Olivia Dwi Parwita, Olivia Dwi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Kejiwaan Skizofrenia Menggunakan Metode Tsukamoto Parwita, Olivia Dwi; Sukamto, Anggi Srimurdianti; Nyoto, Rudy Dwi
Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (JUSTIN) Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.816 KB)

Abstract

Abstrak—Penyakit kejiwaan adalah suatu perubahan pada fungsi jiwa yang menyebabkan adanya gangguan dalam cara berpikir, kemauan, emosi, tindakan dan hubungan sosial, serta salah satu jenis gangguan kejiwaan yang cukup dikenal yaitu skizofrenia. Skizofrenia merupakan salah satu gangguan kejiwaan yang berat dimana penderita mengalami kesulitan dalam proses berpikir sehingga menimbulkan halusinasi, gangguan berpikir, gangguan bicara atau gangguan perilaku yang terlihat tidak biasa. Dalam pemeriksaan skizofrenia, ada dua tahap yaitu pemeriksaan gejala dan pemeriksaan status mental. Pemeriksaan gejala digunakan untuk menentukan apakah pasien menderita skizofrenia atau tidak, sedangkan pemeriksaan status mental digunakan untuk menentukan tipe skizofrenia yang diderita. Masih banyak kasus yang diperkirakan tidak terdeteksi akibat kurangnya informasi yang keliru atau kurangnya dukungan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sebuah sistem pakar yang dapat menggantikan peran seorang dokter dan memberikan pengetahuan-pengetahuan umum mengenai skizofrenia. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem pakar untuk mendiagnosis tipe penyakit kejiwaan skizofrenia menggunakan Metode Tsukamoto dan rekomendasi berupa solusi. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam sistem pakar adalah Metode Tsukamoto. Pada Metode Tsukamoto, output hasil inferensi dari tiap-tiap aturan diberikan secara tegas (crisp) berdasarkan α-predikat (fire strength) yang hasil akhirnya diperoleh dengan menggunakan rata-rata terbobot. Hasil dari sistem adalah pengguna dapat melakukan konsultasi melalui sistem setelah mendaftarkan data diri, kemudian dilanjutkan dengan memasukkan gejala-gejala dan status mental yang dialami. Sistem diuji dengan blackbox dan pengujian validitas sistem. Melalui blackbox dapat disimpulkan bahwa sistem dapat menangani data sesuai yang diharapkan melalui data-data yang dimasukkan. Sedangkan pengujian validitas sistem menghasilkan nilai akurasi 93,33% yang mana dapat disimpulkan bahwa sistem yang dibuat dinilai berhasil.