Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPA DALAM MENGGUNAKAN PENILAIAN PROYEK PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI KELAS VII MTs N CIREBON II Hapwiyah, Helmi Apriliyatmi; Cahyani, Dewi; Azmi, Nurul
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.684 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.271

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dilapangan, kebanyakan guru masih kurang efektif dalam menilai siswa. Hal ini dikarenakan guru hanya menilai siswa pada aspek kognitifnya saja, sedangkan aspek afektif dan psikomotor tidak begitu diperhatikan. Sehingga penulis menganalisis upaya guru IPA dalam mengevaluasi siswa dengan menggunakan penilaian proyek untuk memenuhi kompetensi pedagogik guru. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan profil guru IPA yang baik dalam menggunakan penilaian proyek menurut tanggapan guru di MTs Negeri Cirebon II, (2) Mendeskripsikan analisis kompetensi pedagogik guru IPA dalam menerapkan penilaian proyek untuk mengevaluasi siswa pada konsep pencemaran lingkungan di MTsN Cirebon II, dan (3) Mendeskripsikan respon siswa dalam pelaksanaan penilaian dengan menggunakan penilaian proyek di MTsN Cirebon II. Penelitian ini mengambil lokasi di MTs Negeri Cirebon II dan dilaksanakan  pada bulan April sampai Mei tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah seorang guru IPA di MTs N Cirebon II yang dianggap memiliki kompetensi pedagogik dalam menggunakan penilaian proyek. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi.  Hasil penelitian analisis kompetensi pedagogik guru IPA dalam menggunakan penilaian proyek pada konsep pencemaran lingkungan di kelas VII MTs Negeri Cirebon II menunjukkan bahwa (1) Guru “X” layak dijadikan subjek penelitian karena beliau sering menggunakan penilaian proyek saat mengajar di kelas (2) Presentase rata-rata observasi kompetensi pedagogik guru IPA dalam menggunakan penilaian proyek pertemuan pertama rata-rata yang diperoleh dari beberapa aspek adalah 86,67%, pertemuan kedua mengalami peningkatan yaitu 88,89% dan pertemuan ketiga mengalami peningkatan kembali yaitu 90,00% (3) Presentase rata-rata angket respon siswa secara keseluruhan 81% dengan kriteria sangat kuat. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kompetensi pedagogik yang dimiliki oleh guru ‘X’ dalam menggunakan penilaian proyek sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara guru “X” sebagai narasumber, dan hasil observasi selama tiga pertemuan ini selalu terjadi peningkatan setiap pertemuannya. Kata Kunci : Kompetensi Pedagogik Guru, Penilaian Proyek
Struktur Komunitas Nekton di Danau Pondok Lapan Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat (Community Structure of Nekton in Pondok Lapan Lake’s Desa Naman Jahe Kecamatan Salapian Kabupaten Langkat North Sumatera) Azmi, Nurul; Djayus, Yunasfi; Muhtadi, Ahmad
AQUACOASTMARINE Vol 9, No 4 (2015): AQUACOASTMARINE
Publisher : Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.485 KB)

Abstract

Nekton is organism that can swim and move on their own accord with exampleamphibians and aquatic insect. This study aims to determine the structure of nektoncommunity and relation about physical and chemical conditions in the Lake Pondok Lapan .This study was carried out from January to March 2015. Data collection were nekton speciescomposition and abundance, as well as water quality data as a supporter. Nekton retrievalused fish nett and fishing rod. The results showed there were 5 of the Ordo, of which 4 ordobelongs to fish and 1 ordo of shrimp. Sepat rawa (Trichogaster trichopterus) was found to becaught at most in the amount of 141 and 56% relative abundance. Diversity nekton in PondokLapan lake including low at 1,95. General dominance index value approaching 0 is equal to0,23. It shows that almost no one species dominates. Value uniformity tends to 1. The figureshows the number of individuals of each type of deployment is the same. Pearson correlationanalysis results showed that temperature, depth, water transparancy, pH ,DO and COD has apositive correlation with the abundance of nekton while turbidity and COD have a negativecorrelation or do not have the relationship with the abundance of nekton.Keywords: Pondok Lapan Lake, Structure Comunity, Nekton.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI JERUK BESAR (CITRUS GRANDIS L. OSBECK) DI KABUPATEN ACEH BESAR Azmi, Nurul
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Vol 1, No 1 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Pembangunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to analyze the factors that influence the production of the Oranges in Aceh Besar district. The research method using double-log regression equation by the method of ordinary least squares (OLS) Regression. Data obtained from primary data through direct interviews with producers of the Oranges in Aceh Besar district. Based on the research that has been done, the researchers then took a conclusion that the capital, working hours and the number of trees and significant positive effect on the production of the Oranges. Recommendations for government to get quality human resources, the government is expected to fully support and enhance programs in agriculture and to improve public amenities which aims to hone the skills of human resources. Recommendations for further researcher, expected to continue and complete the data about factors that influence the production of the Big Orange to aims of reference for students majoring in Economic Development whom interested conduct additional research to generate more accurate data.Keywords : Production , Capital , Hours of  Work, Number of trees
MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC)) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN Azmi, Nurul
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.411 KB)

Abstract

ABSTRAK Kegiatan proses pembelajaran di sekolah yang hanya terpusatkan pada guru, mengakibatkan kurang efektif dan kurang mencapai sasaran pencapaian tujuan pembelajaran serta masih belum  tercapainnya hasil belajar siswa yang maksimal dan memenuhi standar  kkm 75. Untuk itu berbagai upaya harus dilakukan untuk mencapai kegiatan belajar yang efektif, terarah dan bermanfaat. Upaya praktis yang mungkin dapat dilakukan yakni penggunaan model pembelajaran Model pembelajaran yang merupakan salah satu komponen utama dalam menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, inovatif dan menyenangkan. Model pembelajaran yang menarik dan variatif akan berimplikasi pada minat maupun motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Model pembelajaran Inside Outside Circle memiliki struktur yang jelas, siswa juga dapat bekerja dengan sesama siswa dengan suasana gotong –royong dan mempunyai banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan keterampilan berkomunikasi.Model pembelajaran inside outside circle dalam pembelajaran mampu meningkatkan hasil belajar siswa dengan didukung sikap siswa yang setuju pada penggunaan model pembelajaran inside outside circle.Kata kunci : model pembelajaran, inside outside circle, hasil belajar.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ PADA KONSEP EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS X SMA NEGERI 1 JAMBLANG Dewi, Fatikah Rahma; Azmi, Nurul; Gloria, Ria Yulia
Scientiae Educatia Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.164 KB)

Abstract

Permasalahan dalam pembelajaran sekarang ialah rendahnya sikap moral anak-anak dikalangan remaja sekolah, seperti tawuran antar pelajar, membolos sekolah, dan kurangnya sikap sopan santun antar siswa dengan guru. Banyak masalah moral yang tengah menjadi perhatian sekolah tampaknya tidak ada masalah yang mengkhawatirkan daripada masalah kenakalan remaja yang berakibat rendahnya kemampuan hasil belajar siswa yang senantiasa sangat memprihatinkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk, (1) mengkaji aktivitas peserta didik pada proses pembelajaran biologi dengan menggunakan penerapan pembelajaran biologi berbasis IMTAQ pada konsep ekosistem (2) melihat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ (3) Melihat respon siswa setelah pembelajaran biologi berbasis IMTAQ pada konsep ekosistem. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni tahun ajaran 2014/2015 di SMA Negeri 1 Jamblang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X/2 yang berjumlah 351 siswa. Sampel diambil secara acak dimana X.1 yang berjumlah 39 siswa, sebagai kelas yang menerapkan pembelajaran biologi berbasis Imtaq dan kelas X.6 yang berjumlah 39 siswa sebagai kelas yang tidak menerapkan pembelajaran biologi berbasis Imtaq. Desain penelitian ini menggunakan pretest- posttest control group design. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa tes, observasi dan angket. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis uji prasyarat (uji normalitas dan homogenitas) serta uji beda hipotesis dengan software SPSS V.16. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Peningkatan aktivitas siswa setelah diterapkannya pembelajaran biologi berbasis imtaq dengan presentase aktivitas on task pada kelas eksperimen sebesar 79,60% dengan presentase off task sebesar 19,93%. (2) Peningkatan hasil belajar siswa terjadi pada kelas eksperimen hasilnya lebih tinggi daripada kelas kontrol hal ini dibuktikan dengan hasil rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,60 dan 0,45. (3) Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran biologi berbasis imtaq sangat baik dengan presentase 83,33 % dengan kriteria sangat kuat, artinya siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran biologi berbasis imtaq pada konsep ekosistem dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci : Pembelajaran Biologi Berbasis Imtaq, Hasil Belajar
DAMPAK MEDIA TELEVISI TERHADAP PRILAKU SOSIAL ANAK Azmi, Nurul
Scientiae Educatia Vol 1, No 2 (2012)
Publisher : IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kemajuan ilmu pengetahuan dibidang teknologi ialah televisi. Televisi memilki keunikan yang khas, ciri dan sifatnya yang khas itulah yang membedakan media televisi dnegan media massa yang lainnya. yaitu media cetak (surat kabar, majalah) dan media masa elektronika (film, radio). Sebagai produk teknologi modern, wajar bila media telecvisi sebagai media komunikasi masa, dalam waktu yang relatif singkat dapat merebut hati masyarakat dunia dan bahkan saat ini televisi sudah merupakan kebutuhan hidup bagi sebagian besar keluarga di dunia, seperti mereka memerlukan makan, pakaian, dan perumahan. Pesan yang disampaikan melalui pesawat  televisi juga dapat merasuk di tengah-tengah keluarga, kelompok masyarakat, anak-anak, pria maupun wanita sampai orang-orang perkotaan maupun di pedesaan.  Menonton televisi bukanlah hal yang jelek bagi anak-anak, asalkan pandai memilih acara yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya serta trampil dalam menerima apa yang ditangkap dari sajian layar kaca televisi tersebut. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan dunia yang begitu luas seakan menjadi satu dalam ruangan, ditambah dengan pesatnya arus informasi dan peranan media elektronika membuat semua kejadian dapat diketahui oleh masyarakat luas.  Kehadiran televisi sebagai media massa, di samping media massa lainnya seperti radio, Koran, majalah dan media tradisional lainnya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif dalam memperkaya dan menyebarluaskan informasi walaupun kita sadari bahwa televisi dengan program-program acara yang ditayangkan juga memiliki dampak negatif bagi khalayaknya. Kondisi seperti ini kemungkinan besar dapat mempengaruhi perubahan perilaku sosial anak yang dalam masa penuh dengan kelabilan jiwa. Oleh karena itu anak pada saat menonton tayanagan televisi perlu didampingi orang tua.  
DAMPAK MEDIA TELEVISI TERHADAP PRILAKU SOSIAL ANAK Azmi, Nurul
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.58 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.537

Abstract

Salah satu kemajuan ilmu pengetahuan dibidang teknologi ialah televisi. Televisi memilki keunikan yang khas, ciri dan sifatnya yang khas itulah yang membedakan media televisi dnegan media massa yang lainnya. yaitu media cetak (surat kabar, majalah) dan media masa elektronika (film, radio). Sebagai produk teknologi modern, wajar bila media telecvisi sebagai media komunikasi masa, dalam waktu yang relatif singkat dapat merebut hati masyarakat dunia dan bahkan saat ini televisi sudah merupakan kebutuhan hidup bagi sebagian besar keluarga di dunia, seperti mereka memerlukan makan, pakaian, dan perumahan. Pesan yang disampaikan melalui pesawat  televisi juga dapat merasuk di tengah-tengah keluarga, kelompok masyarakat, anak-anak, pria maupun wanita sampai orang-orang perkotaan maupun di pedesaan.  Menonton televisi bukanlah hal yang jelek bagi anak-anak, asalkan pandai memilih acara yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya serta trampil dalam menerima apa yang ditangkap dari sajian layar kaca televisi tersebut. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan dunia yang begitu luas seakan menjadi satu dalam ruangan, ditambah dengan pesatnya arus informasi dan peranan media elektronika membuat semua kejadian dapat diketahui oleh masyarakat luas.  Kehadiran televisi sebagai media massa, di samping media massa lainnya seperti radio, Koran, majalah dan media tradisional lainnya diharapkan dapat memberikan dampak yang positif dalam memperkaya dan menyebarluaskan informasi walaupun kita sadari bahwa televisi dengan program-program acara yang ditayangkan juga memiliki dampak negatif bagi khalayaknya. Kondisi seperti ini kemungkinan besar dapat mempengaruhi perubahan perilaku sosial anak yang dalam masa penuh dengan kelabilan jiwa. Oleh karena itu anak pada saat menonton tayanagan televisi perlu didampingi orang tua.Kata Kunci :Media Televisi, Prilaku Sosial Anak
PENERAPAN PENDEKATAN SETS (SCIENCE, ENVIRONMENT, TECHNOLOGY, SOCIETY) DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS IMTAQ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP PENCEMARAN LINGKUNGAN DI SMA NEGERI 8 KOTA CIREBON Komariah, Siti; Azmi, Nurul; Gloria, Ria Yulia
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 4, No 1 (2015)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.41 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i1.481

Abstract

Kegiatan pembelajaran bermuatan nilai, perlu dilakukan, demi tercapainya tujuan pendidikan nasional. Kurangnya kepedulian siswa terhadap lingkungan merupakan salah satu contoh belum berhasilnya suatu pendidikan. Hasil observasi yang penulis lakukan menunjukkan lebih dari 50% nilai ulangan siswa belum mencapai KKM. Hal yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan menerapkan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ, yang memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) aktivitas siswa saat penerapan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ; (2) perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran Biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dan tidak berbasis IMTAQ; (3) respon siswa terhadap penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan angket. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas X, berjumlah 329 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Simple Random Sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah pretest-posttest control group design. Data hasil tes dianalisis dengan uji Independent Samples Test (uji t). Hasil penelitian menunjukkan (1) aktivitas siswa saat penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ mengalami peningkatan dan tergolong baik, dengan rata-rata persentase keseluruhan sebesar 71,47%; (2) hasil uji statistik menunjukkan sig. 0,001 < 0,05, Ha diterima yaitu terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS (Science, Environment, Technology, Society) dan tidak berbasis IMTAQ pada konsep pencemaran lingkungan di kelas X SMA Negeri 8 Kota Cirebon; (3) rata-rata persentase angket secara keseluruhan 79,68% dengan kriteria kuat, artinya siswa memberikan respon yang baik terhadap penerapan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa  terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar antara siswa yang diajar dengan pendekatan SETS dalam pembelajaran biologi berbasis IMTAQ dengan siswa yang tidak diajar dengan pendekatan SETS dan tidak berbasis IMTAQ.Kata Kunci : Pendekatan SETS, Berbasis IMTAQ, Hasil Belajar
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS X DI SMA NEGERI 1 KRANGKENG Rakhmawati, Suci; Azmi, Nurul; muspiroh, novianti
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.247 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i2.973

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacu pada (Permendikbud) Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh guru Biologi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satu elemen perubahan yang penting dalam kurikulum 2013 adalah standar proses yang berisi standar minimal mengenai proses pembelajaran yang harus dilakukan. Sehubungan dengan masalah tersebut diatas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi apakah pembelajaran Biologi mengacu pada Standar Proses. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan kurikulum 2013 ditinjau dari standar proses dalam pembelajaran Biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) perencanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 1 Krangkeng serta (3) mengetahui respon siswa terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Krangkeng pada semester genap tahun ajaran 2015/2016. Penelitian ini menganalisis Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru Biologi kelas X serta pelaksanaan pembelajaran Biologi di kelas X-4 MIPA dan X-5 MIPA. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara umum RPP yang disusun guru telah memenuhi sebagian besar indikator dalam Permendikbud No.65 Tahun 2013 tentang standar proses. RPP yang disusun guru Biologi SMA Negeri 1 Krangkeng telah memenuhi ketercapaian dengan kriteria baik. (2) secara umum pelaksanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran Biologi kelas X di SMA Negeri 1 Krangkeng sudah terlaksana dengan baik. Pelaksanaannya sesuai dengan Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang standar proses. (3) siswa memberikan respon kuat terhadap proses pembelajaran Biologi yang diterapkan oleh guru Biologi di SMA Negeri 1 Krangkeng. Kata Kunci: Standar Proses, Pelaksanaan Pembelajaran Biologi, Kurikulum 2013
PENERAPAN BAHAN AJAR BIOLOGI BERBASIS KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI PERUBAHAN LINGKUNGAN DAN DAUR ULANG LIMBAH (STUDI EKSPERIMEN KELAS X MIPA DI SMAN 1 PLUMBON) Sofiatin, Shintawati; Azmi, Nurul; Roviati, Evi
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Tadris IPA Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.38 KB) | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.971

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi pentingnya mempersiapkan bahan ajar yang baik untuk menunjang keberhasilan dalam pembelajaran. Namun mayoritas proses pembelajaran hanya menggunakan bahan ajar berupa buku dan lembar kerja siswa tanpa dikembangkan menjadi bahan ajar yang inovatif. Selain itu juga pendidik hanya mengukur kemampuan siswa dari hasil belajar saja.Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui penerapan  bahan ajar biologi berbasis kontekstual meliputi aktivitas siswa, perbedaan hasil keterampilan berpikir kritis (KBK) siswa pada kelas yang menggunakan bahan ajar berbasis kontekstual dan kelas yang menggunakan buku teks, dan respon siswa terhadap bahan ajar kontekstual.Metode penelitian penelitian ini adalah metode eksperimen. Popolasi dalam penelitian yaitu siswa kelas X MIPA. Sampel yang digunakan yaitu kelas eksperimen X-MIPA 1 dengan jumlah 40 siswa dan kelas kontrol X-MIPA 2 dengan jumlah 40 siswa. Instrumen penelitian terdiri dari lembar observasi, tes dan angket. Desain penelitian menggunakan pretest-posttest control group design.Hasil penelitian ini menunjukan (1)  Aktivitas belajar siswa yang menggunakan bahan ajar modul biologi berbasis kontekstual lebih baik dibandingkan dengan menggunakan buku teks. (2) presentase rata-rata angket respon siswa secara keseluruhan sebesar 77,4 % dengan kriteria kuat. (3) keterampilan berpikir kritis (KBK) kelas eksperimen dan kelas kontrol keduanya menunjukan adanya peningkatan, dengan rata-rata nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,41 sedangkan rata-rata nilai N-Gain kelas kontrol sebesar 0,23. Hasi uji beda menunjukan bahwa nilai Sig 0.000 < 0.05 (Ho ditolak) artinya, terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir kritis yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan berpikir kritis siswa kelas eksperimen meningkat lebih signifikan dibandingkan kelas kontrol. Aktivitas siswa dan respon siswa dalam kategori baik terhadap penerapan bahan ajar biologi berbasis kontekstual.Kata Kunci : Bahan Ajar Biologi Berbasis Kontekstual, Keterampilan Berpikir Kritis (KBK).