p-Index From 2014 - 2019
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Hemera Zoa GeoEco
Dwi Sulistiyono, Dwi
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI MATA PENCAHARIAN DARI PETANI KE NELAYAN DI PANTAI DEPOK DESA PARANGTRITIS KABUPATEN BANTUL Sulistiyono, Dwi; Suwarto, Suwarto; Rindarjono, Mohammad Gamal
GeoEco Vol 1, No 2 (2015): Jurnal GeoEco Juli 2015
Publisher : GeoEco

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan produktivitas lahan pertanian yang secara langsung berdampak terhadap penurunan pendapatan petani mendorong masyarakat petani mencari alternatif lain sebagai mata pencaharian dan peningkatan pendapatan. Dikarenakan mereka tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Perubahan mata pencaharian tersebut tentunya melalui suatu proses, ada faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta akan berdampak terhadap kehidupan ekonomi, sosial dan budaya mereka.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Informasi diperoleh dari petani- nelayan dan beberapa individu yang secara tidak langsung terlibat dalam usaha penangkapan ikan di Pantai Depok.Hasil penelitian Ada dua faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan mata pencaharian, yaitu faktor internal meliputi: kondisi ekologis, kepemilikan lahan semakin sempit, tekanan ekonomi, rendahnya tingkat pendidikan dan ketrampilan yang dimiliki oleh masyarakat serta adanya komunitas jaring eret. Sementara factor eksternal disebabkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar melalui agen of change adanya nelayan pendatang, perhatian pemerintah, sector pariwisata yang berkembang. Perubahan mata pencaharian dari petani kenelayan ini berdampak terhadap kehidupan ekonomi, pendapatan mereka semakin meningkat. Kehidupan sosial, hubungan sosial terhadap keluarga dan masyarakat semakin melemah, Kehidupan berbudaya, masyarakat mengenal adanya upacara-upacara sedekahlaut. Perubahan ini juga berdampak terhadap sikap mental mereka, pada awalnya mereka memiliki polapikir petani dengan konsep hidup hemat, tidak boros dan suka menabung. Setelah menjadi nelayan, pola piker mereka berubah menjadi pola piker nelayan yang terkenal suka bergaya hidup konsumtif, boros dan suka berfoya-foya. Meskipun tidak semua nelayan melakukan hal yang sama, rumah tangga petani yang mengalami transformasi kenelayan masih memegang mekanisme internal tentang ‘pengendaliandiri’ dalam bentuk menyisihkan sebagian pendapatan mereka untuk ditabung dan menginvestasikannya dalam bentuk barang.Kata Kunci: Petani, Nelayan, Transformasi, Ekonomi, Sosial dan Budaya.
PAT-2 Rapid Diagnostic Test of Red Sea Bream Iridoviral Disease (RSIVD) in Grouper Epinephelus sp. Based on Serological Co-Agglutination and Molecular Study Sulistiyono, Dwi; Amanu, Surya; Kurniasih, Kurniasih; Kristianingrum, Yuli Purwandari
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (658.403 KB)

Abstract

Red sea bream iridoviral disease (RSIVD) is caused by red sea bream iridovirus (RSIV), adouble stranded DNA of Icosahedral virus with a diameter of 120-240 nm [1]. RSIV is  one  of the  species  of  the Megalocytivirus,  Genus  of  the  Iridoviridae Family,  first reported to infect red sea bream (Pagrus major) fish, at Sikoku Island, Japan 1991, and since then it has been noted to cause considerable economic losses to fisheries in Singapore, Taiwan, Thailand, Korea, Philippines, Malaysia and also in Indonesia [2,3,4]. Rapid transmission with high mortality rates in fish populations infected becomes a serious threat to the aquaculture fishery business. Stained imprints or tissue sections [1], monoclonal antibody technique (MAb), Immunofluorescent Antibody Tests (IFAT) [5], Polymerase Chain Reaction (PCR) [6] Electron Microscope and Multiplex PCR [2] methods have been introduced.  Although it is very effective for detecting RSIVD in infected fish, but requires training and specialized equipment at a high cost.Co-agglutination test is a diagnostic method, used both in humans and animals in detecting bacterial or viral diseases [7], this method is fast, easy to use, and does not require special equipment. Test results from co-agglutination are easily seen macroscopically, so it is suitable if developed in RSIVD detection in the field case. This study aims to create and conduct RSIVD co-agglutination kit field tests supported by molecular studies and diagnostic analysis of the sensitivity and specificity of the accuracy and reliability of the kit. Then the test results will be compared from the pooling and individual samples.