Elok Halimatus Sakdiyah, Elok Halimatus
Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Perbedaan Kebahagiaan Pasangan Pernikahan dengan Persiapan dan Tanpa Persiapan pada Komunitas Young Mommy Tuban Fikriyyah, Wieda Rif"atil; Sakdiyah, Elok Halimatus
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 10, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Psikologi Tabularasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine differences in happiness of married couples with preparation and without preparation. The subjects were members of the community Young Mommy Tuban (N= 44) . The method used was quantitative method with purposive sampling technique. Retrieving data using two scales, the scale adaptation of Authentic Happiness Scale developed by Martin Seligman (1980) consists of 23 items and the scale of Marriage Preparation which is based on the theory of Blood (1978), which consists of 26 item. The main analytical method used is the analysis of T-test. Based on the results of the study, showed that a married couple with the preparation had higher happiness than married couples without preparation. Resilience was found to be a major shaper aspects of happiness in a married couple with preparation and without preparation. Wedding happiness is found decreased based on length of marriage. The findings of other studies further discussed in the description below.
Perbedaan Kebahagiaan Pasangan Pernikahan dengan Persiapan dan Tanpa Persiapan pada Komunitas Young Mommy Tuban Fatma, Sofia Halida; Sakdiyah, Elok Halimatus
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 10, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Jurnal Psikologi Tabularasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine differences in happiness of married couples with preparation and without preparation. The subjects were members of the community Young Mommy Tuban (N= 44) . The method used was quantitative method with purposive sampling technique. Retrieving data using two scales, the scale adaptation of Authentic Happiness Scale developed by Martin Seligman (1980) consists of 23 items and the scale of Marriage Preparation which is based on the theory of Blood (1978), which consists of 26 item. The main analytical method used is the analysis of T-test. Based on the results of the study, showed that a married couple with the preparation had higher happiness than married couples without preparation. Resilience was found to be a major shaper aspects of happiness in a married couple with preparation and without preparation. Wedding happiness is found decreased based on length of marriage. The findings of other studies further discussed in the description below.
Perbedaan Kebahagiaan Pasangan Pernikahan dengan Persiapan dan Tanpa Persiapan pada Komunitas Young Mommy Tuban Fatma, Sofia Halida; Sakdiyah, Elok Halimatus
Jurnal Psikologi Tabularasa Vol 10, No 1 (2015): Vol.10, No.1 (2015) April 2015
Publisher : Jurnal Psikologi Tabularasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine differences in happiness of married couples with preparation and without preparation. The subjects were members of the community Young Mommy Tuban (N= 44) . The method used was quantitative method with purposive sampling technique. Retrieving data using two scales, the scale adaptation of Authentic Happiness Scale developed by Martin Seligman (1980) consists of 23 items and the scale of Marriage Preparation which is based on the theory of Blood (1978), which consists of 26 item. The main analytical method used is the analysis of T-test. Based on the results of the study, showed that a married couple with the preparation had higher happiness than married couples without preparation. Resilience was found to be a major shaper aspects of happiness in a married couple with preparation and without preparation. Wedding happiness is found decreased based on length of marriage. The findings of other studies further discussed in the description below.
Hubungan Self Esteem dengan Orientasi Masa Depan Siswa Aisyah, Siti; Sakdiyah, Elok Halimatus
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 12, No 2 (2015)
Publisher : Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v12i2.6399

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara self esteem dengan orientasib masa depan siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif bdengan teknik pengambilan sampel purposive samplin$. Pengambilan data menggunakan dua skala, yaitu skala self esteem dan skala orientasi masa depan. Metode analisis utama yang digunakan adalah analisis product moment dan uji t untuk mengetahui perbedaan berdasar jenis kelamin. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan hasil bahwa self esteem berkorelasi positif terhadap orientasi masa depan siswa dengan nilai korelasi r = 0.496, p = 0.01. Self liking ditemukan menjadi aspek pembentuk utama dari self esteem, dan motivasi merupakan aspek pembentuk utama dari orientasi masa depan. Self competence menjadi kontributor utama pada motivasi. Self esteem dan orientasi masa depan laki-laki ditemukan sedikit lebih tinggi dibanding perempuan.
Dimensi Perilaku Promosi Kesehatan Remaja Berdasarkan Perbedaan Jenis Kelamin Sakdiyah, Elok Halimatus
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 10, No 1 (2013)
Publisher : Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v10i1.6358

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji dimensi-dimensi perilaku promosi kesehatan remaja ditinjau dari perbedaan jenis kelamin. Subjek penelitian adalah remaja SMA yang berjumlah 214 siswa dari kota Malang. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan angket dan dianalisis menggunakan uji t dibantu dengan program SPSS 17.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan diskriminasi berdasar jenis kelamin pada dimensi-dimensi perilaku promosi kesehatan hanya ditemukan pada perilaku nutrisi dan perilaku olahraga, dimana remaja putra menunjukkan tingkat yang lebih tinggi dibandingkan remaja putri. Pada dimensi perilaku promosi kesehatan lainnya, yakni dukungan sosial, penghargaan terhadap hidup, perilaku yang bertanggung jawab pada kesehatan, dan managemen emosi, tidak ditemukan adanya diskriminasi berdasar jenis kelamin.
Pengaruh Peran Ayah (Fathering) terhadap Determinasi Diri (self Determination) Remaja Muna, Leli Nailul; Sakdiyah, Elok Halimatus
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Fakakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psi.v12i1.6394

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah peran ayah berpengaruh terhadap determinasi diri pada remaja kelas X di SMAN 3 Malang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 108 orang dengan 54 orang laki-laki dan 54 perempuan. Metode penelitian data menggunakan metode kuantitatif dengan kuesioner terbuka. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria responden hanya anak yang tinggal bersama ayah dan ibu kandung yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Skala peran ayah disusun sendiri oleh peneliti dan skala determinasi diri diadaptasi dari skala Basic Psychological Needs scale milik Ryanft Deci. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peran ayah berpengaruh positif terhadap determinasi diri dengan nilai p= 0.000 dan nilai R 0,37. Hasil penelitian juga menemukan bahwa peran ayah sebagai pemberi perhatian dan kasih sayang {caregiver) berpengaruh terhadap rasa kemandirian (autonomy) dengan nilai p= 0,008, peran ayah sebagai konsultan dan penasihat (advocate) berpengaruh terhadap rasa kompetensi (competence) dengan nilai p= 0,04, dan peran ayah sebagai sumber daya sosial dan akademik (resource) berpengaruh terhadap rasa keterhubungan (relatedness) remaja dengan nilai p= 0,008. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peran ayah pada anak perempuan dan anak laki-laki tidak berbeda.