Articles

Found 7 Documents
Search

ERROR ANALYSIS IN WRITING RECOUNT TEXT

JoLLIET Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : JoLLIET

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.461 KB)

Abstract

The study aims to identify the types of morphological, syntactic, discourseerror in writing recount text by the eighth grade students of SMPMuhammadiyah 4 Surakarta. In addition, it is to know the frequency of eachtype of errors, to know the dominant type of error and to know the sources ofthe errors.The type of research is qualitative research. The method ofcollecting data is elicitation method, which is divided into four steps: first steps arerequesting the learner to make recount text with the theme that has given; second step is reading the recount text made by students; third step isfinding and marking error in the recount text; and last step is dividing theerror into the types of error based on linguistic category and surface strategytaxonomy.Foranalyzing the data,the writer takes six steps, namely:identification of errors, classifying into error types, describing the frequencyof error, describing the dominant type of error, analysis of the sources oferror and describing the purposed remedial teaching. The result of researchshows that lexical errors is 22,2% including false friends, wrong spelling anduse of Indonesian word. Syntactical error is 64% which includes verb(omission of verb, misuses of verb in past tense, addition of to in verb ofpresent tense addition of verb), noun (omission of {-s} plural marker,addition of {-s}), BE (omission of be, misuses of be), phrase (misorderingnoun phrase)), article (addition of article), preposition (addition ofpreposition, omission of preposition), sentence construction(omission ofsubject, literal translation of Indonesian). Discourse error is7,7% whichinclude generic structure. The dominant type of error is wrong spelling andmisuses of verb in past tense.Key words: error analysis, linguistic category taxonomy, recount text,surface strategy

ANALISIS EFISIENSI BANK BUMD REGIONAL SUMATERA BERDASARKAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) STUDI KASUS: BANK ACEH, BANK NAGARI DAN BANK SUMUT

Ekonomi dan Keuangan Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Departemen Ekonomi Pembangunan USU

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.8 KB)

Abstract

Purpose of this study is to measure and to analyze the efficiency ratio of Bank Aceh, Bank Nagari, and Bank Sumut during 2011-2013. This study uses secondary data from financial statements that issued by each Bank and Bank Indonesia. Sampling technique in this research is purposive sampling with 3 regional enterprises from North Sumatera, Bank Aceh, Bank Nagari, and Bank Sumut. Measurement of efficiency in this study is using DEA method and intermediation approach. The input variables used in this study are deposits, assets, and labor costs, and output variables are total credit and income.The result of this study indicate that Bank Aceh and Bank Nagari has achieved an efficiency of 100% during 2011-2013. Bank Sumut efficiency is 100% in 2011 and 2013, in 2012 Bank Sumut efficiency achieuement 99.7%.Keywords: Efficiency, Bank Aceh, Bank Nagari, and Bank Sumut, Data Envelopment Analyze (DEA).

Starvasi Nitrogen dan Pengaruhnya Terhadap Biomassa dan Protein Total Nannochloropsis sp. (Nitrogen Starvation Effect on Biomass and Crude Protein of Nannochloropsis sp)

Maspari Journal Vol 6, No 2 (2014): Edisi Juli
Publisher : UNIVERSITAS SRIWIJAYA

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan nitrogen anorganik sebagai nutrien pada media kultur merupakan salahsatu metode untuk mempersingkat fase eksponensial pada kultur mikroalgae.Pengurangan nitrat anorganik pada media kultur Nannochloropsis sp hingga 50%dari konsentrasi normal pada media kultur Conwy ternyata mampu menurunkankepadatan rata-rata (sel/ml) hingga 15,16 % dan menurunkan pula kandungan proteintotal 13,93 %. Fenomena tersebut mengindikasikan bahwa pengurangan nitrogenanorganik pada media kultur berdampak negatif pada kepadatan (sel/ml) dankandungan protein total namun mampu mereduksi waktu kultur pada faseeksponensial mikroalgae Nannochloropsis sp.

Sistem Penatausahaan dan Pelaporan Bendahara Pengeluaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) pada Dinas Pertanian Kota Pekanbaru

SATIN - Sains dan Teknologi Informasi Vol 1, No 2 (2012): Sains dan Teknologi Informasi
Publisher : STMIK Amik Riau

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2695.32 KB)

Abstract

Sistem penatausahaan dan pelaporan bendahara pengeluaran satuan kerja perangkat daerah yang berjalan pada Dinas Pertanian Kota Pekanbaru selama ini telah mengunakan komputerisasi akan tetapi penatausahaan dan pelaporan tersebut tidak menggunakan program yang terstruktur hanya menggunakan fasilitas pengetikan pada program Microsoft Excel. Hal ini menyebabkan penatausahaan, pelaporan dan pengarsipan yang dilakukan oleh bendahara pengeluaran tidak efisien dan tidak efektif. Adapun tujuan yang diharapkan dalam pembuatan sistem ini adalah membuat sebuah perangkat lunak untuk Penatausahaan dan Pelaporan Bendahara Pengeluaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sehingga menghasilkan penatausahaan dan pembuatan laporan pertanggungjawabannya secara cepat, akurat dan efektif. Sistem yang dihasilkan ini juga akan memberikan kemudahan kepada bendahara pengeluaran dalam melaksanakan penatausahaan dan pelaporan dan aplikasi tersebut dapat menginformasikan tentang pertanggungjawaban bendahara pengeluaran. Dalam pembuatan skripsi diperlukan beberapa metode. Metode yang digunakan dalam skripsi ini meliputi metode wawancara (Interview), metode lapangan (Observasi) dan Penelitian Perpustakaan (Library Research). Sistem Penatausahan dan Pelaporan Bendahara Pengeluaran merupakan sistem yang diajukan untuk menangani kendala-kendala serta kelemahan-kelemahan yang muncul pada sistem yang lama yang masih bersifat manual dan mengatasi permasalahan yang muncul pada saat proses pengolahan data

Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Intelektual Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Materi Sistem Saraf Di SMA Asy-Syafi’iyah Medan

Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 12, No 1 (2017): Edisi Bulan Januari - Juni
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to determine the relationship of emotional intelligence and intellectual intelligence to results of student’s biology learning about the nervous system on grade XI-IPA of senior haigh school at As-Syafi’iyah Medan 2016//2017. The population in this research were grade XI of senior high school consisting of 32 students and become the total sample. To obtain data of emotional intelligence used questionnaire and data of intellectual intelligence obtained from the standdard test that is type CFIT scale 3B. The result of student’s biology learning about the nervous system were taken using cognitive test to the student’s. The result of research show that the emotional intelligence score include in the enough category (108-155), the inteltual intelligence score include in the enough category (80-109) and the student’s biology learning score include in moderate category. For the data requirements test it is known that the population of the three variables is normally distributed and has homogeneus variance. From the calculation of correlation coefficients obtained price rxy (0,539259) with a contribution of 50% wich means there is a significant relationship between emotional intelligence, intellctual intelligence and student’s biology learning about the nervous system on grade XI-IPA of senior high school at SMA As-Syafi’iyah Medan 2016/2017.

MERANTAU SEBAGAI BUDAYA (EKSPLORASI SISTEM SOSIAL MASYARAKAT PULAU BAWEAN)

CAKRAWALA Vol 10, No 2: Desember 2016
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2428.182 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendiskripsikan dan menganalisis faktor yang mendorong dan menarik masyarakat Bawean untuk merantau; dampak positif dan negatif merantau; serta sistem sosial budaya merantau yang ada pada masyarakat Bawean. Penelitian ini menggunakan beberapa teori, yaitu teori struktural fungsional, konsep kebudayaan dan konsep migrasi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi dan situs penelitian berada di Kecamantan Sangkapura dan Kecamatan Tambak Kabupaten Gresik. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data skunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif Cresswell. Hasil penelitian ini adalah terdapat dua faktor pendorong yaitu faktor lingkungan dan kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu terdapat faktor penarik yang terdiri dari tersedianya pekerjaan yang lebih memadai dan terdapatnya perkampungan Suku Bawean di tempat tujuan. Dampak positif dari kegiatan merantau ini adalah peningkatan ekonomi keluarga dan perpaduan budaya baru, sedangkan dampak negatifnya adalah masih belum terdatanya jumlah perantau, tumbuh kembang anak tidak terkontrol, keharmonisan keluarga yang menurun, dan perubahan gaya hidup. Sistem sosial yang dimiliki sehingga membuat budaya merantau tetap bertahan hingga saat ini adalah karena kemampuan beradaptasi dengan perubahan, kemudian ditunjang dengan tujuan yang kuat yakni membangun ekonomi keluarga. Selain itu, budaya merantau ini tetap bertahan karena sudah terintegrasinya sistem dan terbentuknya perkampungan Boyan di tempat perantauan. Rekomendasi yang dapat peneliti tawarkan yaitu pembuatan sistem yang terintegrasi terkait pencatatan dan pendataan masyarakat Bawean yang merantau serta pengembangan pembangunan pariwisata di Pulau Bawean dengan memperhatikan aspek lokal dan melibatkan peran serta masyarakat lokal.

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN DAN KADAR INTERLEUKIN-6 DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI STATUS GIZI LEBIH

Biomedika Vol 10, No 2 (2018): Biomedika Agustus 2018
Publisher : Universitas Muhamadiyah Surakarta

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.989 KB)

Abstract

ABSTRAKStatus gizi lebih dan anemia merupakan gangguan gizi yang sering muncul pada remaja putri. Remaja putri berisiko tinggi terjadi gangguan gizi tersebut karena cenderung mengalami peningkatan kebutuhan zat gizi, pembatasan pola konsumsi dan penyimpangan pola konsumsi. Asupan protein yang tinggi akan diubah menjadi lemak dan disimpan menjadi jaringan adiposa. Pada status gizi lebih, inflamasi kronik terjadi di jaringan lemak dan terjadi peningkatan sekresi sitokin proinflamasi, seperti interleukin 6 (IL-6). Kadar IL-6 yang tinggi meningkatkan kadar hepsidin, yang dapat menurunkan kadar besi (Fe) dalam sirkulasi. Penelitian ini  bertujuanmenganalisis hubungan antara asupan protein dan kadar IL-6 dengan kadar hemoglobin (Hb) pada remaja putri status gizi lebih.  Data asupan protein menggunakan metode food recall 24 jam dan SQ-FFQ (semi quantitativefood frequency questionare). Kadar IL-6 diukur dengan pemeriksaan ELISA. Kadar Hb diukur dengan metode cyanmethaemoglobin. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asupan protein dan kadar IL-6 tidak berhubungan dengan kadar Hb (p=0,132) dan (p= 0,607). Penelitian selanjutnya diharapkan untuk menganalisis hubungan status gizi lebih pada remaja putri dengan kejadian anemia, seperti kadar hepsidin, globin dan feritin. Kata kunci: Asupan Protein, Kadar IL-6, Kadar Hb, Remaja Putri, Status Gizi Lebih ABSTRACTOvernutritional status and anemia are nutritional disorders that often occur in female adolescents. Female  adolescents are at high risk of nutritional disorders because they tend to experience an enhanchement nutritional needs, restrictions on consumption patterns and eating disorder. High protein intake will be converted into fat and stored into adipose tissue. In overnutrition adolescents, chronic inflammation occurs in fat tissue and also increasing proinflamation sitokin secretion, such as interleukin 6 (IL-6). High levels of IL-6 increases hepsidin levels, and decreases iron (Fe) level in circulation. This study aims to analyze the corelation of protein intake and IL-6 level with haemoglobin level in overnutrition female adolescents. Data of protein intake is taken through 24 hours food recall and SQ-FFQ (semi quantitative-food frequency questionare). IL-6 levels were measured by ELISA while Hb level is obtained thorugh cyanmethaemoglobin method. The results of this study there is no corelation between protein intake and IL-6 level toward Hb level (p=0,132) and (p= 0,607). It is suggested for other researcher to analyze corelation between overnutrition state in female adolescents and anemia symptomps such as hepsidin, globin, and feritin level.Keywords: Protein Intake, IL-6 Levels, Hemoglobin Levels, Adolescent Girls, Overnutritional Status