Iwan Alim Saputra, Iwan Alim
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERKEMBANGAN KAWASAN TRANSMIGRASI DI KECAMATAN RIO PAKAVA KABUPATEN DONGGALA Ulfah, Zakiah; Budianta, Aziz; Saputra, Iwan Alim
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Elektronik GeoTadulako Online
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana perkembangan kawasan transmigrasi di Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala, khususnya yang terkait dengan perluasan areal pertanian. Penelitian  ini dilakukan dengan tujuan untuk  mengetahui  pengaruh perkembangan kawasan transmigrasi terhadap perluasan areal pertanian di Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Metode penelitian yang digunakan adalah  deskriptif kuantitatif. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis peta. Data yang digunakan adalah data sekunder peta penggunaan lahan tahun 1991 dan peta penggunaan lahan tahun 2017, sumber data berasal dari kantor BAPPEDA Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan penggunaan lahan di kawasan transmigrasi Kecamatan Rio Pakava tahun 1991 hingga tahun 2017 yaitu perkebunan yang mengalami perluasan lahan seluas 7015.757 hektar atau 33.588%, Selanjutnya yang mengalami perluasan lahan yaitu tegal/ladang yang mengalami perluasan seluas 2.902 hektar atau 0.013% dan penggunaan lahan lain yang mengalami perluasan yaitu semak belukar seluas 487,46 hektar. Penggunaan lahan yang mengalami penyusutan yaitu hutan. Pada tahun 1991 luas hutan sebesar 29873,77 hektar, sedangkan pada tahun 2017 berubah luasan menjadi 18054.643 hektar. Penyusutan hutan yang terjadi dari tahun 1991 hingga tahun 2017 sebesar  11819.127 hektar atau 56.584%. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan lahan kebun kelapa sawit di Kecamatan Rio Pakava yaitu: penguasaan lahan oleh petani, besar pendapatan unit usaha, biaya produksi pada unit usaha yang rendah dan tersedianya gabungan kelompok tani.  Kata Kunci : Kawasan Transmigrasi, Perubahan Penggunaan Lahan
IMPLIKASI TRANSFORMASI WILAYAH TERHADAP KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA Saputra, Iwan Alim
Geotadulako Vol 3, No 5 (2015): Januari-Juni
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten yang bertujuan untuk mengkaji dampak transformasi wilayah terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Metode yang digunakan adalah survei dengan pengambilan sampel 130 KK secara acak di 13 desa yang mewakili tingkat kekotaan dan derajat aksessibilitas yang berbeda. Pendekataan keruangan digunakan dalam penelitian ini dengan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ketahanan pangan rumah tangga berbanding terbalik dengan intensitas transformasi wilayah di Kabupaten Klaten. Semakin tinggi intensitas transformasi suatu desa maka semakin lemah pula tingkat ketahanan pangannya. Tingkat ketahanan pangan yang ideal terdapat di desa-desa yang berada di wilayah pinggiran kota. Hal ini mengindikasikan bahwa wilayah Kabupaten Klaten rentan terhadap transformasi wilayah, terutama transformasi fisik yang berhubungan dengan penyusutan luas lahan pertanian
INTENSITAS TRANSFORMASI WILAYAH DI KABUPATEN KLATEN Saputra, Iwan Alim
Geotadulako Vol 2, No 3 (2014): Januari-Juli
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten dengan membaginya menjadi tiga wilayah pengamatan, yaitu wilayah perkotaan, wilayah pinggiran, dan wilayah perdesaan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji intensitas transformasi wilayah terutama dalam pola distribusinya. Pendekataan keruangan digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode sampling yang kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum pola distribusi intensitas transformasi wilayah di Kabupaten Klaten dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan akses (jalan utama). Semakin jauh wilayahnya dengan jalan utama maka intensitas transformasi akan semakin berkurang. Variasi perbedaan intensitas transformasi yang terjadi dapat dicirikan oleh kepadatan penduduk dan luas lahan non pertanian. Hasil ini sesuai dengan prinsip distance decay yang mengungkapkan bahwa akses merupakan pengaruh determinan dari perkembangan suatu wilayah
KEBUTUHAN LAHAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (DIY) Saputra, Iwan Alim
Geotadulako Vol 2, No 4 (2014): Juli-Desember
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini disusun dengan mengambil lokasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dimana wilayah tersebut mempunyai tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi akibat dari urbanisasi. Tingginya animo masyarakat untuk berinteraksi dan bahkan bertempat tinggal di DIY menimbulkan permasalahan yang kompleks, salah satunya adalah penyediaan ruang dan peningkatan kebutuhan pangan. Tujuan utama dari makalah ini adalah memproyeksikan kebutuhan luas lahan pertanian berkelanjutan, serta keterkaitannya dengan kebijakan pemerintah daerah setempat. Metode yang dipakai adalah deskriptif kuantitatif dengan analisis data sekunder yang berasal dari studi instansional lembaga terkait. Hasilnya adalah bahwa secara umum wilayah Provinsi DIY masih mencukupi dalam penyediaan lahan pertanian khususnya sawah. Namun, pertambahan penduduk terutama akibat dari urbanisasi menjadi kekhawatiran tersendiri. Hal ini terkait dengan ancaman alih fungsi lahan produktif (pertanian) menjadi lahan non pertanian (permukiman, perdagangan, dan industri). Kekhawastiran tersebut telah muncul dan digambarkan pada salah satu wilayah di Provinsi DIY yaitu Kota Yogyakarta yang dari tahun awal proyeksi (2012) sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan penduduknya sendiri dan hanya mengandalkan pasokan luar daerah. Beberapa masukan dalam mencegah masalah ini adalah (1) kontrol yang ketat terhadap perubahan pemanfaatan lahan melalui berbagai kebijakan dan regulasi, (2) pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi pertanian, dan (3) pemerintah kabupaten perlu mengambil inisiatif untuk mempersiapkan sektor lain diluar pertanian sebagai sektor unggulan untuk meningkatkan pendapatan daerah (seperti di Kota Yogyakarta) sehingga antisipasi kebutuhan pangan penduduknya akan dapat dilakukan dengan baik walaupun harus membeli dari wilayah lain
Studi Komparatif Transformasi Wilayah di Kabupaten Klaten Saputra, Iwan Alim; Giyarsih, Sri Rum; Marwasta, Djaka
Majalah Geografi Indonesia Vol 28, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2910.725 KB) | DOI: 10.22146/mgi.13063

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Klaten yang dibagi dalam tiga wilayah pengamatan, yaitu wilayah perkotaan, wilayah pinggiran, dan wilayah perdesaan. Tujuan dari penelitian ini (1) mengkaji seberapa besar intensitas transformasi wilayah yang terjadi di daerah penelitian, (2) menganalisis pola-pola distribusi transformasi wilayah yang terjadi di daerah penelitian, (3) mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas transformasi tersebut, (4) menganalisis dampaknya terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, dengan analisis analisis deskriptif komparatif untuk menjelaskan bagaimana keterkaitan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan (1) variasi intensitas transformasi wilayah sebagian besar di tingkat rendah, namun mempunyai perbedaan yang signifikan di wilayah-wilayah yang mempunyai akses tinggi, (2) pola distribusi intensitas transformasi secara umum bersifat acak, namun mempunyai keteraturan apabila dikaitkan dengan jaringan jalan, (3) intensitas transformasi dipengaruhi oleh faktor kedekatan dengan jalan yang dapat dicirikan dengan kepadatan penduduk dan luas lahan non pertanian, (4) ketahanan pangan akan semakin melemah seiring dengan meningkatnya intensitas transformasi wilayah.  ABSTRACT Located of this study in Klaten district which divided into three observed areas, namely urban areas, sub-urban areas and rural areas.The aim of this study : (1) assess quantity  of transformation intensity of region in the study area, (2) analyze patterns of distribution transformation in the study area, (3) study factors that affect in transformation intensity, and (4) analyze impact on food security in Klaten district. The method of study is a survey method with descriptive comparative analysis to explain relationship among variables. The results show : (1) variations of transformation intensity in study area mostly at low levels, but have significant differences in areas that high levels, (2) generally distribution pattern of  transformation intensity are random, but has regularity when linked to the road network, (3) transformation intensity is influenced by proximity to the road which can be characterized by density of population and non-agricultural land, (4) food security will become weaker as increase of transformation intensity of region. 
STUDI TENTANG ANAK PUTUS SEKOLAH DI DESA OMUKECAMATAN GUMBASA KABUPATEN SIGI Susanto, Handoko; Utomo, Lilik Prihadi; Saputra, Iwan Alim
Jurnal Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Elektronik GeoTadulako Online
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Omu Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigi pada orang tua yang memiliki anak putus sekolah. Tujuan dalam penelitian ini adalah ingin mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan anak putus sekolah di wilayah daerah penelitian. Pendekatan geografi yang dipakai adalah pendekatan keruangan dengan Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang tua yang memiliki anak putus sekolah sejumlah 150 KK. Pengambilan sampel menggunakan teknik kouta, yang kemudian didapat sejumlah 45 sampel KK. Sampel tersebut tersebar di empat dusun yang berbeda. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan analisis presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa yang menyebabkan anak putus sekolah di Desa Omu adalah faktor lingkungan sebanyak 39 orang atau 86,67 %. faktor lingkungan yang sangat berpengaruh karena banyak terdapat anak putus sekolah. Karena lingkungan sangat berpangaruh besar terdap perkembangan anak, jika lingkungan tempat tinggal banyak anak yang putus sekolah maka secara tidak langsung anak-anak yang sekolah akan terpengaruh oleh anak-anak yang sudah tidak sekolah karenakan pergaulan, jika pergaulannya mengarah ke hal-hal yang negatif maka akan sangat merugikan orang tua dan anaknya. Kata Kunci:  Studi, Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah