Articles
12
Documents
POLA PENJAMINAN MUTU PADA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL BERBASIS NILAI-NILAI SEKOLAH

Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.936 KB)

Abstract

Abstract: Quality Assurance in Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Pre-international Schools) Based on School Values. The present research project is aimed at describing the process of quality manage­ment in Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (Pre-international Schools) in Malang and Bandung. The study is also set to explore school values attributable to educational quality assurance. While the process of quality management is explored using Failure Mode and Effects Analysis, the school values are identified and calculated using factorial analysis. The results show that, on average, students and teachers tend to categorize the quality into “kemungkinan gagal sedikit” (slightly potentially failed) and “kemungkinan gagal dalam jumlah yang langka” (unlikely failed). The study also found 10 school values relevant to educational quality assurance.Abstrak: Pola Penjaminan Mutu pada Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional Berbasis Nilai-Nilai Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi proses manajemen mutu di SMA Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di Malang dan Bandung, dan menggali nilai-nilai sekolah yang berpengaruh terhadap penjaminan mutu pendidikan. Deskripsi proses penjaminan mutu yang dilaksanakan di sekolah digali dengan menggunakan metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis) dengan teknik analisis statistik deskriptif, sedangkan penggalian nilai-nilai sekolah dilakukan dengan teknik analisis faktor. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata responden siswa dan guru mempersepsi kondisi proses pendidikan pada kategori “kemungkinan gagal sedikit” dan “kemungkinan gagal dalam jumlah yang langka”. Penelitian ini juga menemukan 10 nilai-nilai sekolah yang relevan dengan penjaminan mutu pendidikan.

PERSEPSI DAN SIKAP SISWA TENTANG KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA

JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.292 KB)

Abstract

ABSTRACT: The purpose of this study: (1) to describe the level of student perceptions about scout extracurricular activities; (2) to describe students attitudes towards scout extracurricular activities; and (3) to examine the relationship between perceptions and attitudes of students regarding scout extracurricular activities. This research is included in the quantitative descriptive research with the Dwivariate Correlational research model. Data was collected using a questionnaire obtained from 4 state high schools located in the urban center of Bojonegoro district. The results of this research and development are: (1) Students perceptions of the Scout extracurricular activities in State High Schools throughout the Bojonegoro District are in the Good category; (2) Students attitudes about Scouting extracurricular activities in State High Schools throughout Bojonegoro District are in the Good category; and (3) The relationship between student perception variables and attitude variables related to the Scout extracurricular activities shows that a positive correlation in the State Senior High Schools in Bojonegoro Subdistrict.Key words: student perceptions, student attitudes, scout extracurricular activities ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan, untuk: (1) mendeskripsikan tingkat persepsi siswa tentang kegiatan ekstrakurikuler pramuka; (2) mendeskripsikan sikap siswa terhadap kegiatan ekstrakurikuler pramuka; dan (3) menguji hubungan persepsi dan sikap siswa tentang kegiatan ekstrakurikuler pramuka. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan model penelitian Korelasional Dwivariat. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket yang diperoleh dari dari 4 SMA Negeri yang terletak di pusat perkotaan Kabupaten Bojonegoro. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa: (1) Siswa SMAN di Kecamatan Bojonegoro memiliki tingkat persepsi baik tentang kegiatan ekstrakurikuler Pramuka; (2) Siswa SMAN di Kecamatan Bojonegoro memiliki sikap baik tentang kegiatan ekstrakurikuler Pramuka; dan (3) Ada hubungan positif antara persepsi dan sikap tentang kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di SMA Negeri se-Kecamatan Bojonegoro.Kata Kunci: persepsi, sikap, kegiatan ekstrakurikuler pramuka

MANAJEMEN PEMBELAJARAN KELAS OLAHRAGA

JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Vol 1, No 1 (2016): Vol. 1 No. 1 November 2016
Publisher : JMSP (Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan)

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.22 KB)

Abstract

Abstract: The aims of the research are to describe: the lesson planning of sport classroom,sport classroom teaching organizised, exercise class learning implementation, evaluation oflearning and resistance exercise class and gym class learning solutions. This study used a casestudy of qualitative approach. The data collection were by having interviews, observation anddocumentation. The results showed planners exercise class program involves the education,PENGCAB and KONI. Learning implementation is divided into academic and non-academiclearning that involves each PENGCAB, and conducted evaluation to measure the success aswell.Keywords: Learning management and sport classroom.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: perencanaan pembelajaran kelasolahraga, pengorganisasian pembelajaran kelas olahraga, pelaksanaan pembelajaran kelasolahraga, evaluasi pembelajaran kelas olahraga dan hambatan serta solusi pembelajarankelas olahraga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitianstudi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasilpenelitian menunjukkan perencana program kelas olahraga melibatkan dinas pendidikan,PENGCAB dan KONI. Pelaksanaan pembelajaran terbagi menjadi pembelajaran akademikdan pembelajaran non akademik yang melibatkan PENGCAB olahraga masing-masing, sertadilakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan pembelajaran kelas olahraga.Kata kunci: manajemen pembelajaran dan kelasolahraga.

PENDAMPINGAN PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013

ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.212 KB)

Abstract

Abstract: Management of effective learning aspects will encourage students to participate actively during the learning process. There is no appropriate learning strategy for all learning materials and situations as well as supporting the achievement of learning objectives. Teacher variation in applying learning strategy becomes important thing done in learning activity. The target audience for the implementation of innovative learning strategies in the implementation of Curriculum 2013 are the teachers of Private Madrasah Ibtidaiyah (Madrasah Ibtidaiyah Swasta / MIS) Lowokwaru Malang. Activities will be held in one of the MI Al Fattah classrooms, with a target audience of 17 teachers. The method used is varied discourse and practice (peer teaching). The results of this mentoring activities include several components, namely: (1) the success of the target number of mentoring participants in attendance were 17 teachers (85%) of the total invited as many as 20 teachers; (2) the achievement of the material targets given to the mentoring participants, and also additional knowledge on the implementation of lesson study for teachers; and (3) outcome achievement of mentoring activities, namely lesson plan (RPP) based on cooperative learning model compiled by teacher and display video of teacher teaching in implementing learning activities by applying cooperative learning model.Keywords: mentoring, learning strategy, Curriculum 2013Abstrak: Pengelolaan aspek pembelajaran yang efektif akan mendorong siswa berpartisipasi secara aktif pada saat proses pembelajaran. Tidak ada strategi pembelajaran yang tepat untuk semua materi dan situasi pembelajaran serta menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran. Variasi guru dalam menerapkan strategi pembelajaran menjadi hal yang penting dilakukan dalam kegiatan pembelajaran. Khalayak sasaran kegiatan pendampingan penerapan strategi pembelajaran inovatif dalam implementasi Kurikulum 2013 ini adalah para guru MIS Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kegiatan akan dilaksanakan di salah satu ruang kelas MI Al Fattah, dengan jumlah khalayak sasaran adalah 17 orang guru. Metode yang digunakan adalah ceramah bervariasi dan praktik (peer teaching). Hasil kegiatan pendampingan ini mencakup beberapa komponen, yaitu: (1) keberhasilan target jumlah peserta pendampingan yang hadir yakni 17 orang guru (85%) dari total yang diundang sebanyak 20 orang guru; (2) ketercapaian target materi yang diberikan kepada peserta pendampingan, dan juga ada tambahan pengetahuan tentang implementasi lesson study bagi guru; dan (3) ketercapaian luaran kegiatan pendampingan, yakni RPP berbasis model pembelajaran kooperatif yang disusun oleh guru dan video tampilan mengajar guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif.Kata kunci: pendampingan, strategi pembelajaran, Kurikulum 2013

PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS KURIKULUM 2013

ABDIMAS PEDAGOGI Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : ABDIMAS PEDAGOGI

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.102 KB)

Abstract

Abstract: In terms of curriculum change, education in Indonesia to date has undergone several changes in the curriculum. History notes that every change of curriculum, a lot of problems that arise in the world of education. One aspect in the implementation of Curriculum 2013 is the development of learning tools that refers to the Curriculum 2013 policy. The purpose of this assistance is the teacher is able to develop and develop learning tools based on Curriculum 2013. The target audience of making learning tools based on Curriculum 2013 is the teachers of Private Madrasah Ibtidaiyah (Madrasah Ibtidaiyah Swasta / MIS) Lowokwaru Malang. This activity was held in one classroom of MI Al Fattah, with a total audience of 20 target teachers. The method used is varied lectures and exercises. Discourse vary to convey concepts that are important to be understood and mastered by the trainees. Exercises are used to assign tasks to mentoring participants to practice the making of learning tools (focus on lesson plans) based on Curriculum 2013. The results of this activity include several components, namely: (1) the success of the target attendance attendance number of 20 teachers from four MIS Lowokwaru Malang; (2) the achievement of material targets given to the mentoring participants; and (3) the outcome achievement of this mentoring activity is the lesson plan (RPP) made by the teacher.Keywords: mentoring, learning tools, Curriculum 2013Abstrak: Ditinjau dari segi perubahan kurikulum, pendidikan di Indonesia hingga saat ini telah mengalami beberapa kali perombakan pada kurikulum. Sejarah mencatat bahwa setiap pergantian kurikulum, banyak sekali masalah yang timbul dalam dunia pendidikan. Salah aspek dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah pengembangan perangkat pembelajaran yang mengacu pada kebijakan Kurikulum 2013. Tujuan pendampingan ini adalah guru mampu menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran berdasarkan Kurikulum 2013. Khalayak sasaran kegiatan pendampingan pembuatan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 ini adalah para guru MIS Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu ruang kelas MI Al Fattah, dengan jurnlah khalayak sasaran adalah 20 orang guru. Metode yang digunakan adalah ceramah bervariasi dan latihan. Ceramah bervariasi untuk menyampaikan konsep-konsep yang penting untuk dimengerti dan dikuasai oleh peserta pelatihan. Latihan digunakan untuk memberikan tugas kepada peserta pendampingan untuk mempraktikkan pembuatan perangkat pembelajaran (fokus pada rencana pembelajaran) berbasis Kurikulum 2013. Hasil kegiatan ini mencakup beberapa komponen yaitu: (1) keberhasilan target jumlah peserta pendarnpingan yang hadir yakni 20 orang guru dari empat MIS Kecamatan Lowokwaru Kota Malang; (2) ketercapaian target materi yang diberikan kepada peserta pendampingan; dan (3) ketercapaian luaran kegiatan pendampingan ini yakni RPP yang dibuat oleh guru.Kata kunci: pendampingan, perangkat pembelajaran, Kurikulum 2013

Problematika Pemberdayaan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Sekolah Menengah Pertama Berbasis Pesantren

Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.963 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to describe the problematic of empowerment and human resource development in junior high school based on pesantren in East Java. This research is conducted with qualitative approach. The subjects of this study are school administrative staff (tenaga administrasi sekolah / TAS), teachers, and principals. Data collection techniques are interviews. Subsequently used as material in carrying out focus group discussion (FGD). Data analysis is done through three steps, namely: data reduction; display data; and conclusion drawing / verifying. The results showed that school problems in the empowerment of principals are: the duty of boarding school board; communication barriers and coordination with pesantren; communication barriers with teachers and administrative staff (tenaga administrasi sekolah / TAS); and task delegation. School problems in teacher empowerment are: the ratio of teacher-student numbers is not proportional; some teachers teach at other educational institutions; lack of understanding how to educate students according to the vision and mission of schools and pesantren; and less optimal teaching supervision. School problems in the empowerment of administrative staff (tenaga administrasi sekolah / TAS) are: the limited infrastructure of the school office; number of TAS personnel; and mastery of information and communication technology (ICT). Human resource development is done in two ways, namely group development and individual development.Keywords: empowerment, development, human resources, schools based pesantrenAbstrak: Tujuan Penelitian ini adalah mendeskripsikan problematika pemberdayaan dan pengembangan sumber daya manusia di sekolah menengah pertama (SMP) berbasis pesantren di Jawa Timur. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah tenaga administrasi sekolah (TAS), guru, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data adalah wawancara. Selanjutnya dijadikan bahan dalam melaksanakan focus group discussion (FGD). Analisis data dilakukan melalui tiga langkah, yaitu: data reduction; data display; dan conclusion drawing/verifying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan sekolah dalam pemberdayaan kepala sekolah adalah: adanya tugas menjadi pengurus pesantren; hambatan komunikasi dan koordinasi dengan pesantren; hambatan komunikasi dengan para guru dan TAS; dan pendelegasian tugas. Permasalahan sekolah dalam pemberdayaan guru adalah: rasio jumlah guru-siswa belum proporsional; beberapa guru mengajar di lembaga pendidikan lain; kurangnya kesepahaman cara mendidik siswa sesuai visi dan misi sekolah dan pesantren; dan kurang optimalnya supervisi pengajaran. Permasalahan sekolah dalam pemberdayaan TAS adalah: terbatasnya sarana prasarana kantor sekolah; jumlah personil TAS; dan penguasaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Pengembangan sumber daya manusia (SDM) dilakukan dengan dua cara, yaitu pengembangan yang bersifat kelompok dan pengembangan yang bersifat individu.Kata kunci: pemberdayaan, pengembangan, sumber daya manusia, sekolah berbasis pesantren 

KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT

Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.126 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) strategi kepala sekolah dalam membangun hubungan sekolah dengan masyarakat meliputi komunikasi dengan masyarakat, membangun mitra kerjasama dan keterbukaan informasi, (2) penyusunan program hubungan sekolah dengan masyarakat melibatkan kepala sekolah, guru, dan karyawan/TU yang kemudian disetujui oleh komite sekolah, (3) kendala yang dihadapi sekolah dalam mengembangkan hubungan masyarakat yakni masyarakat dan orang tua yang pasif, kesibukan dari masing-masing pihak, latar belakang perekonomian dan guru kurang akrab, dan (4) upaya kepala sekolah dalam mengembangkan partisipasi masyarakat yakni, komunikasi dengan komite sekolah, masyarakat, orang tua dan paguyuban kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan penelitian multisitus.

HUBUNGAN KOMPETENSI DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA TENAGA ADMINISTRASI SEKOLAH

Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018
Publisher : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.106 KB)

Abstract

Abstract: The research is done to describe the level of competency of school administrative staff, describe the level of work motivation of school administrative staff, describe the level of performance of school administrative staff, and understand the connection of competency and work motivation with the performance of the school administrative staff. The approach of this study is quantitative that is correlation descriptive research with 111 respondents. As forcollecting data is questionnaire. The results of the research show that the competency of school administrative staff is high, the work motivation of school administrative staff is high, the performance of school administrative staff is high, and there is a relationship of competency and work motivation with performance of school administrative staff. Keywords: competency, work motivation, performance Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi tenaga administrasi sekolah, mendeskripsikan tingkat motivasi kerja tenaga administrasi sekolah, mendeskripsikan tingkat kinerja tenaga administrasi sekolah, serta mengetahui hubungan kompetensi dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga administrasi sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional, dengan 111 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi tenaga administrasi sekolah tergolong tinggi, motivasi kerja tenaga administrasi sekolah tergolong tinggi, kinerja tenaga administrasi sekolah tergolong tinggi, dan terdapat hubungan kompetensi dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga administrasi sekolah. Kata Kunci: kompetensi, motivasi kerja, kinerja

Pemetaan Gaya Dan Tipe Kepemimpinan Kepala Sekolah

Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Tahun 27 Nomor 1 Mei 2018
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.137 KB)

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to know style, type, leadership style, and leadership type that most dominant of headmasters of state primary schools, state junior and senior high school in Malang City. Quantitative approach with descriptive exploratory analysis design. Population (136) headmasters of state primary schools, state junior and senior high school in Malang City, sample of random sampling 41 people. Data collection techniques use questionnaire, factor analysis and descriptive. Outcome: (1) 5 types of leadership style, that is democratic, delegative, militaristic/autocratic, exploitative, and consultative, (2) leadership type that is administrative/executive, democratic, populist/nationalistic, charismatic and authoritarian/autocratic, (3) the most dominant democratic style the headmaster answered agree, the delegative style and consultative answer agreed, militaristic/autocratic style and exploitative less agree. (4) administrative/executive type, democratic, charismatic, and authoritarian, the most dominant principal responds agree, and populist/nationalistic type responds less agree.Keyword: leadership style, leadership type, headmasterAbstrak: Tujuan penelitian mengetahui gaya, tipe, gaya kepemimpinan paling dominan, dan tipe kepemimpinan paling dominan kepala sekolah SD, SMP, dan SMA Negeri Kota Malang. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan analisis deskriptif eksploratori. Populasi (136) orang kepala SD, SMP, dan SMA Negeri se-Kota Malang, sampel random sampling 41 orang. Teknik pengumpulan data angket, analisis faktor dan deskriptif. Hasil: (1) gaya kepemimpinan ada 5 macam yaitu demokratik, delegatif, militeristik/otokratis, eksploitatif, dan konsultatif, (2) tipe kepemimpinan yaitu administratif/eksekutif, demokratis, populistik/nasionalistik, karismatik, dan otoriter/otokratis, (3) gaya demokratik paling dominan kepala sekolah menjawab setuju, gaya delegatif dan konsultatif menjawab setuju, gaya militeristik/otokratis) dan eksploitatif kurang setuju, (4) tipe administrative/eksekutif), demokratik, karismatik, dan otoriter yang paling dominan kepala sekolah menjawab setuju, dan tipe populistik/nasionalistik) menjawab kurang setuju.Kata kunci: gaya kepemimpinan, tipe kepemimpinan, kepala sekolah

PELIBATAN KOMITE SEKOLAH DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN

JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018
Publisher : JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.521 KB)

Abstract

Abstract: This research aims to describe; (1) the strength of the school committee; (2) forms of school committee involvement; (3) the headmaster that strategy involves school committee; (4) obstacles of the school committee; (5) committee’s problem solving alterative in SDN Blimbing 4 Malang. This research uses qualitative approach with case study research type. The data collection techniques are that used observation, interview and documentation. Based on the process of collecting and analyzing, the result of the obtained data are: (1) the strength of the committee derived comes from the readiness, the alertness to solve the problem, the clear division of labor, and the good coordination; (2) forms of committee involvement are: holding meetings, raising funds, controlling the finances, directing and involving parents in the program, reporting the results of activities to parents; (3) the strategy of the headmaster involves the committees are coordinating, approaching, and becoming a role model; (4) the obstacle of school committee constraints such as committee managers are rarely complete during meetings, the guardian objected to donate voluntary; (5) the problem solving alternatives are the absent committee board is replaced by another committee, and take personal approach.Keyword : involvement, school committee, improving the quality of education Abstrak: Tujuan penelitian ini mendeskripsikan; (1) kekuatan komite sekolah; (2) bentuk-bentuk pelibatan komite sekolah; (3) strategi kepala sekolah melibatkan komite sekolah; (4)  kendala-kendala komite sekolah; (5) alternatif pemecahan masalah komite di SDN Blimbing 4 Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan proses pengumpulan dan analisis data didapatkan hasil, yaitu: (1) kekuatan komite berasal dari keaktifan, kesigapan menindaklanjuti masalah, pembagian kerja yang jelas, dan koordinasi yang baik; (2) bentuk-bentuk pelibatan komite yaitu: mengadakan pertemuan, menggalang dana, mengontrol keuangan, mengarahkan dan melibatkan orang tua dalam program, melaporkan hasil kegiatan kepada orang tua; (3) strategi kepala sekola melibatkan komite yaitu berkoordinasi, melakukan pendekatan-pendekatan, dan kepala sekolah menjadi tauladan; (4) kendala-kendala komite sekolah diantaranya pengurus komite jarang lengkap saat pertemuan, wali murid keberatan saat sumbangan sukarela; (5) alternatif pemecahan masalah yakni pengurus yang tidak hadir digantikan dengan pengurus lainnya, melakukan pendekatan secara personal.Kata kunci: pelibatan, komite sekolah, peningkatan mutu pendidikan