Amiruddin Hatibe, Amiruddin
Articles
14
Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Levels of Inquiry (LOI) terhadap Pemahaman Konsep Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Sigi

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 4 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.554 KB)

Abstract

Abstrak – Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Levels of Inquiry terhadap pemahaman konsep fisika siswa di kelas X SMA Negeri 3 Sigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kuasi menggunakan desain the non equivalen Prestest-postest design. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep fisika dalam bentuk tes esai berjumlah 5 soal. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest pemahaman konsep fisika siswa kelas eksperimen adalah 6,04 dengan standar deviasi 12,37, untuk rerata skor posttest adalah 12,81 dengan standar deviasi 11,95. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 5,78 dengan standar deviasi 13,26, sedangkan untuk rerata skor posttest adalah 8,85 dengan standar deviasi 9,51. Berdasarkan teknik statistic uji-t satu pihak untuk menguji perbedaan rerata skor pemahaman konsep fisika siswa dengan taraf signifikan α = 0,05, diperoleh nilai hasil thitung = 6,74 dan ttabel = 1,67. Ini berarti bahwa nilai thitungberada di luar daerah penerimaan Ho. Disimpulkan bahwa, terdapat pengaruh model Levels of Inquiry (LOI) terhadap pemahaman konsep fisika siswa di kelas X SMA Negeri 3 Sigi. Kata Kunci: Model Levels of Inquiry, Pemahaman konsep fisika.

Implementation Of Learning Cycle 5E Model Assisted With Computer Simulation To Increase Physical Learning Outcome In Student Class VII SMPN 1 Torue

Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 5, No 2 (2017): JUNI 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to improve students physics learning outcomes of class VII SMP Negeri 1 Torue by using learning cycle 5E model assisted with computer simulation. Design of this action research methods follows the model of Kemmis and Mc. Taggart and it was done in two cycles. Each cycle consists of four stages of planning, implementation of action, observation and reflection. The subjects of this study are students of class VIIE SMP Negeri 1 Torue which amounted to 24 students. They consist of 13 male and 11 female students. The research material for cycle I is “form of substance” and cycle II materil is “expansion”. In this study, data were collected through observation and student activity, test of action result and interviews. On the evaluation of cycle I, we obtained classical completeness about 65.21% and classical absorption was about 68.26%. Student activity is in “enough category” with percentage about 78,25%. Teacher activity is in “good category” with 85% percentage. In the second cycle, we obtained learning classical completeness about 86.96% and classical absorption about 81.96%. Student activity and teacher activity are in “very good categories” with percentages of 90% and 96.67%, respectively. It was concluded that the implementation of 5E learning cycle learning model assisted computer simulation can improve student learning result of VIIE grade SMP Negeri 1 Torue.

Analisis Pemahaman Konsep Vektor pada Siswa SMA Negeri 5 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 3 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.554 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman konsep vektor pada siswa SMA Negeri 5 Palu. Responden penelitian terdiri dari 6 orang siswa kelas XII MIPA1. Data diperoleh melalui tes pemahaman konsep vektor berupa soal esai yang berjumlah 9 butir soal. Soal disusun berdasarkan 3 kategori pemahaman yaitu menerjemahkan yang diwakili oleh soal nomor 1, 2 dan 3, menafsirkan yang diwakili oleh soal nomor 4, 5, dan 6 serta mengekstrapolasi yang diwakili oleh soal nomor 7, 8 dan 9. Data penelitian dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan merujuk jawaban yang diberikan responden dalam mengerjakan tes pemahaman konsep vektor dan juga berdasarkan hasil wawancara antara peneliti dengan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep vektor siswa masih tergolong rendah. Siswa sudah dapat memahami dengan baik konsep vektor pada kategori menerjemahkan dan menafsirkan, akan tetapi dalam hal mengekstrapolasi kemampuan siswa masih sangat kurang. Untuk mengatasi rendahnya pemahaman vektor siswa, perlu perhatian dari pendidik serta dilakukan remediasi mengenai konsep vektor, khususnya vektor kinematika karena akan mempengaruhi pemahaman siswa pada jenjang berikutnya. Kata Kunci: Pemahaman Konsep, Vektor.

Pengaruh Model Pembelajaran Advance Organizer Berbasis Mind Mapping Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 6 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 4 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.89 KB)

Abstract

Abstrak - Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh Model Pembelajaran Advance Organizer berbasis Mind Mapping terhadap hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 6 Palu. Jenis penelitian ini merupakan eksperimen kuasi dengan desain the non-equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 6 Palu. Teknik Sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel penelitian adalah kelas X MIA 1 sebagai kelompok eksperimen dan kelas X MIA 2 sebagai kelompok kontrol. Instrumen hasil belajar fisika berupa tes pilihan ganda yang telah divalidasi melalui validitas konstruksi. Tes hasil belajar fisika yang diperoleh menunjukkan bahwa skor rata-rata kelompok eksperimen 17,04 lebih tinggi dari kelas kontrol yaitu 13,04. Uji hipotesis uji t (dua pihak), diperoleh thitung = 4,28 dan ttabel(0.975)(47) =2,01 pada taraf nyata α = 0,05. Ini berarti bahwa nilai  thitung  berada di luar daerah penerimaan Ho. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Model Pembelajaran Advance Organizer berbasis Mind Mapping terhadap hasil belajar fisika siswa SMA Negeri 6 Palu.Kata Kunci: Advance Organizer, Mind Mapping, Hasil Belajar

Pengaruh Kemampuan Matematika dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Fisika Siswa SMA Negeri 4 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 3 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.965 KB)

Abstract

Abstrak - Permasalahan dalam penelitian ini adalah ada tidaknya pengaruh kemampuan matematika dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh kemampuan matematika dan motivasi belajar terhadap kemampuan fisika siswa SMA Negeri 4 Palu. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu tahun ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 7 kelas. Sampel yang digunakan diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling, dengan asumsi bahwa ketujuh kelas homogen. Pengumpulan data adalah dilakukan dengan menggunakan tes dan angket yang telah di validasi oleh validator. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi antara kemampuan matematika dengan hasil belajar fisika siswa yaitu sebesar ryl = 0,908  kemudian uji signifikansi dilakukan dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan uji-t maka diperoleh thitung = 12,638 sedangkan dari tabel distribusi t pada taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 34 diperoleh ttabel = 2,04. Jadi thitung ini yang berarti Ho ditolak. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan matematika dengan kemampuan fisika. Koefisien korelasi antara motivasi belajar dengan kemampuan fisika siswa yaitu sebesar ryl = 0,647 kemudian uji signifikansi dilakukan dengan cara membandingkan thitung dengan ttabel. Berdasarkan hasil perhitungan thitung dengan menggunakan uji-t maka diperoleh thitung = 6,492 sedangkan dari tabel distribusi t pada taraf signifikansi α = 0,05 dan dk = 34 diperoleh ttabel = 2,04. Jadi thitung > ttabel yang berarti Ho ditolak. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kemampuan fisika. Kemampuan matematika dan motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan fisika siswa dengan analisis korelasi ganda dan uji-F diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,680, Fhitung sebesar 14,214 dan Ftabel pada taraf signifikan 0,05, db pembilang 2 dan dk penyebut 36 adalah 3,06, melalui persamaan regresi linier ganda Y = 4,492 + 0,01 X1 + 0,349  X2 , sehingga hipotesis yang diajukan dapat diterima Kata kunci: Kemampuan Matematika, Kemampuan Fisika dan Motivasi Belajar.

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation Berbantuan ICT Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas VII SMP Labschool Untad Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 4 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.384 KB)

Abstract

Abstrak – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan ICT dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional di kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan equivalent preetest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas VII B sebagai kelas kontrol dan kelas VII A sebagai kelas eksperimen. Instrumen hasil belajar fisika siswa adalah tes pilihan ganda yang telah divalidasi oleh validator dan telah di uji validitas item. Hasil analisa data diperoleh skor rata-rata kelas eksperimen 13,13 kelas kontrol 10,50 dengan. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh thitung  > ttabel = 3,16 > 2,04. Maka H1 diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model  pembelajaran kooperatif tipe group investigation berbantuan ICT terhadap hasil belajar Fisika siswa kelas VII SMP Labschool Untad Palu. Kata Kunci: Kooperatif Tipe group investigation, ICT,  Hasil Belajar Fisika.

Penerapan Pendekatan Scientific Untuk Mengukur Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Parigi

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 4, No 2 (2016): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.527 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar fisika antara siswa yang mengikuti pendekatan pembelajaran scie

Penerapan Problem Solving Menggunakan Strategi Heuristik Terhadap Pemahaman Konsep Tentang Kalor Pada Siswa Kelas X SMA Negeri 4 Palu

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 5, No 2 (2017): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.784 KB)

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep kalor melalui penerapan problem solving menggunakan strategi heuristik pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Metode yang digunakan adalah eksperimen kuasi dengan the non-equivalent pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Kelas X MIA 7 sebagai kelas eksperimen dan kelas X MIA 6 sebagai kelas kontrol. Instrumen pemahaman konsep berupa tes esai yang telah divalidasi oleh validator. N-gain rata-rata yang mengikuti pembelajaran problem solving menggunakan strategi heuristik adalah 27,17% dan N-gain rata-rata yang mengikuti model konvensional menggunakan metode eksperimen dan demonstrasi adalah 4,15%. Disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman konsep kalor melalui penerapan pembelajaran problem solving menggunakan strategi heuristik pada siswa kelas X SMA Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Problem Solving Menggunakan Strategi Heuristik, Pemahaman Konsep Kalor

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK TERHADAP HASIL BELAJAR IPA FISIKA PADA SISWA KELAS V11 SMP NEGERI 9 PALU

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 3, No 4 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.652 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe talking stick terhadap hasil belajar IPA Fisika pada siswa kelas VII SMP Negeri 9 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain “ The non equivalen pretes-posttest design”.  Sampel penelitian dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel penelitian kelas VIII sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 26 orang dan kelas VIIH sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 25 orang.  Data diperoleh melalui tes hasil belajar IPA Fisika pada pretes dan posttest.  Pada hasil pengolahan data hasil penelitian diperoleh rata-rata pretest pada kelas eksperimen 9,82 sedangkan rata-rata untuk posttest diperoleh 16,6. Pada kelas kontrol diperoleh rata-rata pretest 9,14 sedangkan rata-rata untuk posttest 11,7. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh thitung = 6,28 dan ttabel = 2,02, ini berarti nilai thitung >ttabel sehingga terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima dan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh hasil belajar IPA Fisika antara siswa yang mendapatkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dengan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.   Kata Kunci  :  Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, Hasil belajar IPA Fisika.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 PALU PADA KONSEP GETARAN DAN GELOMBANG

Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT) Vol 3, No 4 (2015): E-Jurnal Pend. Fisika Tadulako
Publisher : Jurnal Pendidikan Fisika Tadulako Online (JPFT)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.92 KB)

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan penerapan pembelajaran dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) yang dapat meningkatkan hasil belajar di Kelas VIII SMP Negeri 3 Palu. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain quasi eksperimental (eksperimen semu). Sampel yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dan menghasilkan kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII D sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes terhadap hasil belajar dalam bentuk pilihan ganda. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh rerata skor pretest hasil belajar fisika siswa kelas eksperimen adalah 11,89 dan untuk postes 16,24. Untuk kelas kontrol diperoleh rerata skor pretest 10,64, sedangkan untuk postes adalah 13,22. Analisis data tes dilakukan dengan teknik statistic uji-t dua pihak untuk menguji rerata skor hasil belajar siswa dengan signifikansi α = 0,05. Diperoleh nilai hasi thitung = 3,35 dan ttabel = 2,00. Ini berarti bahwa nilai thitung berada diluar daerah penerimaan H0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar antara kelas yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan metode problem based learning dengan kelas yang mendapatkan pembelajaran menggunakan metode konvensional. Kata Kunci : Model Pembelajaran berbasis masalah, hasil belajar.