Articles

Found 11 Documents
Search

INTERNALISASI NILAI TAUHID DALAM PEMBELAJARAN SAINS Darmana, Ayi
Jurnal Pendidikan Islam Vol 27, No 1 (2012): Media Pendidikan Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpi.v27i1.496

Abstract

The study on hypothesis model of internalizing tawheed values in science materials (facts, concepts, and law) is expected to increase relative constribution of learning science toward achieving the national education objectives. The internalization will not lessen the scientifics itself. As a media to develop cognitive potency, science could develop the affective one as well. Through the materials, science internalizes the belief regarding all things in this world: things Allah has created, This belief could lead us to the obidience, characteristics and regularity of those things God created (Sunatullah), so that people can learn from them. It would enable the development of positive attitude, admiration to God’s power and love, gatitude and loyalty to Him. The internalization of tawheed values in science materials can be done through the discussion on the value/moral lesson/nature of the material from Islam perspective.
PANDANGAN SISWA TERHADAP INTERNALISASI NILAI TAUHID MELALUI MATERI TERMOKIMIA SERTA PERLUNYA DALAM MATERI PELAJARAN IPA Darmana, Ayi; Permanasari, Anna; Sauri, Sofyan; Sunarya, Yayan
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : (1) pandangan siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia (INTMMK); (2) kesediaan siswa untuk menerima internalisasi nilai tauhid dalam materi pelajaran IPA (INTIPA). Penelitian melibatkan 18 subjek siswa SMA Plus Al-Azhar Medan semester 3. Setelah pembelajaran termokimia selesai siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 4 pernyataan untuk mengungkapkan pandangan siswa dan 3 pernyataan untuk mengungkapkan tingkat kesediaan siswa. Kuesioner dengan rubrik 5 skala, telah direview oleh 2 orang ahli dan diuji coba. Hasil menunjukkan : (1) pandangan siswa terhadap INTMMK sanga tpositif dengan skor rata-rata 87,2 (skala 100). Perolehan skor rata-rata untuk masing-masing pernyataan : 82,2; 85,6; 88,9; dan 92,9 berturut-turut untuk pernyataan bahwa INTMMK dapat memberikan : Pemahaman agama; Pemahaman yang lebih baik pada isi/materi termokimia dan pada nilai-nilai agama; Pemahaman bahwa materi termokimia merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah; Dorongan kesadaran untu kmeningkatkan ibadah kepada Allah. Rata-rata sebanyak 16 dari 18 siswa (88,89%) memiliki pandangan positif terhadap INTMMK dengan tingkat internalisasi “mendalam” dan “sangat mendalam”. (2) kesediaan siswa untuk menerima INTIPA sanga tpositif, perolehan skor rata-rata 90. Perolehan skor rata-rata untuk pernyataan “nilai tauhid perlu dijelaskan saat guru mengajar materi pelajaran” : kimia, fisika, dan biologi berturut-turut : 88,9; 86,7; dan 94,4. Rata-rata ada 16 dari 18 siswa (88,9%) menyatakan INT perlu dilakukan pada materi pelajaran IPA. Dengan kategori tingkat penerimaan “sangat perlu” dan “perlu”.
PANDANGAN SISWA TERHADAP INTERNALISASI NILAI TAUHID MELALUI MATERI TERMOKIMIA SERTA PERLUNYA DALAM MATERI PELAJARAN IPA Darmana, Ayi; Permanasari, Anna; Sauri, Sofyan; Sunarya, Yayan
JURNAL PENELITIAN BIDANG PENDIDIKAN Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpp.v19i2.3059

Abstract

Abstract Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan : (1) pandangan siswa terhadap internalisasi nilai tauhid melalui materi termokimia (INTMMK); (2) kesediaan siswa untuk menerima internalisasi nilai tauhid dalam materi pelajaran IPA (INTIPA). Penelitian melibatkan 18 subjek siswa SMA Plus Al-Azhar Medan semester 3. Setelah pembelajaran termokimia selesai siswa diminta untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 4 pernyataan untuk mengungkapkan pandangan siswa dan 3 pernyataan untuk mengungkapkan tingkat kesediaan siswa. Kuesioner dengan rubrik 5 skala, telah direview oleh 2 orang ahli dan diuji coba. Hasil menunjukkan : (1) pandangan siswa terhadap INTMMK sanga tpositif dengan skor rata-rata 87,2 (skala 100). Perolehan skor rata-rata untuk masing-masing pernyataan : 82,2; 85,6; 88,9; dan 92,9 berturut-turut untuk pernyataan bahwa INTMMK dapat memberikan : Pemahaman agama; Pemahaman yang lebih baik pada isi/materi termokimia dan pada nilai-nilai agama; Pemahaman bahwa materi termokimia merupakan bagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah; Dorongan kesadaran untu kmeningkatkan ibadah kepada Allah. Rata-rata sebanyak 16 dari 18 siswa (88,89%) memiliki pandangan positif terhadap INTMMK dengan tingkat internalisasi “mendalam” dan “sangat mendalam”. (2) kesediaan siswa untuk menerima INTIPA sanga tpositif, perolehan skor rata-rata 90. Perolehan skor rata-rata untuk pernyataan “nilai tauhid perlu dijelaskan saat guru mengajar materi pelajaran” : kimia, fisika, dan biologi berturut-turut : 88,9; 86,7; dan 94,4. Rata-rata ada 16 dari 18 siswa (88,9%) menyatakan INT perlu dilakukan pada materi pelajaran IPA. Dengan kategori tingkat penerimaan “sangat perlu” dan “perlu”.
Pengembangan dan Standarisasi Bahan Ajar Kimia Terintegrasi Nilai-Nilai Spiritual Untuk Kelas XI SMA/MA Semester 1 Berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan Fitriani, Fathma; Mahmud, Dr.; Darmana, Ayi
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 8, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v8i1.4420

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar kimia terintegrasi nilai-nilai spiritual untuk kelas XI SMA/MA Semester 1 dan melihat kelayakannya berdasarkan standar kelayakan BSNP. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg & Gall. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 buku ajar kimia untuk kelas XI SMA/MA berdasarkan kurikulum 2013, 2 orang dosen program pascasarjana Universitas Negeri Medan dan 20 orang guru kimia kelas XI SMA/MA di Kota Medan sebagai validator ahli. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dengan skala 5, yaitu angket penilaian terhadap bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan BSNP yang terdiri dari empat standar kelayakan, yaitu standar kelayakan isi, standar kelayakan bahasa, standar kelayakan penyajian, dan standar kelayakan kegrafikaan. Hasil standarisasi menunjukkan standar kelayakan isi memiliki rata-rata = 4,26 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi, standar kelayakan bahasa memiliki rata-rata = 4,31 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi, standar kelayakan penyajian memiliki rata-rata =  4,39 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi, dan standar kelayakan kegrafikaan memiliki rata-rata = 4,37 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi. Dari hasil standarisasi didapatkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai spiritual tidak mengurangi tingkat keilmiahan bahan ajar kimia yang dikembangkan, sehingga diharapkan kepada guru kimia khususnya kelas XI SMA/MA dapat menggunakan bahan ajar terintegrasi nilai-nilai spiritual untuk membantu siswa dalam pencapaian KI 1 dan membantu guru dalam menerapkan KI 1 dalam proses pembelajaran. Kata kunci: standarisasi, bahan ajar, pendidikan karakter, nilai-nilai spritual
Implementasi Bahan Ajar Kimia Terintegrasi Nilai Spiritual Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Kolaboratif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Okmarisa, Heppy; Darmana, Ayi; Suyanti, Retno Dwi
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 8, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v8i2.4439

Abstract

Abstract. This Study aims to determine: (1) is there a difference between the increas student learning outcomes are taught using chemistry teaching materials integrated spiritual with using chemistry teaching materials SMA/MA with Problem-Based Learning (PBL)  model oriented Collaborative. (2) whether are chemistry teaching materials integrated spiritual can effectively develop student’s spiritual. (3) whether  there is a relationship between spiritual values with improved learning outcomes. Sample in this study is two classes. Research instruments in the form of a multiple choice test of 25 item that valid and reliable (0,84), questionnaire and observation sheet are used measure the spiritual attitude. The data analysis using consist of Independent Sample T-test, Correlation and Regression of SPSS 21 for  windows with 0,05 significance level. The result of research and testing indicate : (1) Improving student learning outcomes are taught using chemistry teaching materials integrated spiritual higher that the results of learning by the chemistry teaching materials SMA/MA with Problem-Based Learning (PBL)  model oriented Collaborative (p = 0,000 < 0,05), the average value of the N-Gain experimental class 1 is 80 % and experimental class 2 is 66 %, (2) chemistry teaching materials are developed to grow spiritual values in students, (3) there is a relationship between the spiritual value to student learning outcomes. Keyword: learning, spiritual values, teaching materials, problem-based learning-oriented collaborative
Implementasi Bahan Ajar Kimia Terintegrasi Nilai Spiritual Dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Kolaboratif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Okmarisa, Heppy; Darmana, Ayi; Suyanti, Retno Dwi
JURNAL PENDIDIKAN KIMIA (JPKim) Vol 8, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA (JPKim)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v8i2.4439

Abstract

Abstract. This Study aims to determine: (1) is there a difference between the increas student learning outcomes are taught using chemistry teaching materials integrated spiritual with using chemistry teaching materials SMA/MA with Problem-Based Learning (PBL)  model oriented Collaborative. (2) whether are chemistry teaching materials integrated spiritual can effectively develop student’s spiritual. (3) whether  there is a relationship between spiritual values with improved learning outcomes. Sample in this study is two classes. Research instruments in the form of a multiple choice test of 25 item that valid and reliable (0,84), questionnaire and observation sheet are used measure the spiritual attitude. The data analysis using consist of Independent Sample T-test, Correlation and Regression of SPSS 21 for  windows with 0,05 significance level. The result of research and testing indicate : (1) Improving student learning outcomes are taught using chemistry teaching materials integrated spiritual higher that the results of learning by the chemistry teaching materials SMA/MA with Problem-Based Learning (PBL)  model oriented Collaborative (p = 0,000 < 0,05), the average value of the N-Gain experimental class 1 is 80 % and experimental class 2 is 66 %, (2) chemistry teaching materials are developed to grow spiritual values in students, (3) there is a relationship between the spiritual value to student learning outcomes. Keyword: learning, spiritual values, teaching materials, problem-based learning-oriented collaborative
Pengembangan dan Standarisasi Bahan Ajar Kimia Terintegrasi Nilai-Nilai Spiritual Untuk Kelas XI SMA/MA Semester 1 Berdasarkan Badan Standar Nasional Pendidikan Fitriani, Fathma; Mahmud, Mahmud; Darmana, Ayi
JURNAL PENDIDIKAN KIMIA (JPKim) Vol 8, No 1 (2016): April 2016
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA (JPKim)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v8i1.4420

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan bahan ajar kimia terintegrasi nilai-nilai spiritual untuk kelas XI SMA/MA Semester 1 dan melihat kelayakannya berdasarkan standar kelayakan BSNP. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dimodifikasi dari model pengembangan Borg & Gall. Sampel dalam penelitian ini adalah 3 buku ajar kimia untuk kelas XI SMA/MA berdasarkan kurikulum 2013, 2 orang dosen program pascasarjana Universitas Negeri Medan dan 20 orang guru kimia kelas XI SMA/MA di Kota Medan sebagai validator ahli. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dengan skala 5, yaitu angket penilaian terhadap bahan ajar yang dikembangkan berdasarkan BSNP yang terdiri dari empat standar kelayakan, yaitu standar kelayakan isi, standar kelayakan bahasa, standar kelayakan penyajian, dan standar kelayakan kegrafikaan. Hasil standarisasi menunjukkan standar kelayakan isi memiliki rata-rata = 4,26 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi, standar kelayakan bahasa memiliki rata-rata = 4,31 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi, standar kelayakan penyajian memiliki rata-rata =  4,39 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi, dan standar kelayakan kegrafikaan memiliki rata-rata = 4,37 adalah valid, artinya sangat layak dan tidak perlu revisi. Dari hasil standarisasi didapatkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai spiritual tidak mengurangi tingkat keilmiahan bahan ajar kimia yang dikembangkan, sehingga diharapkan kepada guru kimia khususnya kelas XI SMA/MA dapat menggunakan bahan ajar terintegrasi nilai-nilai spiritual untuk membantu siswa dalam pencapaian KI 1 dan membantu guru dalam menerapkan KI 1 dalam proses pembelajaran. Kata kunci: standarisasi, bahan ajar, pendidikan karakter, nilai-nilai spritual
Pengaruh Faktor Predisposisi, Pemungkin, dan Pendorong Terhadap Perilaku Seksual di SMA Asuhan Daya Medan Sari, Dian Novita; Darmana, Ayi; Muhammad, Iman
Jurnal Kesehatan Global Vol 1, No 2 (2018): Edisi Mei
Publisher : Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatah Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jkg.v1i2.3943

Abstract

Perubahan yang terjadi pada remaja baik fisik maupun psikologisnya berhubungan dengan produksi hormon seksual dalam tubuh yang mengakibatkan timbulnya dorongan emosi dan seksual. Fenomena pacaran yang ada di kalangan siswa SMA Asuhan Daya Medan ditemukan adanya kasusseksual yang dilakukan oleh siswa sehingga peneliti tertarik untuk meneliti hal-hal yang melatarbelakangi terjadinya perilaku seksual. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi untuk data kuantitatif sebanyak 91 siswa (total sampling). Untuk data kualitatif diambil 3 siswa yang dijadikan subjek penelitian. Instrumen data kuantitatif berupa kuesioner sedangkan data kualitatif berupa wawancara terbuka. Analisis data kuantitatif secara univariat, bivariat, dan multivariat, sedangkan analisis data kualitatif dianalisis secara deskriptif. Ada pengaruh perilaku seksual remaja dengan sikap, agama, paparan media pornografi, orang tua, dan teman sebaya. Variabel paparan media pornografi dominan memengaruhi dengan nilai Exp(B) sebesar 2,398. Hasil uji Logistic Regression dengan nilai Overall Percentage = 94,5%. Yang melatarbelakangi terjadinya perilaku seksual remaja adalah faktor keterpaparan media pornografi, teman sebaya, sikap, orang tua, agama.
Development of chemistry module integrated with islamic values in thermochemistry and reaction rate for senior high school student Syafitri, Anis; Darmana, Ayi
JURNAL PENDIDIKAN KIMIA Vol 10, No 3 (2018): December 2018
Publisher : JURNAL PENDIDIKAN KIMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpkim.v10i3.12720

Abstract

The chemistry module which integrated with Islamic values has already developed in thermochemistry and reaction rate. This research presented the availability of  Islamic values in student’s handbook. The proper of chemistry module design based on BSNP criteria, and the response to chemistry module which integrated with Islamic values to teacher and university student. This research used the method of research and development. It consists of 3 steps which were analysis, design, and development. The instruments are checklist, questionnair based on BSNP criteria, and response questionnair. The result shown the lack of Islamic value in student’s handbook, chemistry module design is proper to used. The teacher and university student’s response are good and need no revision.Keywords:Islamic values; module development; statistics education research; students’ handbook
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN DINAS KESEHATAN TERHADAP KUALITAS DEPOT AIR MINUM ISI ULANG DI KABUPATEN SIMEULUE Iqbal, Muhammad; Darmana, Ayi; Darmana, Ayi; Syamsul, Darwin
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 1, No 01 (2019): Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Introduction, to establish a drinking water depot business, entrepreneurs are required to follow the conditions set by the government. Based on an initial survey of 85 water depots in Simeulue District, only 27 depots met the requirements for healthy drinking water, but as many as 35 depots did not meet the applicable provisions. Objective, the purpose of this study is to find out the guidance and supervision of the Health Office on the Quality of Refill Drinking Water Depots. The method, the research design used in this study was Cross Sectional. The population in this study was 65 depots of drinking water and samples taken by total sampling were 65 depots of drinking water. Data collection methods are primary data and secondary data. Data analysis used is binary logistic regression test. Results, the results showed that coaching had a sig-p value of .004 &lt; .05 and supervision had a sig-p value of .001 &lt; .05 meaning that coaching and supervision had a significant influence on the Quality of Refill Drinking Water Depots. Results The odds ratio also shows that coaching is the most dominant factor, where coaching has an influence on the quality of refill drinking water depots as much as 39 times compared to poor coaching. Conclusion, the conclusion in this study is the influence of guidance and supervision on the quality of refill drinking water depots in Simeulue Regency.Keywords : Development, Supervision, Drinking Water Refills