Articles

Found 10 Documents
Search

TINGKAT KERAWANAN TANAH LONGSOR DI DUSUN LANDUNGAN DESA GUNTUR MACAN KECAMATAN GUNUNGSARI KABUPATEN LOMBOK BARAT Khosiah, Khosiah; Ariani, Ana
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.778 KB)

Abstract

Tanah longsor terjadi karena adanya gerakan tanah sebagai akibat dari bergeraknya masa tanah atau batuan yang bergerak di sepanjang lereng atau di luar lereng karena faktor gravitasi. Kandungan air yang tinggi menjadikan tanah menjadi lebih berat, yang meningkatkan beban, dan mengurangi kekuatan. Berdasarkan kondisi lahan yang ada di lokasi penelitian yang merupakan daerah dataran tinggi, sehingga rawan terjadi longsor dan tingginya intensitas hujan yang terjadi di daerah tersebut menyebabkan tanah menjadi mudah bergeser serta kurangnya pohon-pohon besar yang dapat menyerap air. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui tingkat kerawanan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat; (2) untuk mengetahui faktor penyebab kerawanan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat; (3) Untuk mengetahui cara mitigasi daerah rawan longsor di Dusun Ladungan Desa Guntur Macan Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Macam-macam informan yang digunakan yaitu informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan jenis datanya adalah data kualitatif dengan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Tehnik analisa yang digunakan adalah Data Reduction, Data Display, verification. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Daerah penelitian mempunyai tingkat rawan longsor yang cukup tinggi. (2) faktor yang mempengaruhi tingkat kerawanan longsor pada daerah penelitian yakni penggunaan lahan, kemiringan lereng dan topografi, dan karakteristik tanah. (3) upaya mitigasi yang dilakukan dengan cara Bio-Engineering, penataan tata guna lahan, warning system, relokasi daerah rawan longsor.
Kajian Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Dalam Membudidaya Bandeng di Desa Rupe Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Khosiah, Khosiah; Akbar, Akbar
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.949 KB)

Abstract

Desa Rupe termasuk wilayah yang berada di Kabupaten Bima selatan tepatnya di pesisir teluk Waworada.Desa Rupe memiliki sumberdaya alam yang cukup potensial dan strategis dalam pemanfaatannya. Dalam pengolahan sumber daya alam, masyarakat yang bertempat tinggal di dataran rendah dan tinggi lebih memilih untuk memanfaatkan lahan pertanian.Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai lebih memilih untuk memanfaatkan hasil laut seperti mencari ikan dan sejenisnya. Pada tahun-tahun terakhir ini masyarakat yang profesi sebagai petani dan nelayan bukan saja hanya pergi ke sawah dan mencari ikan, akan tetapi sebagian petani dan nelayan juga berprofesi sebagai pembudidaya bandeng demi menambah penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Keadaan sosial-ekonomi merupakan suatu kedudukan yang diatur secara sosial dan menetapkan seseorang dalam posisi tertentu dalam struktur masyarakat. Pemberian posisi ini disertai pula seperangkat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh si pembawa status, adapun tujuan penelitian ini adalah 1)untuk mengetahui keadaan sosial-ekonomi masyarakat pesisir dalam membudidaya bandeng di Desa Rupe Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima; 2)untuk mengetahui kendala masyarakat pesisir dalam membudidaya bandeng di Desa Rupe Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, subjek atau informan dalam penelitian ini adalah masyarakat pembudidaya bandeng di desa Rupe dan pengambilan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik snowball sampling. Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah redukasi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian, di ketahui bahwa budidaya bandeng dapat memberikan lapangan pekerjaan, membatu kebutuhan keluarga, pendapatan yang menjanjikan, dan peran pemerintah sangatlah penting untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir (nelayan).
Dampak Pelabuhan Lembar dalam Mendukung Peluang Usaha Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Khosiah, Khosiah; Purnawan, Pipin
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 3, No 3 (2018): JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.833 KB)

Abstract

Keberadaan Pelabuhan Lembar diharapkan benar-benar memberikan dampak yang besar bagi seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar Kecamatan Lembar pada umumnya dan Masyarakat Desa Jembatan Gantung pada khususnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui keberadaan dan dampak  pelabuhan Lembar dalam mendukung peluang usaha untuk meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Jembatan Gantung Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif dengan pendekatandeskriptif analitik. Lokasi Penelitian yaitu di Desa Jembatan Gantung Kecamatan Lembar Kabupaten Lombok Barat. Informan Kunci adalah masyarakat Desa Jembatan Gantung yang melakukan aktivitas sosial ekonomidi sekitar pelabuhan Lembar, dan karyawan pelabuhan. informanpendukung adalah tokoh masyarakat seperti Kepala Desa Jembatan Gantung danSekretaris Jembatan Gantung. Teknik pengumpulan data dilakukan denganwawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data,penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1). Pelabuhan Lembar memberikan dampak yang positif dalam hal pengembangan usaha. Masyarakat yang dulu hanya memasarkan barangnya di sekitar pulau Lombok sekarang sudah bisa menjual dan mengirim barang dagangannya keluar daerah seperti ke pulau Sumbawa, dan Bali. 2). Pelabuhan Lembar juga memberikan banyak peluang usaha serta kesempatan kerja untuk masyarakat Desa Jembatan Gantung. Keberadaan masyarakat yang berasal dari Desa Jembatan Gantung dihampir semua sektor pekerjaan di pelabuhan Lembar menunjukkan kalau pelabuhan Lembar memang memberikan dampak yang positif untuk masyarakat desa Jembatan Gantung. 3). Masyarakat Desa jembatan Gantung yang bekerja di pelabuhan Lembar baik sebagai pedagang, buruh, pegawai pelabuhan ataupun lainnya, merasakan adanya peningkatan pendapatan dibandingkan dengan ketika belum bekerja di pelabuhan
PELATIHAN PENULISAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU MTs DAN MI DARUL MASAKIN DESA BILELANDO LOMBOK TENGAH Herianto, Agus; Ali, Ibrahim; Arif, Arif; Khosiah, Khosiah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol. 3, No. 1: Juni 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.737 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v3i1.922

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi guru-guru untuk menulis karya ilmiah dan untuk meningkatkan pemahaman guru-guru menulis karya tulis ilmiah hasil PTK. Pelatihan ini dilakukan dalam beberapa tahap yakni metode ceramah (penyampaian materi), metode tanya jawab dan metode simulasi. Efektivitas tingkat pelaksanaan pelatihan untuk membuat PTK juga sanagat efektif hal ini bisa dilihat dari 88% peserta pelatihan mampu  mengidentifikasi, memilih, dan menentukan topik/judul PTK yang baik dan benar, 77% mampu membuat outline tulisan, 95% mampu membuat bahan-bahan/referensi tulisan, 77% mampu mengorganisasir pokok-pokok pikiran tulisan, 95% mampu menulis karya ilmiah yang sistematis, 83% mampu menulis karya ilmiah dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, 95%  mampu menulis abstrak, dan 77% mampu mengoreksi dan atau menyunting karya tulis ilmiah, 100% mampu membedakan antara judul PTK dengan judul penelitian lainnya, dan 100% mampu membuat latar belakang, rumusan masalah dan tujuan PTK. Secara umum, dari hasil pelatihan dapat disimpulkan banwa 91% peserta pelatihan mampu untuk menyusun PTK dengan baik dan benar.Abstract: This activity aims to increase the motivation of teachers to write scientific work and to improve the understanding of teachers writing scientific papers on the results of Class Action Research (CAR). This training was conducted in several stages, namely the lecture method (material delivery), question and answer method and simulation method. The effectiveness of the level of training to make the CAR is also very effective, this can be seen from 88% of the training participants being able to identify, choose, and determine the topic / title of CAR that is good and correct, 77% are able to make outlines writing references, 77% were able to organize the main points of writing, 95% were able to write systematic scientific works, 83% were able to write good and correct scientific papers, 95% were able to write abstracts, and 77% were able to correct and or edit scientific papers, 100% able to distinguish between CAR titles with other research titles, and 100% able to make background, problem formulation and CAR objectives. In general, from the results of the training it can be concluded that 91% of the trainees were able to arrange CAR properly and correctly.
Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pemerintah Membuka Area Pertambangan Emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima Khosiah, Khosiah; Hajrah, Hajrah; Syafril, Syafril
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Nomor 2 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.939 KB)

Abstract

Penelitian ini didasarkan atas adanya rencana pemerintah membuka area pertambangan emas di Desa Sumi pada tahun 2010, namun demikian, rencana tersebut terhalang oleh penolakan masyarakat. Permasalahan dalam penelitian, yakni: 1) Bagaimana bentuk rencana pemerintah dalam membuka area pertambangan di Desa Sumi Kecamatan Lambu?; 2) Bagaimana persepsi masyarakat terhadap rencana pemerintah dalam membuka area pertambangan emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Adapun tujuan dalam penelitian ini; 1) Untuk menjelaskan tentang bentuk Rencana Pemerintah dalam membuka area Pertambangan emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu Kabupaten Bima. 2) Untuk menjelaskan persepsi masyarakat terhadap rencana pemerintah membuka area pertambangan emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian  kualitatif. Metode penentuan informan, cara penentuan informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang sudah terkumpul dianalisis melalui langkah-langkah: reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Bentuk Rencana Pemerintah Membuka Ijin Area Pertambangan Emas di Desa Sumi Kecamatan Lambu. Izin eksplorasi dan izin produksi sebaiknya pemerintah daerah harus memperhatikan usulan dari masyarakat setempat. Lalu masukan tersebut ditimbang dan diolah secara mendalam. Masukan-masukan berharga itu akan menolong sebuah perusahaan untuk mengadakan eksplorasi dan produksi. Ijin pertambangan sudah diterbitkan oleh pemerintah daerah, namun muncul penolakan masyarakat terhadap hal tersebut. 2) Persepsi Masyarakat Terhadap Rencana Pemerintah Membuka Area Pertambangan di Desa Sumi. Masyarakat Desa Sumi, bahwa apa bila dibukannya ijin pertambangan akan berdampak negetif terhadap proses pertumbuhan kehidupan masyarakat setempat dan Maupun sekitarnya. Di sisi lain, akan menghambat hasil pertanian, perkebunan, pertenakan, perikanan, dan lain-lain.  Sehingga terjadilah bentuk perlawan yang dilakukan oleh masyarakat setempat, yaitu: a) Demostrasi; b) Perusakan Bangunan.
PERSEPSI PEDAGANG TERHADAP RENOVASI PASAR SEMPARU DESA SEMPARU KECAMATAN KOPANG LOMBOK TENGAH Khosiah, Khosiah
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Nomor 2 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.772 KB)

Abstract

Pasar adalah tempat pembeli dan pedagang bertemu melalukan transaksi jual serta beli barang maupun jasa. Pasar Semparu termasuk pasar mingguan, pasar ini salah satu pasar yang mendapatkan renovasi pasar sehingga terkesan lebih luas dan tertata rapi dengan bangunan barunya, namun adanya renovasi pasar Semparu mempengaruhi keadaan pasar. Penelitian ini bertujuan 1) Untuk menjelaskan persepsi pedagang terhadap renovasi pasar Semparu Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. 2) Untuk mengetahui dampak renovasi pasar terhadap para pedagang pasar desa Semparu Kecamatan Kopang Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik penentuan informan dengan cara purposive sampling dengan informan kunci dan informan biasa. Jenis data adalah data kualitatif dan bersumber dari data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, penarik kesimpulan/verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian bahwa persepsi pedagang Semparu terhadap renovasi pasar Semparu desa Semparu Kecamatan Kopang Lombok Tengah yaitu kurangnya kepuasan pedagang terhadap renovasi pasar Semparu, yang tidak sesuai dengan harapkan para pedangan terutama disain bangunan pasar yang menghadap belakang beserta perubahan-perubahan yang ada di sekitar pasar Semparu. Dampak renovasi pasar Semparu terhadap pedagang pasar ada dua macam yakni dampak positif dan dampak negatif dari segi fisik yaitu kenyamanan pasar Semparu sedangkan non fisik ada  dayak tarik pasar  dan pendapatan pedanag dalam menempati renovasi pasar Semparu
PROSPEK PENGEMBANGAN PULAU GILI AIR SEBAGAI OBJEK WISATA UNGGULAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA Khosiah, Khosiah; Suprapto, Andri
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 7, No 2 (2019): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.49 KB) | DOI: 10.31764/geography.v7i2.1433

Abstract

Pulau Gili Air merupakan salah satu objek wisata yang memiliki daya tarik tesendiri di kabupaten Lombok Utara. Pulau ini merupakan salah satu dari tiga pulau yang menjadi andalan wisata di Lombok Utara, hanya saja ada beberapa masalah yang cukup mengganggu perkembangan pulau ini, di antaranya fasilitas pelabuhannya yang belum memadai untuk sebuah pulau yang menjadi objek wisata unggulan, masalah lainnya adalah masalah kebersihan yang belum tertanggulangi dengan baik.Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan keunggulan dan kekurangan Gili Air sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara; (2) Untuk mendeskripsikan peluang dan ancaman pengembangan Gili Air sebagai objek wisata unggulan di Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling. Macam-macam informan yang digunakan yaitu: informan kunci dan informan biasa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Sumber data yang digunakan ada dua yaitu; data primer dan data sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kelebihan yang dimiliki Gili Air: (1) Panorama alam yang indah, sejuk dan masih asli; (2) Fasilitas pariwisata yang sangat memadai; (3) Keindahan bawah laut Pulau Gili Air. Kelemahan yang dimiliki Gili Air yaitu; (1) Kurangnya promosi wisata dari pemerintah daerah; (2) Keterbatasan anggaran untuk sarana dan prasana obyek wisata; (3) Tidak terjaganya kebersihan. Peluang yang dimiliki pulau Gili Air (1) Otonomi daerah; (2) Tingkat aksebilitas yang mudah; (3) Peningkatan produk dan atraksi wisata. Ancaman yang dimiliki Gili Air (1) Kesadaran wisatawan untuk menjaga objek wisata; (2) Kerusakan lingkungan akibat pengembangan wisata yang salah; (3) Adanya perubahan kebijakan pemerintah. Strategi pengembangan objek wisata Gili Air (1) Mengembangakan potensi yanga ada agar dapat bersaing; (2) Meningkatkan kesadaran pengunjung akan arti kebersihan; (3) Meningkatkan kualitas tenaga kerja; (4) Meningkatkan promosi wisata; (5) Mengembangkan pariwisata bahari. Dari hasil penelitian ini daat disimpulkan bahwa Gili Air meiliki potensi yang cukup untuk dikembangkan sebagai objek wisata unggulan bersekala nasional maupun internasional.
PENGARUH KUNJUNGAN WISATAWAN TERHADAP PENDAPATAN PENGUSAHA KERAJINAN ANYAMAN BAMBU DI DESA LOYOK KECAMATAN SIKUR KABUPATEN LOMBOK TIMUR Khosiah, Khosiah; Ibrahim, Ibrahim; Muttaqien, Zedi
Historis : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Sejarah Vol 4, No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.814 KB) | DOI: 10.31764/historis.v4i2.1455

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kunjungan wisatawan terhadap pendapatan pengusaha kerajinan anyaman bambu didesa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok.                Sesuai dengan informasi yang di butuhkan, yaitu mengenai pengaruh kunjungan wisatawan terhadap pendapatan pengusaha kerajinan anyaman bambu di Desa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur, maka pendekatan yang dipilih dalam penelitian ini adalah pendekatan Kuantitatif adalah kajian terhadap sejumlah orang dalam kawasannya sendiri dan yang berhubungan erat dengan orang-orang tersebut.                Dalam penelitian kuantitatif ini, Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode statistik, yaitu melalui penggunaan rumus statistik. Adapun rumus yang digunakan adalah rumus Product Momen. Pengambilan data dengan cara memberikan kuesioner yang pertanyaannya telah disediakan 30 soal dengan 2 option yaitu option a dan b, dengan ketentuan option Y berarti berpengaruh dan bernilai 2 dan option T berarti tidak berpengaruh dan bernilai 1.Hasil penelitian ini adalah volume kunjungan wisatawan yang datang berkunjung ke wilayah Desa Loyok sangat mempengaruhi tingkat pendapatan para pengerajin anyaman bambu atau dengan kata lain disimpulkan bahwa volume kunjungan wisatawan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan para pengerajin anyaman bambu yang ada didesa Loyok Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur. Hal ini diperkuat dengan cara pengolahan data menggunakan rumus Product Momen dengan nilai korelasi (r) = -1, yang artinya ada keterkaitan antara pengusaha dengan kunjungan wisatawan di Desa Loyok Kecamatan Sikur dan berhungan sempurna negatif.
Pengembangan Media Pembelajaran Tematik SD Berbasis Buletin Board Display Untuk Membentuk Kemampuan Membaca Siswa Muhardini, Sintayana; Mariyati, Yuni; Khosiah, Khosiah
Jurnal Elementary : Kajian Teori dan Hasil Penelitian Pendidikan Sekolah Dasar Vol 2, No 2: JUNI 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.345 KB) | DOI: 10.31764/elementary.v2i2.1301

Abstract

Abstrak: Pengembangan media pembelajaran tematik berbasis bulletin board display diharapkan dapat mengatasi masalah yang ada di sekolah yang berkaitan dengan  minimnya media pembelajaran tematik yang menarik dan efektif di kelas. Bulletin board merupakan salah satu jenis media display yang berupa media pajangan atau papan buletin yang bisa ditempatkan dimana saja didalam kelas yang sifatnya terbuka sehingga bisa dibaca dan dilihat kapan saja oleh siswa meskipun materi dalam pembelajaran tertentu telah selesai dijelaskan  Pengembangan media pembelajaran tematik berbasis bulletin board display diharapkan dapat membentuk kemampuan membaca siswa. Tujuan jangka panjang dari pengembangan media pembelajaran ini adalah agar seluruh Sekolah Dasar dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan di dukung media pembelajaran tematik yang menarik dan efektif. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model prosedural yaitu model yang bersifat deskriptif yang dikemukakan oleh Borg & Gall (1983). Validasi produk dilakukan oleh ahli dan feedback dari siswa. Instrumen yang digunakan dalam mengumpulkan data berupa lembar kuesioner kelayakan produk  dan tes kemampuan literasi siswa. Hasil ujicoba coba terbatas yang dilakukan di SDN 1 Anyar Kelas IV A dan VI B yang dikembangkan menunjukan bahwa media yang dikembangkan layak digunkan dengan presentasi kelayakan sebesar 92,5% dan 91,13 %. Dalam uji coba lapangan kemampuan literasi siswa meningkat sebesar 0,6 dengan kategori peningkatan sedang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) produk media  yang telah dikembangkan telah layak untuk digunakan; 2) produk pengembangan berpengaruh terhadap keamampuan membaca.Abstract:  Development of thematic learning media based on bulletin board displays is expected to be able to overcome the problems that exist in schools related to the lack of interesting and effective thematic learning media in the classroom. Bulletin board is one type of display media in the form of display media or bulletin boards that can be placed anywhere in the classroom that is open so that it can be read and viewed at any time by students even though the material in a particular learning has been explained. Development of thematic learning media based on bulletin display boards expected to shape students' reading skills. The long-term goal of developing this learning media is so that all elementary schools can carry out learning activities supported by interesting and effective thematic learning media. The development model used in this study is a procedural model that is a descriptive model proposed by Borg & Gall (1983). Product validation is done by experts and feedback from students. The instrument used in collecting data in the form of product feasibility questionnaire sheets and tests of student literacy skills. The limited trial results conducted at SDN 1 Anyar Class IV A and VI B which were developed showed that the media developed were feasible with feasibility presentations of 92.5% and 91.13%. In the field trials students' literacy abilities increased by 0.6 with a moderate increase category. Based on the results of the research that has been done, it can be concluded that: 1) media products that have been developed are feasible to use; 2) product development has an effect on reading ability.
PELATIHAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA (PSDM) UNSUR PERANGKAT DESA DAN KADER PEMBANGUNAN MANUSIA SE KECAMATAN AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR (Stunting dan Konvergensi Pencegahan Stunting) Khosiah, Khosiah; Muhardini, Sintayana
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.813

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak. Anak stunting juga memiliki risiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya. Bahkan, stunting dan malnutrisi diperkirakan berkontribusi pada berkurangnya 2-3% Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahunnya. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 menunjukkan bahwa terdapat data 30,8% atau terdapat 7 Juta anak Indonesia terkena stunting. Hal ini merupakan permasalahan yang serius sehingga pemerintah dengan serius dalam penanganan dan pencegahan masalah stunting tersebut. Sejalan dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi No.16 Tahun 2018 bahwa salah satu prioritas penggunaan Dana Desa itu adalah salah satunya diperuntukkan untuk penanganan stunting melalui pelayanan kesehatan dan gizi. Penurunan stunting memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif. Metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah metode ceramah, metode tanya jawab dan metode simulasi. Berdasarkan hasil pelatihan menunjukkan bahwa para kader pembangunan manusia (KPM) sudah mampu memahami permasalahan stunting dan upaya pencegahan dan penanganan stunting