Muhammad Amrullah Pagala, Muhammad Amrullah
Halu Oleo University

Published : 23 Documents
Articles

Found 23 Documents
Search

KARAKTERISTIK FENOTIP KUALITATIF AYAM KAMPUNG SUPER ., Ashar; Pagala, Muhammad Amrullah; Saili, Takdir
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol 1, No 1 (2016): Januari
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.683 KB)

Abstract

Characteristics of Qualitative Phenotype of Ayam Kampung SuperAyam kampung super is well known as a one of the type of native chicken which has high weight gain compare to other variety of native chicken. However, information relate to characteristics of qualitative phenotypic of Ayam Kampung Super was very limited. Therefore, in this research, qualitative phenotypic characteristics of Ayam Kampung Super was evaluated using 100 heads of ayam kampung super.? Descriptions method was used to analyze phenotypes (feather color, feather pattern, comb shape and shank color) frequency of all samples.? Analysis was conducted in 3 sequences of time, week-2 using 100 heads of ayam kampung super, week-5 using 85 heads, and week-10 using 75 heads of ayam kampung super. The results showed that feather color of ayam kampung super during week- was dominated by white (I-) (49%), while on week-5 and week-10, the feather color of ayam kampung super was dominated by black (E-) (35.71% and 41.33%, respectively). The phenotype frequency of feather pattern on week-2, week-5 and week-10 were 15%, 11.90%, and 12%, respectively. While the comb shape and shank color were dominated by single comb or pea comb (rrpp) (87.5%) and yellow/white shank (Id-) (77.14%).Keywords: phenotype, ayam kampung super, feather, comb, shank ABSTRAKAyam kampung super terkenal sebagai salah satu jenis ayam kampung yang memiliki berat badan yang tinggi dibandingkan dengan varietas lain dari ayam kampung. Namun, informasi berhubungan dengan karakteristik fenotipik kualitatif Ayam Kampung super sangat terbatas. Oleh karena itu, dalam penelitian ini, karakteristik fenotip kualitatif Ayam Kampung super dievaluasi menggunakan 100 ekor ayam kampung yang super. Metode deskripsi digunakan untuk menganalisis fenotipe (warna bulu, pola bulu, bentuk jengger dan warna shank) frekuensi semua sampel. Analisis dilakukan di 3 urutan waktu, minggu-2 menggunakan 100 ekor ayam kampung super, minggu-5 menggunakan 85 ekor, dan minggu-10 menggunakan 75 ekor ayam kampung super. Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna bulu ayam kampung yang super selama minggu-2 didominasi oleh putih (I-) (49%), sedangkan pada minggu-5 dan minggu-10, warna bulu ayam kampung yang super didominasi oleh warna hitam (E- ) (masing-masing, 35,71% dan 41,33%,). Frekuensi fenotip dari pola bulu pada minggu-2, minggu-5 dan minggu-10 masing-masing adalah 15%, 11,90%, dan 12%. Sementara bentuk jengger dan warna shank didominasi oleh jengger? tunggal? (rrpp) (87,5%) dan kuning / shank putih (Id-) (77,14%).Kata kunci: fenotipe, ayam kampung super, bulu, jengger, shank
PENGARUH METODE FORCE MOLTING YANG BERBEDA TERHADAP RONTOK BULU AYAM PETELUR AFKIR Fitroh, muhammad Nurdiana; Pagala, Muhammad Amrullah; Has, Hamdan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 2 (2016): JITRO, Mei
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.96 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode force  molting  berbeda terhadap rontok bulu ayam ras petelur pada masa akhir produksi telur (afkir). Sebanyak 18 ekor ayam petelur strain Lohman Brown, daun lamtoro, ransum basal, dedak padi digunakan sebagai materi penelitian. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap 3 perlakuan dan 6 ulangan, perlakuan yang digunakan adalah P0 = Pembatasan pakan dan pemuasaan, P1 = Pemuasaan dan penambahan daun lamtoro 20%, P2 = Pemuasaan dan pemberian dedak padi. Perlakuan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Variable yang diamati adalah  jumlah rontok bulu leher, bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor dan bulu dada. Hasil penelitian menunjukkan: Perlakuan  force moting berbeda pada ayam petelur berpengaruh nyata (p<0.05) pada jumlah rontok bulu leher dan bulu dada tetapi tidak berpengaruh nyata (p>0.05) pada jumlah  rontok bulu punggung, bulu sayap, bulu ekor, selisih bobot badan dan lama masa berhenti bertelur. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perlakuan force molting dengan penambahan daun lamtoro menunjukkan hasil yang lebih baik. Kata Kunci: Ayam Petelur Afkir, Rontok Bulu
PERTUMBUHAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA PADA PEMBERIAN DAUN LAMTORO DAN DAUN MANGGROVE DENGAN KOMBINASI YANG BERBEDA Sahaba, La Ode; Hafid, Harapin; Pagala, Muhammad Amrullah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 5, No 1 (2018): JITRO, Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengkaji pertumbuhan kambing peranakan ettawa, dan (2) Mengkaji komposisi karkas kambing peranakan ettawa. Materi penelitian ini menggunakan 12 ekor kambing peranakan Ettawa jantan dengan kisaran umur 6 bulan sampai 11 bulan serta dibagi menjadi 12 petakan kandang individu. Bahan yang digunakan terdiri dari pakan (dan daun bakau), air, garam, dan obat-obatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pemberianpakan bakau dan pakan campuran (lamtoro + bakau) belum mampu meningkatkan tingkat konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. (2) Pemberianpakan yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata pada bobot potong, bobot karkas, dan persentase karkas. Sedangkan pada bobot potongan karkas, hanya bobot rusuk (rack) yang menunjukan perbedaan yang nyata. (3) Pemberian pakan yang terbaik diperoleh pada perlakuan P4 (lantoro 75% + bakau 25%).  Olehnya itu, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pertumbuhan dan produksi karkas kambing peranakan etawa dengan pemberian berbegai jenis hijauan makanan ternak dengan penambahan pakan tambahan atau pakan komersial sehingga dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan bobot karkas kambing peranakan ettawa. Kata kunci:  Pertumbuhan,  kambing ettawa, pertambahan bobot, karkas, pengaruhnyata.
DETEKSI GEN Mx AYAM TOLAKI MENGGUNAKAN TEKNIK EKSTRAKSI DNA YANG BERBEDA Pagala, Muhammad Amrullah; Ulupi, Niken
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2427.512 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari metode yang efektif dalam teknik ekstraksi DNA dari gen Mx (Myxovirus) ayam Tolaki. Gen Mx adalah gen yang bertanggungjawab terhadap kemampuan ayam untuk mertespon serangan penyakit viral seperti penyakit Flu Burung dan New Castle Disesase. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan April sampai dengan bulan Agustus 2013.  Sampel penelitan terdiri atas 25 ekor ayam Tolaki dewasa, yang diperoleh dari pemeliharaan secara ekstensif oleh masyarakat di Kabupaten Konawe. Penelitian ini menggunakan kedua metode ekstraksi DNA yakni metode ekstraksi DNA secara konvensional dan metode Kit ekstraksi DNA.  Selanjutnya hasil ekstraksi DNA diamplifikasi menggunakan mesin PCR. Produk DNA kedua metode tersebut kemudian dibandngkan dan dianalisis secara kualitatif. Secara umum kedua metode tersebut cukup efektif untuk menghasilkan kualitas DNA gen Mx yang baik. Ekstraksi DNA gen Mx dari kedua metode tersebut menghasilkan ukuran DNA dengan panjang 299 pb.   Kata Kunci : Gen Mx, Ayam Tolaki, Ekstraksi DNA, PCR
PENGARUH PEMBERIAN SARI BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) TERHADAP PERFORMA BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) UMUR 2-6 MINGGU Malinda, Uci; Pagala, Muhammad Amrullah; Napirah, Astriana
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 3 (2017): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap performa burung puyuh (Coturnix coturnix japonica) umur 2-6 minggu. Materi yang digunakan daalm penelitian ini yaitu 80 ekor burung puyuh periode starter dan grower yang dipelihara selama 5 minggu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Level pemberian sari belimbing wuluh masing-masing perlakuan yaitu 0%, 0,25%, 0,50%, 0,75% dan 1,00%. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, konsumsi air minum, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian sari belimbing wuluh tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan burung puyuh, namun memberikan pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi air minum burung puyuh. Kata Kunci: Burung Puyuh, Sari Belimbing Wuluh, Performa
IDENTIFIKASI KERAGAMAN GEN TOLL-LIKE RECEPTOR-4 PADA AYAM TOLAKI, AYAM PETELUR KOMERSIAL DAN AYAM BROILER Ulupi, Niken; Pagala, Muhammad Amrullah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 1, No 1 (2014): JITRO, September
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4223.649 KB)

Abstract

ABSTRAK Gen Toll-like Receptor 4 (TLR4) adalah salah satu gen yang mengontrol ketahanan ayam terhadap serangan Salmonella sp, melalui respon immun non-specific. Gen ini dapat digunakan sebagai marka genetik pada ayam.  Oleh karena itu penelitian ini bertujuan mengevaluasi polimorfisme genetik gen TLR4 pada beberapa jenis ayam (Ayam Tolaki, Ayam Ras pedaging dan petelur). Total sampel sebanyak 126. Penelitian ini melalui 3 tahapan yakni ekstraksi DNA, amplifikasi PCR (dengan ukuran DNA 220 pb pada ekson 2), dan metode RFLP menggunakan  enzim MscI.  Hasil penelitian menunjukkan gen TLR4 | MscI bersifat polimorfik pada semua jenis ayam. Diperoleh 2 alel (A dan G). Frekuensi alel G (membawa sfat resisten) pada ayam Tolaki, Ras pedaging, dan petelur masing-masing 0.77, 0.87 dan 0.20. Nilaix2menunjukkan genTLR4|MscI berada dalan keseimbangan Hardy-Weinberg dengan Ho dan He 0,31 dan 0,29. Nilai PIC 0,25 termasuk kategori medium. Gen TLR4| MscI dapat digunakan sebagai marka genetik sifat ketahanan ayam Tolaki terhadap infeksi Salmonellasp.   Keywords : Polimorfik, Gen TLR4, Salmonella sp., Non-Specific Immune Response
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E DAN LAMA PENYIMPANAN TELUR TERHADAP FERTILITAS DAN DAYA TETAS BURUNG PUYUH (Coturnix- Cortunix Japonica) Suderka, I Made; Pagala, Muhammad Amrullah; Nafiu, La Ode
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.683 KB)

Abstract

Untuk memperoleh fertilitas, daya tetas dan pertumbuhan yang baik, hal ini dapat dilakukan melalui pengaturan kandungan vitamin E pada pakan dan lama penyimpanan telur tetas, dimana vitamin E mempunyai fungsi sebagai antioksidan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian vitamin E dan lama penyimpanan telur tetas terhadap fertilitas, dan daya tetas telur puyuh. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola factorial 3x3 dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah level vitamin E (0mg, 50mg, 100mg) dan factor kedua adalah level lama penyimpanan telur tetas (L) (1-2 hari, 3-4 hari dan 5-6 hari). Burung puyuh dalam percobaan sebanyak 135 ekor terdiri dari 90 ekor betina dan 45 ekor jantan, yang ditempatkan pada 9 kandang percobaan setiap kandang berisi 10 ekor betina dan 5 ekor jantan. Parameter yang diamati adalah fertilitas, daya tetas dan pertumbuhan burung puyuh selama 4 minggu. Hasil penelitin menunjukkan bahwa interaksi antara vitamin E dan lama penyimpanan tidak perngaruh nyata terhadap fertilitas dan daya tetas  burung puyuh. Pengaruh mendiri vitamin E berngaruh nyata terhadap fertilitas telur, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur puyuh. Pengaruh mandiri lama penyimpanan tidak berngaruh nyata terhadap fertilitas dan  daya tetas telur puyuh. Kata kunci : Puyuh , Vitamin E , Lama Penyimpanan Telur Tetas 
KARAKTERISTIK TELUR TETAS PARENT STOCK AYAM BROILER YANG DIFUMIGASI DAN TANPA FUMIGASI Hariani, Fifi; Pagala, Muhammad Amrullah; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 4, No 1 (2017): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.086 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik telur tetas parent stock ayam broiler yang difumigasi dan tanpa fumigasi. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Mega Satwa Perkasa, Desa Todopulia, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada bulan September 2016. Secara umum penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu tahap persiapan fumigasi dan tahap pengumpulan data. Telur tetas dibagi dalam dua perlakuan, yaitu telur tetas yang difumigasi dan telur tetas tanpa fumigasi. Setiap perlakuan diulang sepuluh kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan dan setiap unit menggunakan 10 butir telur sehingga telur tetas yang digunakan berjumlah 200 butir. Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu  fertilitas, daya tetas dan hasil tetas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa telur tetas yang difumigasi dan tanpa fumigasi tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap fertilitas, daya tetas dan hasil tetas.  Kata kunci : Telur tetas, Parent stock ayam broiler, Fumigasi
STUDI KARAKTERISTIK SIFAT KUALITATIF DAN KUANTITATIF AYAM KAMPUNG DI KECAMATAN LASALIMU KABUPATEN BUTON Amlia, Amlia; Pagala, Muhammad Amrullah; Aka, Rahim
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 1 (2016): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.688 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sifat kualitatif dan kuantitatif ayam kampung di Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton. Bahan penelitian adalah ayam kampung jantan dan betina umur di atas 6 bulan sebanyak 200 ekor yang terdiri atas 100 ekor jantan dan 100 ekor betina yang diambil secara random sampling. Data sifat kualitatif dan kuantitatif ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian tentang sifat kualitatif ayam kampung jantan yaitu bentuk jengger adalah tunggal 44%, rose 32%, pea 17%, dan walnut 7%. Bulu tipe bulu liar 35%, hitam, 19%, putih 14%, dan columbian 32%, lurik 19%, polos 81%, emas 54%, perak 32%. Warna kulit shank putih/kuning 87%, dan hitam 13%. Warna paruh putih/kuning 71% dan hitam/abu-abu 29% sedangkan ayam kampung betina memiliki bentuk jengger pea 40%, walnut 11%, tunggal 19%, dan rose 30%.  Warna bulu hitam 32%, putih 13%, tipe bulu liar 28%, columbian 26%, lurik 8%, polos 92%, emas 35%,  dan perak 20%. Warna kulit shank putih/kuning 69%, dan hitam 31%. Warna paruh putih/kuning 66% dan hitam/abu-abu 34%. Sifat kuantitatif ayam kampung jantan yaitu bobot badan 1.753,10g, lingkar dada 41,51cm, lebar dada 6,01cm, panjang shank 11,57cm dan panjang jari utama 6,31cm sedangkan ayam kampung betina yaitu bobot badan 1.216,71g, lingkar dada 37,47cm, lebar dada 5,19cm, panjang shank 7,06cm dan panjang jari utama 5,32cm.   Kata kunci: Sifat kualitatif dan kuantitatif, Ayam kampung, Kecamatan Lasalimu
PRODUKSI KARKAS DAN LEMAK ABDOMINAL AYAM BROILER STRAIN COBB DAN STRAIN LOHMANN YANG DIBERI PAKAN BERBEDA Pratiwi, Melly; Pagala, Muhammad Amrullah; Aku, Achmad Selamet
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 3, No 1 (2016): JITRO, Januari
Publisher : Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.173 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana produksi karkas,  dan lemak abdominal ayam broiler strain Cobb dan Strain Lohmann yang diberi pakan berbeda. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 ekor ayam broiler yang dipelihara selama lima minggu. Ayam penelitian dibagi dalam 18 petak kandang yang masing-masing petak diisi dengan 5 ekor ayam percobaan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial  2x3 dengan dan 3 ulangan. Faktor A adalah strain ayam broiler (Cobb dan Lohman) dan faktor B pakan ayam broiler (pakan formulasi sendiri, pakan komersil BP 11-Bravo, dan pakan komersil BR-1). Parameter yang diamati adalah presentase karkas dan lemak abdominal. Data yang diperoleh disusun dan dianalisis berdasarkan analisis ragam. Jika perlakuan berbeda nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tidak terjadi interaksi antara strain dan pakan (P>0,05) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Strain berbeda tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler, namun pemberian pakan berbeda  berpengaruh (P<0,01) terhadap produksi karkas dan lemak abdominal ayam broiler. Kata kunci: Ayam Broiler, Strain, pakan, karkas, lemak abdominal