Muhammad Nazaruddin, Muhammad
Prodi Sosiologi Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Indonesia

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Kekerasan Atas Nama Aliran Sesat: Studi Tentang Mobilisasi Isu Sesat Dalam Kontestasi Elit Gampoeng Armia, Nirzalin; Nazaruddin, Muhammad; Fuadi, Fuadi
Substantia Vol 17, No 1 (2015)
Publisher : Substantia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Misguided and misleading is the "magic" world that led to the emergence of a mass solidarity to destroy a group that have different religious understanding among people. However, the mass movement against a deviant group was is not actually based on the religious movement to defense of the purity of religious motives. In reality, the mobilization of certain groups motivated and based on protecting of various interests, such as political, economic and cultural image. Based on the study case conducted  in Gampoeng (village) Jambo In the District Plimbang Bireuen,  it demonstrate the complex reality and aspcts behind the violence in the name of religion against groups considered deviant. This qualitative study found that mass anarchism action against groups accused Tengku Aiyub deviant in Gampoeng Jambo In Bireuen not motivated by misguided thinking. This reality prompted by suspicion village government elite towards Tengku Aiyub.  His  critical attitude towards the management of funds threatened the village elite. While, Tengku Aiyub fame as a  martial arts teacher led to   decreasing the number of pupils among other teachers.  Beside, the lack of the ability of government officials to cease and desist early, causing mass anarchism action against Tengku Aiyub and led him and his followers died.  Abstrak: Sesat dan menyesatkan merupakan kata-kata “sakti” yang melatarbelakangi lahirnya soliditas massa untuk membumi-hanguskan suatu kelompok yang dipandang memiliki pemahaman keagamaan berbeda. Namun, gerakan massa yang tersusupi oleh isu kelompok sesat ini tidaklah murni gerakan yang didasari oleh motif pembelaan terhadap kemurnian agama. Realitasnya, mereka bergerak karena mobilisasi kelompok tertentu untuk melindungi kepentingan-kepentingan politik, ekonomi dan citra kulturalnya. Berdasarkan kasus di Gampoeng (desa) Jambo Dalam Kecamatan Plimbang Kabupaten Bireuen, studi  ini hendak menunjukkan realitas kompleks  dibalik terjadinya aksi kekerasan atas nama agama terhadap kelompok yang dituduh  sesat. Penelitian kualitatif ini menemukan bahwa aksi anarkhisme massa terhadap kelompok Teungku Aiyub yang dituduh sesat di gampoeng Jambo Dalam Bireuen  tidak dilatarbelakangi oleh ajaran sesat itu sendiri. Realitas ini dipicu oleh kegelisahan elite pemerintahan gampoeng dan para jagoan silat tradisional terhadap Teungku Aiyub. Sikap kritisnya terhadap pengelolaan dana gampoeng membuat elite gampoeng terancam. Sementara, kemasyhuran Teungku Aiyub sebagai jagoan pedang membuat para guru silat kesulitan menambah jumlah murid. Lemahnya kemampuan cegah dan tangkal dini dari aparatur pemerintahan membuka jalan terhadap terjadinya aksi anarkhisme massa hingga Teungku Aiyub dan beberapa pengikutnya wafat.Keywords: konflik, keagamaan, aliran sesat.
Dialektika Wali Nanggroe: Perjuangan Dan Perdamaian Aceh Nazaruddin, Muhammad
Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi) Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Sociology Department Of Syiah Kuala University

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.528 KB)

Abstract

Tulisan ini hendak menyampaikan bahwa konsep tentang Wali Nanggroe dalam posisi kepolitikan Aceh telah menjadi arena kontestasi politik di internal Aceh  sendiri dan antara Aceh dan Jakarta. Ada nuansa harapan sekaligus kecurigaan yang melekat dengan pembumian konsep kepemimpian Wali Nanggroe di Aceh pacsa MoU Helsinki 2005. Namun, satu hal yang perlu digaris bawahi bahwa konsepsi tentang kepemimpinan Wali Nanggroe di Aceh bagian terpenting dari berhasilnya negosiasi kesepahaman RI-GAM. Demikian juga dengan keutuhan kesepahaman itu. Kata kunci: Wali Nanggroe, Kesepahaman politik, Perjuangan, Perdamaian