Sophia Dwiratna N.P., Sophia Dwiratna
Staf Pengajar Jurusan Teknik dan Manajemen Industri Pertanian

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SALAK SLEBONG (Salacca edulis Reinw.) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SUMEDANG

Jurnal Teknotan Vol 9, No 3 (2015): Jurnal Teknotan, September 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3636.937 KB)

Abstract

Lahan ekstensifikasi untuk tanaman salak slebong di Kabupaten Sumedang perlu dipetakan sebaran dan luasnya. SIG telah diaplikasikan untuk memudahkan proses analisis dan deskripsi lahan yang sesuai dengan tanaman tersebut. Metode penelitian analitik deskriptif digunakan untuk mengambarkan tingkat kesesuaian lahan berdasarkan parameter (syarat tumbuh, curah hujan, dan tekstur tanah), sehingga diperoleh peta sebaran hujan, peta sebaran suhu, dan peta sebaran tekstur tanah. Sedangkan metode survai ke lokasi sentra digunakan untuk memodifikasi tabel kesesuaian lahan berdasarkan keadaan lokasi sentra, dimana setiap parameter kesesuaian lahan di atas dioverlay, sehingga diperoleh peta kesesuaian lahan yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40.811,36 hektar lahan atau sekitar 26,1 persen dari luas wilayah Kabupaten Sumedang masuk ke dalam kelas sangat sesuai (S1).Kata kunci: evaluasi keseuaian lahan, SIG, salak slebong

PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG

Jurnal Teknotan Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3597.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun. Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG)

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI CILEMBU (Ipomoea batatas) DI KABUPATEN SUMEDANG MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Jurnal Teknotan Vol 9, No 1 (2015): Jurnal Teknotan, Januari 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2819.482 KB)

Abstract

Potensi pasarubi Cilembu (Ipomoea batatas) sangat menjanjika, baik di pasar regional maupun internasional. Namun produksi ubi Cilembu aktual tidak dapat memenuhi permintaan pasar, sehingga, perluasan area tanam perlu dilakukan untuk meningkatkan produksinya. Untuk mengevaluasi kesesauian lahannya, SIG telah digunakan dalam penelitian ini, agar sebaran dan luasan lahan yang sesuai untuk ekstensifikasi pengembangan budidaya ubi Cilembu dapat diidentifikasi. Metode deskriptif digunakan melalui proses analisis tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi Cilembu berdasarkan syarat tumbu yang meliputi, suhu, curah hujan, dan tekstur tanah tanaman ubi Cilembu. Dari data temperatur rerata tahunan, curah hujan rata-rata tahunan dan peta jenis tanah didapatkan masing-masing peta kesesuaian suhu, peta kesesuaian lahan untuk budidaya ubi Cilembu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk perluasan kawasan budidaya ubi Cilembu adalah 8.623,56 ha atau 5,52 persen dari luas Kabupaten Sumedang.Kata kunci: evaluasi kesesuain lahan, SIG, peta kesesuaian

PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3597.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun.Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG)

PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3597.351 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun.Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG)

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN SALAK SLEBONG (Salacca edulis Reinw.) DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN SUMEDANG

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lahan ekstensifikasi untuk tanaman salak slebong di Kabupaten Sumedang perlu dipetakan sebaran dan luasnya. SIG telah diaplikasikan untuk memudahkan proses analisis dan deskripsi lahan yang sesuai dengan tanaman tersebut. Metode penelitian analitik deskriptif digunakan untuk mengambarkan tingkat kesesuaian lahan berdasarkan parameter (syarat tumbuh, curah hujan, dan tekstur tanah), sehingga diperoleh peta sebaran hujan, peta sebaran suhu, dan peta sebaran tekstur tanah. Sedangkan metode survai ke lokasi sentra digunakan untuk memodifikasi tabel kesesuaian lahan berdasarkan keadaan lokasi sentra, dimana setiap parameter kesesuaian lahan di atas dioverlay, sehingga diperoleh peta kesesuaian lahan yang diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40.811,36 hektar lahan atau sekitar 26,1 persen dari luas wilayah Kabupaten Sumedang masuk ke dalam kelas sangat sesuai (S1).Kata kunci: evaluasi keseuaian lahan, SIG, salak slebong

EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN UBI CILEMBU (Ipomoea batatas) DI KABUPATEN SUMEDANG MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi pasarubi Cilembu (Ipomoea batatas) sangat menjanjika, baik di pasar regional maupun internasional. Namun produksi ubi Cilembu aktual tidak dapat memenuhi permintaan pasar, sehingga, perluasan area tanam perlu dilakukan untuk meningkatkan produksinya. Untuk mengevaluasi kesesauian lahannya, SIG telah digunakan dalam penelitian ini, agar sebaran dan luasan lahan yang sesuai untuk ekstensifikasi pengembangan budidaya ubi Cilembu dapat diidentifikasi. Metode deskriptif digunakan melalui proses analisis tingkat kesesuaian lahan tanaman ubi Cilembu berdasarkan syarat tumbu yang meliputi, suhu, curah hujan, dan tekstur tanah tanaman ubi Cilembu. Dari data temperatur rerata tahunan, curah hujan rata-rata tahunan dan peta jenis tanah didapatkan masing-masing peta kesesuaian suhu, peta kesesuaian lahan untuk budidaya ubi Cilembu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan yang sesuai untuk perluasan kawasan budidaya ubi Cilembu adalah 8.623,56 ha atau 5,52 persen dari luas Kabupaten Sumedang.Kata kunci: evaluasi kesesuain lahan, SIG, peta kesesuaian

PENENTUAN TINGKAT BAHAYA EROSI DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI SUB DAS CIKERUH KABUPATEN BANDUNG-SUMEDANG

Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 7, No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di Sub DAS Cikeruh. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode deskriptif, yaitu mendeskripsikan parameter-parameter Tingkat Bahaya Erosi (TBE) di SubDAS Cikeruh Kabupaten Bandung-Sumedang, dengan model prediksi erosi USLE (Universal Soil Loss Equation) dan kedalaman solum tanah yang dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sub DAS Cikeruh memiliki Tingkat Bahaya Erosi yang bervariasi yaitu, sangat ringan 43,57 %; ringan 17,82 %; sedang 6,11 %; berat 31,96 %; dan sangat berat 0,54 % dari luas total Sub DAS Cikeruh dan laju erosi rata-rata di Sub DAS Cikeruh adalah sebesar 10,30 ton/ha/tahun. Kata kunci: Tingkat Bahaya Erosi, Sub DAS Cikeruh, Sistem Informasi Geografis (SIG)