Articles

Found 12 Documents
Search

Seleksi Batang Atas Kina (Cinchona ledgeriana) Klon QRC dalam Pembibitan Stek Sambung Roselina, Mutia Dewi; Sriyadi, Bambang; Amien, Suseno; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 18, No 2 (2007)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan kina klon QRC C. ledgeriana yang mempunyai daya kompatibilitas terbaik terhadap batang bawah (Cinchona succirubra). Percobaan dilaksanakan mulai dari Oktober 2006 hingga April 2007 di Kebun Percobaan Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung, Ciwidey, Bandung. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan menggunakan 21 klon QRC kina sebagai perlakuan dan diulang tiga kali. 21 klon QRC kina tersebut adalah : klon QRC 111, QRC 133, QRC 135, QRC 162, QRC 183, QRC 189, QRC 191, QRC 197, QRC 207, QRC 210, QRC 212, QRC 213, QRC 241, QRC 247, QRC 264, QRC 282, QRC 328, QRC 329, QRC 345, QRC 349, dan Cibeureum 5 sebagai tanaman kontrol. Karakter yang diamati meliputi karakter jumlah tanaman yang hidup (bibit), tinggi batang atas dan tinggi tunas yang dihasilkan (cm), diameter tunas (mm), dan jumlah daun tunas (helai). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa klon QRC memiliki daya kompatibilitas tinggi terhadap batang bawah dibandingkan dengan klon kontrol Cibeureum 5, yakni klon QRC 213 dan QRC 247 untuk karakter tinggi batang atas (cm) dan tinggi tunas (cm); QRC 212 dan QRC 213 untuk karakter diameter tunas (mm); QRC 133, QRC 135, QRC 247, dan QRC 264 untuk karakter jumlah daun pada tunas (helai). Untuk persentase karakter jumlah tanaman yang hidup didapatkan nilai sebesar 44.18%.
Hubungan Kekerabatan Genetik Antar Tanaman The F1 dari Persilangan TRI 2024 X PS 1 Berdasarkan Penanda RAPD Sriyadi, Bambang; Setiamihardja, R.; Baihaki, A.; Astika, W.
Zuriat Vol 13, No 1 (2002)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan tetua dalam program persilangan untuk memperbaiki potensi hasil dari klon-klon seri TPS. Penelitian dilakukan di Labolatorium Biologi Molekuler dan Imunologi, Unit Penelitian Biologi Perkebunan, Bogor dari bulan Mei sampai dengan Juni 2000. Bahan yang digunakan adalah daun segar dari klon TRI 2024, PS 1, dan 45 tanaman F1 dari persilangan TRI 2024 X PS 1. Penanda RAPD dibangkitkan menggunakan 11 praimer dengan DNA dari seluruh genotipe. Pengamatan dilakukan terhadap munculnya penanda RAPD pada setiap genotip untuk setiap praimer. Kesamaan antar genotip dihitung menggunakan indeks kesamaan dan hubungan kekerabatan genetik dikonstruksi dengan UPMA. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penanda RAPD yang dibangkitkan menggunakan 11 praimer pada DNA klon TRI 2024, PS 1, dan 45 tanaman F1 sebanyak 118, yang 80 (68%) diantaranya merupakan penanda RAPD polimorfik. Pada tingkat perbedaan 28% genotipe yang diuji dapat dipisahkan dua kelompok, yaitu klon TPS 24/5 dan TPS 88/2 yang berkerabat dekat dengan TRI 2024 dan klon TPS lainnya yang berkerabat dekat dengan klon PS 1. Dari 45 tanaman F1 ternyata 40 klon memiliki hubungan kekerabatan yang dekat dengan klon PS 1. Pada tingkat kesamaan genetik 74% klon-klon yang mempunyai potensi hasil tinggi dan tahan terhadap penyakit cacar the terpisahkan dalam tiga kelompok, yaitu I. TPS 17/3, TPS 3/2, TPS 93/3, dan TPS 94/1 yang berkerabat dekat dengan PS 1, II. TPS 127/1 dan TPS 24/2 yang memiliki hubungan kekerabatan agak jauh dengan PS 1 dan, III. TPS 87/1 yang memiliki hubungan kekerabatan genetik sangat jauh dengan PS 1. Rancangan persilangan yang memberikan peluang besar untuk mendapatkan turunan yang mempunyai sifat tahan terhadap penyakit dan berpotensi hasil tinggi adalah tetua klon TPS 17/3, TPS 3/2, TPS 93/3, dan TPS 94/1 disilangkan dengan klon TPS 87/1.
Aktivitas Nitrat Reduktase sebagai Penduga Potensi Hasil Klon-Klon Teh Sriyadi, Bambang; Baihaki, A.; Setiamiharja, R.; Astika, W.
Zuriat Vol 4, No 1 (1993)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Percobaan pendugaan potensi hasil klon teh menggunakan aktivitas nitrat reduktase telah dilakukan di Kebun Pasir Sarongge dan Laboratorium Kimia, Puslitbun Gambung dari bulan Juni sampai dengan September 1992. Percobaan menggunakan enam klon teh yang berumur tiga, enam, dan 12 tahun, serta pada setiap umur tanaman ditanam mengikuti tata letak rancangan acak kelompok, dengan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan terhadap tujuh karakter tanaman termasuk hasil. Pemilihan karakter penduga hasil dilakukan dengan analisis korelasi dan sidik jalin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah bulu daun, sudut percabangan, dan jumlah stomata tidak dapat digunakan untuk menduga potensi hasil. Pendugaan potensi hasil dengan menggunakan bobot pucuk pada tanaman yang berumur tiga tahun dan jumlah pucuk pada tanaman yang berumur enam dan 12 tahun ternyata harus mempertimbangkan karakter lain secara serempak. Aktivitas nitrat reduktase ternyata merupakan penduga potensi hasil yang tepat, dan konstan pada setiap umur tanaman.
Seleksi Pohon Induk Teh dari Tanaman Muda Asal Biji Propellegitim Sriyadi, Bambang; Astika, W.; Muchtar, D.; Sutrisno, ,
Zuriat Vol 2, No 1 (1991)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Seleksi pohon induk untuk hasil yang tinggi dan didukung oleh komponen hasil yang maksimal diharapkan akan lebih mantap dipertahankan pada keturunan vegetatifnya. Seleksi dilakukan di KP. Pasir Sarongge terhadap tanaman asal biji klon PS 1 dan TRI 2024 dari kebun biji poliklonal. Pengamatan produksi per perdu dilakukan sebelum dan sesudah pemangkasan yang pertama. Fungsi diskriminan disusun dengan menggunakan tiga komponen hasil, yaitu jumlah pucuk, bobot pucuk p+2, dan persentase pucuk peko per perdu setiap petikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pucuk mempunyai koefisien indeks yang terbesar dalam menentukan nilai diskriminan, kemudian diikuti oleh bobot pucuk p+2 dan persentase pucuk peko. Dari hasil seleksi yang didasarkan atas teori fungsi diskriminan dan dipadukan dengan potensi hasil per perdu, telah terpilih 20 perdu yang mempunyai potensi hasil tinggi dan didukung oleh komponen hasil secara maksimal masing-masing yaitu 11 perdu dari biji klon TRI 2024 dan 9 perdu dari PS 1.
Identifikasi Pembeda Rapd yang Berpautan Dengan Gen Ketahanan Tanaman Teh Terhadap Penyakit Cacar Sriyadi, Bambang; Setiamihardja, R.; Baihaki, A.; Astika, W.
Zuriat Vol 12, No 2 (2001)
Publisher : Zuriat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB)

Abstract

Penyaringan ketahanan klon teh terhadap penyakit cacar sulit dilakukan dan memerlukan tenaga yang banyak. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengembangkan pembeda RAPD yang dapat digunakan untuk penanda bantu dalam seleksi klon teh yang tahan terhadap penyakit cacar. Penelitian menggunakan genotip klon tetua rentan TRI 2024, klon tetua tahan PS 1, dan 45tanaman F1 dari persilangan TRI 2024xPS 1. Pengujian ketahanan genotip dilakukan di lapangan dan persemaian. Pengujian ketahanan di persemaian yang dilakukan menggunakan parameter pengamatan indeks intensitas penyakit. Pengujian ketahanan di lapangan menggunakan parameter persentase pucuk yang terserang penyakit setiap pohon. Analisis RAPD dimulai dengan seleksi praimer yang mampu membangkitkan fragmen RAPD polimorfik antara tanaman tahan dengan rentan sebagai pembeda penduga, kemudian dilanjutkan dengan melacak pembeda RAPD penduga pada populasi variasi tanaman F1 menggunakan praimer terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan tanaman F1 dari persilangan antara klon rentan TRI 2024 dengan klon tahan PS 1 bervariasi mengikuti pola pewarisan hasil backcross antara tanaman heterosigot dengan homosigot dengan nisbah 1:1. Praimer OPB 01, OPB 07, OPB 18, OPC 18, OPC 13, OPC 16, OPH 12, SC-10 48, dan SC-10 56 mampu membangkitkan pembeda RAPD OPB 01800, OPB 011100, OPB 011400, OPB 011500, OPB 07500, OPB 071200, OPB 18600, OPB 181200, OPC 13500, OPC 131100, OPC 131400, OPC 16400, OPC 16400, OPC 16500, OPH 12500, OPH 12750, OPH 121000, SC-10 48750, SC-10 481300, SC-10 56600, SC-10 56850, dan SC-10 561200 yang muncul pada tetua tahan PS 1 tetapi tidak muncul pada tetua rentan TRI 2024. Pembeda RAPD OPB 18600 teridentifikasi sebagai pembeda RAPD yang berpautan sangat kuat, sedangkan pembeda OPB 01800, OPB 011500, OPB 07500, OPC 13500, OPC 131100, OPC 131400, SC-10 481300, dan SC-10 56600 berpautan kuat dengan gen ketahanan tanaman teh terhadap penyakit cacar. Seleksi ketahanan tanaman teh secara tidak langsung terhadap penyakit cacar teh dapat dilakukan menggunakan pembeda RAPD OPB 18600, OPB 01800, OPB 011500, OPB 07500, OPC 13500, OPC 131100, OPC 131400, SC-10 481300, dan SC-10 56600.
Correlations between morphological traits and catechin content on tea (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) Syahrian, Heri; Carsono, Nono; Rostini, Neni; Rahadi, Vitria Puspitasari; Sriyadi, Bambang
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.981 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i1.64

Abstract

Catechin content in tea plant is a major character in tea breeding program for a healthy beverage. A tea breeding program for high catechin content maybe will performed by indirect selecting a trait or traits that signi­ficantly correlated with high catechin content. This research was performed to identify mor­phological traits which maybe significantly correlated with high catechin content in tea plant. A randomized complete block design with three replications was used in this experiment using 10 selected clones. The experiment was performed in Gambung Experimental Station ot the Research Institute for Tea and Cinchona, Gambung, West Java. Catechin content, tri­choma density of young leaves, weight of p+2, size of mother leaves, chlorophyll content of mother leaf, stomatal density of mother leaf, mother leaf thickness, and mother leaf angle, were measured. The results indicated that stomatal density and mother leaf angle were significantly correlated. Based on path analysis indirect selection for high catechin content could be performed by selecting stomatal density considering to trichoma density, mother leaf angle and chlorophyll content. In addition, indirect selection for high catechin content could be performed by selecting other leaf angle independently without considering other morphological traits.
Analysis of leaves morphology similarity of several first generation tea clones Sriyadi, Bambang
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.757 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v15i2.21

Abstract

As an effort to conserve tea clone accessions of first generation from genetic erosion, arrangement germplasm in one particular block/area to be easily monitored and managed, is needed. Ideally, tea germplasm collection should consist of a few clone accession number but high genetic variability. To select representative clones that will be conserved in new germplasm collection, leaves morphology similarity has been analysed by cluster analysis using average method. The results showed that by using leaves morphology parameter, from 50 tea clone accession of first generation coming from several tea plantations, it could be reduced into 25 clone accessions from seven clusters, which each has high similarity. The first cluster with 60% similarity could reduced accession from 15 to 6 clone. The second with 74,8% similarity from 25 to 13 clones. The third with 74,8% similarity, from 4 to 2 clones. The fourth with 61,3% similarity, and seventh with 82,1% similarity, both could reduce from 2 clones to 1 clone. To design a tea germplasm collection with 50 accessions of genetic variability, it could represented by 25 clones with low similarity, i.e PG 3, KP 1, Skm 18, Cin 69, Cin 67 dan Cin 58 as the first cluster representatives, Mel 101, PG 4, Pam 15, PG 5,  PG 11, GP 2, BD 13, SA 49, Cin 66, Mal 16, Bks 6 and Sin 5 the second cluster representatives;   Mel 108 and Cin 13 as the third cluster representatives; and Cin 15, Cip 37, GH 5, as well as GP 4 as the fourth, the fifth, and the sixth representatives, respectively.
An assessment of genetic relationship in tea clones based on important chemical compound and yield potential Sriyadi, Bambang
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 18, No 1 (2015)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.825 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v18i1.53

Abstract

Assembling of new excellence high yiel­ding and good quality tea clones was started from identification accession as gene sources, crossing design of parents, selection mother bushes and propagated vegetatively. Crossing beetwen two parent clones which near or remote genetic relationship in tea will failed. Assessment of genetic relationship clone accession was done using secondary datas from description of first and second tea clone gene­ration which cultivated in Indonesia. Data of yield potentials and main chemical com­pound of quality among others catechine, gallat cate­chine, catechine gallo and cafeine were ana­lysed using biplot and cluster analysis. The results showed that no correllation beetwen main chemical compound of quality and yield potentials. Biplot with two dimensions could be explained 92,5% variation of five characters and showed that yield has the highest and catechine the smallest variances. The first gene­ration of tea clones was separated to second at the 46,79% similarity levels. At the 15,60% similarity levels, there were six clusters. GMB 1, GMB 2, GMB 6, GMB 9, and GMB 10 clones were in one cluster was caused of they had high of yield and catechine. GMB 4 and GMB 5 had similarity on medium yields, GMB 7 and GMB 11 had similarity on medium catechine and the highest yield, and GMB 3 and GMB 8 had similarity on low catechine. PS 1 with the lowest catechine gallo was separated to the others. The sixth cluster were SA 40, Kiara 8, SA 35, RB 3, and Cin 143 were characterized by low catechine and yields. 
The growth test of tea clones (Camellia sinensis) from cross pollination first generation clones Rahadi, Vitria Puspitasari; Syahrian, Heri; Sriyadi, Bambang
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.399 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v19i2.118

Abstract

Efforts to improve the productivity of tea needed new high yielding clones were obtained from the cross and easily propagated vegetatively. Preliminary testing of the clones  needs to be done to determine the growth of cuttings and rooting properties of tea clones from hybridization which are selected by potential production. This study used a Randomized Complate Block Design with three replications. The treatments consist of 14 clones from crosses and GMB 7 as clone comparison. The data is analyzed by using ANOVA and Scott Knott test with the level of 5%. The observations are intended to look at the growth of roots and shoots by dismantling seedling in polybag predetermined randomly at each observation. The results showed that the clones tested had good growth with a low mortality rate, and easily propagated vegetatively. The S / R ratio also showed shoot growth more faster than the growth of root. This character is advantageous because the most appropriate selection criteria for planting in the field.
Selection of superior assamica tea clones with high yield potential and high catechine contents Sriyadi, Bambang
Jurnal Penelitian Teh dan Kina Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Research Institute for Tea and Cinchona

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.507 KB) | DOI: 10.22302/pptk.jur.jptk.v15i1.15

Abstract

Selection of superior assamica tea clones with high yielding potential and high catechine contents, was conducted using plant materials of selected mothers bushes from F1 polyclonal seed field with a clone composition of Kiara 8, TRI 777, TRI 2024, TRI 2025, and PS 1. The selected bushes had a minimum 100 g per bush. This research was conducted in Pasir Sarongge Experimental Garden, representing medium elevation and Gambung Experimental Garden, representing high elevation. Experimental design in each location was a randomized complete block design with three replications. Twenty five selected clones were used in this research with one high yielding GMB 7 as a check. Plot contained 15 bushes with plant distant of 120 x 80 cm. Shoot yield were observed in September to November 2010 on six years old plant of third prunning stages with plucking cycle seven days. Catechine content of clone were observed by extracting dry tea shoot in boilling water, followed by deluting in ethyl acetate and HPLC readings. The results showed that in medium elevation clone number of II.32.15 had similar yielding potential with GMB 7 clone with catechine content 16,44%, and at high elevation clones number of II.6.10, III.28.4, III.35.3, and III.36.15 had high yielding potential and catechine content of 15,35%; 16,13%; 16,03%; and 13,14% respectively