Articles

Found 13 Documents
Search

KARAKTERISTIK NANOPARTIKEL ZnO: STUDI EFEK PELARUT PADA PROSES HIDROTHERMAL Saragi, Togar; PURBA, YONATAN R; D U, SATRIA AUFFA; OKTAVIANI, MARIA; SUSILAWATI, TUTI; RISDIANA, RISDIANA; BAHTIAR, AYI
Jurnal Material dan Energi Indonesia Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Material dan Energi Indonesia
Publisher : Jurnal Material dan Energi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.403 KB)

Abstract

Telah berhasil disintesis nanopartikel ZnO (ZnO-NP) pada pelarut yang berbeda dengan metode hidrotermal. Bahan dasar yang digunakan adalah zinc acetate dihydrate (Zn(CH3COO)2.2H2O, Merck, 99 %), sodium hydroxide (NaOH, Merck), dengan pelarut 2-propanol (Sigma Aldrich, 99%) dan ethanol. Karakterisasi optik, morfologi dan struktur kristal nanopartikel ZnO masing-masing dilakukan melalui pengukuran UV-Vis, TEM dan XRD. Dari hasil pengukuran UV-Vis diperoleh bahwa band gap ZnO-NP pada pelarut 2-propanol memiliki energi band gap yang lebih besar dibandingkan dengan sampel pada pelarut ethanol. Dari hasil pengukuran TEM diperoleh bahwa morfologi nanopartikel ZnO pada pelarut 2-propanol memiliki bentuk nano-rod (20 nm ´ 9 nm), sedangkan nanopartikel ZnO pada pelarut etanol lebih cenderung oval (26 nm ´ 15 nm). Karakteristik kristal nanopartikel ZnO pada kedua pelarut memiliki memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite.
Study of Linearly Chirped 1-Dimensional Bragg Gratings Using Confluent Hypergeometric Function Bahtiar, Ayi; Siregar, Rustam Efendi
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 2 (2008)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.356 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i2.953

Abstract

A finite one-dimensional, linearly Bragg grating with chirp parameter C and index modulation depth n1 or coupling constant / n1is considered for numerical analysis of its performances by converting its coupled equations into a confluent hypergeometric equation. The operational parameters considered for the analysis consist of the group delay, the reflectance (R), the reflectance ripple (RR), the reflectance bandwidth (BW) and the group delay ripple (GDR). It is shown that increasing C leads to decreasing GDR and increasing BWwhich are favorable to the device performance. However, the RR is relatively unaffected while R suffers from an undesirable diminution. On the other hand, increasing results in the enhancement of R and BW while reducing RR when is increased beyond a certain turning point. But these are attained at the expense on enlarged GDR. The results of this study clearly points to the need of compromising between C and for the optimal operation of the device.
Efek Jenis Pelarut pada Sifat Optik, Morfologi Permukaan dan Koefisien Waveguide Loss dari Pandu Gelombang Planar Polimer Terkonjugasi MEH-PPV Bahtiar, Ayi; Kurniawati, Yeni; Fitrilawati, Fitrilawati; Yuliah, Yayah; Joni, I Made
Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 4, No 1 (2008)
Publisher : Jurnal Fisika dan Aplikasinya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.31 KB) | DOI: 10.12962/j24604682.v4i1.944

Abstract

Dalam tulisan ini dilaporkan studi efek jenis pelarut pada sifat optik, morfologi permukaan dan koefisien waveguide loss gw dari pandu gelombang planar polimer MEH-PPV. Pandu gelombang planar dibuat dengan teknik spin-coating dari larutan polimer dengan pelarut toluen, kloroform dan THF. Hasil studi menunjukkan bahwa sifat optik dan morfologi permukaan film MEH-PPV dipengaruhi oleh jenis pelarut yang digunakan.Film dengan pelarut toluen dan kloroform mempunyai morfologi permukaan yang homogen, akibatnya nilai gw lebih kecil dari 1 dB/cm. Sedangkan pelarut THF membentuk tekstur di permukaan film MEH-PPV karena agregasi rantai polimer, sehingga nilai gw menjadi besar.
NONLINEAR PHOTONIC CRYSTAL FOR ALL-OPTICAL SWITCHING APPLI Bahtiar, Ayi; -, Yayah Yuliah; Dharmawan, Irwan Ary
new BIONATURA Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007
Publisher : DRPM Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.735 KB)

Abstract

An all-optical switching device is a crucial component for developing high speed data transmission and signal processing in telecommunication network. The device is based on nonlinear optical material, whose refractive index depends on light intensity. Recently, photonic crystals have been considerable interest both theoretically and experimentally for optical switching devices. Due to the practical reason, we studied one-dimensional nonlinear photonic crystal for all-optical switching devices. We use transfer matrix method and nonlinear coupled mode equation to determine photonic bandgap and optical switching process. We applied them to different structures: nonlinear Distributed Bragg Reflector (DBR) and nonlinear photonic crystals which has similar linear refractive index but has opposite sign of nonlinear refractive index. By using an appropriate combination of refractive indices, it was found that the first structure can be used for all-optical switching at telecommunication wavelength (1.55 m). The second structure can be used both for all-optical switching and optical limiter at the wavelength of 1 m.Keywords: all-optical switching, optical limiter, nonlinear photonic crystal, transfer matrix, nonlinear coupled mode equation.
Sifat Optik dan Struktur Kristal Material Perovskite yang Disintesis dari Baterai Bekas Mobil Bahtiar, Ayi; Asy Syifa, Nabila; Siti Nurazizah, Euis; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12466

Abstract

Sel-surya berbahan aktif material perovskite telah banyak menarik perhatian banyak peneliti, karena mampu menghasilkan efisiensi di atas 20%, mendekati sel-surya komersial Silikon. Namun, material timbal halida (PbI2) sebagai material utama pembentuk material perovskite CH3NH3PbI3,harganya masih cukup mahal, sehingga menjadi kendala untuk dapat digunakan sebagai material aktif sel-surya, jika sel-surya diproduksi secara massal. Diperlukan sumber material lain yang tersedia melimpah, murah dan mudah dalam pemrosesannya untuk membuat material PbI2. Sebagai alternatif, sumber material timbal untuk membuat material timbal iodida (PbI2) yang tersedia melimpah adalah baterai mobil. Material elektroda dari baterai mobil terdiri dari timbal sebagai katoda dan timbal dioksida sebagai anoda. Material-material tersebut berupa bubuk sehingga mudah untuk disintesis menjadi PbI2 melalui reaksi kimia sederhana. Keberhasilan mensintesis material PbI2 dari material bekas elektroda mobil menjadi kunci bagi pengembangan sel-surya perovskite yang berbiaya murah.    Telah dilakukan sintesis PbI2 dari elektroda bekas baterai mobil melalui reaksi kimia. Hasil pengukuran EDS menunjukkan bahwa PbI2 hasil sintesis memiliki kemurnian 95% dan memiliki komposisi atomik yang lebih baik daripada produk komersial. Spektra UV-Vis dan XRD dari film PbI2 hasil sintesis memiliki karakteristik yang sama dengan produk komersial, sehingga hasil sintesis ini dapat dijadikan sebagai material perovskite CH3NH3PbI3 untuk sel-surya. Material perovskite yang dispin-coating di atas lapisan titanium dioksida memperlihatkan struktur kristal perovskite. Hasil riset ini menunjukkan bahwa material elektroda baterai bekas mobil dapat dijadikan sebagai material aktif sel-surya perovskite yang murah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah baterai bekas melalui pemanfaatan timbal menjadi material perovskite yang bernilai tinggi.
Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl Unmu Dzujah, Diyan; Marcelina, Vika; Syakir, Norman; Bahtiar, Ayi; Fitrilawati, F
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15407

Abstract

Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
Sifat Optik dan Struktur Kristal Material Perovskite yang Disintesis dari Baterai Bekas Mobil Bahtiar, Ayi; Asy Syifa, Nabila; Siti Nurazizah, Euis; Safriani, Lusi
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 1, No 02 (2017)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v1i02.12466

Abstract

Sel-surya berbahan aktif material perovskite telah banyak menarik perhatian banyak peneliti, karena mampu menghasilkan efisiensi di atas 20%, mendekati sel-surya komersial Silikon. Namun, material timbal halida (PbI2) sebagai material utama pembentuk material perovskite CH3NH3PbI3,harganya masih cukup mahal, sehingga menjadi kendala untuk dapat digunakan sebagai material aktif sel-surya, jika sel-surya diproduksi secara massal. Diperlukan sumber material lain yang tersedia melimpah, murah dan mudah dalam pemrosesannya untuk membuat material PbI2. Sebagai alternatif, sumber material timbal untuk membuat material timbal iodida (PbI2) yang tersedia melimpah adalah baterai mobil. Material elektroda dari baterai mobil terdiri dari timbal sebagai katoda dan timbal dioksida sebagai anoda. Material-material tersebut berupa bubuk sehingga mudah untuk disintesis menjadi PbI2 melalui reaksi kimia sederhana. Keberhasilan mensintesis material PbI2 dari material bekas elektroda mobil menjadi kunci bagi pengembangan sel-surya perovskite yang berbiaya murah.    Telah dilakukan sintesis PbI2 dari elektroda bekas baterai mobil melalui reaksi kimia. Hasil pengukuran EDS menunjukkan bahwa PbI2 hasil sintesis memiliki kemurnian 95% dan memiliki komposisi atomik yang lebih baik daripada produk komersial. Spektra UV-Vis dan XRD dari film PbI2 hasil sintesis memiliki karakteristik yang sama dengan produk komersial, sehingga hasil sintesis ini dapat dijadikan sebagai material perovskite CH3NH3PbI3 untuk sel-surya. Material perovskite yang dispin-coating di atas lapisan titanium dioksida memperlihatkan struktur kristal perovskite. Hasil riset ini menunjukkan bahwa material elektroda baterai bekas mobil dapat dijadikan sebagai material aktif sel-surya perovskite yang murah, sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi limbah baterai bekas melalui pemanfaatan timbal menjadi material perovskite yang bernilai tinggi.
Charge-Discharge Model Superkapasitor RGO dalam Sistem Elektrolit KCl Unmu Dzujah, Diyan; Marcelina, Vika; Syakir, Norman; Bahtiar, Ayi; Fitrilawati, F
Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jiif.v2i1.15407

Abstract

Reduced Graphene Oxide (RGO) memiliki potensi aplikasi sebagai elektroda superkapasitor. Dalam penelitian ini dikaji karakteristik charge-discharge dari sistem superkapasitor RGO yang menggunakan larutan KCl sebagai elektrolit. Film tipis Graphene Oxide (GO) dibuat dengan teknik solution casting di atas substrat glass/ITO dari dispersi GO dalam akuades dengan konsentrasi 1 mg/ml. Untuk mendapatkan film RGO maka film GO yang telah dibuat direduksi secara termal di atas hotplate pada suhu 200C selama 1 jam untuk mengurangi kadar oksigen pada film tersebut. Model superkapasitor terdiri dari film RGO sebagai working electrode dan platina sebagai counter electrode, serta larutan KCL dengan konsentrasi 1 Molar sebagai elektrolit. Pengujian charge-discharge dilakukan pada berbagai macam arus discharge.
KARAKTERISRIK KRISTAL DAN OPTIK NANOPARTIKEL ZINC OXIDE: KAJIAN EFEK MOLARITAS DALAM PROSES HIDROTHERMAL Saragi, Togar; Purba, Yonatan R; Auffa, Satria; Oktaviani, Maria; Simanjuntak, Edward; Susilawati, Tuti; Syakir, Norman; Kartawidjaja, Mariah; Risdiana, Risdiana; Bahtiar, Ayi
Spektra: Jurnal Fisika dan Aplikasinya Vol 1 No 2 (2016): SPEKTRA: Jurnal Fisika dan Aplikasinya, Volume 1 Nomor 2, Desember 2016
Publisher : Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/SPEKTRA.012.07

Abstract

Abstrak Sintesis nanopartikel Zinc Oxide (ZnO) dengan metode hidrothermal sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, salah satu diantaranya adalah perbandingan prekursor dan katalis dalam pelarut. Dalam penelitian ini telah berhasil disintesis nanopartikel zinc oxide dengan metode hidrothermal. Prekursor yang digunakan adalah zinc acetat dan katalis NaOH dalam pelarut ethanol. Perbandingan molaritas prekursor dan katalis adalah 0,008:0,5 dan 0,3:0,9. Karakteristik optik, morfologi dan struktur kristal nanopartikel ZnO masing-masing dilakukan dengan pengukuran UV-Vis, TEM dan XRD. Nanopartikel yang dihasilkan memiliki memiliki struktur kristal hexagonal wurtzite. Nanopartikel zinc oxide dengan perbandingan 0,3:0,9 memiliki karakteristik yang paling baik dibandingkan dengan nanopartikel dengan perbandingan 0,008:0,5. Reaksi dalam hidrothermal kaitannya dengan perubahan tekanan akibat peningkatan volume akan dikaji lebih jauh. Kata-kata kunci: oksidasi zinc, nanopartikel, hidrotermal, molaritas Abstract Synthesis of Zinc Oxide (ZnO) nanoparticles by hydrothermal method is influenced by several parameters one of them is the ratio of the precursor and catalyst in a solvent. In this study, we have successfully synthesized of zinc oxide nanoparticles by hydrothermal method. The raw material of precursor is zinc acetate, NaOH as catalyst and ethanol as a solvent. The molarity ratio of precursor and catalyst are 0.008: 0.5 and 0.3: 0.9. The optical characteristics, morphology and crystal structure of ZnO nanoparticles were characterised by the UV-Vis, TEM and XRD, respectively. From XRD measurement, it was observed that samples have hexagonal wurtzite structure and all peaks are well fitted with JCPDS:36-1451 data. The growth condition in the ratio of 0.3: 0.9 showed the best sample with high quality crystal structure and rod form. The effect of molar ratio to the characteristics of nanoparticle will be studied further in relation with the change of volume, and pressure inside of the reactor. Keywords: zinc oxide, nanoparticle, hidrotermal, molaritas
NONLINEAR PHOTONIC CRYSTAL FOR ALL-OPTICAL SWITCHING APPLI Bahtiar, Ayi; -, Yayah Yuliah; Dharmawan, Irwan Ary
Bionatura Vol 9, No 3 (2007): Bionatura Nopember 2007
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.735 KB)

Abstract

An all-optical switching device is a crucial component for developing high speed data transmission and signal processing in telecommunication network. The device is based on nonlinear optical material, whose refractive index depends on light intensity. Recently, photonic crystals have been considerable interest both theoretically and experimentally for optical switching devices. Due to the practical reason, we studied one-dimensional nonlinear photonic crystal for all-optical switching devices. We use transfer matrix method and nonlinear coupled mode equation to determine photonic bandgap and optical switching process. We applied them to different structures: nonlinear Distributed Bragg Reflector (DBR) and nonlinear photonic crystals which has similar linear refractive index but has opposite sign of nonlinear refractive index. By using an appropriate combination of refractive indices, it was found that the first structure can be used for all-optical switching at telecommunication wavelength (1.55 ?m). The second structure can be used both for all-optical switching and optical limiter at the wavelength of 1 ?m.Keywords: all-optical switching, optical limiter, nonlinear photonic crystal, transfer matrix, nonlinear coupled mode equation.