I Made Joni, I Made
Universitas Padjadjaran Bandung

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

Efek Jenis Pelarut pada Sifat Optik, Morfologi Permukaan dan Koefisien Waveguide Loss dari Pandu Gelombang Planar Polimer Terkonjugasi MEH-PPV

Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.31 KB)

Abstract

Dalam tulisan ini dilaporkan studi efek jenis pelarut pada sifat optik, morfologi permukaan dan koefisien waveguide loss gw dari pandu gelombang planar polimer MEH-PPV. Pandu gelombang planar dibuat dengan teknik spin-coating dari larutan polimer dengan pelarut toluen, kloroform dan THF. Hasil studi menunjukkan bahwa sifat optik dan morfologi permukaan film MEH-PPV dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan.Film dengan pelarut toluen dan kloroform mempunyai morfologi permukaan yang homogen, akibatnya nilai gw lebih kecil dari 1 dB/cm. Sedangkan pelarut THF membentuk tekstur di permukaan film MEH-PPV karena agregasi rantai polimer, sehingga nilai gw menjadi besar.

Efek Penambahan Suspensi Nanokitosan pada Edible Coating terhadap Aktivitas Antibakteri

Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol 21, No 1 (2018): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 21(1)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.035 KB)

Abstract

Edible coating atau edible film didefinisikan sebagai lapisan tipis yang dapat dikonsumsi dan berfungsi melindungi makanan dari kerusakan akibat kelembaban, oksigen, dan perpindahan zat terlarut. Komponen penyusun edible coating dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu hidrokoloid, lipid dan komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan edible coating berbasis karaginan-pati termodifikasi dengan penambahan suspensi nanokitosan hasil proses beads-milling sebagai bahan antibakteri dan aplikasinya pada buah strowberi. Suspensi edible dibuat dengan mengkombinasikan karaginan jenis kappa dengan pati termodifikasi dan penambahan larutan nanokitosan sebesar 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2% (v/v). Pengujian antibakteri dilakukan dengan metode zona hambat dan efek dari penggunaan edible coating ditentukan melalui susut bobot buah strawberry. Karakteristik edible coating yaitu ketebalan dan tingkat transparansi diukur dengan cara mencetak edible pada plat plastik sehingga membentuk film. Penambahan suspensi nanokitosan 1% v/v pada larutan edible cukup efektif menghambat pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus,hal ini terbukti setelah satu minggu, susut bobot buah strowberi yang dipapar dengan E.coli 6,13% lebih kecil jika dibandingkan dengan S.aureus  sebesar 6,26%.  Suspensi edible memilikiketebalan 0,065 mm dengan tingkat transparansi sebesar 82,56. sesuai standar Chroma Meter.

Sintesis partikel zirkonia-alumina-silika (ZrO2-Al2O3-SiO2) dari pasir zirkon alam sebagai bahan pengisi komposit kedokteran gigiSynthesis of zirconia-alumina-silica particles (ZrO2-Al2O3-SiO2) from natural zircon sand as dental composite fillers

Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.075 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pasir zirkon (ZrSiO4) merupakan mineral alam yang tersusun atas zirkonia (ZrO2) dan silika (SiO2) yang berikatan dengan stabil. Zirkonia adalah salah satu material keramik kedokteran gigi yang banyak digunakan karena memiliki sifat mekanis dan biokompatibilitas yang tinggi. Zirkonia dapat dikombinasikan dengan silika dan alumina untuk membentuk suatu bahan pengisi komposit dengan sifat mekanis dan estetis yang dapat disesuaikan dengan sifat gigi kodrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan bahan pengisi komposit alternatif di bidang kedokteran gigi yang berasal dari pasir zirkon alam untuk dijadikan bahan bahan pengisi komposit. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris untuk mensintesis dan mengkarakterisasi partikel ZrO2-Al2O3-SiO2 dari bahan baku alam berupa pasir zircon dengan reaksi geopolimerisasi dan proses pemanasan suhu tinggi. Aktivator yang digunakan adalah larutan NaOH 3 mol dengan temperatur pemanasan 1100°C pada lama pemanasan 4 jam, 6 jam, dan 8 jam. Hasil: Hasil analisis uji X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan jumlah zirkonia berstruktur tetragonal terbesar ada pada sampel pemanasan 8 jam, yaitu 24%. Hasil analisis uji Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) menunjukkan rasio komposisi zirkonia-alumina-silika dengan nilai zirkonia tertinggi ada pada sampel pemanasan 8 jam, yaitu 55,7; 23,6; 20,6. Hasil analisis mikrograf Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi permukaan dan partikel yang tidak beraturan dan beraglomerasi. Simpulan: Sintesis partikel zirkonia-alumina-silika (ZrO2-Al2O3-SiO2) dari pasir zirkon alam dengan pemanasan 8 jam ditinjau dari jumlah zirkonia berstruktur tetragonal memadai digunakan sebagai bahan pengisi komposit berdasarkan uji XRD dan EDS, namun pada uji SEM partikel berbentuk tidak beraturan dan beraglomerasi.Kata kunci: Pasir zirkon, zirkonia-alumina-silika, geopolimerisasi, bahan pengisi komposit ABSTRACTIntroduction: Zircon sand (ZrSiO4) is natural mineral sand which is composed of zirconia (ZrO2) and silica (SiO2) that bind in a stable condition. Zirconia is one of a ceramic that is widely used in dentistry because of its high biocompatibility and good mechanical properties. Zirconia can be combined with silica and alumina to form a bahan pengisi composite material with its esthetics and mechanical properties that can be adjusted to real tooth properties. Methods: This study focuses on a synthesis of zirconia-alumina-silica (ZrO2-Al2O3-SiO2) from natural zircon sand using a geopolymerization method and a heat treatment in high temperature. Activator used in this method is 3 mol NaOH solutions. A temperature that is used to heat is 1100° C for 4 hours, 6 hours, and 8 hours. Results: Analysis result of X-ray Diffraction (XRD) indicates that a sample with 8 hours heating time has a greatest amount of tetragonal zirconia: 24%. An analysis result of Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) indicates that a composition ratio of zirconia-alumina-silica with a highest score in zirconia is present in a sample with 8 hours heating time, with a ratio 55,7 : 23,6 : 20,6. Analysis result of Scanning Electron Microscope (SEM) show irregularities in particles and surface morphology, and agglomerated particles. Conclusion: The study concludes that a synthesis of zirconia-alumina-silica (ZrO2-Al2O3-SiO2) particles from natural zircon sand based on the amount of tetragonal structure that is present in zirconia is suitable to be used as composite bahan pengisi materials based on XRD and EDS characterization tests. But in a SEM test, the particles show irregularities and agglomerations.Keywords: Zircon sand, zirconia-alumina-silica, composite bahan pengisi

Sintesis partikel zirkonia-alumina-silika (ZrO2-Al2O3-SiO2) dari pasir zirkon alam sebagai bahan pengisi komposit kedokteran gigiSynthesis of zirconia-alumina-silica particles (ZrO2-Al2O3-SiO2) from natural zircon sand as dental composite fillers

Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran Vol 29, No 1 (2017): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.075 KB)

Abstract

Pendahuluan: Pasir zirkon (ZrSiO4) merupakan mineral alam yang tersusun atas zirkonia (ZrO2) dan silika (SiO2) yang berikatan dengan stabil. Zirkonia adalah salah satu material keramik kedokteran gigi yang banyak digunakan karena memiliki sifat mekanis dan biokompatibilitas yang tinggi. Zirkonia dapat dikombinasikan dengan silika dan alumina untuk membentuk suatu bahan pengisi komposit dengan sifat mekanis dan estetis yang dapat disesuaikan dengan sifat gigi kodrat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan bahan bahan pengisi komposit alternatif di bidang kedokteran gigi yang berasal dari pasir zirkon alam untuk dijadikan bahan bahan pengisi komposit. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan adalah eksperimental laboratoris untuk mensintesis dan mengkarakterisasi partikel ZrO2-Al2O3-SiO2 dari bahan baku alam berupa pasir zircon dengan reaksi geopolimerisasi dan proses pemanasan suhu tinggi. Aktivator yang digunakan adalah larutan NaOH 3 mol dengan temperatur pemanasan 1100° C pada lama pemanasan 4 jam, 6 jam, dan 8 jam.  Hasil: Hasil analisis uji X-Ray Diffraction (XRD) menunjukkan jumlah zirkonia berstruktur tetragonal terbesar ada pada sampel pemanasan 8 jam, yaitu 24%. Hasil analisis uji Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) menunjukkan rasio komposisi zirkonia-alumina-silika dengan nilai zirkonia tertinggi ada pada sampel pemanasan 8 jam, yaitu 55,7 : 23,6 : 20,6. Hasil analisis mikrograf Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan morfologi permukaan dan partikel yang tidak beraturan dan beraglomerasi. Simpulan: Sintesis partikel zirkonia-alumina-silika (ZrO2-Al2O3-SiO2) dari pasir zirkon alam dengan pemanasan 8 jam ditinjau dari jumlah zirkonia berstruktur tetragonal memadai digunakan sebagai bahan pengisi komposit berdasarkan uji XRD danEDS, namun pada ujiSEM partikel berbentuk tidak beraturan dan beraglomerasi. ABSTRACTIntroduction: Zircon sand (ZrSiO4) is a natural mineral that is composed of zirconia (ZrO2) and silica (SiO2) which binds stable. Zirconia is a dental dentistry material that is widely used because it has high mechanical properties and biocompatibility. Zirconia can be combined with silica and alumina to form a composite filler with mechanical and aesthetic properties that can be adapted to the nature of natural teeth. The purpose of this study was to produce alternative composite fillers in the field of dentistry derived from natural zircon sand to be used as composite fillers. Methods: This type of research was experimental laboratory to synthesize and characterize ZrO2-Al2O3-SiO2 particles from natural raw materials in the form of zircon sand with geopolymerization reaction and high temperature heating process. The activator used is a 3 mol NaOH solution with a heating temperature of 1100 ° C at a heating time of 4 hours, 6 hours, and 8 hours. Results: The results of the X-Ray Diffraction (XRD) test showed that the largest number of zirconia with a tetragonal structure was on an 8-hour heating sample, which was 24%. The results of the Energy Dispersive Spectroscopy (EDS) test analysis show the highest ratio of zirconia-alumina-silica composition with zirconia values in the 8 hour heating sample, which is 55.7: 23.6: 20.6. The results of the Scanning Electron Microscope (SEM) micrograph analysis showed that the surface morphology and particles were irregular and agglomerated. Conclusion: Synthesis of zirconia-alumina-silica particles (ZrO2-Al2O3-SiO2) from natural zircon sand with 8 hours heating in terms of sufficient tetragonal zirconia amount used as composite filler based on XRD and EDS test, but in SEM test irregularly shaped particles and agglomerated.Keywords: Zircon sand, zirconia-alumina-silica, geopolymerisation, composite filler materials