Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Saluran Drainase Jalan Arifin Ahmad Pada Ruas Antara Jalan Rambutan Dengan Jalan Paus Ujung Di Kota Pekanbaru

JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Perkembangan kota yang diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadi alih fungsi lahan menjadi areal pemukiman ataupun perkantoran. Adanya perubahan fungsi lahan dari areal hijau menjadi areal pemukiman atau perkantoran mengakibatkan terganggunya daya resap tanah sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah unutuk mengetahui kemampuan saluran drainase Jalan Arifin Ahmad dalam menampung debit aliran dengan pengaruh perubahan tataguna lahan dalam 10 tahun yang akan dating dan mengetahui penyebab dari tergenangnya air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepat nya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan frekuensi curah hujan menggunakan jenis uji distribusi Log-Pearson III. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode rasional. Debit rencana (Qr) berdasarkan jumlah debit hujan (Qh), debit air kotor (Qk) dan debit kiriman (QKiriman). Perubahan tata guna lahan mengacu kepada RTRW kota pekanbaru, kapasitas saluran drinase dihitung menggunakan persamaan manning, dan selanjutnya di analisa apakah saluran tersebut masih mampu menampung debit rencana 10 tahun mendatang dengan perubahan tata guna lahan yang ada. Dari hasil analisa debit rencana 10 tahun mendatang adalah 2,74 m3/detik dengan debit saluran (Qs) sebesar = 0,97 m3/detik untuk saluran tanah dan 2,34 m3/detik untuk saluran permanen, maka dapat disimpulkan bahwa saluran eksisting drainase Jalan Arifin Ahmad pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Puas Kota Pekanbaru tidak aman. Adapun dimensi saluran drainase rencana 10 tahun mendatang adalah lebar dasar saluran (B) = 3,5 m, tinggi permukaan air (h) = 1,75 m, tinggi jagaan air (w) = 0,25 m, dan tinggi saluran (H) = 2 m. Faktor-faktor penyebab terjadinya genangan air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepatnya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung adalah tidak mengalirnya air dari badan jalan ke saluran drainase akibat kurang berfungsinya tali air sebagai tempat mengalirnya air hujan dari badan jalan ke saluran drainase, banyaknya sampah dan lumpur yang menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Adapun faktor utama nya adalah debit rencana aliran lebih besar dari pada debit saluran eksisting, dimana debit rencana aliran (Qr) = 2,32 m3/detik, debit saluran tanah eksisitng (Qs) = 0,97 m3/detik, dan debit saluran permanen eksisting (Qs) = 2,34 m3/detik. [EN] The development of the city followed by the increasing number of residents in the city of Pekanbaru causing the conversion of land into residential areas or offices. The change of land function from green area to residential area or offices resulted in disturbance of soil absorption so that runoff becomes bigger.The purpose of this research is to know the ability of drainage channel Arifin Ahmad Road in accommodating flow discharge with the effect of land use change in 10 years that will come and know the cause of the water flooding on one of Arifin Ahmad Road segment right on the road between Jalan Rambutan with Jalan Pope Edge. In this research is calculated the frequency of rainfall using the type of Log-Pearson III distribution test. Rainfall intensity is calculated using rational methods. The plan debit (Qr) is based on the amount of rainfall (Qh), gross discharge (Qk) and debit of mail (QKiriman). Land use change refers to RTRW kotabaru, drainage channel capacity is calculated using the manning equation, and then analyzed whether the channel is still able to accommodate the discharge of the next 10 years plan with changes in existing land use.From the results of the next 10 years plan debit analysis is 2.74 m3 / second with the channel discharge (Qs) of 0.97 m3 / sec for the ground channel and 2.34 m3 / sec for the permanent channel, it can be concluded that the drainage existing channel Arifin Ahmad Road on the segment between Jalan Rambutan and Jalan Puas Pekanbaru is not safe. The dimensions of the drainage channel of the plan for the next 10 years are the bottom width of the channel (B) = 3.5 m, the water level (h) = 1.75 m, the water velocity (w) = 0.25 m, and the channel height (H ) = 2 m. The factors causing water puddle on one of Arifin Ahmad Road segment precisely on the road between Rambutan Street and Ujung Pope Road is not the flow of water from the road to the drainage channel due to the lack of functioning of the water line as a place of rain water flow from the road to the drainage channel , the amount of garbage and mud that causes blockage of water flow in the drainage channel. The main factor is the flow of the flow plan is greater than the existing channel discharge, where the flow of the flow plan (Qr) = 2.32 m3 / sec, the discharge of the exisiting ground channel (Qs) = 0.97 m3 / sec, and the permanent channel discharge Existing (Qs) = 2.34 m3 / sec.

BEHAVIOR OF NAILED-SLAB SYSTEM ON SOFT CLAY DUE TO REPETITIVE LOADINGS BY CONDUCTING FULL SCALE TEST

Prosiding Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi The 17th FSTPT of International Symposium
Publisher : FSTPT Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.532 KB)

Abstract

The Nailed-slab System is not a soil improvement method, but rather as an alternative method to improve the performance of rigid pavement on soft soils. The installed piles under the slab were functioned as slab stiffeners. This research is aimed to learn the behavior of Nailed-slab System under repetitive loadings and its consideration for practical application. The full scale Nailed-slab System was conducted on soft clay which consisted of 6.00 m x 3.54 m slab area with 0.15 m in slab thickness, 15 short micro piles (0.20 m in diameter, 1.50 m in length, and 1.20 m in pile spacing) as slab stiffeners which installed under slab. Piles and slab were connected monolithically, then in due with vertical concrete wall barrier on the two ends of slab. The system was loaded by vertical repetitive loadings. Results show that the installed piles under the slab which embedded into the soils were functioned as slab stiffeners and were able to response similarly in 3D. This system has higher resistance due to vibration. Thereby, the Nailed-slab system is promising for practical application.

Peran Sains dan Teknologi dalam Membangun Peradaban Islam

Jurnal Kajian Peradaban Islam (Journal of Islamic Civilization Study) Vol 1 No 1 (2018): Telaah Kritis dan Komparatif Implementasi Sistem Demokrasi
Publisher : Penerbit Sinergi Mandiri Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.878 KB)

Abstract

Peradaban adalah suatu susunan masyarakat yang kompleks yang dicirikan oleh pembangunan perkotaan, stratifikasi sosial yang diterapkan oleh elit budaya, sistem komunikasi simbolik (misalnya, sistem penulisan), dan pemisahan yang dirasakan dari dan dominasi atas lingkungan alam.  Peradaban Islam adalah peradaban yang dibangun di atas dasar aqidah Islam, bertujuan sesuai maksud-maksud (maqashid) syariah, dan diwujudkan dengan mencontoh perbuatan (sunnah) Nabi Muhammad, para shahabatnya serta rambu-rambu halal dan haram.  Islam berada di puncak peradaban saat sistem Khilafah masih tegak, meski mengalami pasang surut.  Pada tulisan ini dibahas kondisi dunia sains dan teknologi terkini di Indonesia dan dunia, komparasinya dengan sistem Islam saat berada di puncak peradaban, dan tawaran solutif pengembangan sains dan teknologi saat ini.

Investigasi Numerik Perkerasan Jalan Sistem Pelat Terpaku terhadap Variasi Dimensi Struktur

BENTANG : Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil Vol 7 No 1 (2019): BENTANG Jurnal Teoritis dan Terapan Bidang Rekayasa Sipil
Publisher : Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.035 KB)

Abstract

Sebuah inovasi dalam teknik perkerasan kaku dikembangkan dengan menggunakan Sistem Perkerasan Pelat Terpaku. Dalam hal ini, perkerasan kaku diperkuat dengan tiang-tiang mikro yang pendek di bawah pelat perkerasan guna meningkatkan kinerja perkerasan di atas tanah dasar lunak. Makalah ini menyajikan diskusi hasil analisis numerik menggunakan metode elemen hingga 3D. Diameter dan panjang tiang serta tebal pelat divariasikan secara terpisah. Sifat-sifat bahan yang digunakan merujuk pada Puri, dkk. (2015b). Hasil analisis menunjukkan bahwa variasi dimensi elemen struktur mempengaruhi lendutan pelat. Lendutan cenderung berkurang dengan peningkatan diameter dan panjang tiang, serta tebal pelat. Hal ini disebabkan terjadi peningkatan kekakuan global dari sistem Pelat Terpaku.

Tinjauan Ulang Terhadap Pondasi Tiang Bor Pada Pembangunan Gedung Mahasiswa Universitas Islam Riau Dengan Metode Elemen Hingga 2D Aksisimetri

JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

[ID] Pembangunan gedung mahasiswa pada kawasan Universitas Islam Riau merupakan bangunan bertingkat 4 yang berfungsi sebagai tempat sekretariat organisasikemahasiswaan, kondisi tanah pada lokasi pembangunanGedung Mahasiswa pada Kawasan Universitas Islam Riaudidapat pada titik sondir 1 pada yaitu sebesar 50 kg/cm2 Sedangkan pada titik sondir 2 yaitu sebesar 100 kg/cm2. Penelitian ini merumuskan masalah apakah daya dukung tiang bor (bored pile) pada bangunan gedung mahasiswa Kawasan Universitas Islam Riau aman terhadap beban aksial, beban lateral dan momen dengan memperhitungkan beban mati, beban hidup, beban angin dan beban gempa, serta Berapa besar penurunan dan defleksi horizontal yang terjadi dengan menggunakan bantuan software ETABS v.9, menghitung kuat dukung, penurunan dan defleksi horizontal dengan metode elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D. Pembangunan gedung mahasiswa dikawasan Universitas Islam Riau Pekanbaru yang berlokasi dijalan Kaharuddin Nasution No.113 Marpoyan Damai-Pekanbaru Riau. Parameter tanah menggunakan data uji sondir dengan  kedalaman pondasi 12 m dan diameter 30 cm, Metode yang digunakan pada penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian dalam perhitungan daya dukung pondasi bored pile dan perpindahan yang terjadi dengan metode elemen hingga menggunakan PLAXIS 2D. Hasil perhitungan memperlihatkan bahwa kapasitas daya dukung aksial pada titik sondir 1 yaitu sebesar 323,072 kN dan kapasitas daya dukung aksial pada titik sondir 2 yaitu sebesar 432,823 kN sedangkan untuk daya dukung lateral pada titik sondir 1 didapat yaitu sebesar 125,016 kN, pada titik sondir 2 yaitu sebesar  190,703 kN dan penurunan pada titik sondir 1 yaitu 40,04 mm dan pada titik sondir 2 yaitu 25,69 mm sedangkan untuk defleksi horizontal pada titik sondir 1 yaitu 10,91 mm dan pada titik sondir 2 yaitu 6,81 mm. Jadi defleksi horizontal yang terjadi pada titik sondir 1 dan 2 belum memenuhi syarat yang di ijinkan. [EN] 

STUDI PARAMTERIK PERKERASAN JALAN BETON SISTEM PELAT TERPAKU PADA TANAH DASAR LUNAK

Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar) Vol 1 (2015): Annual Civil Engineering Seminar (ACES)
Publisher : Proceedings ACES (Annual Civil Engineering Seminar)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Theapplications of chiken foot foundation (sistem cakar ayam) are shown successfully on runway, taxi way, and apron of airport and gave services more than 30 years. This system is alsoshown the satisfy performance for high way construction. One of developing of this systemwas changing the concrete cylindrical foundation by galvanized cylindrical steel and it isnamed modified chiken foot foundation (CAM). Hardiyatmo (2008) proposed Nailed-slabSystem for more practical application by changing the cylindrical foundation by concrete pilefoundation. Based on model tests and analysis, the Nailed-slab is promising for application.This research is aimed to learn the behavior of Nailed-slab by conducting parametric study.This study was using the full scale test results of chiken foot foundation in Waru, East Java.Results show that the performance of Nailed-slab system (4 × 4 piles and 5 × 5 piles)withsimilar slab width with CAM was better than CAM performance. Slab deflections of Nailedslabtend to be lower than CAM. Similar behaviorswere for moment of slab. Additional of pilelength and decreasing the pile spacing can increase the performance which indicated bydecreasing the deflections.Keywords: chiken foot foundation, Nailed-slab system, soft soils, rigid pavement

The Friction Coefficient of Cohesive Soils and Geotextile: An Approach Based On the Direct Shear Test Data

JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.725 KB)

Abstract

The soil reinforcement designing by using geotextile requires the friction coefficient of soil-geotextile interface, both granular and cohesive soils. For cohesive soils, this coefficient was usually defined by [⅔ tan f]. Is this approach efficient enough or conservative? This paper presents an approach to determine the friction coefficient of soil-geotextile interface based on the empirical data from some researchers. It was used direct shear test data on cohesive soil-geotextile interfaces. Result show that the friction coefficient of soil-geotextile interface higher than the value of tan f. It was also proved by the interface friction angle d tend to higher than the soil internal friction angle f. Hence, the approach by [⅔ tan f] would be yield excessive safety design, which the safety factor would be added for soils and geotextiles. The new approach in determining the interface friction coefficient was conducted by using direct relationship between interface friction coefficient and soil internal friction angle.

Perhitungan Lendutan Perkerasan Jalan Sistem Cakar Ayam Modifikasi dengan Variasi Faktor Aman Pada Tambahan Modulus Reaksi Subgrade

JURNAL SAINTIS Vol 17 No 1 (2017)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.947 KB)

Abstract

Sistem Cakar Ayam Modifikasi (CAM) merupakan sistem perkerasan yang digunakan pada tanah lunak yang dapat meratakan lendutan yang terjadi, karena pelat-cakaryang kaku. Sistem CAM ini merupakan pengembangan dari sistem Cakar Ayam (CA) yang telah diusulkan oleh Prof. Sediyatmo. Beberapa cara analisa lendutan CAM telah banyak dikembangkan. Pada makalah ini akan diterapkan modulus reaksi subgrade ekivalen metode Puri, dkk (2012) untuk menghitung lendutan sistem CAM, dimana nilai faktor aman divariasikan. Input lendutan pada metode tersebut digunakan lendutan pengamatan.Lendutan pelat dihitung menggunakan metode BoEF (Beams on Elastic Foundation). Hasil hitungan lendutan kemudian divalidasi dengan lendutan pengamatan.  Hasil analisis menunjukkan bahwa besaran faktor aman mempengaruhi nilai lendutan hitungan. Lendutan hitungan meningkat dengan peningkatan faktor aman. Faktor aman 1,0 sudah mencukupi untuk analisis oleh karena lendutan hitungan sangat mendekati pengamatan. Lendutan hitungan didasarkan pada tinjauan satu baris cakar, sedangkan lendutan pengamatan adalah untuk 3 baris cakar. Dengan demikian hasil hitungan pada zona aman. Metode hitungan menggunakan modulus reaksi subgrade ekivalen dapat digunakan untuk perencanaan perkerasan sistem CAM.

Pengaruh Perubahan Tata Guna Lahan Terhadap Debit Saluran Drainase Jalan Arifin Ahmad Pada Ruas Antara Jalan Rambutan Dengan Jalan Paus Ujung Di Kota Pekanbaru

JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.939 KB)

Abstract

[ ID] Perkembangan kota yang diikuti dengan meningkatnya jumlah penduduk di Kota Pekanbaru menyebabkan terjadi alih fungsi lahan menjadi areal pemukiman ataupun perkantoran. Adanya perubahan fungsi lahan dari areal hijau menjadi areal pemukiman atau perkantoran mengakibatkan terganggunya daya resap tanah sehingga aliran permukaan (run off) menjadi semakin besar. Tujuan dari penelitian ini adalah unutuk mengetahui kemampuan saluran drainase Jalan Arifin Ahmad dalam menampung debit aliran dengan pengaruh perubahan tataguna lahan dalam 10 tahun yang akan dating dan mengetahui penyebab dari tergenangnya air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepat nya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan frekuensi curah hujan menggunakan jenis uji distribusi Log-Pearson III. Intensitas curah hujan dihitung menggunakan metode rasional. Debit rencana (Qr) berdasarkan jumlah debit hujan (Qh), debit air kotor (Qk) dan debit kiriman (QKiriman). Perubahan tata guna lahan mengacu kepada RTRW kota pekanbaru, kapasitas saluran drinase dihitung menggunakan persamaan manning, dan selanjutnya di analisa apakah saluran tersebut masih mampu menampung debit rencana 10 tahun mendatang dengan perubahan tata guna lahan yang ada. Dari hasil analisa debit rencana 10 tahun mendatang adalah 2,74 m3/detik dengan debit saluran (Qs) sebesar = 0,97 m3/detik untuk saluran tanah dan 2,34 m3/detik untuk saluran permanen, maka dapat disimpulkan bahwa saluran eksisting drainase Jalan Arifin Ahmad pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Puas Kota Pekanbaru tidak aman. Adapun dimensi saluran drainase rencana 10 tahun mendatang adalah lebar dasar saluran (B) = 3,5 m, tinggi permukaan air (h) = 1,75 m, tinggi jagaan air (w) = 0,25 m, dan tinggi saluran (H) = 2 m. Faktor-faktor penyebab terjadinya genangan air pada salah satu ruas Jalan Arifin Ahmad tepatnya pada ruas antara Jalan Rambutan dengan Jalan Paus Ujung adalah tidak mengalirnya air dari badan jalan ke saluran drainase akibat kurang berfungsinya tali air sebagai tempat mengalirnya air hujan dari badan jalan ke saluran drainase, banyaknya sampah dan lumpur yang menyebabkan penyumbatan aliran air pada saluran drainase. Adapun faktor utama nya adalah debit rencana aliran lebih besar dari pada debit saluran eksisting, dimana debit rencana aliran (Qr) = 2,32 m3/detik, debit saluran tanah eksisitng (Qs) = 0,97 m3/detik, dan debit saluran permanen eksisting (Qs) = 2,34 m3/detik. [EN] The development of the city followed by the increasing number of residents in the city of Pekanbaru causing the conversion of land into residential areas or offices. The change of land function from green area to residential area or offices resulted in disturbance of soil absorption so that runoff becomes bigger.The purpose of this research is to know the ability of drainage channel Arifin Ahmad Road in accommodating flow discharge with the effect of land use change in 10 years that will come and know the cause of the water flooding on one of Arifin Ahmad Road segment right on the road between Jalan Rambutan with Jalan Pope Edge. In this research is calculated the frequency of rainfall using the type of Log-Pearson III distribution test. Rainfall intensity is calculated using rational methods. The plan debit (Qr) is based on the amount of rainfall (Qh), gross discharge (Qk) and debit of mail (QKiriman). Land use change refers to RTRW kotabaru, drainage channel capacity is calculated using the manning equation, and then analyzed whether the channel is still able to accommodate the discharge of the next 10 years plan with changes in existing land use.From the results of the next 10 years plan debit analysis is 2.74 m3 / second with the channel discharge (Qs) of 0.97 m3 / sec for the ground channel and 2.34 m3 / sec for the permanent channel, it can be concluded that the drainage existing channel Arifin Ahmad Road on the segment between Jalan Rambutan and Jalan Puas Pekanbaru is not safe. The dimensions of the drainage channel of the plan for the next 10 years are the bottom width of the channel (B) = 3.5 m, the water level (h) = 1.75 m, the water velocity (w) = 0.25 m, and the channel height (H ) = 2 m. The factors causing water puddle on one of Arifin Ahmad Road segment precisely on the road between Rambutan Street and Ujung Pope Road is not the flow of water from the road to the drainage channel due to the lack of functioning of the water line as a place of rain water flow from the road to the drainage channel , the amount of garbage and mud that causes blockage of water flow in the drainage channel. The main factor is the flow of the flow plan is greater than the existing channel discharge, where the flow of the flow plan (Qr) = 2.32 m3 / sec, the discharge of the exisiting ground channel (Qs) = 0.97 m3 / sec, and the permanent channel discharge Existing (Qs) = 2.34 m3 / sec.

Pengaruh Dimensi Tiang Mini Dan Faktor Aman Terhadap Lendutan Pelat Terpaku Tiang Tunggal

JURNAL SAINTIS Vol 18 No 2 (2018)
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.909 KB)

Abstract

[ID] Perkerasan Sistem Pelat Terpaku merupakan pengembangan Sistem Cakar Ayam yang berfungsi sebagai salah satu alternatif solusi untuk mengatasi permasalahan konstruksi jalan pada tanah lunak. Selain itu, kenaikankapasitas dukung tanah dasar akibat pengaruh dukungan tiang-tiang pada pelat akan mengurangi kebutuhan tebalperkerasan beton dan memperkaku sistem perkerasan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruhdiameter tiang masif dan faktor aman terhadap lendutan pelat terpaku tiang tunggal. Dimensi struktur pelatterpaku dan data material mengacu pada Puri (2017). Sistem ini dibebani dengan pembebanan tekan sentris.Perhitungan lendutan dan gaya dalam pelat menggunakan metode BoEF, berdasarkan tambahan modulus reaksitanah dasar ekivalen yang dibandingkan dengan lendutan hasil pengamatan. Hasil analisis menunjukkan bahwabesaran faktor aman mempengaruhi nilai lendutan hitungan. Lendutan hitungan meningkat dengan peningkatanfaktor aman. Penggunaan faktor aman 1,0 memiliki pola lendutan mendekati lendutan pengamatan untuk tiangbulat. Analisis perhitungan lendutan dengan ukuran mini pile  yang semakin besar menghasilkan lendutan pelatyang semakin kecil. Variasi SF tidak berpengaruh signifikan terhadap momen pelat. [EN] The Nailed-Slab Pavement System is the development from the pavement of the Cakar Ayam System which as analternative solution to solve the problem of road construction in soft soil. In addition, the increase in bearingcapacity of the subgrade due to the influence of the poles support on the plate will reduce the need for thickconcrete pavement and strengthen the pavement system. This study aims to learn the effect of massive polediameter and safe factors on the deflection of single-pile Nailed Slab. The dimensions of the Nailed-slab structure and material refer to Puri (2017). This system is burdened with press centric loading. Calculation of deflection and force in plates uses the BoEF method, based on the additional modulus of the subgrade equivalentreaction which is compared to the deflection observed. The results of the analysis show that the magnitude of thesafe factor affects the value of the deflection calcutation. This deflection  increases with an increase in safefactors. The use of the safe factor 1.0 has a deflection pattern that is closer to the observation deflection for theround pile. Analysis of the deflection calculation with the size of the mini pile which gets bigger results in asmaller slab deflection. SF variations have no significant effect on the plate moment.