Articles

Found 5 Documents
Search

PERBANDINGAN METODE EKSTRAKSI MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP KADAR FENOLIK DARI EKSTRAK TONGKOL JAGUNG (Zea mays L.) Susanty, Susanty; Bachmid, Fairus
JURNAL KONVERSI Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.5.2.87-92

Abstract

Jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Produksinya yang terus meningkat setiap tahun menghasilkan limbah tongkol jagung yang melimpah paska panen. Salah satu upaya pemanfaatan limbah tongkol jagung ini dengan mengekstrak kandungan fenolik yang terdapat di dalamnya. Fenolik merupakan golongan flavonoid yang memiliki sifat antioksidan dan aktivitas antiradikal yang bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode ekstraksi maserasi dan refluks terhadap kadar fenolik yang dihasilkan dari ekstrak etanol 75 % dari tongkol jagung (Zea mays L.). Ekstrak  dipekatkan menggunakan alat rotary evaporator pada temperatur 50oC dan putaran 120 rpm untuk mendapatkan ekstrak senyawa fenolik yang kental, kemudian di oven pada suhu 50oC selama 2 hari. Selanjutnya penentuan kadar fenolik total dari hasil ekstraksi dilakukan menggunakan metode Folin-Ciocalteu  yang  menyerap  cahaya  pada panjang  gelombang  765  nm dengan menggunakan  larutan  standar asam galat (GAE) untuk mengkalibrasi respon spektrofotometer pada konsentrasi 300, 400, 500, 600, dan 700 mg/L.  Persamaan regresi linear y = 0,0008 x + 0,0086 dengan nilai R2 = 0,9987 yang diperoleh dari kurva kalibrasi digunakan untuk membantu menentukan kadar fenol dalam sampel. Hasil menunjukkan bahwa kadar fenolik dari ekstraksi maserasi sebesar 0,312 mg/g atau 312,420 mg/kg, sedangkan kadar Fenolik dalam ekstrak etanol 75 % pada tongkol jagung dengan metode ekstraksi refluks sebesar 0,397 mg/g atau 396,768 mg/kg. Kadar fenolik yang lebih besar diperoleh dari metode refluks. Kata kunci: antioksidan, fenolik, maserasi, refluks, tongkol jagung
PENGARUH WAKTU EKSTRAKSI DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) TERHADAP KEMAMPUAN DAYA HAMBAT BAKTERI Escherichia coli UNTUK PEMBUATAN HAND SANITIZER Susanty, Susanty; Yudhistirani, Sri Anastasia
JURNAL KONVERSI Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.7.1.10

Abstract

Binahong leaf extract (Anredera cordifolia (Tenore) Steenis) contains active compounds such alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins as antibiotic materials that can be used in the manufacture of antiseptic gel hand sanitizers. The purpose of this research is to know the effect of extraction time of binahong leaf to the capability of growth of Escherichia coli (E. Coli) bacteria. Variable times of exstractions are 0,5; 1; 1.5; 2; and 2.5 hours. Phytochemical qualitative test was conducted to determine the presence of alkaloids, flavonoids, terpenoids, and saponins in the binahong leaf extract. Furthermore, dilution of the results of rendement of binahong leaf extract respectively by 5% to test its inhibitory power to the growth of E. coli bacteria. The results showed that the yield of rendemen obtained by extraction time variable was 1.64%; 3.72%; 5.56%; 13.74%; and 13.98% are shown through the equation y = 3.47 x - 2.682 with the value R2 = 0.9049. Data from all five samples showed that samples with extraction time of 0.5; 1; and 1.5 hours had no inhibitory effect on E. coli bacteria growth, but samples with 2 and 2.5 hours extraction time had a resistance diameter of 14.5 and 18.5 mm. The sample which has the greatest inhibitory is subsequently used to make the hand sanitizer antiseptic gel. The product test analysis consists of organoleptic test and pH value determination, homogeneity, dispersion and viscosity. The results showed that the pH value obtained was 6.23, the homogeneity of the product can be seen from the absence of material that still agglomerates, the dissolving power of the research product is 5.5 cm, and the viscosity of the research result is 2080 mPs.
RELEVANSI MATERI MATA PELAJARAN PEMELIHARAAN ENGINE SEPEDA MOTOR TERHADAP TUNTUTAN INDUSTRI Susanty, Susanty; Permana, Tatang; Sriyono, Sriyono
Journal of Mechanical Engineering Education Vol 5, No 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.212 KB) | DOI: 10.17509/jmee.v5i1.12627

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan relevansi materi pada mata pelajaran Pemeliharaan Engine Sepeda Motor dengan tuntutan industri, dan membuat pemetaan sekuen antara kedua kompetensi tersebut. Metode Penelitian ini menggunakan metode evaluasi congruence model. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini berupa dokumentasi, wawancara dan angket. Penelitian ini dilaksanakan di SMKN 8 Bandung dan PT. Daya Adicipta Motora Cibeureum. Partisipan dalam penelitian ini yakni Kepala Diklat divisi Service, Workshop Head, dan instruktur di PT. Daya Adicipta Motor. Partisipan dari pihak SMKN 8 Bandung yakni Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum serta Guru paket keahlian Teknik Sepeda Motor. Hasil dari relevansi antar kedua kompetensi tersebut adalah 70,3%, hasil ini menunjukkan bahwa relevansi materi pemeliharaan engine sepeda motor di SMKN 8 Bandung termasuk kategori relevan. Pemetaan sekuen dari kedua kompetensi tersebut menghasilkan bahwa kompetensi mata pelajaran pemeliharaan engine sepeda motor sudah sesuai dengan tuntutan industri
AN ANALYSIS OF METAL SURFACE IMMERSED IN BASED LUBRICANT FROM MINERAL OIL CONTAINING VEGETABLE OIL WITH RICE BRAN OIL BASED BIO-INHIBITOR Nugrahani, Ratri Ariatmi; Hendrawati, Tri Yuni; Susanty, Susanty
Jurnal Bahan Alam Terbarukan Vol 7, No 2 (2018): December 2018 [Nationally Accredited]
Publisher : Semarang State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (941.933 KB) | DOI: 10.15294/jbat.v7i2.11623

Abstract

The need for environmentally friendly chemical products in daily needs encourages the production of its. The green-chemistry concept is using the process and produces chemical products that are ecofriendly. Including ecofriendly chemical products are base oil and additives for lubricants, grease, and fuels. The production is expected to reduce the consumption of mineral and synthetic base oils, so it will be biodegradable and renewable. This study compares the results of analysis of metallic surfaces immersed in the mixture of mineral and vegetable base oil, with the addition of rice bran oil bioadditive, ie epoxidized methyl ester (EME) and hydroxyl alkylbenzene sulphonic acid ester (HASE). The research method consists of preparing HASE; analyzing the effect of HASE and EME bioadditives addition on the mixture of base oil to the changing of metallic weight immersed in the mixture; determining the inhibition efficiency of the EME and HSAE additions; analyzing the metal surface using SEM-EDX (Scanning Electron Microscope) / (Energy Dispersive X-ray Spectrometry) to find images of microstructure and chemical compounds contained in specimens, and testing the metal difractogram immersed in base oil mixtures with bioadditive using XRD (X-Ray Diffraction). SEM test results of carbon steel immersed in a mixture of base oil and bioadditives show corrosion in which the metal surface color immersed in EME bioadditive mixtures is brighter. EDX spectra of metal sample surfaces immersed in a mixture of base oil, EME and HASE contain carbon (C) and iron (Fe). The carbon content in carbon steel samples immersed in the mixtures and HASE is higher. XRD test results show Fe2O3 phases in carbon steel samples immersed in the HASE bioadditive mixture are higher than in EME. While Fe3O4 phases in carbon steel samples immersed in the EME bioadditive mixture are higher than Fe2O3 phases in samples immersed in HASE bioadditive mixture.
PREDIKSI EFEKTIVITAS INTERAKSI ANTARA ANTIBODI DAN VAKSIN H1N1 MELALUI METODE MOLECULAR DOCKING SECARA IN SILICO Susanty, Susanty
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.325 KB)

Abstract

Flu babi H1N1 merupakan penyakit menular akibat virus influenza tipe A yang telah menjadi pandemik dan mortalitasnya sangat tinggi pada manusia. Pemberian vaksin menjadi salah satu upaya pencegahan penyakit tersebut. Bagian antigenik (epitope) virus H1N1 digunakan untuk merancang suatu vaksin. Beberapa epitope telah diprediksi dari perwakilan protein hemagglutinin (HA), neuramidase (NA), dan matriks 2 (M2) virus H1N1. Pendekatan in silico dilakukan melalui kombinasi prediksi antigen pada tahapan respons imun, yaitu proteasomal cleavage (NetChop), Transporter Antigen Processing (TAP) binding (TAPPred), dan Major Histocompability Complex (MHCPred). Upaya meningkatkan respons imun juga dilakukan dengan memprediksi epitope sel B menggunakan server DiscoTope (conformational epitope) dan BepiPred (sequensial epitope). Enam model vaksin, yaitu NHM, MHN, HNM, MNH, HMN, dan NMH diperoleh dari 21 kombinasi terbaik epitope sel T dan sel B sebagai representasi variasi allele Human Leukocyte Antigen (HLA) dan protein virus H1N1 sehingga diharapkan mampu memberikan respons imun. Struktur 3D vaksin diprediksi dan dimodeling menggunakan server CPHModels dan program Swiss-Pdb Viewer (Deep View). Hasil struktur 3D vaksin dievaluasi menggunakan Ramachandran Plot, BLASTp (database PDB virus), dan FeatureMap 3D. Vaksin terdiri dari 258 asam amino dan memiliki lebih dari 50 % kesamaan struktur 3D dengan protein dalam database. Proses akhir efektivitas antibodi terhadap vaksin diuji melalui molecular docking antara vaksin dengan antibodi dalam database, diperoleh 14 clustering dengan waktu yang dibutuhkan sekitar 18 detik dan data energi minimum interaksi didapatkan antara antibodi terhadap vaksin NHM sebesar -13,6859 kkal/mol.