Ridha Muldina Negara, Ridha Muldina
Telkom University

Published : 28 Documents
Articles

Found 27 Documents
Search

SIMULASI VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) BERBASIS SOFTWARE DEFINED NETWORK (SDN) MENGGUNAKAN POX CONTROLLER Tulloh, Rohmat; Negara, Ridha Muldina; Hidayat, Arif Nur
Jurnal Infotel - Jurnal Informatika,Telekomunikasi dan Elektronika Vol 7, No 2 (2015): Jurnal INFOTEL, Volume 7 Nomor 2 November 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.191 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v7i2.134

Abstract

VLAN (Virtual LAN) merupakan sebuah teknologi yang dapat mengkonfigurasi jaringan logis independen dari struktur jaringan fisik. Hasil dari penelitian sebelumnya sudah diprediksi bahwa dibutuhkan Virtual Network yang akhirnya terciptalah VLAN. Namun paradigma jaringan saat ini tidak flexible, ketergantungan terhadap vendor sangat besar karena fungsi data plane dan control plane berada dalam satu paket device. SDN (Software defined network) yang merupakan salahsatu evolusi teknologi jaringan sesuai dengan tuntutan yang berkembang dimana memisahkan fungsi data plane dan control plane pada suatu perangkat. POX Controller digunakan untuk men-simulasikan dan menguji Platform SDN (Software defined network). Pada penelitian ini menggunakan Openflow versi 1.0 untuk memasang header VLAN sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi performa forwarding VLAN yang memanfaatkan Openflow sebagai control plane dapat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian ini mengusulkan penerapan karakteristik teknologi VLAN pada SDN karena telah berjalan dengan benar sesuai hasil pengujian konektifitas, verifikasi dan keamanan. Kemudian hasil pengujian lanjutan untuk melihat pengaruh SDN dengan skenario penambahan jumlah VLAN ID didapatkan bahwa set-up time akan bertambah seiring meningkatnya jumlah host dan dengan menggunakan protokol OpenFlow, latency yang terjadi di jaringan dapat dipantau dengan parameter round trip time (RTT) yang stabil direntang 0,2 sampai 6 second walaupun jumlah vlan_id dan background traffic bertambah.
Analisis Performansi Perutingan Link State Menggunakan Algoritma Djikstra Pada Platform Software Defined Network (SDN) Sudiyatmoko, Abu Riza; Hertiana, Sofia Naning; Negara, Ridha Muldina
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Infotel Vol.8 No.1 Mei 2016
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1161.824 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.50

Abstract

Software Defined Network (SDN) merupakan paradigma baru dalam sistem jaringan. Konsep dasar yang diusung oleh SDN adalah pemisahan antara layer control dan forward dalam perangkat yang berbeda. Konsep inilah yang menjadi perbedaan anatar SDN dan jaringan konvensional. Selain itu SDN memberikan konsep network topology virtualisation dan memungkinkan administrator untuk melakukan customize pada control plane. Dengan diterapkannya protokol OpenFlow pada SDN maka terdapat peluang untuk menerapkan perutingan flow based pada jaringan SDN dalam pendistribusian data dari source sampai ke destination. Link state IS-IS merupakan protokol routing yang menggunakan algoritma djikstra untuk menentukan jalur terbaik dalam pendistribusian paket. Dalam penelitian ini dilakukan analisis terhadap implementasi Link State IS-IS pada paltform SDN dengan menggunakan arsitektur RouteFlow. Parameter yang digunakan adalah  throughput, delay, jitter dan packet loss serta performansi perangkat controller. Hasil pengujian pada kondisi overload yaitu dengan background traffic 125 Mb nilai packet loss mencapai 1,23%, nilai throughput 47,6 Mbp/s dan jitter 2.012 ms. Nilai delay terbesar adalah pada topology 11 switch 11 host yaitu berkisar diangka 553 ms. Sedangkan performansi perangkat controller  dengan konsumsi memory pada saat menjalankan mengontrol jaringan berkisar diantara 25,638%  sampai  39,04%
Simulasi Virtual Local Area Network (VLAN) Berbasis Software Defined Network (SDN) Menggunakan POX Controller Tulloh, Rohmat; Negara, Ridha Muldina; Hidayat, Arif Nur
JURNAL INFOTEL Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Infotel Vol.7 No.2 November 2015
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.769 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v7i2.40

Abstract

VLAN (Virtual LAN) merupakan sebuah teknologi yang dapat mengkonfigurasi jaringan logis independen dari struktur jaringan fisik. Hasil dari penelitian sebelumnya sudah diprediksi bahwa dibutuhkan Virtual Network yang akhirnya terciptalah VLAN. Namun paradigma jaringan saat ini tidak flexible, ketergantungan terhadap vendor sangat besar karena fungsi data plane dan control plane berada dalam satu paket device. SDN (Software defined network) yang merupakan salahsatu evolusi teknologi jaringan sesuai dengan tuntutan yang berkembang dimana memisahkan fungsi data plane dan control plane pada suatu perangkat. POX Controller digunakan untuk men-simulasikan dan menguji Platform SDN (Software defined network). Pada penelitian ini menggunakan Openflow versi 1.0 untuk memasang header VLAN sehingga penelitian ini difokuskan untuk mengevaluasi performa forwarding VLAN yang memanfaatkan Openflow sebagai control plane dapat berfungsi dengan baik. Hasil penelitian ini mengusulkan penerapan karakteristik teknologi VLAN pada SDN karena telah berjalan dengan benar sesuai hasil pengujian konektifitas, verifikasi dan keamanan. Kemudian hasil pengujian lanjutan untuk melihat pengaruh SDN dengan skenario penambahan jumlah VLAN ID didapatkan bahwa set-up time akan bertambah seiring meningkatnya jumlah host dan dengan menggunakan protokol OpenFlow, latency yang terjadi di jaringan dapat dipantau dengan parameter round trip time (RTT) yang stabil direntang 0,2 sampai 6 second walaupun jumlah vlan_id dan background traffic bertambah.
Analisis Unjuk Kerja Horizontal Handover Mobile Wimax Mendukung Layanan Mobile TV Risty, Ammatia; Munadi, Rendy; Negara, Ridha Muldina
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Infotel Vol.8 No.1 Mei 2016
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.669 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.51

Abstract

IEEE 802.16e-2005 teknologi mobile WiMAX merupakan salah satu alternatif yang dapat memberikan datarate 15 Mbps yang lebih baik daripada teknologi 3G, WLAN, dan lain-lain. Mobile WiMAX juga memberikan cakupan area yang luas. Oleh karena itu, WiMAX mampu memberikan layanan berbagai macam aplikasi multimedia seperti VoIP, IPTV, Video conferencing. dan aplikasi real-time lainnya. Selain itu, Mobile WiMAX juga mendukung mobility secara portable, mobile, dan nomadic. Saat ini IPTV muncul pada mobile phone, yang dinamakan mobile TV dimana layanan IPTV akan dapat diakses dalam keadaan bergerak. Hal itu membutuhkan suatu teknologi yang mendukung mobility namun tetap dapat menerima layanan IPTV dengan baik. Teknologi mobile WiMAX adalah teknologi yang cocok untuk mendukung layanan IPTV khususnya untuk user yang sedang bergerak. Akibat dari user yang bergerak maka memungkinkan user tersebut melakukan handover. Penelitian ini menganalisis parameter unjuk kerja yang mempengaruhi pada mobile TV saat user melakukan  handover  pada jaringan mobile WiMAX seperti jitter, end to end delay, throughput, handover delay dengan skenario perbedaan kecepatan dan perubahan jumlah user dalam satu cakupan area. Berdasarkan hasil simulasi untuk skenario perbedaan kecepatan (maksimum 100 km/jam) diperoleh nilai end to end delay sebesar 23.234 ms, jitter sebesar 0.047 ms, throughput sebesar 637.723 Kbps. Sedangkan skenario jumlah user diperoleh nilai end to end delay 27.218 ms, jitter sebesar 0.057 ms, throughput sebesar 558.881 Kbps. Hasil dari kedua skenario menunjukkan bahwa saat kecepatan dan jumlah user naik maka parameter kualitas layanan turun namun masih memenuhi syarat kualitas layanan Mobile TV (IPTV).
Analisis Throughput Dan Skalabilitas Virtualized Network Function VyOS Pada Hypervisor VMWare ESXi, XEN, DAN KVM Aswariza, Revan Faredha; Perdana, Doan; Negara, Ridha Muldina
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Infotel Vol.9 No.1 Februari 2017
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.141 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v9i1.173

Abstract

Virtualisasi berjalan diatas suatu hypervisor yang merupakan suatu program untuk membuat dan menjalankan virtual machine. Hypervisor mengatur sejumlah resources hardware seperti RAM, CPU, dan storage yang dimiliki hardware aslinya untuk digunakan bersama-sama dengan virtual environment. Salah satu implementasi yang dapat dimanfaatkan dengan adanya virtualisasi adalah Network Function Virtualization atau yang biasa disebut NFV. Konsep ini memanfaatkan teknik virtualisasi untuk membuat suatu Virtualized Network Function (VNF) yang memiliki fungsi sama dengan network device aslinya. Salah satu VNF yang dapat digunakan secara bebas adalah VyOS. VyOS merupakan sistem operasi jaringan berbasis open source yang memiliki fungsi seperti hardware router tradicional, firewall. VPN, proxy dan fungsi jaringan lainnya. Pada penelitian ini dilakukan pengujian performansi VyOS pada bare-metal hypervisor (XEN, VMware ESXi) dan hosted hypervisor (Kernel-based Virtual Machine atau KVM).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja dari ketiga hypervisor tersebut dalam menjalankan VNF dengan parameter throughput, dan parameter skalabilitas. Dari hasil pengujian dan análisis dapat disimpulkan bahwa KVM memiliki performansi kecepatan tertinggi dengan besar throughput 19.29 GB/s. Sedangkan untuk parameter skalabilitas, VMware memiliki skalabilitas yang sangat baik yang ditunjukkan dengan kecilnya degradasi performansi pada throughput saat menjalankan banyak VNF daripada XEN dan KVM.
Perencanaan Optical Multiplexer Untuk Layanan Data Dan POTS Di Politeknik TEDC Bandung Negara, Ridha Muldina; Mulyana, Asep; Yasa, I Putu
JURNAL INFOTEL Vol 2 No 1 (2010): Jurnal Infotel Vol.2 No.1 Mei 2010
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.877 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v2i1.75

Abstract

Teknologi OMUX (Optical Multiplexer) merupakan salah satu solusi yang ditawarkan Telkom Bandung saat ini. OMUX adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access yang ditransmisikan melalui media fiber optik. OMUX merupakan perangkat multiplexer penjembatan layanan data dan POTS melalui media serat optik yang dibuat dengan sangat fleksibel berbentuk modul. Dalam Penelitian ini dilakukan perencanaan teknologi OMUX untuk layanan data dan POTS di Politeknik TEDC Bandung dengan cara melakukan perbandingan teknologi OMUX dengan salah satu dari teknologi pengembangan dari PON yaitu GPON (Gigabit PON). Perbandingan ini dilakukan untuk mengkaji implementasi OMUX sebagai teknologi paling tepat dan efisien diterapkan di pelanggan coorporate Telkom Bandung. Pengambilan keputusan adalah berdasarkan hasil perbandingan pengukuran parameter, analisis kebutuhan, kelebihan dan kekurangan masing-masing teknologi. Adapun parameter teknis yang dibahas adalah Power Link Budget, Rise Time Budget, spesifikasi perangkat dan Redaman. Dari hasil pengukuran parameter teknis dan analisa dapat dilihat bahwa teknologi OMUX dan GPON memenuhi persyaratan layanan broadband serta memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Nilai margin daya dan rise time jaringan menggunakan OMUX lebih besar dibandingkan dengan menggunakan GPON. Sehingga teknologi yang dipilih adalah OMUX untuk kampus Politeknik TEDC Bandung yang terletak di wilayah suburban dan tidak banyak kemungkinan pengguna akses broadband. Keputusan ini juga diambil berdasarkan pertimbangan effort yang dibutuhkan dan waktu instalasi (Time to Delivery Market). 
Analisis Simulasi Penerapan Algoritma OSPF Menggunakan RouteFlow pada Jaringan Software Defined Network (SDN) Negara, Ridha Muldina; Tulloh, Rohmat
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Infotel Vol.9 No.1 Februari 2017
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (989.602 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v9i1.172

Abstract

In a conventional network, routing protocol configuration is very inflexible, inefficient and configuration is performed on each device. This of course can not meet current operational demands. Software Defined Network emerged as a new paradigm in which the separation between the control plane and forwarding plane. RouteFlow is one component-based software that can apply a conventional routing protocol on the network Software Defined Network. Open Shortest Path First (OSPF) is a conventional routing protocol that has the ability to detect changes in the network topology quickly in a large network. The authors apply the OSPF routing protocol on Software Defined Network technology uses RouteFlow with the aim to simplify the control network with a centralized system. Simulations using RouteFlow and virtual environment that simulates Mininet as part of the data plane. Once the network is passed to data services, video and VoIP seem that peroutingan OSPF can run well at SDN network. The results of analysis based on convergence time parameter indicates that the increase in the number of switches result in additional convergence time but still below the threshold. In addition to Quality of Service (QoS) parameters are delay, jitter, packet loss, and throughput at 4 to 10 switch topology is obtained which is in accordance with ITU-T G.1010.
Analisis Perbandingan Kinerja Protokol Routing DSDV dan OLSR Untuk Perubahan Kecepatan Mobilitas pada Standar IEEE 802.11ah Denatama, Muhammad Irfan; Perdana, Doan; Negara, Ridha Muldina
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Infotel Vol.8 No.2 November 2016
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (892.842 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v8i2.117

Abstract

Dewasa ini, teknologi informasi yang praktis dan efisien sangatlah dibutuhkan. Jaringan ad hoc merupakan teknologi wireless LAN (WLAN) yang tidak membutuhkan suatu infrastruktur seperti base station pada jaringannya. Akan tetapi, teknologi wireless sering kali memiliki keterbatasan resource. Standar IEEE 802.11ah didesain untuk bekerja pada frekuensi sub – 1 GHz, jangkauan transmisinya mencapai 1 Km, konsumsi daya yang rendah, serta dapat melayani ribuan station untuk sebuah access point. Pada penelitian ini telah membandingkan protokol routing DSDV dan OLSR pada standar IEEE 802.11ah dengan menggunakan NS 3. Sedangkan parameter perbandingan yang digunakan adalah throughput, packet delivery ratio, rata – rata delay, dan konsumsi energi. Berdasarkan hasil yang didapat, protokol routing OLSR memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan protokol routing DSDV pada skenario perubahan kecepatan. Nilai rata – rata throughput untuk OLSR adalah 28400 Bps sedangkan untuk DSDV adalah 2934 Bps. Nilai rata – rata PDR untuk OLSR adalah 14,582 % sedangkan untuk DSDV adalah 2,7 %. Nilai rata – rata delay untuk OLSR adalah 0,04453994 s sedangkan untuk DSDV adalah 0,6261986 s. Sedangkan rasio perbandingan untuk konsumsi energi antara protokol routing OLSR dan DSDV adalah 1,48 % untuk skenario perubahan kecepatan.
Analisa Performansi Algoritma Penjadwalan Proportional Fairness Dan Log Rule Dengan Skenario Multicell Pada Sistem 3GPP LTE Arfianto, Muhammad Dimas; Negara, Ridha Muldina; Irawati, Indrarini Dyah
JURNAL INFOTEL Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Infotel Vol.8 No.1 Mei 2016
Publisher : LPPM SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1980.842 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v8i1.48

Abstract

Teknologi Long Term Evolution (LTE) dikembangkan dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan oleh pengguna maupun operator jasa telekomunikasi, memperluas daerah jangkauan, menambah kapasitas sistem, dan mengurangi delay. Dengan spesifikasi yang tinggi, LTE diharapkan mampu memberikan kemudahan pelanggan dalam mengakses layanan Voice over IP, Streaming, dan Video Conference. LTE diharapkan mampu memberikan layanan dengan besar throughput yang tinggi dan delay yang rendah. Padahal tidak semua user membutuhkan throughput yang sama besar namun yang dibutuhkan adalah kesesuaian pengendalian delay dan fairness index untuk setiap user dengan tetap memperhatikan batasan throughput. Untuk mendapatkan kinerja dan hasil yang maksimal tersebut pada LTE diperlukan sistem algoritma penjadwalan yang baik. Pada penelitian ini, dianalisis performansi LTE dengan parameter Delay, Packet loss, Throughput, dan Fairness Index menggunakan algoritma penjadwalan Proportional Fairness dan Log Rule pada LTE-Simulator dengan skenario menggunakan trafik VoIP, Video dan Best Effort. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penjadwalan algoritma Proportional Fairness lebih baik dalam menangani layanan VoIP, sedangkan algoritma Log Rule lebih baik dalam menangani layanan Video. Hal ini menandakan kedua algoritma ini sangat cocok digunakan untuk jaringan LTE dengan kondisi trafik layanan real-time, tetapi tidak untuk layanan non real-time seperti layanan Best Effort
Analisis Performansi Perubahan RAW Slot Pada Standar IEEE 802.11ah Oktaviana, Ana; Perdana, Doan; Negara, Ridha Muldina
JURNAL INFOTEL Vol 9 No 3 (2017): August 2017
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.025 KB) | DOI: 10.20895/infotel.v9i3.292

Abstract

The increasing needs and demands of diverse services by the users to be able to exchange and obtain information in real time, reliable, and flexible to be one of the problems faced by existing communication technology. WLAN on the IEEE 802.11 standard is one of the wireless technologies that can be the solution to the problem. It has a relatively small area of communication that is between 20-70 meters only, only able to serve up to 2007 stations, and has considerable energy consumption, causing some systems contained in the WLAN in IEEE 802.11 standard less work maximally. With these shortcomings, the WLAN on the IEEE 802.11 standard introduces a new task group called IEEE 802.11ah. IEEE 802.11ah is a new WLAN standard working on the 900 MHz frequency spectrum, a 1 kilometer communications coverage area, capable of serving 8192 stations with new AID hierarchies, has lower energy consumption, and can increase throughput value by the RAW mechanism. This study will make changes to the number of RAW slots in the IEEE 802.11ah to see how they affect the network performance. In this research, it is found that the change of RAW slot number influence to network performance, in this case, is throughput, average delay, packet delivery ratio, and energy consumption