektif baik terhadap kemampuan komunikasi matematis maupun toleransi dibandingkan metode konvensional pada siswa kelas VIII SMPN 1 Sedayu.
Pengaruh Pelatihan Kepemimpinan Tranformasional Supervisor Terhadap Mutu Pelayanan Pramuniaga Di Flora Group Yudhawati, Dian; Sahrah, Alimatus; Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 18, No 2: Agustus 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.021 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan kepemimpinan transformasional supervisor terhadap mutu pelayanan pramuniaga. Mutu pelayanan pramuniaga termasuk penampilan fisik, responsif, tanggung jawab, jaminan dan empati. Sedangkan kepemimpinan transformasional terdiri dari 5 aspek, idealized influenced, inspirational motivation, intellectual stimulation dan individualized consideration.  Terdapat tiga puluh dua karyawan Flora Grup yang terlibat dalam penelitian ini menggunakan kuasi eksperimental design yang mengukur pretest dan post test kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil analisa data post test , t = 10,775, dengan p = 0,000 yang artinya ada perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.  
HUBUNGAN PERSEPSI TERHADAP LINGKUNGAN KERJA DENGAN PERILAKU INOVATIF KARYAWAN BAGIAN PENJUALAN Dewi, Lina Febriani Ayu Andon; Yuniasanti, Reny; Prahara, Sowanya Ardi
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 19, No 1: Februari 2017
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.174 KB)

Abstract

Agar dapat bertahan di era disruptive setiap perusahaan menuntut karyawannya untuk bisa lebih inovatif dalam proses kerjanya. Masih rendahnya perilaku inovatif di PT. A terutama pada bagian penjualan menjadi permasalahan yang harus dicarikan bentuk intervensi yang tepat. Hipotesis penelitian yaitu terdapat hubungan antara persepsi karyawan terhadap lingkungan kerja dengan perilaku inovatif dalam pekerjaan. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 35 karyawan penjualan PT. A Yogyakarta yang dipilih dengan menggunakan purposive sampling. Subjek penelitian adalah karyawan tetap dengan masa kerja minimal setahun. Pengumpulan data  menggunakan alat ukur skala persepsi lingkungan kerja dan skala perilaku inovatif.  Dari hasil analisis data menggunakan korelasi product moment Pearson, diketahui terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi lingkungan kerja dengan perilaku inovatif penjualan karyawan PT. A Yogyakarta (r = 0,439; p <0,050). Persepsi lingkungan kerja secara efektif berkontribusi sebesar 13,90% terhadap perilaku inovatif karyawan. Berdasarkan analisis regresi, diketahui bahwa persepsi lingkungan kerja fisik memberikan kontribusi efektif sebesar 11,70%, dan persepsi lingkungan kerja non fisik secara efektif berkontribusi sebesar 17,40% pada perilaku inovatif. Berdasarkan hasil penelitian ini memberikan informasi intervensi untuk lebih menyelaraskan dan mengharmoniskan hubungan di dalam organisasi untuk memunculkan perilaku inovatif karyawan
HUBUNGAN ANTARA KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI DENGAN MOTIVASI KERJA PADA WANITA KARIER DI PT KUSUMA SANDANG MEKARJAYA Syauta, Betsy Amanda; Yuniasanti, Reny
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 17, No 1: Februari 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.379 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebutuhan aktualisasi dengan motivasi kerja pada wanita karier. Hipotesis yang akan diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara kebutuhan aktualisasi diri dengan motivasi kerja pada wanita karier. Subjek dalam penelitian ini adalah wanita karier di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya, sebanyak 33 orang. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala kebutuhan aktualisasi diri dan skala motivasi kerja. Motode analisis datapenelitian ini menggunakan metode analisis product moment dari Pearson. Hasil analisis data diperoleh koefisien korelasi (rxy) sebesar 0,602 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01), hal ini berarti semakin tinggi kebutuhan aktualisasi diri maka semakin tinggi motivasi kerja pada wanita karier; sebaliknya semakin rendah kebutuhan aktualisasi diri maka semakin rendah motivasi kerja pada wanita karier. Dengan demikian hipotesis penelitian ini dapat diterima. Variabel kebutuhan aktualisasi diri dalam penelitian ini mempunyai sumbangan efektif sebesar 36,2% terhadap motivasi kerja pada wanita karier di PT. Kusuma Sandang Mekarjaya.
Perancangan Sistem Pakar Fuzzy Multi-Attribute Decision Making Psychological Distress pada Generasi Millennials Ningrum, Putri Taqwa; Yunanto, Anggo Luthfi; Yuniasanti, Reny
Jurnal Eksplora Informatika Vol 8 No 2 (2019): Eksplora Informatika
Publisher : Bagian Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STIKOM Bali

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological distress adalah keadaan subjektif yang dipresepsikan tidak menyenangkan. Setiap manusia tidak bisa menghindari dari gejala psychological distress yang meliputi depresi kecemasan ataupun stress, termasuk pada generasi millenials Generasi millennials cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial di sekitar mereka seperti dunia politik ataupun perkembangan ekonomi Indonesia. Maka dari itu diperlukan suatu sistem yang dapat membantu dalam mengatasi Psychological distress. Sistem yang dibangun menggunakan metode Fuzzy Multi-Attribute Decision Making. Metode ini merupakan sebuah metode pengambilan keputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan kriteria tertentu. Keluaran sistem berupa hasil diagnosa yang dapat memberikan beberapa alternatif emosional sesuai dengan pernyataan yang dimasukkan oleh pengguna. Sehingga dapat membantu pengguna dalam pengambilan keputusan. Metode Fuzzy Multi-Attribute Decision Making(FMADM) yang digunakan menghasilkan nilai yang identik antara perhitungan manual dengan perhitungan matematis oleh sistem, serta memperoleh nilai kecocokan perhitungan kuesioner dari pakar dan perhitungan FMADM sebesar 95%. &nbsp;
Hubungan Antara Model Komunikasi Dua Arah Antara Atasan Dan Bawahan Dengan Motivasi Kerja Pada Bintara Di Polresta Yogyakarta Prastiwi, Prastiwi; Yuniasanti, Reny
Jurnal Psikologi Integratif Vol 2, No 2 (2014): Psikologi Integratif
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motivasi kerja yang tinggi seharusnya dimiliki oleh anggota kepolisian. Setiap anggota kepolisian dari jenjang pangkat Bintara hingga Perwira dituntut untuk memiliki tanggung jawab yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat keterkaitan di lapangan hubungan model komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan dengan motivasi kerja di Polresta Yogyakarta. Subjek penelitian adalah 70 orang anggota Bintara di Polresta Yogyakarta yang dipilih dengan cara random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan skala motivasi kerja dan skala model komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan, yang kemudian hasilnya diuji dengan Product-Moment. Setelah dilakukan analisis, didapatkan nilai r sebesar 0,578 (p < 0,01). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa hipotesis penelitian ini terbukti, yaitu terdapat hubungan yang positif antara model komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan dengan motivasi kerja, artinya semakin sering model komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan dilaksanakan maka akan semakin tinggi motivasi kerja Bintara di Polresta Yogyakarta. Sumbangan yang diberikan variabel model komunikasi dua arah antara atasan dan bawahan terhadap motivasi kerja adalah 32,7% (R = 0,327), 67,3% lainnya dipengaruhi oleh variabel lain yang juga mempengaruhi motivasi kerja. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Model Komunikasi Dua Arah Antara Atasan dan Bawahan, Polisi Bintara ABSTRACT Police members should have high work motivation. Every level of police member from Bintara until Perwira should have high responsibility. This research has a purpose to examine the relation between two-ways communication model between ordinate and subordinates with their work motivation in Polresta Yogyakarta. Subjects of this research were 70 Bintara at Polresta Yogyakarta which choosed by random sampling method. The data was collected by Work Motivation Scale and Two-Ways Communication Model of Ordinate and Sib-ordinates Scale then it has been analyzed by Product Moment. The results shown that t score = 0.578 (p < 0.01), so it can be concluded that there is a positive correlation between two-ways communication model of ordinate and sub-ordinates with work motivation of Bintara at PolrestaYogyakarta. The two-ways communication model between ordinate and subordinates has effective support until 32.7% (R = 0.327) and 67.3% were affected by other factors. Keywords: work motivation, two-ways communication model between ordinate and subordinates, Bintara Police.