Articles

Found 14 Documents
Search

NERACA AIR DI MINTAKAT PERAKARAN PADA BERBAGAI SISTEM TANAM DI DESA PECATU, BADUNG, BALI SELATAN Sukerta, I Made; Udiyana, Bagus Putu; Raka, I Dewa Nyoman
Jurnal Agrimeta Vol 5, No 09 (2015): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The actual crop evapotranspiration can be calculated by using equation of soil moisture balance at the experimental plot under different cropping system. Field research was conducted during October 2010 up to June 2011 on drylands of Pecatu village, Badung. Cassava is planted simultaneously at the rainy season, groundnut is planted at the first dry season after harvest time of maize. The measurement of soil moisture content used the gravimetry method and by using tools of The Neutron Probe Type IH2 DIDCOT Wallingford, England. Total of soil moisture storage was calculated until the soil depth of 45 cm. Deep percolation was assumed as zero and surface run-off was estimated by using the method of SCS-USDA. Evapotranspiration of intercropping system was higher than monoculture system. Total of rainfall (P) on the cassava cropping (UK)  was 2,416.50 mm and run-off (R) was 507.96 mm, and the gradient of soil moisture storage (DS) was 821.20 mm, so cropping water requirement (ET) of cassava was 1,087.34 mm. Rainfall (P) and run-off (R) in the casava cropping on the UKJ and UKJKT were the same, but DS on UKJ treatment was 819.65 mm and on UKJKT treatment was 798.55. Rainfall in groundnut cropping on UKJKT treatment was 1,169.40 mm, run-off (R) was 250.52 mm, and DS was 439.14 mm, so crop water requirement of groundnut with UKJKT treatment was 479.74 mm. Tuber yield of cassava on UK treatment was 24.19 ton/ ha, on UKJ treatment was 23.94 ton/ ha, and on UKJKT treatment was 22.54 ton/ ha. Grain yield of maize on UKJ and UKJKT treatments were 5.44 ton/ ha. However grain yield of groundnut on UKJKT treatment was 0.17 ton/ ha. Results of this research suggest that intensity of dryland use can be improved by optimizing the soil moisture storages. 
Pendekatan Sistem IntegrasiTanaman-Ternak Untuk Optimasi Usaha Tani Lahan Kering di Dusun Darma Wiangun Desa Tianyar Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem Tamba, I Made; Widnyana, I Ketut; Raka, I Dewa Nyoman
Jurnal Bakti Saraswati (JBS) Vol 3, No 02 (2014): JBS
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan tahap kedua dari rencana penelitian yang dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun. Tujuan khusus penelitian ini, yaitu (1) menganalisis  tingkat adopsi petani terhadap sistem integrasi tanaman ternak, (2) menganalisis  keuntungan usahatani ternak sapi, (3) menganalisis penggunaan faktor produksi yang  optimal untuk maksimisasi keuntungan usahatani tumpangsari jagung dan kacang tanah. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan field experiment, laboratorium,  dan survey, dengan melibatkan partisipasi petani. Jumlah responden dalam penelitian  ini sebanyak 30 orang yang dipilih menggunakan metode quota sampling. Optimalisasi penggunaan faktor produksi tumpang sari jagung dengan kacang tanah dianalisis dengan pendekatan fungsi produksi tipe Cobb Douglas. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa sebagian besar petani memiliki tingkat adopsi dalam kategori sedang terhadap sistem integrasi tanaman ternak. Keuntungan usahatani ternak sapi  dengan menggunakan sistem integrasi tanaman ternak lebih tinggi dibandingkan dengan cara petani. Dalam upaya mendukung sistem integrasi tanaman ternak, petani hanya memiliki kesanggupan memelihara dua ekor sapi. Penggunaan faktor produksi benih jagung, kacang tanah dan luas lahan dalam usahatani tumpang sari jagung dan kacang tanah yang diintegrasikan dengan ternak sapi belum efisien sehingga ketiga faktor produksi tersebut perlu ditingkatkan penggunaannya. Luas tanah yang optimal untuk pengusahaan tumpang sari jagung dan kacang tanah adalah seluas 20 are, penggunaan benih Jagung yang optimal adalah sebanyak 7 kg dan penggunaan benih Kacang tanah sebanyak 8 kg (hasiloptimalisasi penggunaan faktor produksi).  Keywords : integrasi, tanaman, ternak, optimal, tumpangsari
DUKUNGAN MASYARAKAT DAN DAYA DUKUNG BIOFISIK TERHADAP KEBERHASILAN PELAKSANAAN REHABILITASI LAHAN DAN KONSERVASI TANAH DI DAERAH SEKITAR MATA AIR PADA LAHAN MARGINAL DI BALI TIMUR Budiasa, I Made; Wiswasta, I.G.N. Alit; Raka, I Dewa Nyoman
Jurnal Agrimeta Vol 1 No 01 (2011): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pemerintah telah menggalakkan upaya rehabilitasi lahan dan  konservasi tanah seperti penghijauan dan reboisasi. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertahankan kesuburan tanah, memulihkan lahan kritis, memperbaiki tata air dan membina perilaku masyarakat, sehingga sumberdaya alam hutan, tanah dan air dapat berdaya guna dan berhasil guna bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.  Akan tetapi fakta menunjukan luas lahan kritis ada kecendrungan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mem-peroleh Model Rehabilitasi Lahan dan Konservasi Tanah (RLKT) yang efektif dan efisien untuk menanggulangi lahan marginal/kritis di Bali Timur, (2) membuat bahan kampanye ke masyarakat berupa Leaflet dalam upaya menang-gulangi lahan kritis, (3) membuat bahan ajar yang terkait konservasi untuk kalangan mahasiswa.Penelitian ini adalah penelitian, field experiment, laboratorium dan survei,  sampel ditentukan secara purposive sampling di 30 desa yang memiliki kawasan lahan marginal/kritis di Bali Timur. Hasil Penelitian menemukan dukungan masyarakat  ditinjau dari aspek sosial ekonomi terhadap keberhasilan tindakan RLKT 56,00% kuat.  Daya dukung biofisik menemukan bahwa rerata curah hujan di wilayah Kubu mencapai 1.233 mm per tahun, di wi1ayah Abang curah hujan 1.481 mm per tahun, dan di wilayah Kintamani rerata curah hujan 1.796 mm per tahun. Kepekaan erosi tanah daerah penelitian berkisar agak tinggi sampai tinggi. Penggunaan lahan didominasi oleh penggunaan tegalan dan kebun campuran, dan di bagian/daerah berlereng curam didominasi oleh semak belukar, dan berdasarkan hasil matching/mencocokkan antara kualitas lahan dengan persyaratan tumhuh tanaman yang dievaluasi, kesesuaian lahan aktualnya ter-golong tidak sesuai sampai sesuai bersyarat, sedangkan secara potensial dari cukup sesuai, sesuai bersyarat sampai tidak sesuai.
PENGEMBANGAN DESA WISATA BAYUNG GEDE KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI, BALI Arnawa, I Ketut; Runa, I Wayan; Astuti, Putu Sri; Palgunadi, Panji; Raka, I Dewa Nyoman; Martini, Luh Kadek Budi
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 4, No 2 (2013): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Bayung Gede merupakan daerah pengembangan desa wisata, mempunyai tradisi yang unik kuburan ari-ari (seme ari-ari) dan potensi yang lainnya, seperti jeruk ,jagung putih local, dan Pisang Bali. Sampai saat ini Desa Wisata Bayung Gede belum banyak dikenal oleh masyarakat sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Bangli, hal ini dibuktikan dari kurangnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun manca negara ke desa tersebut. Tujuan dari implementasi IbW ini adalah untuk menggali potensi wisata yang menarik dan unik untuk disuguhkan kepada wisatawan, sehingga Desa Bayung Gede, lebih banyak dikenal oleh masyarakat sebagai daerah tujuan wisata, dengan demikian di masa mendatang kunjungan wisatawan akan semakin banyak. Metode yang digunakan dengan teknik survey, work shop melibatkan tokoh-tokoh masyarakat dan Dinas Pariwisata Bangli. Karya utama dari kegiatan ini adalah paket informasi wisata berupa buku saku, penataan kawasan wisata Desa Bayung Gede. Dampak dari implementasi IbW ini adalah wisatawan dan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan jelas tentang destinasi wisata Desa Bayung Gede. Kawasan Desa Bayung Gede nampak asri dan tertata rapi, sehingga memberi kesan menarik kepada wisatawan untuk datang kembali berkunjung ke desa tersebut.
IMPLEMENTASI TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI SECARA TERPADU MELALUI ELABORASI KONSEP PERAMPIAN PURA KEHEN BANGLI-BALI Surata, Sang Putu Kaler; Arnawa, I Ketut; Widnyana, I Ketut; Raka, I Dewa Nyoman; Maduriana, I Made
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 1 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan ipteks bagi wilayah (IbW) tahap III di Kelurahan Cempaga dan Kubu Bangli adalah mengimplementasikan model Tri Dharma Perguruan Tinggisecara terintegrasi (community service and research-based learning). Teori jejaring kerja pura subak, konsep ekopedagogi, dan model pembelajaran lintas budaya menjadi sumber inspirasi dan elaborasi (penggalian, pendalaman, pengkajian, ekstrapolasi dan implementasi) kegiatan tersebut. Fokus utama adalah konsep perampian(jejaring kerja)Pura Kehen dengan 32 pura lain yang tersebar pada 4 Kelurahan dan 4 Desa di sekitar Kota Bangli. Kegiatan yang dilaksanakan Juni sampai Desember 2013 menggunakan metode pelatihan, pendampingan, pelibatan, dan sosialisasi. Luaran IbW berupa buku perampian Pura Kehen, sekaa teruna(karang taruna) yang terlatih menabuh gong semar pegulingan dan seni tarisakral Calonarang Tantri, kesatuan tafsir puja astawa (mantra pemujaan) di Pura Kehen, prasasti batu dengan aksara Bali di Pura Kehen, dan buku ajar untuk siswa yang mengintegrasikan antara hasil penelitian Partnership Engagement for Enhanced in Research (PEER-USAID), dan IbW. Model ini menunjukkan bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dilaksanakan secara terpadu dalam bentuk kegiatan yang kecil, lokal tetapi aksi nyata.
MENGENAL POTENSI KAWASAN AGROPOLITAN DESA CATUR KECAMATAN KINTAMANI KABUPATEN BANGLI, BALI Arnawa, I Ketut; Ruma, I Wayan; Astuti, Putu Sri; Palgunadi, Panji; Raka, I Dewa Nyoman; Martini, Luh Kadek Budi
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 5, No 1 (2014): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa catur adalah salah satu sentra perkebunan kopi arabika dan jeruk di Bali. Desa Catur juga dikenal sebagai pusat pengembangan sapi Bali. Banyak fasilitas sudah dikembangkan untuk mendukung Desa Catur sebagai kawasan agropolitan. Tujuan dari implementasi IbW ini, adalah untuk memperkenalkan kawasan agropolitan Catur, kepada masyarakat, terutama investor untuk melakukan investasi dalam upaya menjadikan Desa Catur sebagai kawasan agropolitan, dan mampu memanfaatkan potensi kawasan sebagai motor penggerak perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan, yaitu teknik survey, dokumentasi dan work shop. Karya utama dari kegiatan ini adalah; buku saku, brosur dan website, isinya tentang potensi kawasan agropolitan Desa Catur. Dampak dari implementasi IbW ini Dampak dari implementasi IbW ini adalah masyarakat dan investor dapat mengenal secara cepat dan akurat potensi kawasan agropolitan Desa Catur. Masyarakat di sekitar kawasan menjadi tertantang untuk mngembangkan potensi daerahnya. Sudah nampak beberapa pembeli/buyer asing datang lansung melakukan transaksi terutama untuk komoditas kopi arabika olah basah. Sedangkan untuk jeruk masih terbatas pada pembeli lokal dan antar pulau.
PRODUKTIVITAS USAHATANI PADA KAWASAN SIMANTRI DI KABUPATEN BANGLI Tariningsih, Dian; Raka, I Dewa Nyoman; Budiasa, I Made
Jurnal Agrimeta Vol 4, No 08 (2014): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to investigate the productivity of farming in the region Simantri.This study is a field experiment, the application of technology Simantri on rice farming in paddy fields and corn farming in dry land, the location of selected research Jehem Village, to determinethe productivity of farm receipts in calculating the value of the cost ratio (R / C). The results found Simantri applications can reduce the cost of the use of fertilizers, farm productivity of corn is higher than rice farming. Corn farm productivity 1.86, 1.43 while rice farming.
“NGAYAH”: PELIBATAN MAHASISWA CALON GURU DALAM IMPLEMENTASI IPTEKS BAGI WILAYAH BERBASIS PENDIDIKAN UNTUK PEMBANGUNGAN BERKELANJUTAN DAN PARIWISATA BUDAYA 1) Surata, Sang Putu Kaler; Arnawa, I Ketut; Widnyana, I Ketut; Raka, I Dewa Nyoman
Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS Vol 4 No 1 (2013): Ngayah
Publisher : Ngayah : Majalah Aplikasi IPTEKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ngayah sebagai kearifan tradisional memiliki makna pengabdian yang tulus dan bersifat spiritual. Pelibatan mahasiswa calon guru dalam kegiatan ngayah bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mereka melakukan tindakan kecil, lokal tetapi nyata berbasis pada pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan pariwisata budaya. Sebanyak 36 mahasiswa Universitas Mahasaraswati Denpasar telah dilibatkan dalam implentasi ipteks bagi wilayah (IbW) 3 Mei - 30 Juni 2012 di kawasan wisata Pura Kehen (PK) di Kelurahan Cempaga dan Desa Tradisional Penglipuran (DP) di Kelurahan Kubu Bangli. Karya utama adalah paket informasi yang terdiri atas buku saku bilingual, brosur dan kartu pos, pemberian identitas nama pelinggih dan cindera mata unik. Karya utama lain meliputi peningkatan kekayaan spesies dan pemberian nama ilmiah tanaman upakara dan tanaman langka lokal; paket pembelajaran pendidikan berkelanjutan berbasis pariwisata budaya untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah; dokumentasi digital berbagai pustaka yang terkait dengan PK dan DP termasuk foto dan video upacara Ngusaba Dangsil di PK yang berlangsung tiga tahun sekali. Di samping itu, juga dihasilkan 10 proposal program kreativitas mahasiswa, situsweb internet MapPack, presentasi dalam seminar nasional dan internasional. Kegiatan IbW memberikan inspirasi bagi keberhasilan dalam memperoleh dana dari Hibah PEER-USAID dan penyusunan proposal Hibah Kompetensi untuk Dikti Kemdikbud. Dengan begitu implementasi IbW dengan memakai pendekatan ngayah memberikan dampak saling mencari, dan saling memberi, baik bagi berbagai pemangku kepentingan, maupun bagi pengembangan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan pariwisata budaya
DUKUNGAN WANITA TERHADAP PELAKSANAAN REHABILITASI LAHAN DAN KONSERVASI TANAH (Kasus di Sub-Daerah Aliran Sungai Pupuan Kabupaten Tabanan) Raka, I Dewa Nyoman; Cipta, I Wayan
Jurnal Agrimeta Vol 2 No 03 (2012): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stress on natural resources was caused by population growth with all its activities. Finally, the condition often arises degraded land and turned into a critical area that threatens the welfare of society. Women as individuals closest to the affairs of the kitchen will feel the greatest impact. The population of women more than men is an important factor to consider its role as part guarding the successful implementation of land rehabilitation and soil conservation. In this regard, the purpose of this study was to determine (1) Support of women toward the implementation land rehabilitation and soil conservation in sub-watershed Pupuan, Tabanan, (2) The factors that affect womens support in the implementation of land rehabilitation and soil conservation in sub-watershed Pupuan, Tabanan, dan   (3) Constraints faced by women in supporting the implementation of land rehabilitation and soil conservation in sub-watershed Pupuan, Tabanan regency. This research was conducted as a case study. The population of this study are all women who have been married and worked as a farmer in the subdistrict of Pupuan, Tabanan regency. Sampling was done by purposive sampling, with a total of 150 women respondents who work as farmers. Data were analyzed using quantitative and qualitative analysis presented in the form of individual cases as a representative for every aspect of the problem. Based on these results, we conclude that (1) Support women to land rehabilitation and soil conservation are in the high category, (2) factors that have a real relationship with the support of women to land rehabilitation and soil conservation in the watershed Pupuan is a factor of womens educational level and land tenure status, while the factors that has no real connection with the support of women to land rehabilitation and soil conservation is a factor of female age and number of family members, and (3) Constraints faced by women in the implementation of land rehabilitation and soil conservation in the watershed Pupuan, namely field difficult, the implementation time in the morning, male domination, difficulties in obtaining plant seeds, and a weak mastery of technology. Based on the conclusions of this study, it is recommended that all women maintain and even increase its support to the implementation of land rehabilitation and soil conservation in the watershed Pupuan.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN MENGGUNAKAN CITRA SATELIT DAN SURVEY LAPANGAN UNTUK TANAMAN ASPARAGUS DI DESA PELAGA KABUPATEN BADUNG Wandana, Egi; Raka, I Dewa Nyoman; Udiyana, Bagus Putu
Jurnal Agrimeta Vol 6 No 12 (2016): Agrimeta
Publisher : Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan Citra satelit dan Survey lapangan untuk menentukan lokasi kesesuaian lahan untuk tanaman Asparagus.Terdapat dua tujuan utama dalam penelitian ini.Tujuan pertama adalah mengevaluasi kesesuaian lahan untuk tanaman Asparagus di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung.Tujuan kedua adalah Membuat peta kesesuaian lahan untuk tanaman Asparagus di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung.Penelitian dilakukan di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung dengan batas adaministrasi Desa sebagai batas daerah penelitiannya. Penentuan lokasi kesesuaian lahan untuk tanaman asparagus dilakukan dengan metode evaluasi lahan yang menggunakan citra satelit sebagai sumber data, didukung dengan kerja lapangan dan data sekunder.Analisis data dilakukan dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Lokasi pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling berdasarkan jumlah satuan lahan dengan mempertimbangkan aspek keterwakilan unit analisis dan keterjangkauan.Penetuan kesesuaian lahan dilakukan dengan teknik pengharkatan (scoring) masing-masing karakteristik lahan.Kesesuaian lahan mewakili kecocokan fisik lahan untuk suatu macam peruntukan dan penggunaan lahan mewakili ketersediaan lahannya. Hasil penelitian menunjukan bahwa citra Spot 6 dan citra SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) dapat digunakan untuk perolehan sebagian besar informasi karakteristik lahan yang digunakan untuk evaluasi kesesuaian lahan tanaman asparagus. Desa Pelaga memiliki sebagian besar lahan yang sangat sesuai (S1) untuk tanaman asparagus dengan luas 2506.80 Ha atau 78,21 % dari luas total Desa Pelaga, dan lahan yang cukup sesuai (S2) untuk tanaman asparagus dengan luas 698.23 Ha atau 21,79 % dari luas total Desa Pelaga.