Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : JURNAL SAINTIS

Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Saluran Drainase Jalan Arifin Ahmad Pada Ruas Antara Jalan Rambutan Dengan Jalan Paus Ujung Di Kota Pekanbaru Setyawan, Arie; Puri, Anas; Harmiyati, Harmiyati
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Perkembangan kota yang diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadi alih fungsi lahan menjadi areal pemukiman ataupun perkantoran. Adanya perubahan fungsi lahan dari areal hijau menjadi areal pemukiman atau perkantoran mengakibatkan terganggunya daya resap tanah sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah unutuk mengetahui kemampuan saluran drainase Jalan Arifin Ahmad dalam menampung debit aliran dengan pengaruh perubahan tataguna lahan dalam 10 tahun yang akan dating dan mengetahui penyebab dari tergenangnya air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepat nya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan frekuensi curah hujan menggunakan jenis uji distribusi Log-Pearson III. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode rasional. Debit rencana (Qr) berdasarkan jumlah debit hujan (Qh), debit air kotor (Qk) dan debit kiriman (QKiriman). Perubahan tata guna lahan mengacu kepada RTRW kota pekanbaru, kapasitas saluran drinase dihitung menggunakan persamaan manning, dan selanjutnya di analisa apakah saluran tersebut masih mampu menampung debit rencana 10 tahun mendatang dengan perubahan tata guna lahan yang ada. Dari hasil analisa debit rencana 10 tahun mendatang adalah 2,74 m3/detik dengan debit saluran (Qs) sebesar = 0,97 m3/detik untuk saluran tanah dan 2,34 m3/detik untuk saluran permanen, maka dapat disimpulkan bahwa saluran eksisting drainase Jalan Arifin Ahmad pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Puas Kota Pekanbaru tidak aman. Adapun dimensi saluran drainase rencana 10 tahun mendatang adalah lebar dasar saluran (B) = 3,5 m, tinggi permukaan air (h) = 1,75 m, tinggi jagaan air (w) = 0,25 m, dan tinggi saluran (H) = 2 m. Faktor-faktor penyebab terjadinya genangan air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepatnya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung adalah tidak mengalirnya air dari badan jalan ke saluran drainase akibat kurang berfungsinya tali air sebagai tempat mengalirnya air hujan dari badan jalan ke saluran drainase, banyaknya sampah dan lumpur yang menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Adapun faktor utama nya adalah debit rencana aliran lebih besar dari pada debit saluran eksisting, dimana debit rencana aliran (Qr) = 2,32 m3/detik, debit saluran tanah eksisitng (Qs) = 0,97 m3/detik, dan debit saluran permanen eksisting (Qs) = 2,34 m3/detik. [EN] The development of the city followed by the increasing number of residents in the city of Pekanbaru causing the conversion of land into residential areas or offices. The change of land function from green area to residential area or offices resulted in disturbance of soil absorption so that runoff becomes bigger.The purpose of this research is to know the ability of drainage channel Arifin Ahmad Road in accommodating flow discharge with the effect of land use change in 10 years that will come and know the cause of the water flooding on one of Arifin Ahmad Road segment right on the road between Jalan Rambutan with Jalan Pope Edge. In this research is calculated the frequency of rainfall using the type of Log-Pearson III distribution test. Rainfall intensity is calculated using rational methods. The plan debit (Qr) is based on the amount of rainfall (Qh), gross discharge (Qk) and debit of mail (QKiriman). Land use change refers to RTRW kotabaru, drainage channel capacity is calculated using the manning equation, and then analyzed whether the channel is still able to accommodate the discharge of the next 10 years plan with changes in existing land use.From the results of the next 10 years plan debit analysis is 2.74 m3 / second with the channel discharge (Qs) of 0.97 m3 / sec for the ground channel and 2.34 m3 / sec for the permanent channel, it can be concluded that the drainage existing channel Arifin Ahmad Road on the segment between Jalan Rambutan and Jalan Puas Pekanbaru is not safe. The dimensions of the drainage channel of the plan for the next 10 years are the bottom width of the channel (B) = 3.5 m, the water level (h) = 1.75 m, the water velocity (w) = 0.25 m, and the channel height (H ) = 2 m. The factors causing water puddle on one of Arifin Ahmad Road segment precisely on the road between Rambutan Street and Ujung Pope Road is not the flow of water from the road to the drainage channel due to the lack of functioning of the water line as a place of rain water flow from the road to the drainage channel , the amount of garbage and mud that causes blockage of water flow in the drainage channel. The main factor is the flow of the flow plan is greater than the existing channel discharge, where the flow of the flow plan (Qr) = 2.32 m3 / sec, the discharge of the exisiting ground channel (Qs) = 0.97 m3 / sec, and the permanent channel discharge Existing (Qs) = 2.34 m3 / sec.
Tinjauan Ulang Terhadap Pondasi Tiang Bor Pada Pembangunan Gedung Mahasiswa Universitas Islam Riau Dengan Metode Elemen Hingga 2D Aksisimetri Nanda P., Dicky; Puri, Anas; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Pembangunan gedung mahasiswa pada kawasan Universitas Islam Riau merupakan bangunan bertingkat 4 yang berfungsi sebagai tempat sekretariat organisasikemahasiswaan, kondisi tanah pada lokasi pembangunanGedung Mahasiswa pada Kawasan Universitas Islam Riaudidapat pada titik sondir 1 pada yaitu sebesar 50 kg/cm2 Sedangkan pada titik sondir 2 yaitu sebesar 100 kg/cm2. Penelitian ini merumuskan masalah apakah daya dukung tiang bor (bored pile) pada bangunan gedung mahasiswa Kawasan Universitas Islam Riau aman terhadap beban aksial, beban lateral dan momen dengan memperhitungkan beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa, serta Berapa besar penurunan dan defleksi horizontal yang terjadi dengan menggunakan bantuan software ETABS v.9, menghitung kuat dukung, penurunan dan defleksi horizontal dengan metode elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D. Pembangunan gedung mahasiswa dikawasan Universitas Islam Riau Pekanbaru yang berlokasi dijalan Kaharuddin Nasution No.113 Marpoyan Damai-Pekanbaru Riau. Parameter tanah menggunakan data uji sondir dengan  kedalaman pondasi 12 m dan diameter 30 cm, Metode yang digunakan pada penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian dalam perhitungan daya dukung pondasi bored pile dan perpindahan yang terjadi dengan metode elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa kapasitas daya dukung aksial pada titik sondir 1 yaitu sebesar 323,072 kN dan kapasitas daya dukung aksial pada titik sondir 2 yaitu sebesar 432,823 kN sedangkan untuk daya dukung lateral pada titik sondir 1 didapat yaitu sebesar 125,016 kN, pada titik sondir 2 yaitu sebesar  190,703 kN dan penurunan pada titik sondir 1 yaitu 40,04 mm dan pada titik sondir 2 yaitu 25,69 mm sedangkan untuk defleksi horizontal pada titik sondir 1 yaitu 10,91 mm dan pada titik sondir 2 yaitu 6,81 mm. Jadi defleksi horizontal yang terjadi pada titik sondir 1 dan 2 belum memenuhi syarat yang di ijinkan. [EN] 
The Friction Coefficient of Cohesive Soils and Geotextile: An Approach Based On the Direct Shear Test Data Puri, Anas
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.725 KB)

Abstract

The soil reinforcement designing by using geotextile requires the friction coefficient of soil-geotextile interface, both granular and cohesive soils. For cohesive soils, this coefficient was usually defined by [ā…” tan f]. Is this approach efficient enough or conservative? This paper presents an approach to determine the friction coefficient of soil-geotextile interface based on the empirical data from some researchers. It was used direct shear test data on cohesive soil-geotextile interfaces. Result show that the friction coefficient of soil-geotextile interface higher than the value of tan f. It was also proved by the interface friction angle d tend to higher than the soil internal friction angle f. Hence, the approach by [ā…” tan f] would be yield excessive safety design, which the safety factor would be added for soils and geotextiles. The new approach in determining the interface friction coefficient was conducted by using direct relationship between interface friction coefficient and soil internal friction angle.
Perhitungan Lendutan Perkerasan Jalan Sistem Cakar Ayam Modifikasi dengan Variasi Faktor Aman Pada Tambahan Modulus Reaksi Subgrade Agustin, Dinda Rosita; Puri, Anas; Ardiansyah, Rony
JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.947 KB)

Abstract

Sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) merupakan sistem perkerasan yang digunakan pada tanah lunak yang dapat meratakan lendutan yang terjadi, karena pelat-cakaryang kaku. Sistem CAM ini merupakan pengembangan dari sistem Cakar Ayam (CA) yang telah diusulkan oleh Prof. Sediyatmo. Beberapa cara analisa lendutan CAM telah banyak dikembangkan. Pada makalah ini akan diterapkan modulus reaksi subgrade ekivalen metode Puri, dkk (2012) untuk menghitung lendutan sistem CAM, dimana nilai faktor aman divariasikan. Input lendutan pada metode tersebut digunakan lendutan pengamatan.Lendutan pelat dihitung menggunakan metode BoEF (Beams on Elastic Foundation). Hasil hitungan lendutan kemudian divalidasi dengan lendutan pengamatan.  Hasil analisis menunjukkan bahwa besaran faktor aman mempengaruhi nilai lendutan hitungan. Lendutan hitungan meningkat dengan peningkatan faktor aman. Faktor aman 1,0 sudah mencukupi untuk analisis oleh karena lendutan hitungan sangat mendekati pengamatan. Lendutan hitungan didasarkan pada tinjauan satu baris cakar, sedangkan lendutan pengamatan adalah untuk 3 baris cakar. Dengan demikian hasil hitungan pada zona aman. Metode hitungan menggunakan modulus reaksi subgrade ekivalen dapat digunakan untuk perencanaan perkerasan sistem CAM.
Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Saluran Drainase Jalan Arifin Ahmad Pada Ruas Antara Jalan Rambutan Dengan Jalan Paus Ujung Di Kota Pekanbaru Setyawan, Arie; Puri, Anas; Harmiyati, Harmiyati
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.939 KB)

Abstract

[ ID] Perkembangan kota yang diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadi alih fungsi lahan menjadi areal pemukiman ataupun perkantoran. Adanya perubahan fungsi lahan dari areal hijau menjadi areal pemukiman atau perkantoran mengakibatkan terganggunya daya resap tanah sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah unutuk mengetahui kemampuan saluran drainase Jalan Arifin Ahmad dalam menampung debit aliran dengan pengaruh perubahan tataguna lahan dalam 10 tahun yang akan dating dan mengetahui penyebab dari tergenangnya air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepat nya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan frekuensi curah hujan menggunakan jenis uji distribusi Log-Pearson III. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode rasional. Debit rencana (Qr) berdasarkan jumlah debit hujan (Qh), debit air kotor (Qk) dan debit kiriman (QKiriman). Perubahan tata guna lahan mengacu kepada RTRW kota pekanbaru, kapasitas saluran drinase dihitung menggunakan persamaan manning, dan selanjutnya di analisa apakah saluran tersebut masih mampu menampung debit rencana 10 tahun mendatang dengan perubahan tata guna lahan yang ada. Dari hasil analisa debit rencana 10 tahun mendatang adalah 2,74 m3/detik dengan debit saluran (Qs) sebesar = 0,97 m3/detik untuk saluran tanah dan 2,34 m3/detik untuk saluran permanen, maka dapat disimpulkan bahwa saluran eksisting drainase Jalan Arifin Ahmad pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Puas Kota Pekanbaru tidak aman. Adapun dimensi saluran drainase rencana 10 tahun mendatang adalah lebar dasar saluran (B) = 3,5 m, tinggi permukaan air (h) = 1,75 m, tinggi jagaan air (w) = 0,25 m, dan tinggi saluran (H) = 2 m. Faktor-faktor penyebab terjadinya genangan air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepatnya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung adalah tidak mengalirnya air dari badan jalan ke saluran drainase akibat kurang berfungsinya tali air sebagai tempat mengalirnya air hujan dari badan jalan ke saluran drainase, banyaknya sampah dan lumpur yang menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Adapun faktor utama nya adalah debit rencana aliran lebih besar dari pada debit saluran eksisting, dimana debit rencana aliran (Qr) = 2,32 m3/detik, debit saluran tanah eksisitng (Qs) = 0,97 m3/detik, dan debit saluran permanen eksisting (Qs) = 2,34 m3/detik. [EN] The development of the city followed by the increasing number of residents in the city of Pekanbaru causing the conversion of land into residential areas or offices. The change of land function from green area to residential area or offices resulted in disturbance of soil absorption so that runoff becomes bigger.The purpose of this research is to know the ability of drainage channel Arifin Ahmad Road in accommodating flow discharge with the effect of land use change in 10 years that will come and know the cause of the water flooding on one of Arifin Ahmad Road segment right on the road between Jalan Rambutan with Jalan Pope Edge. In this research is calculated the frequency of rainfall using the type of Log-Pearson III distribution test. Rainfall intensity is calculated using rational methods. The plan debit (Qr) is based on the amount of rainfall (Qh), gross discharge (Qk) and debit of mail (QKiriman). Land use change refers to RTRW kotabaru, drainage channel capacity is calculated using the manning equation, and then analyzed whether the channel is still able to accommodate the discharge of the next 10 years plan with changes in existing land use.From the results of the next 10 years plan debit analysis is 2.74 m3 / second with the channel discharge (Qs) of 0.97 m3 / sec for the ground channel and 2.34 m3 / sec for the permanent channel, it can be concluded that the drainage existing channel Arifin Ahmad Road on the segment between Jalan Rambutan and Jalan Puas Pekanbaru is not safe. The dimensions of the drainage channel of the plan for the next 10 years are the bottom width of the channel (B) = 3.5 m, the water level (h) = 1.75 m, the water velocity (w) = 0.25 m, and the channel height (H ) = 2 m. The factors causing water puddle on one of Arifin Ahmad Road segment precisely on the road between Rambutan Street and Ujung Pope Road is not the flow of water from the road to the drainage channel due to the lack of functioning of the water line as a place of rain water flow from the road to the drainage channel , the amount of garbage and mud that causes blockage of water flow in the drainage channel. The main factor is the flow of the flow plan is greater than the existing channel discharge, where the flow of the flow plan (Qr) = 2.32 m3 / sec, the discharge of the exisiting ground channel (Qs) = 0.97 m3 / sec, and the permanent channel discharge Existing (Qs) = 2.34 m3 / sec.
Pengaruh Dimensi Tiang Mini Dan Faktor Aman Terhadap Lendutan Pelat Terpaku Tiang Tunggal Oktavia, Ferly; Puri, Anas; Mildawati, Roza
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.909 KB)

Abstract

[ID] Perkerasan Sistem Pelat Terpaku merupakan pengembangan Sistem Cakar Ayam yang berfungsi sebagai salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan konstruksi jalan pada tanah lunak. Selain itu, kenaikankapasitas dukung tanah dasar akibat pengaruh dukungan tiang-tiang pada pelat akan mengurangi kebutuhan tebalperkerasan beton dan memperkaku sistem perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruhdiameter tiang masif dan faktor aman terhadap lendutan pelat terpaku tiang tunggal. Dimensi struktur pelatterpaku dan data material mengacu pada Puri (2017). Sistem ini dibebani dengan pembebanan tekan sentris.Perhitungan lendutan dan gaya dalam pelat menggunakan metode BoEF, berdasarkan tambahan modulus reaksitanah dasar ekivalen yang dibandingkan dengan lendutan hasil pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwabesaran faktor aman mempengaruhi nilai lendutan hitungan. Lendutan hitungan meningkat dengan peningkatanfaktor aman. Penggunaan faktor aman 1,0 memiliki pola lendutan mendekati lendutan pengamatan untuk tiangbulat. Analisis perhitungan lendutan dengan ukuran mini pile  yang semakin besar menghasilkan lendutan pelatyang semakin kecil. Variasi SF tidak berpengaruh signifikan terhadap momen pelat. [EN] The Nailed-Slab Pavement System is the development from the pavement of the Cakar Ayam System which as analternative solution to solve the problem of road construction in soft soil. In addition, the increase in bearingcapacity of the subgrade due to the influence of the poles support on the plate will reduce the need for thickconcrete pavement and strengthen the pavement system. This study aims to learn the effect of massive polediameter and safe factors on the deflection of single-pile Nailed Slab. The dimensions of the Nailed-slab structure and material refer to Puri (2017). This system is burdened with press centric loading. Calculation of deflection and force in plates uses the BoEF method, based on the additional modulus of the subgrade equivalentreaction which is compared to the deflection observed. The results of the analysis show that the magnitude of thesafe factor affects the value of the deflection calcutation. This deflection  increases with an increase in safefactors. The use of the safe factor 1.0 has a deflection pattern that is closer to the observation deflection for theround pile. Analysis of the deflection calculation with the size of the mini pile which gets bigger results in asmaller slab deflection. SF variations have no significant effect on the plate moment.  
Kajian Perbandingan Penggunaan Berbagai Merek Semen Dengan Dan Tanpa Perawatan Terhadap Kuat Tekan Dan Kuat Lentur Beton Pada Perkerasan Kaku Wiyono, Sugeng; Zulhendri, Zulhendri; Alfajrizal, Mohd.; Puri, Anas
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.215 KB)

Abstract

[ID] Semen merupakan suatu bahan pembentuk beton yang berperan sangat penting untuk mencapai mutu yangdirencanakan. Selain pemilihan jenis merek semen, salah satu cara untuk mendapatkan kualitas beton yang baikyaitu dengan cara melakukan perawatan. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kualitas tigamerek semen terhadap kuat tekan dan kuat lentur beton disamping itu juga bertujuan untuk mengetahui seberapabesar perbedaan kekuatan dari masing- masing merek semen terhadap beton yang dirawat dan tanpa dirawat.Pada penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang sesuai dengan SK SNI T-15-1990-03. Penelitianini menggunakan semen  Padang, semen Holcim, dan semen Bosowa, dengan menggunakan jenis perawatanperendaman pada sampel beton, pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan dan kuat lentur denganmutu rencana fc 30 MPa dengan umur 7, 14, 28, dan 56 hari, untuk masing-masing umur dibuat 3 benda ujidirawat dan 3 benda uji tidak dirawat. Dari hasil uji kuat tekan rata-rata semen padang memiliki kekuatan 32,65MPa, semen holcim 31,33 MPa dan semen bosowa  30,86 MPa. Sedangkan untuk pengujian kuat lentur semenpadang 4,35 MPa, semen holcim 4,23 MPa dan semen bosowa 4,18MPa, sementara beton yang tidak dirawatmemiliki nilai lebih rendah dari beton yang dirawat.. Dari hasil pengujian tersebut dapat dilihat bahwapemakaian merek semen perlu diperhatikan karakteristiknya serta perawatan mempunyai konstribusi yang cukupbesar dalam mendapatkan mutu beton hasil pelaksanaan. [EN] The cement concrete as product that consit of several element which is important for achieve the quality that beplaned. To choose same kriteria for getting the good quality of concrete, one of way are choosing the brand ofcement and doing curing. Therfore, the aim of this research is ro know about the strength of of each brand ofcement toword cured and uncuret concrete. This research used cement padang, cement holcim, cement bosowawith soaking treatments of concrete samples. The used of the tests are compresive and bending strength ofconcrete with using quality plan fcā€™ 30 MPa and age range 7, 14, 28 and 56 days. The cement padang is betterthan others cement and by getting the the highest value also found cement Padang has the sensitivity to thecuring. Cement Bosowa got high strength at the beginning of the age and for cement Holcim is relativity stablewith the age. From the researh, knowed that is important the selection of cement brand and curing to get thegood result consist of the quality by yhe first plan.
Pengaruh Dimensi Tiang Mini Dan Faktor Aman Terhadap Lendutan Pelat Terpaku Tiang Tunggal Oktavia, Ferly; Puri, Anas; Mildawati, Roza
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Perkerasan Sistem Pelat Terpaku merupakan pengembangan Sistem Cakar Ayam yang berfungsi sebagai salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan konstruksi jalan pada tanah lunak. Selain itu, kenaikan kapasitas dukung tanah dasar akibat pengaruh dukungan tiang-tiang pada pelat akan mengurangi kebutuhan tebal perkerasan beton dan memperkaku sistem perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh diameter tiang masif dan faktor aman terhadap lendutan pelat terpaku tiang tunggal. Dimensi struktur pelat terpaku dan data material mengacu pada Puri (2017). Sistem ini dibebani dengan pembebanan tekan sentris. Perhitungan lendutan dan gaya dalam pelat menggunakan metode BoEF, berdasarkan tambahan modulus reaksi tanah dasar ekivalen yang dibandingkan dengan lendutan hasil pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa besaran faktor aman mempengaruhi nilai lendutan hitungan. Lendutan hitungan meningkat dengan peningkatan faktor aman. Penggunaan faktor aman 1,0 memiliki pola lendutan mendekati lendutan pengamatan untuk tiang bulat. Analisis perhitungan lendutan dengan ukuran mini pile  yang semakin besar menghasilkan lendutan pelat yang semakin kecil. Variasi SF tidak berpengaruh signifikan terhadap momen pelat. [EN] The Nailed-Slab Pavement System is the development from the pavement of the Cakar Ayam System which as an alternative solution to solve the problem of road construction in soft soil. In addition, the increase in bearing capacity of the subgrade due to the influence of the poles support on the plate will reduce the need for thick concrete pavement and strengthen the pavement system. This study aims to learn the effect of massive pole diameter and safe factors on the deflection of single-pile Nailed Slab. The dimensions of the Nailed-slab structure and material refer to Puri (2017). This system is burdened with press centric loading. Calculation of deflection and force in plates uses the BoEF method, based on the additional modulus of the subgrade equivalent reaction which is compared to the deflection observed. The results of the analysis show that the magnitude of the safe factor affects the value of the deflection calcutation. This deflection  increases with an increase in safe factors. The use of the safe factor 1.0 has a deflection pattern that is closer to the observation deflection for the round pile. Analysis of the deflection calculation with the size of the mini pile which gets bigger results in a smaller slab deflection. SF variations have no significant effect on the plate moment.
Tinjauan Kapasitas Dukung Pondasi Bored Pile Menggunakan Formula Statis Dan Elemen Hingga 2D Pada Gedung E Fakultas Teknik Universitas Islam Riau Pratama, Ramanda; Puri, Anas; Dewi, Sri Hartati
JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Pondasi sebagai dasar bangunan harus mampu memikul seluruh beban bangunan dan beban lainnya, untuk diteruskan sampai kelapisan tanah atau batuan dibawahnya. Pemilihan jenis pondasi salah satunya disebabkan oleh jenis tanah dan jenis struktur atasnya, apakah termasuk konstruksi beban ringan atau beban berat, maka dari itu diperlukan stabilitas tanah itu sendiri agar mempunyai kapasitas dukung yang kuat. Tujuan dari penelitian ini menghitung kapasitas dukung aksial, kapasitas dukung lateral, penurunan, defleksi pondasi bored pile menggunakan metode statis dan elemen hingga 2D, menghitung tegangan geser efektif tanah dengan metode elemen hingga 2D yang kemudian membandingkan dengan beban bekerja dan syarat yang diizinkan. Dalam menganalisa beban bekerja pada bangunan dihitung menggunakan bantuan software Etabs v.9. Analisa kapasitas dukung pondasi bored pile tunggal menggunakan metode Aoki & Alancer, Schmertmaan & Nottingham, Begemaan, dan untuk menghitung kapasitas dukung pondasi bored pile (group) digunakan efisiensi kelompok tiang, sedangkan kapasitas lateral dan defleksi digunakan metode Broms dan penurunan pondasi bored pile tunggal menggunakan metode Dee Beer & Marten, untuk kelompok tiang menggunakan metode Vesic dan tegangan geser efektif tanah. Dan akan dilakukan analisa menggunakan elemen hingga 2D dengan bantuan software Plaxis 2D v.8.2. Dari hasil perhitungan dan persentase nilai terbesar kapasitas dukung (Qgall) pondasi bored pilegroup As I-39 dan As C-26 pada titik S-1 dengan metode Schmertmaan & Nottingham sebesar 128%, metode Begemaan sebesar 139% dan elemen hingga 2D sebesar 169% dan dinyatakan pondasi aman terhadap beban yang bekerja pada pile cap, sedangkan metode Aoki & Alancer sebesar 39%, dinyatakan tidak aman terhadap beban yang bekerja pada pile cap. Dan kapasitas beban lateralmetode Broms mampu memikul sebesar 167% dan elemen hingga 2D sebesar 105% dan dinyatakan aman terhadap beban horizontal yang bekerja. Sedang defleksi pondasi bored pile  metode Broms sebesar 2,39 mm, elemen hingga 2D sebesar 3,46 mm, dan penurunan pondasi tunggal dengan metode Dee Beer & Marten sebesar 9,78 mm, elemen hingga 2D sebesar 36,40 mm dan pondasi bored pile group metode Vesic sebesar 21,87 mm dan elemen hingga 2D sebesar 16,78 mm, dapat dinyatakan defleksi dan penurunan memenuhi syarat yang diizinkan, dan tegangan geser efektif tanah tunggal tanpa interface dan dengan interface tidak memenuhi syarat yang diizinkan. [EN] Foundation, as the building basic must be able to carry the whole building load and other loads to be forwarded to the soil or rock layers underneath. Selection of the foundation type one caused by the type of soil and the type of structure above, whether included construction of a light load or a heavy load, therefore it needed the stability of the land itself in order to have a strong bearing capacity. The purpose of this studies are to calculate the axial bearing capacity, lateral bearing capacity, decreasing, and bored pile foundation deflection using static and 2D finite element method, and calculate effective shear stress of soil with 2D finite element method, then compare with the workload and terms are allowed. In analyzing the workload on buildings, the calculation using ETABS software v.9. Analysis of bearing capacity of single bored pile foundation use Aoki & Alancer, Schmertmaan & Nottingham, Begemaan method, and to calculate the bearing capacity of bored pile foundation (group) used the pile groups efficiency, while lateral capacity and deflection used Broms method and reduction single bored pile foundation used Dee Beer & Marten method, for pile group using Vesic method and effective shear stress of soil. And will be analyzed using 2D finite element with Plaxis 2D software v.8.2. From the calculation and the percentage of the bearing capacity greatest value (Qgall), bored pile group foundation As I-39 and As C-26 at S-1 point with Schmertmaan & Nottingham method amounted to 128%, Begemaan method amounted to 139% and the 2D finite element amounted to 169 % and foundation declared safe to the load on the pile cap, whereas Aoki and Alancer method amounted to 39%, declared unsafe to load on the pile cap. And the lateral load capacity Broms method capable of assuming at 167% and the 2D finite element about 105% and declared safe to horizontal workload. Bored pile foundation deflection with Broms method amounted to 2.39 mm, 2D finite element amounted to 3.46 mm, and a decrease in single foundation with Dee Beer & Marten method amounted to 9.78 mm, 2D finite element amounted to 36.40 mm and bored pile group foundation Vesic method amounted to 21.87 mm and 2D finite element amounted to 16.78 mm, it can be stated that deflection and decrease are eligible permitted, and effective shear stress of single soil with and without interface are ineligible permitted.