Muhlis Madani, Muhlis
Universitas Muhammadiyah Makassar

Published : 22 Documents
Articles

Found 22 Documents
Search

Evaluasi Program Jaminan Persalinan (Jampersal) Di Puskesmas Pelitakan Kabupaten Polewali Mandar Darmawin, Darmawin; Madani, Muhlis; Mustari, Nuryanti
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 2 (2017): Agustus 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.781 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v3i2.901

Abstract

The research aimed to measure capability of government and the agency related, how did people satisfy, the exactness objective Birth Assurance (Jampersal) program, and public service was received by society. This research used qualitative research through 8 informants. The data collection were deep interview, direct observation and documentation. This research showed the principal case in Jampersal was improvement the quality access of birth, the role government also can give more influence in this program, increasing the human resource for realization that policy, especially they can work  professionally in public service. Kewords : Evaluation, Birth Assurance (Jampersal).  Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengukuran kinerja pemerintah dan aparat yang terkait. kepuasan masyarakat dan ketepatan sasaran program jaminan persalinan serta pelayanan publik yang diterima oleh masyarakat. Penelitian ini mengunakan tipe penelitian kualitatif dengan informan sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam, observasi langsung, dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hal yang sangat pokok dalam kebijakan jaminan persalinan adalah pembenahan akses kualitas pelayanan persalinan. Peran pemerintah juga berpengaruh besar dalam program ini, peningkatan sumber daya manusia yang mempuni untuk mensukseskan kebijakan tersebut, terutama dalam sumber daya manusia yang dapat bekerja dengan profesionalitas dalam melakukan pelayanan publik. Kata kunci: Evaluasi, Program Jaminan Persalinan (Jampersal).
Perilaku Sosial Anak Putus Sekolah Madani, Muhlis; Risfaisal, Risfaisal
EQUILIBRIUM: JURNAL PENDIDIKAN SOSIOLOGI Vol 4, No 2 (2016): PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.584 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku sosial dan faktor penyebab anak putus sekolah di masyarakat Pattallassang Kabupaten Takalar. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian social budaya yang jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan cara penentuan sampel melalui teknik Purposive Sampling dengan memilih beberapa informan yang memiliki kriteria yang telah ditentukan oleh peneliti yakni mengetahui tentang Perilaku Sosial Anak Putus Sekolah. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan  bahwa faktor penyebab anak putus sekolah di masyarakat Pattallassang Kabupaten Takalar Secara umum adalah kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung, factor lingkungan dan dari diri anak itu sendiri. Sementara perilaku sosial anak putus sekolah memperlihatkan bahwa perilakunya cenderung kepada hal-hal bersifat negatif, seperti: menjadi lebih nakal, sering keluar malam untuk berkumpul dengan teman-temannya, melakukan tindakan kekerasan, mabuk-mabukan, sampai mengkonsumsi narkoba. Namun, berbeda dengan anak putus sekolah kemudian melakukan aktivitas lain, seperti bekerja dan membantu orang tuanya mereka cenderung melakukan perilaku yang positif. Berbagai upaya juga dilakukan pemerintah setempat dalam mencegah terjadinya anak putus sekolah.Kata Kunci : Perilaku Sosial, Anak Putus Sekolah.
Penerapan Dimensi Sound Governance dalam Pelayanan Publik di Kantor Samsat Kabupaten Gowa Hidayat, Rahmat; Madani, Muhlis; Hardi, Rudi
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 1 (2015): April 2015
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.817 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v1i1.684

Abstract

The aim of  this research is to find out the Application of Sound Governance on the public service in the SAMSAT Office, Gowa. In addition, to determine the public perception of the services in SAMSAT office by linking with a Sound Governance. The study was phenomenological type. The research method is descriptive qualitative that the researcher intends to give a description or explanation about the implementation of Sound Governance on the public service in the SAMSAT office. The result of this research indicated that the implementation of sound governance dimension on the public service at the SAMSAT office, Gowa. It was about the process of decision-making, policy and implementation which is be better. The structural or regulatory rules and actors in the public service had been running optimally. Management and performance on the sound governance dimention in the public service in the SAMSAT Office had been TUPOKSI very well. The public perception on the service in the SAMSAT Office with regard to sound governance, namely: (a) the transparency on the public service in the SAMSAT office Gowa was still minimal, so only the partially which they publish to the public; (b) Conditional on the public service in the SAMSAT office Gowa still need to be in good order. So that the conflict between employes with the community can be minimized; (C) Equal rights on the public service in the SAMSAT office, Gowa.. There are still differences in terms of services.  Keywords: dimensional sound governance, public services Tujuan Penelitian yaitu untuk mengetahui Penerapan Sound Governance dalam pelayanan publik di Kantor SAMSAT Kabupaten Gowa, selain itu untuk mengetahui Persepsi Publik terhadap pelayanan di Kantor SAMSAT dengan mengkaitkan dengan Sound Governance. Tipe Penelitian bersifat fenomenologis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskritif kualitatif yaitu penulis bermaksud untuk memberikan gambaran atau penjelasan mengenai Penerapan Sound Governance dalam pelayanan publik di Kantor SAMSAT Kabupaten Gowa. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan dimensi sound governance dalam pelayanan publik di kantor SAMSAT Kabupaten Gowa adalah mengenai proses dalam pengambilan keputusan, kebijakan dan pelaksanaanya sudah cukup baik. Struktural yang  di sini Aturan atau regulasi dan aktor dalam pelayanan publik sudah berjalan dengan optimal. Manajemen dan kinerja dalam dimensi sound governance pelayanan publik di Kantor SAMSAT sudah menjalankan TUPOKSI dengan baik. Persepsi publik terhadap pelayanan di Kantor SAMSAT dengan kaitannya dengan sound governance yaitu: (a) Transparansi dalam pelayanan publik di kantor SAMSAT Kabupaten Gowa, masih minim sehingga hanya sebagian saja yang mereka publikasikan ke masyarakat; (b) Kondisional dalam pelayanan publik di Kantor SAMSAT Kabupaten Gowa masih perlu di tata dengan baik sehingga pertentangan antara pengawai dengan masyarakat dapat diminimalisir; (c) Kesamaan Hak dalam pelayanan publik di Kantor SAMSAT Kabupaten Gowa disini masih ada perbedaan dalam hal pemberian pelayanan. Kata kunci: dimensi sound governance, pelayanan publik
RESPONSIVITAS PELAYANAN PERCERAIAN KANTOR PENGADILAN AGAMA SENGKANG KABUPATEN WAJO Rismawati, Rismawati; Madani, Muhlis; Rahim, Samsir
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 1, No 3 (2015): Desember 2015
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.85 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v1i3.706

Abstract

The objective of the research is to know how the service responsiveness divorce and the obstacle factors of divorce service in religious court at Sengkang, Wajo Regency. The type of the research is descriptive and qualitative which has eight informants. The data collecting techniques used observation and interview. The data was analyzed using descriptive technique. The research result show that the responsiveness of the divorce service have not appropriated yet for the need of society, because of the strong of kinship system or injustice, long time service. Furthermore, there is another factor that became the obstacles of this service such as being arbitrary and indiciplinary.  Keywords: responsiveness, service, public, divorce  Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana responsivitas pelayanan perceraian  dan faktor penghambat dalam pelayanan  perceraian Kantor Pengadilan Agama Sengkang Kabupaten Wajo. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan informan delapan orang. Tekhnik pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen  berupa observasi, wawancara terhadap informan. Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responsivitas dalam pelayanan perceraian belum sesuai dengan kebutuhan masyarkat karena masih kentalnya sistem kekeluargaan atau pilih kasih, pelayanan yang terlalu lama, yang ada dikantor Pengadilan Agama Sengkang Kabupaten Wajo, kemudian faktor penghambat dalam pelayanan ialah bertindak sewenang-wenang dan rendahnya kedisiplinan. Kata Kunci: responsivitas, pelayanan, publik, perceraian
PENGELOLAAN RETRIBUSI PASAR AENG TOWA TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH DI KABUPATEN TAKALAR Sarmila, Sarmila; Madani, Muhlis; Mahsyar, Abdul
Kolaborasi : Jurnal Administrasi Publik Vol 3, No 3 (2017): Desember 2017
Publisher : Department of Public Administration, Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.473 KB) | DOI: 10.26618/kjap.v3i3.1058

Abstract

The objective of the research is to know the management of aeng towa market levies to increase local revenues and factors inhibiting and supporters in the district Takalar. The type of research is descriptive qualitative which has eigth informants. The data collecting techniques used observation and interview. The data was analyzed using descriptive technique. The research results show that the management of the market retribution aeng towa not in accordance with the target that has been set as traders are still not consistent in paying the market tax. There is another factors that became the obstacles of this Aeng Towa market tax management that the market capacity is still limited. Keywods: efforts to increase, obstacle, management levy ABSTRAKAdapun tujuan dilakukannya penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan Retribusi pasar Aeng Towa terhadap peningkatan pendapatan asli daerah dan faktor penghambat dan pendukung di Kabupaten Takalar. Jenis penelitian adalah deskriptip kualitatif dengan informan 9 orang. Teknik pengumpulan data dikumpulkan dengan menggunakan instrument berupa observasi , wawancara terhadap informan. Data tersebut dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan retribusi pasar Aeng Towa belum sesuai dengan target yang telah di tentukan karena pedagang yang  masih belum konsisten dalam membayar retribusi pasar. Faktor penghambat pengelolaan retribusi Pasar Aeng Towa yaitu daya tampung pasar terbatas.Kata kunci: upaya peningkatan, hambatan, pengelolaan retribusi
TRANSPARANSI PEMERINTAH DALAM PELAYANAN SERTIFIKAT TANAH DI KOTA MAKASSAR Fadli, Fadli; Madani, Muhlis; Idris, Muhammad
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 2 (2014): (October 2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.7 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v4i2.88

Abstract

This study aims to identify the process of land services in serving the people in charge of land titles in Makassar, the proliferation of land without a certificate becomes a problem for society. This type of research is qualitative deskriftip which give an idea or an exact explanation objectively related to the actual state of the object that diteliti.Jenis data used consist of primary data, interviews and direct observation in the field and secondary data sourced from books, documents / notes / reports and legislation relating to issues diteliti.Dari research result shows the implementation of the People for Land Certification Service (Larasita) in Makassar been transparent or open but less effective. This is caused because the indicator execution and settlement services in terms of time, where the completion of the certifiPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi proses pelayanan pertanahan dalam melayani masyarakat mengurusi sertifikat tanah di Makassar, menjamurnya tanah-tanah tanpa sertifikat menjadi permasalahan bagi masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriftip yaitu memberikan gambaran atau penjelasan yang tepat secara objektif terkait keadaan yang sebenarnya dari objek yang diteliti.Jenis data yang digunakan terdiri dari data primer yaitu wawancara dan observasi langsung dilapangan dan data sekunder yang bersumber dari buku-buku, dokumen/catatan/laporan dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan pelaksanaan Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) di Kota Makassar sudah Transparan atau terbuka namun kurang efektif. Hal ini diakibatkan karena indikator pelaksanaan dan penyelesaian pelayanan dari segi waktu, dimana penyelesaian sertifikasi dan pelaksanaan Larasita tidak sesuai dengan ketentuan yang telah dibuat sebelumnya.cation and implementation Larasita not in accordance with the provisions that have been made previously.
PERAN AKTOR DALAM PENYUSUNAN AGENDA KEBIJAKAN PEMEKARAN WILAYAH KECAMATAN DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Salaputa, Irman; Madani, Muhlis; Prianto, Andi Luhur
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 1 (2013): (April 2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.809 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v3i1.56

Abstract

This study aimed to describe the actor cent in the preparation of the regional growth policy agenda in Central Maluku Regency, as well as patterns of interaction or orientation of the actors are in a process of developing regional growth policy agenda in Central Maluku district. The research method used in this study is the writer-Qualitative Descriptive using two kinds of data, namely primary data and secondary data. The data were analyzed by descriptive qualitative analyze all the data collected through interviews writers. The results showed that the role of actors in the process of drafting the policy agenda of regional expansion in Central Maluku district is dominant to influence policy makers in determining the direction of a policy on the decision, of course, it happens through a pattern of interaction or orientation undertaken by actors or interest groups in the achievement of the desired goals. Policy makers in both the executive and legislative branches or groups who contribute to the process of policy formulation in anything, in order to put forward the public interest rather than the interests of individuals and groups so that what the government agenda which has been included in the concept of the Law No. 32 Year 2004 can be achieved. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peren aktor dalam penyusunan agenda kebijakan pemekaran wilayah Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah, serta pola hubungan interaksi atau orientasi dari para aktor tersebut dalam suatu proses penyusunan agenda kebijakan pemekaran wilayah Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah Deskriptif-Kualitatif dengan menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data tersebut dianalisis secara deskriptif kualitatif yaitu menganalisis semua data yang berhasil dikumpulkan penulis melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran actor dalam suatu proses penyusunan agenda kebijakan pemekaran wilayah Kecamatan di Kabupaten Maluku Tengah sangat dominan untuk mempengaruhi para pembuat kebijakan dalam menentukan arah suatu kebijakan itu di putuskan, tentunya hal itu terjadi melalui suatu pola hubungan interaksi atau orientasi yang di lakukan oleh para aktor atau kelompok-kelompok kepentingan dalam pencapaian suatu tujuan yang di inginkan. Para pembuat kebijakan baik eksekutif maupun legislatif ataupun kelompok-kelompokyang turut serta dalam proses perumusan kebijakan dalam hal apa saja, agar lebih mengedepankankepentingan publik dari pada kepentingan individu maupun kelompok sehingga apa yang menjadi agenda pemerintah yang telah termuat dalam konsep UU Nomor 32 Tahun 2004 dapat dicapai.
MODEL JOINT OPERATION DALAM PRIVATISASI PENGELOLAAN PTPN XIV PABRIK KAPAS JENEPONTO Yusman, Fadliah; Madani, Muhlis; Handam, Handam
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 4, No 1 (2014): (April 2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.2 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v4i1.79

Abstract

This study aims to determine the model of privatization of the management of Joint Operations at PT. Perkebunan Nusantara XIV Cotto factory Jenponto. The data collection was done by using field research, library research and document data searches. The data were then analyzed qualitatively. The results showed that the model of Joint Operation in the privatization of the management of PT Perkebunan Nusantara XIV Cotton factory Jeneponto to cooperate PT Supin Raya. Factors that are supporting the success of privatization is close supervision and the amount of raw material supply. Factors affecting the failure is a problem in making the agreement, the rental price of production services, late payment of rental services, limited production facilities and infrastructure.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui privatisasi pengelolaan dengan model Joint Operation pada PT. Perkebunan Nusantara XIV Pabrik Kapas. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan teknik penelitian lapangan, penelitian kepustakaan dan penelusuran data dokumen. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Joint Operation dalam privatisasi pengelolaan PT Perkebunan Nusantara XIV Pabrik Kapas Jeneponto dengan bekerja sama PT Supin Raya. Faktor yang yang mendukung keberhasilan privatisasi yaitu pengawasan yang ketat dan jumlah pasokan bahan baku. Faktor yang mempengaruhi kegagalan yaitu masalah dalam pembuatan surat perjanjian, harga sewa jasa produksi, keterlambatan pembayaran sewa jasa, keterbatasan sarana dan prasarana produksi.
INTERAKSI AKTOR DALAM PERUMUSAN KEBIJAKAN PENGELOLAAN PERTAMBANGAN DI KABUPATEN KOLAKA UTARA Rijal, Fahrul; Madani, Muhlis; Fatmawati, Fatmawati
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 3, No 2 (2013): (October 2013)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.385 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v3i2.66

Abstract

This study aimed at knowing how the interaction of the actors in policy formulation. The method used was quantitative descriptive supported by qualitative data in the form of frequency tables. 20 people of population in the study would be also as the sample. Techniques of Data Collection in this research would be observation, questionnaires and developed the interviews for the respondent. The data were analyzed quantitative descriptively in which analyzing all the data collected by the authors, and then presented in the form of frequency tabulation completed by responds of the respondents obtained from informants, interviews, and questionnaires. The results showed how the interaction of actors in policy formulation mining management by the following indicators: 1. Patterns of cooperation (bargaining), The relationship between Parliament and Local Government established and done well and successfully, 2. Persuasive models (persuasion), a). An accurate negotiation precision, b). Many of them had been agreed of the approval for the local government and parliament in compromising problems occurred. The factors that influence were supporting factors and inhibiting factors. The supporting factors of the actors interaction and formulation of mining management policy in North Kolaka were: a). communication. b). Actors human resources. Factors inhibiting the interaction of actors in the formulation of management policies of mining management northern Kolaka. a). Commitment. b). Bureaucratic structure.   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana interaksi aktor dalam perumusan kebijakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dalam bentuk tabel frekuensi. Populasi dalam penelitian sekaligus merupakan sampel sebanyak 20 orang. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik berupa observasi, kuesioner serta dikembangkan dengan wawancara kepada responden. Data tersebut dianalisis secara Deskriptip kuantitatif yaitu menganalisis semua data yang berhasil dikumpulkan penulis, dan selanjutnya disajikan dalam bentuk tabulasi frekuensi dilengkapi dengan tanggapan responden yang diperoleh dari hasil Informan, wawancara, dan kuesioner. Dari hasil penelitian menunjukkan bagaimana interaksi aktor dalam perumusan kebijakan pengelolaan pertambangan dengan indikator: 1. Pola kerja sama (bar- gaining), Hubungan yang terjalin antara DPRD dan Pemerintah Daerah terjalin baik dan berhasil dilakukan, 2. Model persuasif (persuasion), a). ketepatan negosiasi tepat, b). persetujuan pemerintah daerah dan DPRD dalam mengkompromikan permasalahan yang terjadi banyak yang setuju. Faktor- faktor yang mempengaruhi seperti faktor pendukung dan faktor penghambat. Adapun faktor pendukung interaksi aktor dam perumusan kebijakan pengelolaan pertambangan di Kabupaten Kolaka Utara ialah: a). komunikasi. b). sumber daya pelaksana. Faktor penghambat interaksi aktor dalam perumusan kebijakan pengelolaan pertambangan di kabupaten kolaka utara. a). Komitmen. b). Struktur birokrasi.
PERILAKU PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN TAHUN 2014 DI KELURAHAN SAPAYA KECAMATAN BUNGAYA KABUPATEN GOWA Hasriani, Hasriani; Madani, Muhlis; Handam, Handam
Otoritas : Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 5, No 1 (2015): (April 2015)
Publisher : Program Studi Ilmu Pemerintahan, FISIP Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.262 KB) | DOI: 10.26618/ojip.v5i1.106

Abstract

Beginner voter behavior is a persons behavior in its choice are considered most suitable or most preferred. Based on this, researchers are encouraged to try to describe and explain the behavior of voters in the election of the president and vice president in 2014 in the village Sapaya Bungaya District of Gowa district. The purpose of this study to describe the behavior of voters in the Village Sapaya the Presidential election in 2014 and the determinant factors on the behavior of voters. The method used is a qualitative descriptive study using the basic snow ball. The informants are voters amounting to 8 people and village heads as well as the chairman sapaya 1 PPS 1. Beginner voter behavior data collected by means of in-depth interviews and documentation. There are three approaches used, namely the sociological approach, psychological approach, and the approach of rational choice and the determinant factor is political participation and political culture. The results showed the behavior of voters in the election of the president and vice president in 2014 in the village of Sapaya more to the psychological voter behavior because theyve been able to see and analyze the suitable candidate for the leader of their choice.  Perilaku pemilih pemula merupakan tingkah laku seseorang dalam menentukan pilihannya yang dianggap paling cocok atau paling disukai. Berdasarkan hal tersebut, peneliti terdorong untuk mencoba menggambarkan dan menjelaskan perilaku pemilih pemula dalam pemilihan presiden dan wakil presiden tahun 2014 di kelurahan Sapaya Kecamatan Bungaya kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan perilaku pemilih pemula di Kelurahan Sapaya pada pemilihan Presiden tahun 2014 dan faktor-faktor determinan pada perilaku pemilih pemula. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan dasar penelitian snow ball. Informan penelitian adalah pemilih pemula berjumlah 8 orang dan kepala kelurahan sapaya 1 orang serta ketua PPS 1 orang. Data perilaku pemilih pemula dikumpul dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Ada tiga pendekatan yang digunakan, yaitu pendekatan sosiologis, pendekatan psikologis, dan pendekatan pilihan rasional dan faktor yang determinan yaitu partisipasi politik dan budaya politik. Hasil penelitian menunjukkan perilaku pemilih pemula pada pemilihan Presiden dan wakil presiden tahun 2014 di Kelurahan Sapaya lebih mengarah pada perilaku pemilih yang psikologis karena mereka sudah bisa melihat dan menganalisa calon pemimpin yang cocok untuk mereka pilih.