Articles

Found 10 Documents
Search

KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MEIOFAUNA DI PERAIRAN SUNGAI TALLO, MAKASSAR Elviana, Sisca
AGRICOLA Vol 4 No 2 (2014): Volume 4, Nomor 2, September 2014
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Activity that produce waste around waters affects the physical condition of chemical and meiofauna waters is one of an organism that is affected .This research aims to analyze density and diversity meiofauna as well as to do with the quality of physics chemistry waters .This study was conducted in march-april 2014 , by taking sample in river waters tallo , south sulawesi province .Methods used is purposive random sampling .The results of observations with the help of microsoft office exel 2013 in river waters tallo found as many as 4 of taxa , with abundance of taxa most nematode on .Density meiofauna ranged between 0-14.55 ind / m3 while the diversity index ranges between 0-2.52 .The quality of waters that will support good life of the organism meiofauna so as to affect density and diversity meiofauna in waters.
INVENTARISASI GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN PANTAI PAYUMB, KABUPATEN MERAUKE Elviana, Sisca; Lantang, Bonny
AGRICOLA Vol 6 No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The mangrove forest is one of the estuarine ecosystem that is the habitat of a wide variety of animal benthic organisms, one of which is a Gastropod. Macrozoobenthos communities including Gastropods can be used also as an indicator of the recovery of the function of mangrove vegetation, namely by learning community structure Gastropods contained in various stages of mangrove vegetation. The purpose of this study is to inventory the types of Gastropods and community structure in Mangrove ecosystems in the Coastal Waters of Payumb, Merauke. This research was conducted at the coast Payumb, Merauke district in November-December 2015. Year method used is the transect method squares line. Results of research on Payumb waters found Gastropods as 6 Family, 9 Genus and 10 Species and Litorina scraba a Gastropod species with the highest number of individuals.
KORELASI SEBARAN GASTROPODA DAN BAHAN ORGANIK DASAR PADAEKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN PANTAI PAYUM, MERAUKE Merly, Sendy Lely; Elviana, Sisca
AGRICOLA Vol 7 No 1 (2017): Volume 7 Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coastal area of Payum as an areaof mangrove forest located at western of Merauke Regency. Known as area which produce a high amount of organic matters, whether comes from mangrove area itself, stream or even by sea currents. They’re so much living organism associated with mangrove, one of them is gastropods. Sample was collected using transect quadran methods. The quadran size 5 x 5 m and the gastropods were collected as well as the sediment and sea water to measure the organic matter content. At that time the environments parameters also collected such as temperature, salinity and pH. The research result were successful identified 13 species of gastropods, like Cassidula angulifera, Littoraria scabra, Terebralia sulcata, Cerithidea obtusa, Neripteron violaceum, Indothais rufotincta, Nassasius unicolor, Tanea lineata, Nerita balteata, Turritella terebra, Glossaulax bicolor, Mitra sp. and Telescopium telescopium. Furthermore, the sediment analisys showed strong correlation      (60 % ) with the existence of gastropoda, reverse with sea water analisys which is had weak correlation around 10% of correlation value. Evenness index was high and followed by low of dominance index. Diversity index were high in stasiun I and II. Moreover, the density and frequency relative of gastropod spesies in every stasiun was dominate by Littoraria scabra.
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN JENIS GASTROPODA SAAT MUSIM TIMUR DI EKOSISTEM MANGROVE, PANTAI KEMBAPI, MERAUKE Maturbongs, Modesta Ranny; Ruata, Novel Novie; Elviana, Sisca
AGRICOLA Vol 7 No 2 (2017): Volume 7, Nomor 2, September 2017
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the density, diversity and dominance types of gastropods in mangrove areas in Kembapi Beach also the associations with physical-chemical waters parameters. The sampling method using a fixed transect lines combined with 1x1 quadrant m². Analysis data using gastropod species density index, Shannon-Wiener diversity index, Margalef species richness index and Simpson dominance index. This research founds that the gastropods consist of two sub-classes, 4 orders, 5 families, 6 genera and 9 species. The highest percentage is Nerita albicilla (19%) and Terebralia palustris (17%). The highest species density obtained from Nerita albacilla 26.6 ind / m2 and the lowest of Nerita lineata of 1.4 ind / m2. Gastropod species diversity index of 2.03. Species richness index value of 0,967. Gastropod species dominance value of 0.14. The second value of this index shows the diversity in the medium category and condition stable community mindless and no species gastropods dominate.
Komposisi, kepadatan, dan keanekaragaman jenis gastropoda di kawasan mangrove pesisir pantai Kambapi pada musim peralihan I Maturbongs, Modesta Rany; Elviana, Sisca
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.19-23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, kepadatan dan keanekaragaman jenis gastropoda yang hadir di kawasan mangrove pesisir Pantai Kembapi. Metode pengambilan sampel menggunakan garis transek tetap yang dikombinasikan dengan kuadran 1x1 m². Analisis data menggunakan beberapa indeks ekologi yaitu kepadatan jenis gastropoda, indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, indeks kekayaan jenis Margalef dan indeks dominansi Simpson. Dari hasil penelitian diperoleh 10 spesies gastropoda yang tergolong dalam 3 sub-kelas, 5 ordo, 6 famili dan 7 genus. Presentase kehadiran tertinggi selama musim peralihan I diperoleh dari jenis Terebralia sulcata sebesar 32,92%. Kepadatan tetinggi juga diperoleh dari jenis Terebralia sulcata sebesar 46,2 ind/m² dan nilai kepadatan terendah diperoleh dari jenis Thais kieneri sebesar 0,4 ind/m². Indeks keanekaragaman 1,922 tingkat keanekaragaman jenis gastropoda di lokasi penelitian pada kriteria sedang. Nilai indeks kekayaan jenis 1,087 dan nilai dominansi 0,179 dominansi dalam komunitas tersebut rendah dan menunjukkan struktur komunitas dalam keadaan stabil.
KEBIASAAN MAKAN MUDSKIPPER Boleophthalmus pectinirostris (Linnaeus, 1758) DI MUARA SUNGAI MARO KABUPATEN MERAUKE, PAPUA Sunarni, Sunarni; Elviana, Sisca
Musamus Fisheries and Marine Journal Volume 1 Number 2, April 2019
Publisher : Faculty of Agriculture Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mfmj.v1i1.1631

Abstract

Makanan merupakan salah satu faktor yang sangat penting bagi organisme ikan. Makanan menentukan luaspenyebaran suatu jenis dan dapat mengontrol besarnya suatu populasi. Informasi tentang kebiasaan makanandari Mudskipper (B. Pectinirostris) masih sangat terbatas, khususnya di muara sungai Maro kabupatenMerauke propinsi Papua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji kebiasaan makanan dari mudskipper(B. Pectinirostris). Berdasarkan analisis Kebiasaan makan Mudskipper (B. pectinirostris) yang temukan selamapenelitian terdiri dari 2 jenis makanan, yaitu Fitoplankton dan mollusca. Jenis makanan utama Mudskipper (B.pectinirostris) adalah Rhizosolenia Hebetata dari jenis Fitoplankton. Kata kunci: Mudskipper; Kebiasaan makan; Sungai Maro.
Komposisi dan Kelimpahan Jenis Ikan Gelodok Kaitannya dengan Kandungan Bahan Organik di Perairan Estuari Kabupaten Merauke Elviana, Sisca; Sunarni, Sunarni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.38-43

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan daerah yang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan. Salah satunya adalah ikan Gelodok, dimana sebagai filter feeder di perairan. Analisa data menggunakan data ekologi kelimpahan dan korelasi. Dari hasil penelitian di peroleh jenis ikan gelodok yang ditemukan Boleophthalmus boddarti, Periophthalmus takita, Boleophthalmus pectinirostis dan Scartelaos histophorus. Pada stasiun I kelimpahannya tertinggi jenis pada spesies Boleophthalmus pectinirostis yakni sebesar 0,9 sedangkan pada stasiun II kelimpahan terbanyak pada spesies Scartelaos histoporus dan Periophthalmus takita sebesar 1,1. Hubungan antara kelimpahan dengan kandungan bahan organik dengan menggunakan analisis uji korelasi menunjukan arah positif artinya nilai bahan organik tinggi maka akan disertai dengan meningkatnya nilai kelimpahan ikan gelodok pada perairan tersebut.
KANDUNGAN FOSFAT DAN NITRAT KAITANNYA DENGAN KEBERADAAN GASTROPODA PADA EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN KAMBAPI, KABUPATEN MERAUKE Elviana, Sisca; Monika, Nova Suryawati
Musamus Fisheries and Marine Journal Volume 1 Number 2, April 2019
Publisher : Faculty of Agriculture Musamus University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekosistem mangrove dihuni oleh beragam biota, salah satu fauna penghuni asli kawasan mangrove adalahgastropoda. Kualitas perairan yang tentunya berdampak langsung pada biota perairan. Nitrat dan fosfat dibutuhkanoleh gastropoda karena berhubungan dengan ketersediaan nutrisi. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui kandungan fosfat dan nitrat serta menganalisis hubungan antara kandungan fosfat dan nitrat dengankeberadaan gastropoda pada ekosistem mangrove di Perairan Pantai Kambapi, Kabupaten Merauke. Analsis datamenggunakan data ekologi kelimpahan, keanekaragaman, dominnasi dan PCA. Hasil penelitian menunjukkan padaperairan kandungan fosfat berkisar antara 0,002-0,04 mg/l dan nitrat berkisar antara 0,007-0,19 mg/l, sedangkanpada sedimen kandungan fosfat berkisar antara 9,63-19,32mg/l dan nitrat berkisar antara 0.89-4,55mg/l. Hasilanalisis hubungan antara keberadaan gastropoda dengan fosfat dan nitrat menunjukan bahwa parameter fosfat dannitrat pada sedimen serta fosfat pada perairan memiliki nilai positif yang artinya parameter tersebut berpengaruhterhadap keberadaan kepadatan gastropoda sedangkan parameter lingkungan yang berkorelasi negative adalah nitratpada pada air. Hal ini menunjukan bahwa kandungan nitrat pada air mempunyai hubungan berbanding terbalikdengan kepadatan gastropoda.Kata Kunci : Gastropoda; Merauke; Fosfat; Nitrat
Keragaman jenis ikan di Sungai Maro pada musim peralihan I Elviana, Sisca; Maturbongs, Modesta Ranny; Sunarni, Sunarni; Rani, Chair; Burhanuddin, Andi Iqbal
DEPIK Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan, Pesisir dan Perikanan 2019: In Press
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.8.2.12128

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2018 pada Sungai Maro merupakan salah satu sungai yang terdapat di Kabupaten Merauke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekargaman jenis ikan yang tertangkap di Sungai Maro pada musim peralihan I. Penentuan stasiun penelitian dipilih berdasarkan perbedaan kondisi lingkungan di Sungai Maro. Analisis data menggunakan indeks ekologi: komposisi jenis ikan (P), frekuensi keterdapatan (Fi), keanekargaman jenis (H’), keseragaman jenis (E) dan dominansi (D). Hasil penelitian diperoleh 13 jenis. Presentase kehadiran tertinggi diperoleh dari jenis Kurtus gulliveri sebesar 43%. Indeks keanekargaman selama musim peralihan I sebesar 2.104, termasuk dalam kriteria sedang dan komunitas sedang. Indeks keseragaman sebesar 0.455 termasuk dalam kategori keseragaman rendah,  artinya penyebaran individu setiap jenis didalam komunitasnya relatif merata. Indeks dominansi selama musim peralihan I sebesar 0.221,  menunjukkan tidak ada jenis yang mendominasi.
Keterkaitan parameter fisik-kimia perairan dengan kelimpahan jenis ikan demersal di Sungai Maro pada fase bulan berbeda musim peralihan I Maturbongs, Modesta Ranny; Elviana, Sisca; Rani, Chair; Burhanuddin, Andi Iqbal
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.162-172

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan kelimpahan ikan demersal yang tertangkap di perairan Sungai Maro serta mengetahui keragaman dan keseragaman ikan  pada fasa bulan yang berbeda (new moon dan full moon) pada musim peralihan I. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2019 di Sungai Maro. Sebanyak 98 ekor yang tertangkap yang terbagi pada fase bulan gelap sebanyak 45 ekor dan 53 ekor diperoleh pada fase bulan terang dengan menggunakan jaring insang percobaan dari berbagai ukuran mata jaring. Dari hasil tangkapan diperoleh 14 spesies ikan dari 14 genus terkoleksi. Keanekaragaman jenis ikan demersal pada fase bulan gelap dan terang termasuk dalam kategori rendah. Tingkat keseragaman jenis pada fase bulan gelap termasuk dalam kategori tidak merata, pada fase bulan terang termasuk kategori kurang seragam. Hasil CCA menunjukkan parameter fisik-kimia perairan  berpengaruh terhadap sebaran ikan demersal pada stasiun dan fase bulan yang berbeda.