p-Index From 2014 - 2019
1.671
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SPASIAL
Rieneke L Sela, Rieneke L
Unknown Affiliation

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

EVALUASI PERKEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN di KAWASAN CEPAT TUMBUH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Antara, Indri Rosalia; Sela, Rieneke L; Malik, Andy
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Mapanget adalah salah satu kecamatan yang berada di Kota Manado dan merupakan kecamatan terbesar dengan luas 157,26 km². Dalam perkembangannya Kecamatan Mapanget menjadi salah satu wilayah yang dapat diunggulkan untuk mendukung wilayah yang lainnya. Dengan arahan yang terdapat pada RUTRK Kecamatan Mapanget dan RTRW Kota Manado 2010-2030 maka pembangunan di Kecamatan Mapanget harus dilakukan secara maksimal. Namun, melihat kondisi eksisting tahun 2015, masih perlu dilakukan evaluasi pada wilayah Kawasan Cepat Tumbuh yang dibatasi pada arahan terkadang tidak sesuai dengan pembangunan yang ada di lapangan. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa data seperti dokumen RTRUK Kota Manado dan dokumen RTRW Kota Manado 2010-2030. Metode Analisis yang digunakan dalam penelitian adalah analisis Overlay dan analisis Deskriptif. Analisis Overlay berguna untuk menghasilkan penilaian terhadap perubahan lahan yang terjadi di Kawasan Cepat Tumbuh sedangkan Analisis Deskriptif digunakan untuk mengetahui perkembangan hasil overlay peta time series berdasarkan citra satelit dan peta kondisi eksisisting penggunaan lahan. Metode Penelitian yang digunakan adalah Metode Penelitian Evaluatif dan Metode Observasi yang dapat membantu untuk mendapatkan hasil analisis sesuai dengan tujuan penelitian berdasarkan hasil dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa terjadi luas perubahan dan fungsi penggunaan lahan dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya kawasan cepat tumbuh.   Kata Kunci : Evaluasi Penggunaan Lahan, Kawasan Cepat Tumbuh, Regulasi
EVALUASI PERUNTUKAN LAHAN DAN PEMETAAN ZONASI TINGKAT RISIKO BENCANA LETUSAN GUNUNG API GAMALAMA DI KOTA TERNATE (Studi Kasus : Gunung Api Gamalama, Kota Ternate) Djalil, Apriska G; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi peruntukan lahan merupakan suatu tahap penting dalam manajemen bencana, namun evaluasi peruntukan lahan sering terlupakan dalam penyusunan pola ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun peta risiko bencana dan menganalisa evaluasi peruntukan lahan yang ditinjau dari konteks risiko bencana sehingga mampu memberikan suatu rekomendasi peruntukan lahan yang ideal pada wilayah Gunung Berapi Gamalama di Kota Ternate. Kajian evaluasi peruntukan lahan Gunung Berapi Gamalama yang merupakan salah satu gunung api aktif betipe A yang berada di Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan kualitatif dengan melakukan analisa secara spasial. Sesuai dengan analisis tersebut maka ada beberapa tinjauan dalam analisis evaluasi peruntukan lahan yakni analisis risiko bencana, hasil analisis risiko didapatkan dari perkalian antara bahaya dan kerentanaan. Bahaya mewakili presentase luas bahaya pada suatu wilayah kelurahan, sedangkan nilai kerentanaan di bagi atas 3 yakni sosial, ekonomi, dan fisik. Analisis risiko diolah dalam GIS untuk mengklasifikasikan nilai risiko yang paling tinggi dan yang paling rendah. Berdasarkan hasil analisis di dapatkan bahwa wilayah yang harus melakukan evaluasi kembali peruntukan lahannya merupakan wilayah yang secara geografis berada dekat dengan daerah-daerah kaki gunung ataupun daerah aliran lahar. Kata Kunci : Evaluasi Peruntukan Lahan, Pemetaan Zonasi, Tingkat Risiko Bencana
ANALISIS PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KAWASAN TEPI DANAU GALELA KABUPATEN HALMAHERA UTARA Djangu, Awidano; Rondonuwu, Dwight M; Sela, Rieneke L
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan tepi danau merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian yang disebabkan adanya pengaruh perkembangan penduduk. Proses penggunaan lahan yang dilakukan manusia dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan peradaban dan kebutuhan manusia. Sejalan dengan perkembangan dan pertumbuhan penduduk semakin bertambah setiap tahunnya, mengakibatkan kebutuhan semakin tinggi, hal ini menyebabkan bertambahnya permukiman di kawasan tepi danau galela. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi luas perubahan penggunaan lahan yang bersinggungan langsung dengan kawasan tepi danau Galela Kabupaten Halmahera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Kualitatif dan Metode Kuantitatif. data-data yang ada dianalisis dengan menggunakan teknik analisis Spasial sistem Informasi Geografi (SIG)  untuk mengetahui luas perubahan penggunaan lahan serta melihat penggunaan lahannya. Data yang diperlukan yaitu 1. Peta penggunaan lahan dari RTRW Kabupaten Halmahera Utara, 2. Peta citra satellite  historis Google Earth dengan jangka waktu tahun 2003-2015, selanjutnya kedua peta dioverlay untuk mencari luas tutupan lahan. Maka dapat disimpulkan bahwa perubahan penggunaan lahan dari tahun 2003-2015 di kawasan tepi danau Galela, untuk lahan Permukiman 6,89 Ha meningkat menjadi 29,04 Ha, Perdagangan dan Jasa 2,72 Ha meningkat menjadi 8,26 Ha, Fasilitas Umum dan Sosial 0,21 Ha meningkat menjadi 0,68 Ha, Pendidikan 0,12 Ha meningkat menjadi 0,35 Ha, pemerintahan 0,11 Ha menjadi 0,15 Ha. Penggunaan lahan untuk ruang tebuka dengan luas 27,40 Ha meningkat hingga 63,34 Ha, Perkebunan dengan luas 97,05 Ha berkurang menjadi 54,83 Ha, dan tegalan dengan luas 14,02 Ha, berkurang hingga 13,09 Ha.
PERKEMBANGAN PERMUKIMAN DI PULAU DOOM KOTA SORONG Johansz, Devid Abraham; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Doom terletah di Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Pulau Doom sudah ditinggali oleh masyarakat sejak masa pendudukan Belanda. Belanda sudah melirik keberadaan Pulau Doom sejak tahun 1800-an dan kemudian sekitar tahun 1935 Pulau Doom dijadikan sebagai ibu kota pusat pemerintahan Kota Sorong. Pulau Doom kini menjadi kawasan permukiman bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut. Seiring berkembang waktu, perkembangan permukiman di Pulau tersebut kini mulai berkembang dari tahun ke tahun dan menjadi padat akibat pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat. Perkembangan permukiman di Pulau Doom dari tahun 2007 hingga 2015 mengalami perkembangan yang pesat. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah menganalisis arah perkembangan permukiman dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan permukiman di Pulau Doom Kota Sorong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan analisis spasial (overlay) dengan menggunakan software ArcGIS 10.1. Berdasarkan hasil penelitian bahwa, 1arah perkembangan permukiman di Pulau Doom lebih dominan berkembang ke arah  kelurahan Doom Barat pada kontur 0-10% (topografi dataran rendah) dengan perkembangan permukiman sebesar 60%. 2Faktor-faktor yang paling mempengaruhi perkembangan permukiman di Pulau Doom adalah faktor geografis, faktor kependudukan, faktor swadaya dan peran serta masyarakat dan faktor sosial budaya. Kata Kunci     : Permukiman, Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Permukiman
ANALISIS URBAN COMPACTNESS KOTA MANADO Tilaar, Sonny S; Sela, Rieneke L; Tondobala, Linda
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara sebagaimana kota-kota pada umumnya dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat.Hal ini mendorong terjadinya pertumbuhan fisik kota sehingga direncanakan atau tidak fenomena urban sprawl akan terjadi dengan sendirinya.  Fenomena urban sprawl dapat membawa dampak negative bagi perkembangan suatu kota mulai dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan perkotaan.  Salah satu konsep perencanaan kota yang dapat diterapkan dalam mereduksi permasalahan urban sprawl ini adalah konsep compact city. Tujuan dari   penelitian ini adalah  menentukan factor - faktor yang mempengaruhi urban compactness kota Manado serta mengukur tingkat urban compactness serta karakteristik urbannya. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif dengan  unit analisis yaitu sepuluh kecamatan yang  ada di kota Manado .Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan tiga faktor utama yang dipakai untuk menentukan urban compactness di kota Manado yaitu kepadatan, fungsi campuran dan intensifikasi. Dari ketiga faktor itu, ditemukan dua faktor yang secara signifikan mempengaruhi terbentuknya kota kompak di Manado yaitu faktor kepadatan permukiman dan ketersediaan fasilitas kesehatan. Dari sepuluh kecamatan yang ada di Manado, hanya kecamatan Sario dan Wenang yang saat ini memiliki karakteristik urban compactness yang tinggi berdasarkan kedua factor yang signifikan tersebut.  Kata kunci :Urban Sprawl, Urban Compactness
PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN PERKOTAAN DI KECAMATAN KAIDIPANG Husin, Pratiwi; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 1 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan permukiman pada perkotaan yang semakin berkembang diikuti dengan kebutuhan lahan yang semakin meningkat maka akan berdampak terhadap penggunaan lahan yang semakin tinggi. Hal ini sama halnya terjadi di Kecamatan Kaidipang yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sebagai ibu kota Kabupaten maka secara otomatis akan menjadi pusat segala aktivitas yang ada di wilayah Kabupaten ini. Oleh karena itu, perlu diketahui arah perkembangan permukiman dan kesesuaian lahan pada Kecamatan Kadipang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi arah perkembangan permukiman di Kecamatan Kaidipang dan menganalisis kesesuaian lahan pada kawasan permukiman di Kecamatan Kaidipang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kuantitatif, dengan menggunakan analisis arah perkembangan permukiman dengan menggunakan metode overlay untuk menjawab tujuan pertama dan menggunakan analisis kesesuaian lahan untuk permukiman dan menggunakan parameter kesesuaian lahan, yang dibagi kedalam 5 kelas dengan menggunakan metode skoring untuk menjawab tujuan kedua dari penelitian ini yang keseluruhan analisisnya dibantu menggunakan software Arcgis. Berdasarkan hasil penelitian ini didapat 2 hal yaitu : 1arah perkembangan di Kecamatan Kaidipang lebih mengarah ke daerah pesisir dan mengikuti jaringan jalan, 2analisis kesesuaian lahan yang dibagi ke dalam 5 kelas yaitu adalah di Kecamatan Kaidipang lahan yang sangat sesuai  sebesar 182.97 Ha. Lahan  yang sesuai sebesar 3549.04 Ha, lahan yang cukup sesuai sebesar 3308.55 Ha, dimana ke 3 kelas lahan ini berada di daerah dataran rendah dan tidak teridentifikasi adanya rawan bencana. Sedangkan 2 kelas yaitu yang tidak sesuai memiliki luas lahan sebesar 1418,28 Ha, dan lahan yang sangat tidak sesuai memiliki lahan sebesar 170.34 Ha dimana lahan ini berada di daerah dataran tinggi, didaerah peisisir pantai dan daerah hutan mangrove.Kata Kunci          : Pengembangan Permukiman Perkotaan, Kesesuaian Lahan.
EVALUASI PERKEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN DI KECAMATAN SANGKUB KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Nani, Sry Devita; Sela, Rieneke L; Egam, Pingkan P
SPASIAL Vol 4, No 3 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian adalah sektor yang memiliki konstribusi terbesar dalam struktur ekonomi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, sejak tahun 2006. Untuk mendukung potensi yang telah dimiliki, maka melalui RTRW Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tahun 2011-2031, pemerintah menetapkan Kawasan Agropolitan sebagai Kawasan Strategis Ekonomi di Kecamatan Sangkub dan Pinogaluman dimana Kecamatan Sangkub sebagai pusat pengembangan kawasan agropolitan. RTRW tersebut menyebutkan bahwa strategi pengembangan kawasan agropolitan yaitu meningkatkan kualitas dan produktifitas kawasan pertanian, meningkatkan mekanisasi pertanian, meningkatkan jaringan irigasi dan meningkatkan teknologi pertanian secara tepat guna. Untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub maka diperlukan evaluasi kawasan. Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub dan mengevaluasi perkembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub khusus pertanian padi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, analisis evaluatif dan analisis pertumbuhan penduduk alami dengan teknik pengumpulan data primer (observasi lapangan dan wawancara langsung) dan sekunder (studi literatur, mengunjungi instansi pemerintah/ organisasi terkait dan searching data/ informasi di media internet). Jika dilihat dari hasil penelitian karakteristik kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub memiliki kondisi letak geografis, topografi, iklim, dan hidrologi yang sesuai untuk pertanian. Memiliki prasarana dan sarana umum yang cukup memadai untuk menunjang kehidupan para petani. Memiliki ±12 (dua belas) jenis pertanian. Memiliki lahan yang memadai untuk pengembangan kawasan. Adapun hasil evaluasi perkembagan kawasan terhadap kawasan agropolitan di Kecamatan Sangkub menunjukan bahwa kawasan ini telah memasuki tahap pengembangan atau disebut juga sebagai kawasan yang cukup berkembang.Kata Kunci: Evaluasi, Perkembangan Kawasan, Agropolitan
PEMANFAATAN LAHAN BERBASIS MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KOTA MANADO Sungkar, Iqbal L; Sela, Rieneke L; Tondobala, Linda
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Manado memiliki tiga kelas tingkat kerawanan bencana longsor, mulai dari kerawanan rendah,sedang serta tinggi. Pemanfaatan lahannya lebih didominasi oleh lahan terbangun dari pada tidak terbangun, beberapa kecamatan yang ada di kota Manado terdampak oleh bencana longsor. Melihat itu semua, maka para stakeholder mempunyai peranan penting dalam penanganan mitigasi bencana longsor di kota manado. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan : 1.  Mengidentifikasi sebaran daerah rawan bencana longsor dan kondisi pemanfaatan lahannya di kota Manado 2. Membuat mitigasi bencana pada daerah rawan bencana longsor di kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis spasial yang terdiri dari dua tahap : - Overlay (tumpang susun) data spasial dan  - skoring dengan menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis. Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran daerah rawan longsor di kota Manado, dimana lebih di dominasi oleh tingkat kerawanan bencana longsor sedang, dengan luasan 9.621 hektar atau 69 % dari luas wilayah penelitian. Pemanfaatan lahan pada tingkat kerawanan tinggi dengan luas area sebesar 1.761 hektar atau 13 %  dari luas wilayah penelitian, yang didominasi oleh lahan terbangun dengan luasan 920.88 hektar dari pada lahan tidak terbangun yaitu 840.17 hektar. Oleh karena itu, dibuatkan mitigasi struktural maupun non struktural seperti peta mitigasi di daerah kerawanan tinggi bencana longsor sebagai wilayah prioritas untuk dapat memproteksi serta mengurangi potensi terjadinya bencana longsor di kota Manado. Kata kunci : Pemanfaatan Lahan, Mitigasi, Bencana Longsor
PILIHAN ADAPTASI DI KAWASAN BERESIKO BENCANA BANJIR (STUDI KASUS : PERMUKIMAN SEPANJANG SUNGAI SARIO) Tarumingkeng, Francis Andreas; Tondobala, Linda; Sela, Rieneke L
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak perubahan iklim tergantung kerentanan dari sistem alam dan manusia. Kerentanan menggambarkan tingkat kemudahan terkena atau ketidakmampuan suatu sistem untuk menghadapi dampak buruk dari perubahan iklim. Kerentanan terdiri dari kerentanan fisik dan kerentanan non fisik. Keragaman iklim yang terjadi dengan frekuensi yang ekstrim dapat menyebabkan bencana seperti banjir. Kota Manado termasuk dalam daerah rawan banjir dikarenakan banyaknya sungai yang mengalir dalam Kota Manado, salah satunya Sungai Sario (6,72 Km). Permukiman di sekitar sungai Sario menjadi rentan disebabkan oleh kondisi fisik seperti pemanfaatan ruang dan kondisi infrastruktur serta kondisi non fisik seperti kondisi sosial ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi wilayah penelitian sepanjang Sungai Sario yang terdampak bencana banjir, menganalisis tingkat kerentanan banjir dan menemukan pilihan adaptasi untuk mengurangi kerentanan. Lokasi penelitian adalah permukiman sepanjang Sungai Sario. Metode yang digunakan adalah metode tumpang tindih, perhitungan indeks kerentanan dan pengkajian alternatif adaptasi berdasarkan kondisi wilayah dan peraturan terkait. Hasil analisis menunjukan 5 (lima) Kelurahan di sekitar Sungai Sario yang terdampak dan menjadi rentan terhadap bencana banjir yakni Titiwungen Selatan Lingkungan I dengan tingkat kerentanan rendah dan Lingkungan II dengan tingkat kerentanan tinggi, Sario Utara Lingkungan III dengan tingkat kerentanan sedang, Pakowa Lingkungan I dengan tingkat kerentanan sangat tinggi, Ranotana Weru Lingkungan I dengan tingkat kerentanan sedang dan Tanjung Batu Lingkungan III dengan tingkat kerentanan rendah. Pilihan adaptasi disesuaikan dengan nilai variabel kerentanan dan kemampuan adaptasi yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan yang terbagi dalam pilihan adaptasi struktural dan non struktural.
ARAHAN PENGEMBANGAN PENGGUNAAN LAHAN PERMUKIMAN DI KECAMATAN AMURANG BARAT, KABUPATEN MINAHASA SELATAN Sillia, Iskandar -; Sela, Rieneke L; Tilaar, Sonny
SPASIAL Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : SPASIAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangannya sebuah wilayah perkotaan, penggunaan lahannya akan semakin meningkat seiring dengan pertambahan penduduk yang ada pada wilayah tersebut, hal ini tidak bisa dipungkiri bahwa manusia membutuhkan lahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Pertambahan penduduk yang tidak di imbangi dengan ketersediaan lahan menyebabkan banyak penduduk yang akan memanfaatkan lahan untuk permukiman yang tidak sesuai dengan karakteristik lahan permukiman. Oleh karena itu,  dibutuhkan suatu arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman, dalam pengembangan lahan permukiman yang baru dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dan menetapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat.  Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara deskriptif dan superimpose (overlay) data-data fisik dasar yang berkaitan dengan kesesuaian lahan untuk permukiman, kemudian dioverlay lagi dengan kawasan lindung dan arahan rencana pola ruang kawasan budidaya sehingga dapat mentapkan arahan pengembangan penggunaan lahan permukiman berdasarkan karakteristik lahan yang sesuai untuk di kembangkan. Hasil studi, diketahui bahwa tidak semua wilayah Kecamatan Amurang Barat kesesuaian lahannya sesuai untuk permukiman. Berdasarkan penjumlahan parameter kesesuaian lahan didapatkan dua fungsi lahan yaitu lahan yang sesuai untuk permukiman dan lahan sesuai bersyarat untuk permukiman. Berdasarkan (overlay) kesesuaian lahan, kawasan lindung dan arahan rencana kawasan budidaya pengembangan penggunaan lahan permukiman di Kecamatan Amurang Barat dapat diarahkan pada sebagian wilayah Kelurahan Rumoong Bawah karena memiliki daya dukung lahan yang sesuai. Kata Kunci : Lahan, Permukiman, Kesesuaian lahan, Pengembangan Lahan