Darmawan Saptadi, Darmawan
Jurusan Budidaya Pertanian, Faperta, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran, Malang

Published : 16 Documents
Articles

Found 16 Documents
Search

UJI DAYA HASIL BIOMASSA PENDAHULUAN 21 HIBRIDA JAGUNG (Zea mays L.) UNTUK BAHAN BAKU SILASE Nurwidyaningsih, Nurwidyaningsih; Yustiana, Yustiana; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 5, No 12 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v5i12.588

Abstract

Uji daya hasil pada hirida-hibrida jagung yang memiliki bobot biomassa yang tinggi perlu dilakukan untuk mengetahui potensinya apabila diproduksi sebagai silase bahan pakan ruminansia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui daya hasil biomassa dari 21 hibrida jagung yang berpotensi sebagai bahan baku dalam pembuatan silase untuk pakan ternak ruminansia. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan November 2015 sampai dengan bulan Januari 2016 di desa Mukuh, kecamatan Pagu, kabupaten Kediri.penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua ulangan. Data yang diperoleh dilakukan pengujian menggunakan analisis sidik ragam (uji F) dengan taraf nyata 5%, dilanjutkan dengan uji BNJ 5% bila ada pengaruh nyata, perhitungan Koefisien Keragaman Genetik (KKG) dan koefisien korelasi untuk delapan peubah pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 hibrida dari 21 hibrida yang diuji yang memiliki daya hasil biomassa yang tinggi sehingga berpotensi untuk dijadikan sebagai bahan baku silase yaitu H5, H9, H10, H14, H16 dan H17. Peubah yang berpengaruh nyata yaitu bobot segar tajuk, jumlah daun dan jumlah tongkol. Nilai koefisien keragaman dengan kategori tinggi diperoleh pada karakter bobot segar tajuk, sedangkan karakter dengan kategori keragaman sedang diperoleh pada jumlah tongkol. Korelasi nyata dan bernilai positif diperoleh dari karakter bobot segar tajuk dengan jumlah daun, jumlah tongkol, tinggi tanaman dan umur berbunga betina.
KONFIRMASI GEN YANG MENCIRIKAN EKSPRESI ANTOSIANIN PADA BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) Balladona, Freta Kirana; Saptadi, Darmawan; Soegianto, Andy
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan permintaan buncis dari luar negeri membuat beberapa varietas lokal tersisih karena varietas introduksi yang berasal dari luar negeri tersebut memiliki kandungan gizi lebih banyak dari varietas lokal. Salah satu cara meningkatkan kualitas buncis lokal adalah persilangan antara varietas lokal dan varietas introduksi Namun identifikasi secara fenotipik memiliki beberapa kelemahan. Maka dari itu, perlu dilakukan identifikasi molekuler pada tetua dan hasil persilangan buncis tersebut. Tujuan: mengonfirmasi keberadaan gen antosianin pada beberapa aksesi buncis berdasarkan penanda gen antosianin melalui pendekatan tetua dengan keturunan berikutnya. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 10 isolat DNA buncis persilangan lokal dan introduksi dan 3 primer SSR (MdMYB9, MdMYB12 dan MdMYB17). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari-Mei 2015 di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil amplifikasi terlihat bahwa ketiga primer tersebut bersifat polimorfis. Hal ini membuktikan bahwa primer spesifik antosianin tersebut dikonfirmasi pada buncis. Berdasarkan panjang pita DNA yang ditinjau pada Purple Queen dan Gogo Kuning (tertua,) sama dengan keturunannya GK x PQ, PQ x GK, PQ x GI, GI x PQ dan GK x CS.
EVALUASI KERAGAMAN GENETIK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) BERDASARKAN MARKA MOLEKULER Saptadi, Darmawan; Hartati, Rr Sri; Sudarsono, ,; Setiawan, Asep; Heliyanto, Bambang
Zuriat Vol 22, No 2 (2011)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi tentang keragaman genetik jarak pagar menggunakan marka molekuler telah banyak dilakukan di berbagai negara dengan hasil yangtidak konsisten. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang keragaman genetik plasma nutfah jarak pagar Indonesia menggunakan marka molekuler. Evaluasi dilakukan terhadap 24 aksesi jarak pagar koleksi Kebun Induk Jarak Pagar (KIJP), Pakuwon, Sukabumi menggunakan marka SSR, RAPD, ISSR dan SCAR. Total 28 primer SSR yang digunakan menghasilkan pita monomorf dan homozigot pada aksesi jarak pagar yang diuji. Dari 31 primer RAPD dan ISSR yang digunakan, 8 primer RAPD dan 4 primer ISSR mampu menghasilkan pita DNA yang dapat diskor. Empat primer yaitu UBC 873, OPG 17, OPP 03 dan OPQ 11 menghasilkan 100% pita polimorfis. Koefisien kesamaan genetik berkisar antara paling tinggi 1,0 (antara 3189-2/ PT13-2; MT7-1/ PT15-1; PT3-1, 2555-1/ SP8-1; 2555-1/ PT3-1) hingga paling rendah 0,6 (antara 554-1/HS49-2) dengan rerata 0,9. Persentase polimorfisme paling rendah (0%) yaitu antara 3189-2/PT13-2; MT7-1/ PT15-1; PT3-1, 2555-1/ SP8-1; 2555-1/ PT3-1 dan paling tinggi (55,26%) yaitu antara 554-1/HS49-2 dengan rerata 15,87%. Mengambil batas kesamaan genetik di atas 80%, dendrogram dapat dibagi menjadi 2 klaster di mana satu klaster terdiri satu aksesi yaitu HS 49-2 sedangkan klaster yang lainnya beranggotakan semua aksesi yang lain. Berdasarkan marka SCAR, semua aksesi yang diuji termasuk dalam jarak pagar tipe Meksiko yang tidak beracun. Keragaman rendah dari populasi yang diuji menjadi informasi penting untuk menentukan kebijakan program pemuliaan jarak pagar di masa yang akan datang. 
EVALUASI KESERAGAMAN DAN POTENSI HASIL CABAI MERAH F6(Capsicum annuum L.) Puspita Sari, Rembang Enggar; Saptadi, Darmawan; Kuswanto, Kuswanto
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 8 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i8.855

Abstract

Peningkatan produksi cabai besar dapat dicapai dengan perakitan varietas baru melalui persilangan. Seleksi telah dilakukan terhadap populasi hasil persilangan antara TW2 x PBC dan TW2 x Jatilaba hingga generasi F5. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keseragaman dan potensi hasil famili F6. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-September 2016di Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.Penelitian disusun menggunakan petak tunggal dengan metode pengamatan tanaman tunggal (single plant). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam famili cabai merah, famili A1.33.18.40 merupakan genotip yang memiliki potensi hasil tinggi. Pada karakter kualitatif, famili A1.33.18.40, A3.8.14.16, A3.8.14.35, dan A4.92.19.40 memiliki tingkat keseragaman 100% pada karakter tipe pertumbuhan tegak.
POTENSI HASIL GALUR-GALUR HARAPAN PADI SAWAH Pratama, Sanda Aditya; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 7 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i7.810

Abstract

Galur padi MSP berpotensi untuk dijadikan padi tipe baru. Pembentukan padi tipe baru dilakukan untuk meningkatkan indeks panen. Karakter padi tipe baru adalah jumlah anakan sedikit tetapi semua produktif (9-11 batang), jumlah gabah per malai 150-250 butir, persentase gabah bernas 85-95 %, bobot 1000 butir ≤ 25 g, malai panjang, dan umur genjah (105-125 hari). Penelitian bertujuan untuk mengetahui potensi hasil galur-galur harapan padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juli 2016 di Kebun Percobaan Jatimulyo, Malang.  Diuji dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan.  Perlakuan adalah galur MSP 1, MSP 9, MSP 13, MSP 14 dan sebagai pembanding Ciherang, Sejahtera. Populasi tanaman padi per petak adalah 320 tanaman. Pengamatan dilakukan pada karakter kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan galur MSP 9 dan MSP 13 memiliki potensi hasil lebih tinggi daripada pembanding. Galur MSP 1, MSP 9 dan MSP 13 memiliki ciri padi tipe baru.
VIABILITAS DAN VIGOR BENIH KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA BEBERAPA JENIS MEDIA INVIGORASI Rachma, Tri Nanda Sagita; Damanhuri, Damanhuri; Saptadi, Darmawan
PLANTROPICA: Journal of Agricultural Science Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas kakao (Theobroma cacao L.) mulai menurun setelah tanaman berumur 25 tahun. Oleh karena itu, kebutuhan benih kakao sangat diperlukan untuk rehabilitasi dan penanaman kembali. Namun, kebun induk benih kakao masih sangat terbatas, hanya disediakan oleh perkebunan besar dan terletak berjauhan dengan perkebunan rakyat sehingga memerlukan waktu relatif lama selama pengiriman yang dapat menurunkan mutu fisiologis benih. Di samping itu, benih kakao bersifat rekalsitran, yaitu benih yang memiliki daya simpan rendah, cepat kehilangan viabilitas pada berbagai kondisi penyimpanan, tidak memiliki masa dorman dan berkadar air tinggi. Solusi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kembali mutu benih yang telah mengalami kemunduran selama pengiriman ialah perlakuan invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media invigorasi terbaik terhadap peningkatan viabilitas dan vigor benih kakao. Penelitian dilaksanakan di Ruang Teknologi Benih, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya pada Bulan Maret-Mei 2015. 6 jenis perlakuan media invigorasi (kontrol, matriconditioning dengan arang sekam, matriconditioning dengan cocopeat, matriconditioning dengan batu bata, osmoconditioning dengan air kelapa muda, dan osmoconditioning dengan larutan KNO3) diuji menggunakan Rancangan Acak Lengkap 4 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada tolok ukur daya berkecambah (DB), kecepatan tumbuh (KCT), keserempakan tumbuh (KST), indeks vigor (IV), bobot kering kecambah normal (BKKN), panjang hipokotil dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan invigorasi matriconditioning menggunakan media arang sekam menjadi solusi terbaik dengan hasil yang paling optimal dibanding media lainnya. Selain arang sekam, batu bata dan cocopeat dapat menjadi media alternatif.
RESPON PERKECAMBAHAN TUJUH KLON TEBU (Saccharum officinarum) TERHADAP PENYAKIT REBAH KECAMBAH (Damping off) Wilisaberta, Phubby; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i2.637

Abstract

Permasalahan persemaian tebu adalah adanya penyakit yang menyerang pada saat berkecambah yaitu rebah kecambah (damping off). Evaluasi pemilihan klon untuk  menandai ciri morfologi klon potensial yang tahan penyakit rebah kecambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respon tujuh klon tebu serta mendapatkan klon tebu (Saccharum officinarum) yang tahan terhadap penyakit rebah kecambah. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi, 3 ulangan dengan 14 kombinasi perlakuan. Petak utama adalah P0 (tanah tanpa terserang jamur Pythium sp) dan P1 (tanah terserang jamur Pythium sp). Anak petak diantaranya V1 (PSJT 941), V2 (Bulu Lawang), V3 (Kidang Kencana), V4 (PS 862), V5 (PS 864), V6 (PSBM 901) dan V7 (PS 865). Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-April 2016. Analisis intensitas serangan penyakit menunjukkan respon ketahanan tujuh klon tebu berbeda-beda dan pada analisis ragam menunjukkan perlakuan berbeda nyata pada semua karakter yang diamati. Empat dari tujuh klon tebu yang diuji dipilih yang memiliki respon ketahanan terbaik yaitu V1 (PSJT 941), V3 (Kidang Kencana), V4 (PS 862) dan V7 (PS 865).
Keanekaragaman genotipe-genotipe potensial dan penentuan keragaman karakter agro-morfologi ercis (Pisum sativum L.) Saragih, Rawina; Saptadi, Darmawan; Zanetta, Chindy Ulima; Waluyo, Budi
Jurnal Agro Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/3230

Abstract

Ercis (Pisum sativum L.) merupakan salah satu tanaman kacang komersial yang penting di dunia termasuk di Indonesia. Ercis lokal merupakan sumber populasi untuk meningkatkan kapasitas genetik hasil panen polong dan biji melalui seleksi galur murni. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari jarak dan keanekaragaman genetik, serta keragaman karakter 37 genotipe potensial ercis hasil seleksi galur murni varietas lokal. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret hingga Juni 2018 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dengan 37 genotipe sebagai perlakuan dan diulang tiga kali, sehingga terdapat 111 satuan percobaan. Pengamatan dilakukan pada masing-masing tanaman yakni karakter agronomi dan morfologi. Pengelompokan genetik didasarkan pada agglomerative hierarchical clustering dengan similiritas koefisien kolerasi Pearson dan metode aglomerasi unweighted pair group method average (UPGMA). Keanekaragaman genetik didasarkan pada indeks Shannon-Wiener (H’) dan indeks Shimpson (D). Keragaman karakter agronomi dan morfologi 37 genotipe ercis menggunakan principal component analysis (PCA) dengan pendekatan tipe korelasi Pearson. Berdasarkan analisis klaster 37 genotipe ercis terbagi menjadi 6 kelompok berdasarkan 61 karakter agro-morfologi dengan koefisien kemiripan 89-99%. Diversitas genetik ercis dikategorikan sedang dengan nilai indeks Shanon-Wiener 1,5 dan nilai indeks Simpson 0,26 yang menunjukkan tidak terdapat kelompok genetik yang mendominansi. Tiga puluh tujuh genotipe ercis memiliki keragaman yang luas. Keragaman kumulatif berdasarkan 61 karakter agro-morfologi yang diamati mencapai 87,83% yang melibatkan 44 karakter pada 16 komponen utama pertama.Pea (Pisum sativum L.) is one of the important commercial legumes in the world, including in Indonesia. The aims of the research were to study  genetic distance, diversity, and characters variability of 37 genotypes of pea. The experiment was conducted on March to June 2018 in Pendem, Junrejo, Batu City. The experimental design used a randomized block design with 37 genotypes as treatments and replicated three times. Observations was made on agronomic and morphological characters. Genetic grouping according to agglomerative hierarchical clustering with Pearson correlation coefficient similarity and unweighted pair group average agglomeration method (UPGMA). Genetic diversity based on Shannon-Wiener (H') index and Shimpson (D) index. Variability of agronomic and morphological characters in 37 genotypes was analyzed by principal component analysis (PCA) with Pearson correlation approach. The results showed that cluster analysis of 37 genotypes was divided into six groups in 61 agro-morphological characters with similarity coefficients of 89-99%. Genetic diversity was medium categorized with Shanon-Wiener index value of 1.5 and Simpson index value of 0.26. It was indicated that no dominating on genotypes group. Thirty seven genotypes of pea showed high variability. Cumulative variability on 61 observed agro-morphological characters reached 87.83% which involved 44 characters in 16 first principal components.
KARAKTER MORFOLOGI DAN ANALISA DNA RAPD TANAMAN TUBA (Paraderris elliptica (Wall.) Adema)HASIL EKSPLORASIDI PROPINSI JAWA TIMUR Wicaksono, Sandra; Damanhuri, Damanhuri; Saptadi, Darmawan
BUANA SAINS Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v15i2.372

Abstract

The objective of the study was to determine the distribution of plants, morphologi plant characters and diversity of Tuba (Paraderris elliptica (Wall) Adema) as the results of explorationin the province of East Java. Exploration activities conducted by survey method (snowball sampling) based on the informationof "key informants" in East Java. Differences in morphology based on the qualitative and quantitative character. DNA RAPD analysis conducted on Laboratory of Biotechnology Faculty of Agriculture, Brawijaya University using five (5) primer OPN 4, OPN 11, OPN 15, OPN 16 and OPS 17. Tuba Plants distributed in Jember, Jombang and Sumenep with 17 accesions. The result of simple matching coefficient using dendogram with MVSP software version 3.2.1. There are diversity of plant susing DNA RAPD analysis
Respon Beberapa Varietas Bawang Putih (Allium sativum L.) dalam Pertumbuhan dan Potensi Pembentukan Umbi Mikro Terhadap Pemberian Berbagai Konsentrasi Sukrosa Hapsari, Lina Wahyu; Saptadi, Darmawan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 9 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21176/protan.v6i9.893

Abstract

Induksi umbi mikro bawang putih pada kultur in vitro dipengaruhi oleh konsentrasi sukrosa. Varietas unggul bawang putih Indonesia (Lumbu Hijau, Lumbu Kuning) dan varietas impor dari China (Sin Chung dan Kating) memberikan respon yang berbda pada pemberian konsetrasi sukrosa yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi sukrosa terhadap pertumbuhan dan pembentukan umbi mikro pada beberapa varietas bawang putih. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Februari-juli 2017 di Laboratorium Kultur Jaringan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 16 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan. Data disajikan dalam bentuk grafik dari Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsetrasi 30 g L-1 memberikan dampak yang baik bagi pertumbuhan eksplan yang berguna untuk regenerasi eksplan dan 60 g L-1 berpotensi untuk pembentukan umbi. Berat kering pada media dengan konsentrasi sukrosa 90 g L-1 paling tinggi, namun pertumbuhannya lambat dikarenakan nutrisi terfokuskan pada pembengkakan umbi. Respon varietas terbaik ditunjukan oleh varietas Lumbu Kuning dan yang kurang baik ditunjukan oleh varietas Kating.