Articles

Found 39 Documents
Search

Berpikir Pseudo Penalaran Kovariasi dalam Mengkonstruksi Grafik Fungsi Kejadian Dinamik: Sebuah Analisis Berdasarkan Kerangka Kerja VL2P dan Implikasinya pada Pembelajaran Matematika Subanji, Subanji
Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 13, No 1 (2006)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jip.v13i1.57

Abstract

This article discusses the thinking process of pseudo covariational reasoning in constructing graphs of dynamic events. The reasoning is examined using the VL2P framework (Vinner, Lithner, Leron, and Pape). The thinking process of one student taking Calculus II course was analysed, followed with interviews, revealing that at the low level, the pseudo covariational reasoning was close to Vinner’s pseudo analytic; that higher level of reasoning was equal to Lithner’s Establish Experience; that the reasoning was dominantly affected by the first process of Leron’s Dual Process Theory; and that it took place when direct translation was involved consistent with Pape’s Direct Translation Approach. These suggest that process view be emphasized in mathematics teaching and learning.
PROSES BERPIKIR MAHASISWA DALAM MENGONSTRUKSI KONSEP KOMPOSISI FUNGSI Sudirman, Sudirman; Subanji, Subanji; Sutawidjaja, Akbar; Muksar, Makbul
Jurnal Pendidikan Sains (JPS) Vol 3, No 1: Maret 2015
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jps.v3i0.4966

Abstract

Fungsi dan komposisi fungsi adalah konsep yang sangat penting dalam matematika. Konsep ini menyatukan ide-ide dalam matematika dan banyak diterapkan dalam bidang ilmu lain. Hasil-hasil penelitian sebelumnya mengungkapkan banyak peserta didik yang kesulitan dengan konsep ini. Penelitian pendahuluan yang di-lakukan oleh peneliti juga menunjukkan hal yang sama.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses berpikir mahasiswa dalam mengonstruksi konsep komposisi fungsi. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester 2 matakuliah Matemati-ka Dasar II. Ada 9 mahasiswa yang diminta menyelesaikan masa-lah komposisi fungsi secara tertulis dan sekaligus mengucapkan dengan keras apa yang dipikirkan. Selanjutnya 6 mahasiswa dipilih sebagai subjek. Pemilihan subjek mempertimbangkan kemampuan berkomunikasi mereka. Dari penelitian ini ditemukan 3 tipe des-kripsi proses berpikir mahasiswa, yaitu: tipe struktur berpikir konstruksi lengkap, tipe struktur berpikir konstruksi lengkap semu, dan tipe struktur berpikir tidak lengkap
BEBAN KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATERI GEOMETRI Yohanes, Barep; Subanji, Subanji; Sisworo, Sisworo
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i2.6121

Abstract

The purpose of the study describes the rises of cognitive load of students in learning geometry. The study used a qualitative approach. The results showed that the intrinsic cognitive load is derived from the number of elements of interactivity of position, distance, and angles between points, lines, and areas, congruency of triangles, algebraic and fractional operations. Intrinsic cognitive load comes from the complexity of the learning material that constitutes visualizing, performing algebraic operations,  determining congruency triangle, and the angle of difficulties. Extraneous cognitive load that arise due to the way the teacher in explaining too fast and disturbance of some of friends who are crowded / noisy. Germane cognitive load that arises due to the use of Cabri 3D in learning and giving variable exampleTujuan penelitian mendeskripsikan munculnya beban kognitif siswa dalam pembelajaran materi geometri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kognitif intrinsic disebabkan oleh jumlah elemen interaktivitas yaitu kedudukan, jarak, dan sudut antara titik, garis, dan bidang, kesebangunan segitiga, operasi aljabar, dan operasi pecahan. Beban kognitif intrinsic disebabkan oleh kompleksitas materi, yaitu kesulitan membayangkan, kesulitan melakukan operasi aljabar, kesulitan menentukan kesebangunan segitiga, dan kesulitan menentukan besar sudut. Beban kognitif extraneous disebabkan oleh cara guru dalam menjelaskan terlalu cepat dan gangguan dari sebagian teman yang ramai/gaduh. Beban kognitif germane disebabkan oleh penggunaan Cabri 3D dalam pembelajaran dan pemberian latihan soal. 
Using APOS Theory Framework: Why Did Students Unable To Construct a Formal Proof? Syamsuri, Syamsuri; Purwanto, Purwanto; Subanji, Subanji; Irawati, Santi
International Journal on Emerging Mathematics Education IJEME, Vol. 1 No. 2, September 2017
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.094 KB) | DOI: 10.12928/ijeme.v1i2.5659

Abstract

Mathematical thinking is necessary in mathematics learning especially in college level. One of activities in undergraduate mathematics learning is proving. This article describes students’ thinking process who unable to construct mathematical formal proof. The description uses APOS Theory to explore students’ mental mechanism and students’ mental structure while they do proving. This research is qualitative research that conducted on students majored in mathematics education in public university in Banten province, Indonesia. Data was obtained through asking students to solve proving-task using think-aloud and then following by interview based task. Results show that the students could not construct a formal proof because they unable to appear encapsulation process. They merely enable to think interiorization and coordination. Based on the results, some suitable learning activities should designed to support the construction of these mental mechanism.
PENALARAN ANALOGI SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH LUAS DAN KELILING SEGITIGA DAN SEGIEMPAT Wardhani, Dyah Ayu Pramoda; Subanji, Subanji; Qohar, Abdul
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.9, September 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i9.6771

Abstract

Analogical reasoning is the process of drawing conclucions using similarity properties and relationship structure of known source problem to be applied to target problem. The goal of this research was to describe eight grade students analogical reasoning in solving problem about area and perimeter of triangle and rectangles. The approach used in this research is qualitative approach with descriptive research.The results of this research indicate that the analogical reasoning of high ability students going well.There are several obstacle are got by medium student groups in the mapping process.Analogical reasoning of lower ability students indicate that the subject could not understand a given problem.Penalaran analogi adalah proses penarikan kesimpulan dengan menggunakan kesamaan sifat dan struktur hubungan dari permasalahan sumber untuk diaplikasikan pada permasalahan target. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran analogi siswa kelas VIII dalam menyelesaikan masalah luas dan keliling segitiga dan segiempat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan penalaran analogi siswa kemampuan tinggi terjadi dengan baik. Penalaran analogi siswa kelompok sedang cenderung terjadi cukup baik. Ada beberapa hambatan yang dialami siswa kelompok sedang, yaitu pada proses mapping. Penalaran analogi siswa kemampuan rendah menunjukkan bahwa subjek tidak dapat memahami masalah yang diberikan.
Proses Berpikir Siswa Quitter dalam Menyelesaikan Masalah SPLDV Berdasarkan Langkah-langkah Polya Irianti, Nathasa Pramudita; Subanji, Subanji; Chandra, Tjang Daniel
JMPM: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2016): September
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26594/jmpm.v1i2.582

Abstract

Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses berpikir siswa quitter dalam menyelesaikan masalah SPLDV. Pertama, dilakukan tes ARP (Adversity Response Profile) untuk mengetahui tipe adversity quotient dari masing-masing siswa. Selanjutnya, dipilih siswa dengan tipe quitter. Siswa diberikan tugas pemecahan masalah SPLDV dan wawancara berbasis tugas. Dalam pemecahan masalah ini, digunakan langkah-langkah pemecahan polya yaitu memahami masalah, menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai perencanaan, dan memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh. Hasilnya, siswa dengan tipe quitter melakukan asimilasi saat memahami masalah dan akomodasi pada langkah menyusun rencana penyelesaian, menyelesaikan masalah sesuai perencanaan, dan memeriksa kembali hasil yang telah diperoleh. Untuk masalah rumit, siswa dengan tipe quitter melakukan asimilasi salah (asimilasi yang memberikan hasil salah) ataupun akomodasi tidak sempurna karena informasi yang dimiliki kurang.
PENGEMBANGAN LKS BERCIRIKAN GUIDED DISCOVERY LEARNING PADA MATERI SEGI EMPAT UNTUK SISWA KELAS VII MTS Maula, Ismatul; Subanji, Subanji; Sudirman, Sudirman
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.2, Februari 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i2.5802

Abstract

The objective of the study is to the produce students’ worksheet using the Guided Discovery Learning it is valid, practical and effective. This is a research and developmental design which adopted the model of Plomp. This developmental model includes phases preliminary research, prototyping phase and assessment phase. The subject of this study is the students of class VII MTs Labbaika Samarinda. The result of the study shows that the LKS is in the category of valid with mean 3,40. The result of the try-out show that it fulfills the practicality aspect which is useful and achieves the category of high with mean 3,77. The worksheet is also effective. It was proved by (1) 85,29% of students, who take the subject of mathematics using worksheet developed, achieve the minimum passing grade and (2) All students give positive response to the activities of learning and teaching of mathematics using developed worksheet.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan LKS bercirikan Guided Discovery Learning yang memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadopsi model pengembangan Plomp yang meliputi tahapan preliminary research, prototyping phase, dan assessment phase. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VII MTs Labbaika Samarinda sebagai subjek uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS yang dikembangkan berada pada kategori valid dengan skor rata-rata 3,40. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, diperoleh bahwa LKS yang dikembangkan memenuhi aspek kepraktisan, yaitu hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran oleh guru dan siswa menggunakan LKS berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 3,77. LKS juga memenuhi aspek keefektifan. Hal tersebut dapat dilihat dari (1) 85,29% siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan LKS yang dikembangkan mampu melampaui nilai KKM dan (2) seluruh siswa memberikan respon positif pada kegiatan pembelajaran dan LKS yang dikembangkan.
PROSES BERPIKIR SISWA BERDASARKAN KERANGKA KERJA MASON Wardhani, Wulan Anindya; Subanji, Subanji; Dwiyana, Dwiyana
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.3, Maret 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i3.6152

Abstract

The determine of this study is explain the thinking process of high and low performing students in solving mathematical problems, so classified in qualitative research. The data collection is done by the provision of initial tests, giving the final test, and interviews with the study subjects after solving mathematical problems. The results showed that high-ability student fulfills the know, want, and introduce at the stage of entry. In the attack phase fulfills the try, maybe, and why. At this stage of the reviews meet the check and reflect aspects. Low-ability students meet aspects know and want the entry stage. In the attack phase fulfills the try and do a review on the stage of mathematical problem solving.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses berpikir siswa berkemampuan tinggi dan rendah dalam menyelesaikan masalah matematika, sehingga tergolong dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes awal, pemberian tes akhir, dan wawancara terhadap subjek penelitian setelah menyelesaikan masalah matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memenuhi aspek know, want, dan introduce pada tahap entry. Pada tahap attack memenuhi aspek try, maybe, dan why. Pada tahap review memenuhi aspek check dan reflect. Siswa berkemampuan rendah memenuhi aspek know dan want pada tahap entry. Pada tahap attack memenuhi aspek try dan tidak melakukan tahapan review pada penyelesaian masalah matematika.
BERPIKIR KREATIF DALAM PEMBELAJARAN RME Prianto, Agus; Subanji, Subanji; Sulandra, I Made
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.7, Juli 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jp.v1i7.6593

Abstract

This study describes the creative thinking in RME learning material of algebra. The research was conducted in VIIIH grade students of SMP Negeri 1 Jepara. This study used a qualitative approach and data were analyzed by descriptive-explorative. The result showed that the aspects of students creative thinking include: fluency, flexibility and novelty in solving problems related to equation linear systems of two variables. Fluency aspect is characterized by the students were able to express ideas and mathematical ideas fluently and correctly in solving problem. Flexibility aspect is characterized by the students are able to use various means and strategies that vary properly in solving problem. Novelty aspect is characterized by the students were able to use a new way, or different from the others in solving problem.Penelitian ini mendeskripsikan tentang berpikir kreatif dalam pembelajaran RME materi aljabar. Penelitian dilaksanakan pada siswa kelas VIIIH SMP Negeri 1 Jepara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan data hasil penelitian dianalisis secara diskriptif-ekploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpikir kreatif siswa meliputi aspek: fluency, flexibility dan novelty dalam menyelesaikan masalah terkait sistem persamaan linear dua variabel. Aspek fluency ditandai dengan siswa mampu mengemukakan gagasan dan ide matematis secara lancar dan benar dalam menyelesaikan masalah. Aspek flexibility ditandai dengan siswa mampu menggunakan berbagai cara dan strategi yang berbeda-beda secara benar dalam menyelesaikan masalah. Aspek novelty ditandai dengan siswa mampu menggunakan dengan cara baru, atau berbeda dari yang lain dalam menyelesaikan masalah.
STUDI KUANTITATIF: PERUBAHAN KEYAKINAN MAHASISWA TENTANG MATEMATIKA SEBELUM DAN SAAT KULIAH DI POLITEKNIK Hakim, Arif Rahman; Yuwono, Ipung; Subanji, Subanji; Raharjo, Swasono
Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika Vol 9, No 1 (2016): Jurnal Penelitian dan Pembelajaran Matematika Volume 9 Nomor 1 Februari 2016
Publisher : Jurnal Penelitian Dan Pembelajaran Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan keyakinan mahasiswa tentang matematika dari sebelum kuliah hingga saat kuliah di Politeknik. Juga untuk mengetahui hubungan keyakinan tersebut dengan kinerja matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif ditambah dengan sedikit pengambilan data kualitatif. Sampel sebanyak 71 mahasiswa diambil secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan mahasiswa tentang matematika baik sebelum maupun saat kuliah di Politeknik adalah “positif rendah”. Mayoritas mahasiswa (84,5%) keyakinannya tentang matematika berubah. Juga keyakinan tersebut berkorelasi positif dengan kinerja matematika, pada tingkat signifikansi 1% dan koefisien korelasi Pearson 0.474.