This Author published in this journals
All Journal Zuriat
, Parjanto, ,
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Kariotip Kromosom Salak Parjanto, ,; Moeljopawiro, Sukarti; Artama, W. T.; Purwantoro, Aziz
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sitogenetika tanaman salak (Salacca zalacca [Gaertner] Voss) merupakan aspek penting dalam analisis genetika tanaman salak dan menunjang program pemuliaan untuk merakit kultivar salak unggul. Analisis kariotip kromosom salak telah dilakukan dengan metode squash dan pewarnaan acetoorcein. Dengan metode ini, pengamatan morfologi kromosom, yakni panjang dan bentuk kromosom, dapat dilakukan dengan hasil baik pada stadia prometafase. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang kromosom salak berkisar 1.15 µm–2.38 µm. Rumus kariotip salak adalah 2n = 28 = 11 m + 1 m (SAT) + 2 sm, yakni terdiri atas 11 pasang kromosom metasentris, 1 pasang kromosom metasentris dengan satelit kromosom, dan 2 pasang kromosom submetasentris. Indeks asimetri kariotip intrakromosomal adalah 0.3 ± 0.03, indeks asimetri inter kromosomal adalah 0.2 ± 0.02. Beberapa pasangan kromosom salak mempunyai bentuk dan ukuran yang mirip sehingga sulit dibedakan. Identifikasi kromosom salak dengan teknik chromosome banding perlu dilakukan untuk mendukung hasil yang telah dicapai.
Kariotip Kromosom Salak Parjanto, ,; Moeljopawiro, Sukarti; Artama, W. T.; Purwantoro, Aziz
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i2.6789

Abstract

Penelitian sitogenetika tanaman salak (Salacca zalacca [Gaertner] Voss) merupakan aspek penting dalam analisis genetika tanaman salak dan menunjang program pemuliaan untuk merakit kultivar salak unggul. Analisis kariotip kromosom salak telah dilakukan dengan metode squash dan pewarnaan acetoorcein. Dengan metode ini, pengamatan morfologi kromosom, yakni panjang dan bentuk kromosom, dapat dilakukan dengan hasil baik pada stadia prometafase. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang kromosom salak berkisar 1.15 µm?2.38 µm. Rumus kariotip salak adalah 2n = 28 = 11 m + 1 m (SAT) + 2 sm, yakni terdiri atas 11 pasang kromosom metasentris, 1 pasang kromosom metasentris dengan satelit kromosom, dan 2 pasang kromosom submetasentris. Indeks asimetri kariotip intrakromosomal adalah 0.3 ± 0.03, indeks asimetri inter kromosomal adalah 0.2 ± 0.02. Beberapa pasangan kromosom salak mempunyai bentuk dan ukuran yang mirip sehingga sulit dibedakan. Identifikasi kromosom salak dengan teknik chromosome banding perlu dilakukan untuk mendukung hasil yang telah dicapai.