Mursidin Mursidin, Mursidin
Balai Penelitian Kehutanan Makassar, Jl. Perintis Kemerdekaan Km 16 Makassar, Telp. 0411-554049 Fax. 0411-554058

Published : 19 Documents
Articles

Found 19 Documents
Search

Ecological characteristic and health of mangrove forest at Tanakeke Island South Sulawesi Setiawan, Heru; mursidin, mursidin
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangrove forest at Tanakeke Island has important roles both for ecology and economy. High pressure on mangrove caused mangrove degradation in the island. Knowledge of ecological conditions and health of mangrove forest are essential for mangrove ecosystem management at the island. The study aims to determine ecological characteristics and health status of mangrove forest at Tanakeke Island, Takalar District, South Sulawesi. This study employed quantitative methods using field survey with observations using plots of 10 m x 10 m. Observation plots were located evenly all over the island. Results showed mangrove forests at Tanakeke Island consist of 11 species belong to 8 families. Shannon-Wiener diversity index reached 2.01, 1.88, and 1.18 for tree, sapling, and seedling, respectively. Importance Value Index reached 115.31, 172.11, and 108.89 for tree, sapling, and seedling, respectively, and dominated by Rhizophora stylosa at all growth levels. Structure of mangrove forest stands resembles the letter "J" inverted, which means the structure of forest stands were quite normal as a result of the good process of plant regeneration. The density reached 706 ind/ha, 4,824 ind/ha, and 23,382 ind/ha for tree, sapling, and seedling, respectively. In general, mangrove forest health levels at Tanakeke Island were categorized in low to moderate levels.
STUDI KUALITATIF PEMAKNAAN APLIKATIF SHALAT SOSIAL Mursidin, Mursidin
Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 3, No 2 (2010): PSYMPATHIC
Publisher : Faculty of Psychology, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.676 KB)

Abstract

Salat is as a medium of connection the communication between human and God. In implementation, salat taught many kinds of moral. The purpose of this research is get the clarification about salat and social piety. This research is as a qualitative research because the data of research is not a statistic data. The researcher finds the different view of salat. First doctrine of salat  has the certain meaning that related to morality. That is, if the doer of salat implements and experiences of the full salat the moral value has the functiom to form the good personality. Second the pure view based on fiqh limit of rules and ritual duty. According to this view, salat related to ritual duty. Salat doesn’t contain moral dimension because salat has the certain space in system of Islam doctrine that separated from system of salat doctrine.
VEGETASI KUNCI HABITAT ANOA DI CAGAR ALAM PANGI BINANGGA, SULAWESI TENGAH Wardah, Wardah; Labiro, Elhayat; Massiri, Sudirman Dg; Sustri, Sustri; Mursidin, Mursidin
Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea Vol 1, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anoa is a wildlife species highly sensitive and selective to the habitat preferences. The study aims to identify the anoa habitat condition in the Nature Reserve of Pangi Binangga, environmental factors which determine the habitat of anoa, including other types of key vegetation of anoa habitats. The research method used is purposive sampling. Sample is determined by observation the track. Habitat of anoa is found such as footprints, skeleton and faeces that located on the highland, flat-sloping, near to the river, mild temperature on moist and acid soils. The density of trees, poles, sapling, seedlings and herbs respectively 302, 430, 1280, and 53250 inviduals/ha. Stratification of vegetation canopy consists of stratum B, C, D and E. The average of stand bassal area is 43.10 m2/ha. Habitat of anoa in Pangi Binangga Nature Reserve are dominated by tree species of Planchonella firms, Castanopsis acuminatissima, Platea sp., Magnolia liliifera, Palaquium quercifolium. The key indicator plants of anoa habitat are Alpinia sp, Diplazium esculentum (Rezt.) Sw. and Pinanga caesia. 
KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI DAN KELEMBAGAAN MASYARAKAT NELAYAN DI DESA MATTIRO SOMPE KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN Mursidin, Mursidin; Nasution, Zahri; Hartono, Tjahjo Tri
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 10, No 7 (2004): (Vol. 10 No. 7 2004)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan da

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

penelitian yang bertujuan mempelajari dan menganalisis karakteristik sosial ekonomi dan kelembagaan masyarakat nelayan di Desa Mattiro Sompe.
PENGELOLAAN RUMAH TANGGA NELAYAN DITINJAU DARI PERSEPSI JENDER (Studi Kasus di Kelurahan Pasie Nan Tigo Kota Padang) Mursidin, Mursidin; Hikmah, Hikmah; Nasution, Zahri
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): DESEMBER (2008)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.672 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang peranan keluarga dalam pengelolaan rumah tangga nelayan ditinjau dari persepsi jender. Metode yang digunakan adalah metode survey yang bersifat deskriftip. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data di analisis menggunakan metode Harvard dan dibahas secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada analisis kesetaraan jender masih adanya ketimpangan jender yang mewarnai pola kerja masyarakat nelayan setempat yakni adanya beban kerja, dimana istri memiliki peran ganda yaitu sebagai penanggung jawab dalam urusan rumah tangga dan juga membantu suami sebagai pencari nafkah. Persepsi jender yang paling banyak dianut oleh suami dan istri dalam keluarga nelayan pada masyarakat tersebut adalah istri dan suami menyadari bahwa perbedaan jenis kelamin tidak harus dipertentangkan dalam menghidupi keluarga, tetapi justru bersifat saling mendukung dan melengkapi. Sedangkan tugas berdasarkan jender yang paling banyak dianut baik oleh suami dan istri dalam keluarga nelayan pada masyarakat tersebut adalah tugas utama istri mengurus rumah tangga; tetapi boleh membantu tugas suami dalam mencari nafkah keluarga sedangkan tanggung jawab mencari nafkah utama tetap tugas suami. Tittle: Gender Perception of Fisheries Household Management (Case Study in Village of the Pasie Nan Tigo, Padang District)This research was conducted at the village of Pasie Nan Tigo, sub district of the Koto Tangah Padang, The research was aimed to analyze the role of family's member in of fisheries household management in gender perception point of view. Survey method was used in this research to collect the Primary and secondary data. Harvard method was used to analyze the data and the results were also briefly discussed descriptively. The results of the study showed that gender equity was unbalanced between wife and husband. That wives play a double roles; as a housewife and help their husband to generate income. In the perception of gender equity, wife has to be a housewife and help husband to get money, but husband hasa main responsibility to earn money for the household.
OPTIMALISASI PERAN GENDER DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN Istiana, Istiana; Hikmah, Hikmah; Mursidin, Mursidin
Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan Vol 3, No 2 (2008): DESEMBER (2008)
Publisher : Balai Besar Riset Sosial Eonomi Kelautan dan Perikanan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.573 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji peran gender pada rumah tangga melalui peningkatan pendapatan, optimalisasi peran gender dan kaitannya dengan pelaksanaan program pemberdayaan yang ada. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Lamongan (nelayan Brondong), Jawa Timur dan Kota Padang (nelayan Koto tangah) Sumatera Barat pada bulan april dan Juni 2007. Penelitian menggunakan metode survei (wawancara terstruktur) terhadap 60 rumah tangga dan diolah dengan analisis deskriptif. Keterlibatan istri nelayan Padang di sektor produktif menghasilkan pendapatan sedangkan istri nelayan Lamongan tidak karena dianggap membantu pekerjaan suami. Pada masyarakat nelayan Brondong, lakilaki memiliki beban lebih daripada perempuan, sebaliknya di padang, istri memiliki beban lebih dan beban ganda. Keputusan di sektor domestik di dominasi istri. Keputusan sektor produktif di Lamongan didominasi suami (100%) sedangkan di Padang dilakukan secara bersama. Optimalisasi peran gender pada masyarakat nelayan Brondong perlu dilakukan melalui pelibatan peran perempuan sedangkan di Padang, peran suami dalam usaha pengolahan perlu dilibatkan. Gender merupakan konstruksi sosial budaya, gender tidaksehingga bersifat universal melainkan relatif pada konteks sosial budaya masyarakatnya. Arahan kebijakan yang sesuai untuk nelayan Brondong adalah pemberdayaan ekonomi perempuan karena mereka memiliki waktu luang 7,47 jam/hari (31,11%). Sedangkan untuk masyarakat nelayan Padang, pemberdayaan lebih kearah peningkatan pemahaman konsep gender dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Tittle: Optimalization of the Gender Role in Increasing Fishers’ ProsperityThis research aimed to analyze gender role in increasing familys properity through increasing income, optimalization gender role and relation with empowerment program. This research were done in Lamongan (Brondong fisheries), East Java and Padang (Koto tangah fisheries) West Sumatra on April and June 2007. The research used survey method of 60 families and processed by a descriptive analysis. Results of the study show that the Padang wife's fisheries involved in productive sector can generate income, but the situation was not happened in Lamongan because the wife's supposed helping husband's work only. In Brondong fisheries society, men have a more work-load than women. Women have a lot of work-load than men. In Lamongan, the decission for domestic sector is dominanted by wife and for productive sector is dominanted by husband (100%). Decisions were made together. The optimalization gender role in Brondong fisheries society needs to be done by involving women's role. In Padang, men should be involved in the procesing industry. Gender was inclusive in the of social-culture contruction, so that gender is not universal, but relative in each society context. Suitable policy guidance for Brondong fisheries is to empowering women economic activity, because they have spare time for about 7,47 hours/day (31,11%). Mean while for Padang fisheries society, empowerment should be directed to increase understanding gender concept to achieve the family's prosperity. 
KEBERADAAN SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN ACEH BARAT DAYA Mursidin, Mursidin; Jafar, Muhammad; Ifwandi, Ifwandi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi Vol 4, No 4 (2018): NOVEMBER 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sarana dan prasarana olahraga merupakan dua aspek yang saling mendukung untuk kelancaran proses pendidikan, hususnya pada pembelajaran Penjasaorkes di sekolah. Sarana dan prasarana olahraga bisa dimanfaatkan serta digunakan dalam pembelajaran olahraga dan prakteknya di sekolah yang terdiri dari peralatan seperti net, bola, raket, bet, pemukul dan lain-lain.Kajian ini berjudul “Keberadaan sarana dan prasarana olahraga di SMP Negeri Se-Kabupaten Aceh Barat Daya” dengan tujuan mengetahui keberadaan sarana dan prasarana olahraga di SMP Negeri Se-Kabupaten Aceh Barat Daya.Pendekatan dalam penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode yang bersifat deskriptif. Populasi diambil sebanyak 29 sekolah negeri dan sampelnya diambil 16 sekolah saja. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisa data bersifat deskriptif kualitatif.Berdasarkan hasil kajian diketahuibahwa ketersediaan sarana dan prasarana olahraga di SMP Negeri Se-Kabupaten Aceh Barat Daya masih perlu adanya peningkatan karena hanya sebagian cabang olahraga yang sudah memadai sarana dan prasarananya seperti olahraga cabang Atletik (Lempar Cakram, Peluru dan Lembing), Bola Voly serta sarana dan dan sepakbola. Sedangkan untuk sarana dan prasarana olahraga cabang Bola Basket, Tenis Meja, Bulu Tangkis dan Senam Lantai masih sangat minim, dimana tiap sekolah hanya memiliki sarana dan prasarana olahraganya 1 unit tiap fasilitas yang dibutuhkan seperti lapangan, net, bola dan bahkan bet serta raket, dan bahkan sarana dan prasarana cabang olahraga Soft Ball, Renang, Judo, Pencak Silat dan Karate hampir sama sekali tidak ditemui pada SMP Se-Kabupaten Aceh Barat Daya. Kata Kunci: Keberadaan, Sarana dan Prasarana, SMP Se-Kabupaten Aceh Barat Daya. 
ANALISIS PENGENDALIAN PIUTANG TERHADAP RESIKO PIUTANG TAK TERTAGIH PADA CV. TEGUH HARAPAN DI KABUPATEN BERAU MURSIDIN, MURSIDIN
AKUNTIA JURNAL Jurnal Akuntansi, Terpercaya, Menginspirasi dan Asli Vol 1 No 01 (2017): Vol 01 No 1 (2017): Accountia Journal Volume 1 No 1 April 2017
Publisher : ACCOUNTING STUDY PROGRAM, STIE MUHAMMADIYAH TANJUNG REDEB

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.813 KB)

Abstract

Analysis of Accounts Receivable Management against Risk of Doubtful Accounts at CV. Teguh Harapan in Berau District. The purpose of this study is to analyze the control of accounts receivable against the risk of bad debts on the CV. Teguh Harapan in Berau District. The analytical method used is descriptive method that is analyzing data by determining, collecting, clarifying, analyzing and interpreting  therefore are  able to produce a clear description for  controlling  the accounts receivable to the risk of bad debt.   Based on the results of the analysis can be concluded that CV. Teguh Harapan has established a credit policy in accordance with the prevailing provisions regarding the credit terms, credit standards and billing policies.   Teguh Harapan applies 5C (Capacity, Character, Capital, Collateral, Condition). CV policy. Teguh Harapan in controlling the receivables is by estimating the bad debts of 7%. From the method of allowance for doubtful accounts and the determination of uncollectible accounts receivable loss using loss of accounts receivable and age analysis of receivables, it can be seen that the amount of bad debts in Year 2015 amounted to 6.72% of total receivables. Thus, it can be concluded that the control of bad debts for CV. Teguh Harapan was solved.  
Partisipasi Perempuan dalam Politik Perspektif Pendidikan Islam dan Gender Suriadi, Suriadi; Adnan, Adnan; Jayadi, Jayadi; Susilawati, Susilawati; Mursidin, Mursidin
Al-Ulum Vol 18 No 1 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ajaran Islam pada hakekatnya memberikan perhatian yang besar dan kedudukan terhormat kepada perempuan. Politik dalam Islam di kenal dengan as-siyasah adalah segala aktifitas manusia yang berkaitan dengan penyelesaian berbagai konflik dan menciptakan keamanan bagi masyarakat. Sedangkan pemimpin seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan atau kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Terbukanya sistem demokrasi secara luas di Indonesia memberikan kesempatan yang baik bagi perkembangan perpolitikan bangsa. Salah satu indikator berjalannya suatu sistem politik secara demokratis dan untuk mengukur tingkat partisipasi masyarakat dalam bidang politik, sehingga keterlibatan warga negara menjadi suatu syarat mutlak bagi sebuah bangsa yang ingin membangun dengan konsep demokrasi. Keterlibatan warga negara disini dimaknai sebagai keterlibatan yang menyeluruh tanpa membedakan jenis kelamin baik laki-laki maupun perempuan.
Pendidikan Agama dalam Keluarga Suriadi, Suriadi; Mursidin, Mursidin; Kamil, Kamil; Adnan, Adnan
Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 15 No 1 (2019): Jurnal Tarbawi: Jurnal Ilmu-ilmu Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mengkaji tentang pendidikan agama bagi anak dalam keluarga dengan memfokuskan pada materi pendidikan yang terkandung dalam surat Luqman ayat 13-19. Adapun isi atau materi pokok pendidikan agama Islam yang telah lakukan oleh Luqman terhadap anaknya pada ayat 13-19 tersebut mencakup tiga aspek pokok ajaran Islam, yaitu meliputi aspek; 1) Pendidikan ‘Aqîdah, 2) Pendidikan ‘Ibâdah dan 3) Pendidikan Aqlaq. Dalam penanaman ‘aqîdah agama yang dilakukan Luqman kepada anak nya, yaitu: a) Keyakinan tauhid yang sebersih-bersihnya yaitu larangan mempersekutukan Allah, b) Kesadaran akan kemakhlukan kita yang wajib mensyukuri segala  karunia Tuhan, dan c) Kesadaran bahwa segala gerak-gerik kita yang nampak maupun yang tersembunyi tidak lepas dari pengetahuan dan pengawasan Tuhan. Pendidikan ibadah mencakup segala tindakan dalam kehidupan sehari-hari, baik yang berhubungan dengan Allah (habl min Allah) , maupun dengan sesama manusia (habl min al-Nas). Hubungan dengan Allah swt. yang terbesar sesudah tauhid adalah  mendirikan shalat. Jadi untuk menumbuhkan, memupuk dan memantapkan keyakinan agama itu, maka Luqman memerintahkan kepada anaknya agar mendirikan shalat. Materi pendidikan akhlak pada surat Luqman dapat dilihat pada ayat ke 14,15, 18 dan 19.  Pada ayat ke 14 dan 15 menjelaskan kepada kita bahwa orang tua telah bersusah payah dalam mengasuh anak-anaknya, terlebih lagi adalah ibu. Yang telah bersusah payah mengandung anak nya selama sembilan bulan dan menyapihnya hingga usia dua tahun. Maka Allah memerintahkan agar seorang anak harus bersukur kepada Allah yang telah memberikan segala nikmat-Nya dan bersyukur (berterima kasih) kepada orang tua yang menjadi sebab kehadirannya di dunia ini. Inti dari pendidikan akhlak pada ayat ini adalah agar anak berlaku sopan santun, bertutur kata yang lemah lembut, bergaul dengan penuh kasih sayang, mentaati segala perintahnya selagi perintah mereka tidak menyuruh pada perbuatan yang melanggar agama. Dan jika orang tua mereka berlainan kepercayaan, maka bagi anak tidak wajib mengikuti kepercayaan orang tuanya akan tetapi harus tetap menggaulinya di dunia ini dengan penuh kasih sayang.  Pendidikan akhlak selanjutnya diarahkan pada etika bergaul dengan masyarakat.