Christianingrum Christianingrum, Christianingrum
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

Analisis Nilai Pengalaman Berbelanja Online Melalui Experiential Marketing Rahayu, Agus; Wibowo, Lili Adi; Christianingrum, Christianingrum
JURNAL ILMU MANAJEMEN DAN BISNIS Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis. September 2013
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.396 KB)

Abstract

Kondisi ekonomi global Dunia sedang mengalami penurunan. Penurunan kondisi global tidak membawa perubahan besar bagi Indonesia. BPS menyatakan bahwa perekonomian Indonesia tumbuh dan akan terus meningkat selama Tahun 2012. Perkembangan kondisi global Indonesia ini mengakibatkan negara-negara maju mulai tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia. Alasannya ialah pertumbuhan ekonomi yang baik dan lanskap penggunaan internet di Indonesia sedang mengalami perkembangan yang baik, sehingga mengembangkan dan menginvestasikan dana yang dimiliki akan memungkinkan pertumbuhan ekonomi negaranya menjadi lebih baik. Meningkatnya penggunaan internet membuat perubahan besar, banyak industri offline mulai beralih ke online. Ini menimbulkan permasalahan tersendiri bagi situs-situs perdagangan yang ada. Situs yang sedang berkembang adalah Tokobagus dan Tokopedia. Salah satu upaya yang dilakukan untuk menciptakan keputusan pembelian adalah dengan memberikan penawaran terbaik bagi konsumen dengan memberikan pengalaman yang unik dan berkesan. Pengalaman pelanggan dapat diciptakan dengan experiential marketing. Schmitt(1999) mengemukakan bahwa experiential marketing akan bisa menciptakan experience. Experience yang positif akan mampu menciptakan keputusan pembelian. Responden dalampenelitian ini adalah pembeli di situs Tokobagus dan Tokopedia. Metode yang digunakan adalah explanatory survey dan deskriftif survey. Hipotesis dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh positif antara penciptaan nilai pengalaman berbelanja online melalui experiential marketing terhadap keputusan pembelian, Untuk mengukur pengaruh variabel tersebut digunakan metode partial least square. Dari hasil penelitian experiential marketing yang dilaksanakan melalui dimensi sense, feel, think, actdan relate memiliki pengaruh yang positif untuk menciptakan nilai pelanggan dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal yang perlu ditingkatkan Tokobagus dan Tokopedia yaitu dengan memperbaiki design dan tampilan situs supaya lebih menarik perhatian, sehingga bisa merangsang emosi seseorang dan menimbulkan keinginan untuk membeli produk. Tampilan sebaiknya di design dengan unik agar mampu dengan mudah di ingat pembeli.
PENGARUH IMPLEMENTASI EXPERIENTIAL MARKETING TERHADAP LOYALITAS MEMBER SALON HUMAIRA Christianingrum, Christianingrum
STRATEGIC Vol 11, No 19 (2016)
Publisher : Indonesia University of Education, Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.862 KB)

Abstract

The Development beauty salon industry to grow and properly. Application of the right strategies will be able to retain customers in order to remain defended and loyal to the company in this industry, particularly the Muslim salon. Local customers benefit the company. One effort to keep customers loyal was provided the best deals for consumers, such as giving a unique and memorable experience to customers on every transaction made. This study was conducted to analyze and describe experiential marketing, loyalty in the salon Humaira picture and know how big the influence of experiential marketing to loyalty members Humaira salon. Respondents in this study are members Humaira Tubagus Ismail Beautiful salon. The method used in this research is explanatory survey and descriptive survey. The data used are primary data and secondary data collected through observation, literature study and questionnaire. The hypothesis of this study was “ if the application of experiential marketing is good, then the high customer loyalty," it was tested using path analysis. Results of this research explained that experiential marketing as measured by the dimension of sense, feel, think, act and relate. They were had a positive influence and significant impact on customer loyalty, the overall value of t obtained through the analysis of pathways is greater than t table means the better implementation of experiential marketing Salon Humaira, the higher their loyalty to the salon Humaira.  Keywords: Experiential Marketing, Loyalty   
36 HARI PENGEMBANGAN DESA BARU MENJADI DESA BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN SEJAHTERA Christianingrum, Christianingrum; Yunita, Anggraeni
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.163 KB)

Abstract

Salah satu tujuan Kuliah KerjaNyata (KKN) adalah Terwujudnyaintegrasi dan peran serta civitasakademika Universitas dalammengkaji dan memecahkan berbagaipersoalan masyarakat, membina danmengembangkan kehidupanberagama dan sosial kemasyarakatandi pedesaan. Dalam kegiatanpengabdiannya pada masyarakat,mahasiswa memberikan pengalamanilmu pengetahuan, teknologi, seni,dan agama untuk memberikanpengarahan agar dapat memecahkanmasalah dan menanggulanginyasecara tepat. Selain itu, pembenahansarana dan prasarana merupakan salahsatu kegiatan yang dilakukan sertamenjadi program kerja bagimahasiswa. Dengan kata lain, melaluikegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)ini, mahasiswa dapat membantupembangunan yang ada di suatudaerah, meningkatkan sumber dayamanusia baik bagi mahasiswa maupunbagi masyarakat dalam// pengolahansumber daya alam dan dalam sektorkehidupan masyarakat, terutamadalam bidang kepariwisataan.Sehingga memungkinkan suatudaerah tersebutmenjadi Objek Daya Tarik Wisata(ODTW) yang bisa meningkatkankesejahteraan masyarakat yang adadisekitarnya.
IPTEK BAGI MASYARAKAT TUA TUNU DALAM MENINGKATKAN PEREKONOMIAN MELALUI PEMANFAATAN PRODUK OLAHAN NANAS MENJADI PRODUK YANG MEMILIKI VALUE ADDED Christianingrum, Christianingrum; Rosalina, Erita
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.77 KB)

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Desa Tua Tunu adalah keterbatasan skill dalam mengolah nanas menjadi produk lain yang memiliki value added. Banyaknya Nanas di Daerah Tua Tunu menyebabkan hasil nanas melimpah hal ini mengakibatkan harga nanas di pasaran menjadi sangat murah. Oleh karena itulah perlu dilakukannya pemberian skill tambahan bagi masyarakat tua tunu untuk pengolahan nanas menjadi produk lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Adapun Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi tentang pemanfaatan nanas, memberikan skill pelatihan pembuatan kue berbahan dasar nanas, serta pemberian informasi tentang bagaimana cara mengemas dan memasarkan produk olahan nanas melalui media sosial ataupun melalui penjualan secara langsung.Tahap akhir adalah akan dilakukan evaluasi kegiatan dan publikasi di jurnal nasional.
PENINGKATAN PRODUKSI PERTANIAN DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG RAJUNGAN MENJADI PUPUK ORGANIK DI PULAU SELIU, KABUPATEN BELITUNG Kurniawan, Kurniawan; Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Christianingrum
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.429 KB)

Abstract

Produksi rajungan di Kepulauan Bangka Belitung cukup tinggi berbanding lurus dengan limbah yang dihasilkan. Tingginya kandungan hara makro dan mikro serta produksi limbah rajungan di kabupaten Belitung memberikan potensi yang besar untuk dijadikan kompos sebagai nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan teknologi pembuatan pupuk kompos dan pembelajaran bagi masyarakat terkait tahapannya dengan memanfaatkan limbah cangkang rajungan dalam sistem budidaya pertanian. Metode yang digunakan dalam pembuatan kompos rajungan yaitu dengan menerapkan teknologi pembuatan pupuk organik menggunakan mikroba secara anaerob. Kegiatan dalam pembuatan kompos rajungan ini dilaksanakan selama 35 hari. Tempat yang digunakan adalah rumah kompos di Desa Seliu Kecamatan Membalong Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Parameter yang diamati pada proses pengomposan yaitu parameter fisika dan parameter kimia. Kematangan kompos ditandai dengan warna bahan kompos setelah kompos matang menjadi hitam kecoklatan menyerupai warna tanah, suhu kompos yaitu telah sama dengan suhu air tanah (28 0 C–300C), bau kompostidak lagi menyengat dan pH menjadi netral yaitu 7. Peranan kompos rajungan dalam sistem budidaya pertanian yaitu untuk memberikan nutrisi bagi tanaman dan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman. Pupuk yang telah dibuat kemudian dikemas dan dibagikan ke petani, masyarakat dan perangkat Desa P. Seliu Kab. Belitung
SOCIETY EMPOWERMENT MELALUI CAPACITY BUILDING GUNA MENCIPTAKAN COMPETITIVE ADVANTAGE DESA BARU SEBAGAI DESA BISMILLAH (BERSIH, IMAN, SEHAT, MANDIRI, INDAH, LESTARI, AMAN DAN HARMONIS) Christianingrum, Christianingrum; Hidayati, Hidayati; Mustafa, Dian PW
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.409 KB)

Abstract

Masalah yang ditemukan di Desa Baru yaitu masih kurangnya pengetahuan dan keahlian masyarakat dalam mengolah potensi hasil laut yang dimiliki, sehingga banyak sekali potensi yang belum dioptimalkan. Oleh karena itulah perlu dilakukan sosialisasi untuk menambah wawasan serta pemberian keterampilan tambahan bagi masyarakat sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat pula. Maka tema yang diangkat yaitu “Society Empowerment Melalui Capacity Building Guna Menciptakan Competitive Advantage Desa Baru Sebagai Desa Bismillah”. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan sosialisasi dan pelatihan. Hasil evaluasi dari kegiatan adalah masyarakat sangat terbuka dan menerima saran dan pengetahuan dari Mahasiswa KKN
EVALUASI AKUNTABILITAS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN BANGKA DAN KABUPATEN BELITUNG: SUATU KAJIAN KOMPREHENSIF Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Christianingrum
Tirtayasa Ekonomika Vol 14, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Economics and Business - Universitas Sultasn Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.474 KB)

Abstract

Berdasarkan UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, tujuan pemerintah membentuk Dana Desa adalah karena pemerintah ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa; meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa; menanggulangi kemiskinan; serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi dengan lebih memeratakan pendapatan. Terkait dengan pengelolaan dana desa tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berdasarkan hasil kajian yang dilakukan lembaga itu pada tahun 2014, menemukan 14 potensi permasalahan pengelolaan dana desa baik terkait Alokasi Dana Desa (ADD) maupun Dana Desa yang dibagi dalam 4 (empat) aspek, yaitu aspek regulasi dan kelembagaan, aspek tata laksana, aspek pengawasan dan aspek sumber daya manusia.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah pengelolaan dana desa telah akuntabel dan efektif dipandang dari aspek regulasi dan kelembagaan, tata laksana pengelolaan dana, pengawasan dan sumber daya manusia yang akan dikaji dengan menggunakan pendekatan kualitatif.Kesimpulan yang diperoleh dari hasil penelitian pendahuluan, pengelolaan dana desa pada tahun 2015 masih belum optimal, namun untuk tahun 2016 pengelolaan dana desa telah dilakukan dengan baik karena kelemahan pada tahun 2015 menjadi masukan bagi pemerintah pusat, kabupaten dan pemerintah desa untuk mengelola dana desa menjadi lebih baik lagi
EVALUASI AKUNTABILITAS DAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN BANGKA DAN KABUPATEN BELITUNG: SUATU KAJIAN KOMPREHENSIF Yunita, Anggraeni; Christianingrum, Christianingrum
Accounthink Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Under Law no. 6 Year 2014 on Village, the government's goal of forming Village Fund is because the government wants to improve the welfare of rural communities; improving the quality of life of villagers; tackling poverty; as well as creating economic growth with more revenue sharing. In relation to the management of the village funds, the Corruption Eradication Commission (KPK), based on the results of the study conducted in 2014, found 14 potential problems for village fund management related to Village Fund Allocation (ADD) and Village Funds divided into four (4) aspects of regulatory and institutional aspects, aspects of governance, supervisory and human resources aspects.The purpose of this study is to evaluate whether the management of village funds has been accountable and effective in terms of regulatory and institutional aspects, the management of funds, supervision and human resources that will be assessed using a qualitative approach.The conclusions obtained from the preliminary study result, village fund management in 2015 are still not optimal, but for the 2016 village funds management has been well done since the weaknesses in 2015 became inputs for central, district and village governments for village funds management to be more well again.