Regina Lichteria Panjaitan, Regina Lichteria
Unknown Affiliation

Published : 34 Documents
Articles

Found 34 Documents
Search

Kreativitas Anak Usia Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Menggambar

Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 2 (2018): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pentingnya kegiatan menggambar adalah untuk melatih anak agar berpikir secara kreatif sehingga dapat meningkatkan kreativitas anak. Dengan adanya sanggar menggambar, dapat mewadahi kreativitas anak khususnya anak usia sekolah dasar sehingga dapat membantu anak dalam meraih prestasi dan menyalurkan minat dan bakatnya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian fenomenologi, dengan tujuan untuk memberikan gambaran mengenai fenomena/peristiwa yang sedang terjadi yaitu mengenai kreativitas anak dalam pembelajaran menggambar. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan catatan lapangan, sehingga data yang diperoleh memberikan gambaran mengenai fenomena yang sedang terjadi. Proses pembelajaran menggambar yang dilakukan anak usia sekolah dasar yaitu pengajar memberikan materi kepada anak, kemudian anak mencoba mengggambarnya sesuai dengan bimbingan dan arahan dari pengajar. Pembelajaran dilakukan dengan metode secara bertahap sesuai dengan perkembangan anak. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di sanggar Happy Panda Batununggal, Kota Bandung, diperoleh hasil yaitu gambaran mengenai kreativitas anak usai sekolah dasar dalam proses pembelajaran menggambar.

PENERAPAN MODEL PEMBELAARAN INKUIRI PADA MATERI SIFAT-SIFAT BENDA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV

Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.353 KB)

Abstract

The research aimed to improve teacher performance in the planning stage is also in the implementation stage, increasing student activity and student learning outcomes. This research is done by applying inquiry model of learning. This inquiry study can help solve the problems that occur in science learning, especially in the material properties of objects. The subject of this research is the fourth grade students of elementary school of Lembursitu. The method used in this research is classroom action research using observation guides, interview guides, field notes and tests as research instruments. This study lasted for three cycles because the new targets were achieved in the third cycle. The target is determined on the performance of teachers is 100%, while the activity and learning outcomes of students is 90%. Based on the results of research proved that learning science can create a conducive atmosphere because students are active in learning. Students are also able to find their own knowledge that makes learning more meaningful. In addition, teacher performance is also increasing with the application of inquiry learning.

PERSEPSI GURU MENGENAI SEX EDUCATION DI SEKOLAH DASAR KELAS VI

Mimbar Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.489 KB)

Abstract

The role of technology, especially information technology in Indonesia in the building society XXI century. Indonesia has begun to enter the stage of the telematics community will certainly have a major impact on all levels of life of the Indonesian nation, especially in children. The emergence of a great revolution throughout the world of children's playground, Internet presence replaces the open airy space for children's play, besides presenting impression's Internet pornography and violence can harm the development of children's personality. Sexual deviance behavior at the level of schooling is quite surprising, of course. This is a challenge for education and should be used as a rationale for the need for innovation in learning. Things into consideration are for this. Sex education in early childhood is considered taboo in society. Guru is one of the determining factors of high and low quality of education has a strategic position in transforming sex education to learners. Therefore, this study tries to analyze how perceptions of teachers on sex education at the primary school level, the research method used is a descriptive method.Keywords: Perception of teachers, sex education, learners in primary schools.

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SD KELAS IV DALAM MATA PELAJARAN IPA PADA MATERI GAYA

Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.236 KB)

Abstract

Pembelajaran IPA yang dilakukan selama ini masih menggunakan pembelajaran konvensional, dan berpusat pada guru sehingga siswa kurang aktif dalam belajar, dan tidak menemukan sendiri konsep dari materi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran discovery lebih baik secara signifikan daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian eksperimen yaitu desain kelompok kontrol pretes-postes. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SD se-Kecamatan Sumedang Selatan yang berada pada kelompok unggul. Sementara, sampelnya adalah siswa kelas IV SDN Sukaraja II sebagai kelas eksperimen dan SDN Sukaraja I sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes hasil belajar siswa, pedoman observasi kinerja guru dan aktivitas siswa, lembar angket, serta lembar wawancara. Hasil uji perbedaan rata-rata Mann Whitney kelas eksperimen dan kelas kontrol diperoleh ­P-value (Sig. 2-tailed) sebesar 0,031 sehingga H1 diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran discovery lebih baik secara signifikan daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Kata kunci : Model pembelajaran discovery, hasil belajar siswa, materi gaya.

PENGGUNAAN MODEL INKUIRI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT MAGNET DI KELAS V SDN SUKAJAYA KECAMATAN JATINUNGGAL KABUPATEN SUMEDANG

Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (591.132 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar dan aktivitas siswa pada materi sifat-sifat magnet. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model inkuiri. Model inkuiri adalah model pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran siswa aktif. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian tindakan kelas. Berdasarkan hasil pelaksanaan siklus I sampai III, maka model pembelajaran inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar dan juga aktivitas siswa pada materi sifat-sifat magnet. Hal ini dapat tergambarkan pada aktivitas dan hasil belajar siswa sebagai berikut. Untuk aktivitas siswa pada siklus I mencapai 32%, siklus II 64% dan siklus III 86%. Sedangkan untuk hasil belajar siklus I siswa yang dikatakan tuntas adalah sebanyak yaitu 45%, untuk siklus II 73%, dan untuk siklus III sebanyak 91%. Maka dari itu, penggunaan model inkuiri dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa mengenai materi sifat-sifat magnet di Kelas V SDN Sukajaya Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang dikatakan berhasil.Kata kunci: Inkuiri, Sifat-sifat Magnet, Hasil Belajar.

PERBANDINGAN PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA JENDELA BENCANA DENGAN MEDIA GAMBAR PERISTIWA ALAM TERHADAP HASIL BELAJAR SD PADA MATERI PERISTIWA ALAM

Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.316 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media jendela bencana dan pengaruh media gambar peristiwa alam terhadap hasil belajar siswa, serta untuk mengetahui apakah pembelajaran dengan menggunakan media jendela bencana lebih baik secara signifikan daripada pembelajaran dengan menggunakan media gambar peristiwa alam dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi peristiwa alam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain kelompok kontrol pretes-postes. Sampel pada penelitian ini adalah SDN Balongan IV sebagai kelas eksperimen dan SDN Balongan III sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah soal tes hasil belajar siswa, observasi kinerja guru dan kinerja siswa, serta angket respon siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa media jendela bencana dan media gambar peristiwa alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan dari hasil uji perbedaan rata-rata nilai gain, pembelajaran menggunakan media jendela bencana lebih baik secara signifikan daripada pembelajaran menggunakan media gambar peristiwa alam dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi peristiwa alam.

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PICTORIAL RIDDLE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD PADA MATERI PELESTARIAN LINGKUNGAN

Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.186 KB)

Abstract

Critical thinking will appear in students during the learning exercises, the teacher is able to build patterns of interaction and student communication actively. One of the best learning methods used to improve students thinking skills is the Pictorial Riddle method. The sample of this research is the fourth grade students of SDN Ranjiwetan I, SDN Ranjiwetan IV, and SDN Ranjiwetan V which are all three as experimental class. The instruments used in this study are test and non test. As the results of research with significance level = 0.05 indicates the method of learning. Riddle can improve high, medium, and low thinking skills. However, there is no average difference between mindset in high, medium, and low group. Students responses in learning using the Pictorial Riddle method by teachers are very high.

PENGARUH LEARNING START WITH QUESTIONS TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD PADA MATERI CERMIN

Jurnal Pena Ilmiah Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.436 KB)

Abstract

The reserach based on to know chritical thingking skill of high, middle, dan low group student through learning start with questions. The sample of this research is V class student of 95 students from Margamukti Elementary School, Mandalaherang Elementary Scholl I, adn Mandalaherang Elementary School II. The method used is pre-experimental and one-group-pretest-posttest design wth the same treatment from three schools. Instrumen used on the research is KAIPA test chritical thinking skills test, teacher performance observation, student activity observation, and questionnaire. Result of research using significance level  showed that each group can improve chritical thingking skill with learning start with questions. The results showed that high group chritical thinking skill with is better than middle and low group, and middle group chritical thinking skills is better than low group

PENGARUH MODEL SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT TERHADAP HASIL BELAJARSISWA KELAS V PADA MATERI PERISTIWA ALAM

Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.564 KB)

Abstract

Adanya penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya guru yang tidak memberikan pengalaman yang bermakna pada siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Salahsatu cara untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu melalui model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat, karena di dalam pembelajarannya siswa didorong untuk mencari solusi permasalahan yang terjadi di masyarakat. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian eksperimen dengan desain penelitian pretest-posttest control group design. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbedaan hasil belajar siswa antara siswa yang belajar menggunakan model Sains Teknologi Masyarakat dengan siswa yang belajar menggunakan metode konvensional.Hasil uji perbedaan rata-rata menggunakan uji-Udengan taraf signifikansi α = 0,05 menunjukkan bahwa model Sains Teknologi Masyarakat lebih baik secara signifikan daripada metode konvensional dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Artinya, pembelajaran dengan menggunakan model Sains Teknologi Mayarakat dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada materi peristiwa alam, sehingga tujuan dari penelitian ini tercapai dengan baik.Kata Kunci: Model Sains Teknologi Masyarakat, Pembelajaran Konvensional, Hasil Belajar

PENGARUH MODEL VISUAL, AUDITORY, DAN KINESTHETIC (VAK) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA

Jurnal Pena Ilmiah Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Pena Ilmiah
Publisher : Jurnal Pena Ilmiah

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.065 KB)

Abstract

Berdasarkan pengamatan di lapangan, rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh pembelajaran di kelas masih teacher-centered, dan karakteristik siswa dalam memahami materi pelajaran itu berbeda-beda. Berangkat dari permasalahan tersebut, dipilih model Visual, Auditory, dan Kinesthetic (VAK). Desain penelitian ini berupa eksperimen murni dengan sampelnya siswa kelas V SDN Paseh 2 dan SDN Legok 1. Instrumen yang digunakan adalah soal tes hasil belajar, lembar observasi kinerja guru dan aktivitas siswa, angket respon siswa, dan catatan lapangan. Hasil uji perbedaan rata-rata menunjukkan  terdapat perbedaan rata-rata nilai post test di kelas eksperimen dengan rata-rata nilai post test di kelas kontrol. Simpulannya adalah model VAK lebih baik secara signifikan daripada pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar.Adapun faktor yang mendukung pembelajaran IPA dengan menggunakan model VAK adalah guru memiliki kreativitas yang optimal dalam pembelajaran. Sedangkan faktor penghambat adalah siswa gaduh pada saat pembelajaran.Kata Kunci : Model Visual, Auditory, dan Kinestethic (VAK), materi sifat-sifat Cahaya.