Sulistina Agustin, Sulistina
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Tadulako

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI DALAM MEMANTAPKAN PRODUKTIVITAS BAWANG MERAH LEMBAH PALU MELALUI PEMBERIAN BIOKULTUR DAN BIOINSEKTISIDA BEAUVERIA BASSIANA Arsih, Desi Wahyuni; Agustin, Sulistina; Muliati, Muliati
Program Kreativitas Mahasiswa - Pengabdian Kepada Masyarakat PKM-M 2014
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Guntarano merupakan salah satu daerah sentra produksi ‘Bawang Goreng Lokal Palu’ di Kabupaten Donggala. Desa tersebut berpenduduk sebanyak 6.781  jiwa,  dengan pekerjaan utama umumnya sebagai petani. Pengembangan ‘Bawang Goreng Palu’ di dataran Guntarano sangat potensial karena didukung oleh faktor iklim yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, yaitu iklim panas dengan sedikit hari hujan dan berada pada ketinggian tempat antara 280–500 m dpl.  Produksi ‘bawang goreng Palu’ yang dicapai saat ini masih tergolong rendah yakni 5,9 ton/ha sedangkan  potensi hasil dapat mencapai 12 ton/ha. (BPS Kab. Donggala, 2010). Dalam pengusahaan bawang goreng  Palu oleh petani umumnya dilakukan secara konvensional sehingga kurang memperoleh keuntungan karena biaya usaha tani seringkali lebih besar daripada hasil yang diperoleh. Untuk membantu petani dalam penanganan masalah OPT serta untuk meningkatkan produktivitas bawang goreng program PKMM ini melaksanakan teknologi pengendalian hama ulat bawang yang terintegrasi dengan teknologi budidaya bawang yang berpotensi untuk meningkatkan dan memantapkan produksi bawang merah antara lain dengan pemberian biokultur. Tujuan program PKMM ini adalah melakukan pembinaan dan pemberdayaan kepada masyarakat dalam mengembangkan bioinsektisida dan biokultur. Metode yang diterapkan dalam mencapai tujuan tersebut adalah: pelatihan, demonstrasi teknologi, demplot, pendampingan dan pembinaan yang dilakukan secara partisipatif. Program PKMM ini berlangsungselama 4 bulan yang dimulaipada bulan April 2014 sampai dengan bulan Juli 2014Hasil yang diperolehdari program PKMM ini menunjukkan bahwa masyarakat sasaran telah dapat mengembangkan bioinsektisida dan biokultur sehingga kedua saprodi tersebut sealu tersedia bagi petani dalam menjamin usahataninya sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya. Kata Kunci : Produktivitas Bawang Merah, Biokultur, Bioinsektisida “Beauveria  bassiana”
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN MIMBA (Azadirachta indica A. Juss) TERHADAP PERTUMBUHAN KOLONI Alternaria porri PENYEBAB PENYAKIT BERCAK UNGU PADA BAWANG WAKEGI (Allium x wakegi Araki) SECARA In vitro Agustin, Sulistina; Asrul, Asrul; Rosmini, Rosmini
AGROTEKBIS Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : AGROTEKBIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Purple blotch disease ( A. porri ) is to known as a main disease on onions it has becomes  and has become endemic in central planting and it creates a lot of financial lose to farmer. Using neem leaf as a potential alternative pesticide can control the purple blotch on onion. The aim of this research was to determine the inhibition of neem leaf extract toward of fungal pathogens A. porri. This research was conducted in Laboratory of Plant Diseases Faculty of Agriculture, Tadulako University Central Sulawesi Palu. This research was conducted on August until November 2015. Method of this research was mixing neem leaf extract concentrate of  0.4% , 0.6% , 0,8% and 1% into the PDA. Results of this research show that neem leaf extract which is concentrate 1% more effective to press the inhibitory growth of A. porri was 43.33%.    Key Words : A. porri, neem leaf extract, purple blotch.