Articles

Found 13 Documents
Search

CATATAN SEJARAH PERKEMBANGAN PERS DI INDONESIA Waluyo, Djoko; Amali, Syamsiah
Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol 18, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik
Publisher : Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini meninjau perkembangan pers di Indonesia, sejak awal dikenal media atau pers surat kabar di masa Hindia Belanda, kemudian masa perjuangan menuju persatuan Indonesia yang dikenal sebagai masa pergerakan nasional yang dilanjutkan pada masa kemerdekaan, masa demokrasi liberal di awal kemerdekaan. Ditinjau juga pers pada masa orde lama pemerintahan Presiden Soekarno, masa orde baru pada pemerintahan Presiden Soeharto, hingga era reformasi dewasa ini. Pendekatan artikel ini secara kualitatif dengan metode analisis deskriptif kualitatif. Sumber penulisan dari hasil studi literatur. Simpulan antara lain sistem pers yang diterapkan pada tiap masa adalah sistem pers otoritarian dengan penguasa yang mengendalikan pers. Hingga kini dalam era reformasi, penguasa masih berkepentingan dengan pers, yang bentuk pengendaliannya secara tidak langsung.Kata kunci : sejarah pers, sistem pers, otoritarian.
Tinjauan Standar Kompetensi Wartawan untuk Meningkatkan Kapasitas Media dan Profesionalisme Waluyo, Djoko
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 22, No 2 (2018): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.035 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2018.220206

Abstract

Artikel ini penelitian tentang tinjauan standar kompetensi wartawan untuk peningkatan kapasitas media dan profesionalisme wartawan. Wartawan yang dalam kegiatan jurnalisme dituntut senantiasa meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kualitas hasil kerjanya. Dewan Pers telah menyusun jenjang sertifikasi wartawan yang bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas media dan kualitas jurnalisme wartawan. Seluruh wartawan diharapkan dapat menjalani proses sertifikasi wartawan dengan berjenjang, sehingga memperoleh sertifikasi wartawan muda, wartawan madya, dan wartawan utama. Manfaat yang diperoleh, kualitas wartawan makin menjamin terhadap kredibilitas, kapasitas media, dan reputas media. Pendekatan penelitian secara kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan sumber dokumentasi. Teknik analisis dilakukan secara kualitatif-deskriptif. Kesimpulannya, proses dominan masih belum ada komitmen pengelola media untuk mewajibkan wartawan menempuh uji sertifikasi wartawan. Faktor lainnya, standar gaji wartawan yang masih rendah dan berbeda-beda pada perusahaan media, menjadikan karya jurnalistik belum optimal dan masih harus dipacu dalam pemenuhan kapasitas media serta mencapai profesionalisme wartawan.Kata Kunci: Dewan Pers, Jurnalisme, Profesionalisme Wartawan
The Improvement of Students’ Conceptual Understanding and Students’ Academic Language of Mathematics through the Implementation of SIOP Model Suweken, Gede; Waluyo, Djoko; Okassandiari, Ni Luh
International Research Journal of Management, IT & Social Sciences Vol 4 No 4: July 2017
Publisher : International Journal of College and University (IJCU)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21744/irjmis.v4i4.519

Abstract

This study was aimed at: (1) investigating the improvement of students’ conceptual understanding of mathematics, (2) investigating the improvement of students’ academic language of mathematics, and (3) investigating the response of students toward the implementation of SIOP Model. This research was a classroom action research which was accomplished in three cycles...
MODEL DAN SISTEM MENGONTROL MEDIA DI INDONESIA (Dari perspektif sejarah) Anom, Erman; Waluyo, Djoko
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 2, No 1 (2011): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji perkembangan media massa di Indonesia dari perspektif politik kekuasaan penguasa.Metode kajian secara kesejarahan dengan analisis dokumen(studi pustaka) dan wawancara. Tiap babakan sejarah, penguasa mempunyai perspektif sendiri terhadap media.Masa pemerintahan Belanda penguasa memanfaatkan media untuk tujuan kolonial.Dalam babakan pendudukan Jepang,penguasa menggunakan media sebagai alat mobilisasi. Masa perjuangan nasionalis,media sebagai sarana penyebar semangat nasionalisme.Pada periode Soekarno, sistem kontrol media terbagi pada paruh demokrasi liberal dengan pers bebas memberitakan, sedangkan pada paruh demokrasi terpimpin, pers berperan sebagai corong Soekamo. Kemudian pada babakan Soeharto, pers di kontrol pemerintah.Politik kekuasaan Soeharto dipandang otoritarian.Dan pada era 1999- 2010, model pers yang berkembang adalah menganut paradigma pers liberal.
ADOPSI DAN PEMANFAATAN TIK BAGI PENGRAJIN KERAMIK DAN GERABAHDIKASONGAN Waluyo, Djoko
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1, No 2 (2010): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the process of adoption and use of ICTs by the ceramics craftsmen and businessmen and also pottery at the Pottery Center in Kasongan, Bantu/, Yogyakarta. This research use Qualitative approach with a constructivist paradigm. Research methodology is case study, with the assumption of JCT as a new media especially the Internet in the process of adoption of innovation it takes time to be utilized properly and effectively. Stages of adoption process started from the knowledge acquired informally on the internet, from face to face communication with people who understand the Internet, to the decision to use it was fully decided by the artisans themselves. The study s findings, such as, the use of JCT to access the Internet by the craftsmen is still very limited. The use of internet is usually for e-mail, browsing to find the design of ceramic art in a globalized world, as well as for promotion of ceramic art products. Kasongan ceramic products are mainly for export markets (US., Europe, Korea, Canada, Malaysia) and less for the domestic market (Jakarta, Denpasar, Malang). Routinely, Dinasperindagkop Kab. Bantu/ implement training programs in production engineering and design for the craftsmen to improve the quality of the ceramic products. Kasongan ceramics center area is growing through the concept of Ge/em Kaji, which consists of 3 supporters in the surrounding area (center accessories, leather, pottery and stone sculpture) they all come together as a region center for a more comprehensive Kasongan ceramic products.
TANTANGAN MENEGAKKAN ETIKA JURNALISME Waluyo, Djoko
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 1, No 1 (2010): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis : Wibowo, WahyuJudul buku : Menuju Jurnalisme Beretika, Peran Bahasa, Bisnis dan Politik di Era MondialPenerbit : Jakarta : Penerbit Buku KompasTahun : 2009Halaman :224 + indeks
MEMBEDAH PERS OTORITARIAN PADA REZIM ORDEBARU Waluyo, Djoko
Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol 2, No 2 (2011): Masyarakat Telematika Dan Informasi : Jurnal Penelitian Teknologi Informasi dan
Publisher : Kementerian Komunikasi dan Informatika R.I.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Judul buku: Pers di Masa Orde Baru. Penulis : David T Hill. PenerjemahGita Widya Laksmini Soerjoatmodjo. Penerbit: Jakarta, Yayasan Pustaka OborIndonesia dan LSPP. Tahun : 2011. Halaman: xxi + 232
Democracy Issue Usage via Website by Radical Group in Opposing Indonesian Government karman, Karman; Waluyo, Djoko
Jurnal Pekommas Vol 3, No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : BBPSDMP KOMINFO MAKASSAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30818/jpkm.2018.2030205

Abstract

This article dealt with the issue of how radical groups include Indonesian government as a democratic country, through the practice of language usage in online media. That radical group is Jamaah Ansharu Tauhid (JAT). We collect data from the web page (www.ansharuttauhid.com) with the word of ‘democracy’ in the proses of query. We determine contents containing government representation on democratic issue. We analysed the text with an analysis model of representation of social actors and social action as Theo VanLeeuwen introduced. We conclude that JAT include the Indonesian government as outsiders in the context of religion. The government is different from JAT in the context of religion. JAT delegitimized Indonesian government with some language techniques. JAT symbolized Indonesia government as “thoghut”, and included it in the web contents negatively (e.g., by pseudo title, epithets, etc.). On the contrary, JAT appreciated terrorism perpetrators by harnessing honorification technique. The inclusion and delegitimacy of the Indonesian government depart from religion as an idiosyncratic system of meaning.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WHITE BOARD ANIMATION VIDEO Hartawan, I Gusti Nyoman Yudi; Sudiarta, I Gusti Putu; Waluyo, Djoko
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.768 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v7i1.11710

Abstract

Berdasarkan diskusi dengan Ketua dan Sekretaris MGMP Kabupaten Buleleng, disepakati bahwa pengembangan konten dan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi masih tetap menjadi program prioritas dalam peningkatan kompetensi profesional dan kompetensi pedagogik guru. Untuk itu, disepakati mengadakan program kerjasama dalam pengembangan media pembelajaran  matematika berbasis white board animation video.  Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatknya kompetensi guru mitra dalam membuat dan mengunakan media pembelajaran  berbasis White Board Animation Video. Metode Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan (1) model partisipatory rural apprasial. Model ini digunakan untuk mengidentifikasi masalah yang dialami mitra atau kelompok masyarakat, (2) Model Technology Transfer (TT), digunakan agar mitra atau kelompok masyarakat menguasai prinsip-prinsip penerapan teknologi terutama dalam hal pengembangan media pembelajaran matematika, dan (3) Model pelatihan/diskusi kelompok. Hasil kegiatan ini adalah mitra dapat membuat dan menggunakan media pembelajaran berbasis White Board Animation Video.
MAKNA JURNALISME DALAM ERA DIGITAL : SUATU PELUANG DAN TRANSFORMASI Waluyo, Djoko
Mediakom Vol 1 No 1 (2018): Edisi September 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.921 KB)

Abstract

Abstrak- Artikel ini  mengulas tentang  makna jurnalisme konvensional  yang dewasa ini dipraktikkan dalam era digital. Kemajuan teknologi Internet telah membuka peluang yang lebih luas bagi media konvensional untuk memanfaatkan teknologi konvergensi media dan sekaligus mulai bertransformasi untuk berubah sebagai media digital dengan mengkonstruksi kembali kebijakan redaksi,organisasi media , manajemen media,sumber daya manusia hingga sasaran khalayak yang dituju dalam sebagai media baru. Konsep  jurnalisme konvensional  yang dirumuskan sebagai berita  yang melaporkan setelah kejadian, berubah menjadi konsep berita yang melaporkan pada waktu bersamaan peristiwa berlangsung. Media baru bersifat multi-arah, bukan hanya searah. Tidak mempunyai ’khalayak’ sehingga tidak ada publik massa. Media baru sangat beragam dalam bentuk dan kontennya.Bahan artikel ini bersumber dari  buku-buku dan literatur yang terkait. Analisis dilakukan  kualitatif-deskriptif.  Diharapkan artikel ini dapat memberi pemahaman lebih jelas mengenai perkembangan jurnalisme dalam era digital yang telah hadir ditengah-tengah masyarakat luas.