Adi Bayu Mahadian, Adi Bayu
Prdi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, Universitas Telkom

Published : 8 Documents
Articles

Found 8 Documents
Search

MAKNA KONSEP DIRI MANTAN ANAK JALANAN Diniati, Anisa; Nuraeni, Reni; Mahadian, Adi Bayu
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.882 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v3i1.7392

Abstract

Mantan anak jalanan dalam kehidupannya saat ini memiliki konsep diri atau gambaran terhadap dirinyadari apa yang sudah mereka alami dalam peristiwa dan pengalamannya di masa lalu. Melalui konsepdirinya, mantan anak jalanan menampilkan simbol-simbol yang telah mereka beri makna dan telah merekapertukarkanhingga mereka tampilkan dalam tindakannya saat ini.Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimanakah konsep diri mantan anak jalanan dan bagaimanakah makna simbolik yangdipertukarkan oleh mereka.Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori interaksi simbolik menurutBlumer dan Mead serta teori the looking glass self menurut Cooley. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif dengan fenomenologi sebagai metode penelitiannya. Dari seluruh proses penelitian yang dilakukan,didapatkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa dari keempat kelompok makna konsep diri yangmelekat pada diri mereka, yaitu peran ekonomi, moral, harga diri, dan aktualisasi diri, mereka melakukansebuah pertukaran simbol yang telah mereka beri makna lalu mereka tunjukkan melalui tindakan berupapenampilan dan perilaku.
PERBANDINGAN PERSEPSI KHALAYAK ANTARA IKLAN YANG MENGANDUNG HUMOR DAN TIDAK MENGANDUNG HUMOR Mirandha, Ira Yuni; Mahadian, Adi Bayu
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 2 (2017): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.107 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i2.11673

Abstract

Periklanan menjadi salah satu komponen penting dalam komunikasi pemasaran. Sebuah iklan akan dipersepsi oleh alam pikir melalui berbagai tahapan. Berupaya menarik perhatian konsumen, pengiklan menyisipkan unsur humor yang identik dengan segala sesuatu yang membuat tertawa dan lucu, yang dijadikan salah satu daya tarik pesan dalam iklan. Penulis ingin melihat perbedaan alam pikir audience dalam mempersepsi antara iklan mengandung humor dan tidak mengandung humor. Untuk itu diperbandingkan iklan mengandung humor, Ramayana Department Store dan iklan tidak mengandung humor, Matahari Department Store. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui adakah perbedaan persepsi audience antara iklan yang mengandung unsur humor dan tidak mengandung unsur humor. Dalam mencapai tujuan penelitian, penulis menggunakan metode kuantitatif agar mendapat pemahaman yang sistematis dan objektif. Dengan menggunakan persepsi selektif Belch dan Belch berdasarkan empat tahap proses persepsi antara lain: terpaan, perhatian, pemahaman dan ingatan terhadap iklan. Dari hasil penelitian, persepsi audience terhadap pemeran iklan, latar dalam iklan, rangkaian adegan dalam iklan serta penggunaan musik dan suara dalam kedua iklan menunjukkan tidak adanya perbedaan tingkat persepsi audience yang signifikan antara dua iklan tersebut. Saran bagi penelitian selanjutnya, diharapkan penelitian ini dapat menambah dan memperluas objek penelitian dengan jumlah sampel yang lebih besar dan representative terhadap target audience iklan agar mampu memberikan gambaran secara jelas dan nyata mengenai hasil penelitian yang diinginkan. Peneliti merekomendasikan pula bagi para pemerakarsa iklan agar menggunakaan unsur humor secara hati-hati, penggunaan humor dalam iklan harus diperhatikan agar tidak merusak pemahaman audience terhadap iklan. Serta pemilihan latar yang akan digunakan dalam iklan agar mampu dipersepsi dengan baik oleh audience.
Interaksi Simbolik Pengajar dan Siswa di Komunitas Matahari Kecil Maghfira, Tasya Aulia; Mahadian, Adi Bayu
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.368 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v7i1.10540

Abstract

SMP Terbuka Gading Regency is a free school founded by the Matahari Kecil community to alleviate the burden of underprivileged students. The purpose of this study was to figure out the symbols and the meaning negotiation in the interaction in forming the self-concept of teachers and students. The theory underlying this research was the symbolic interaction according to George Herbert Mead. This study used in-depth interviews and observations on four students, teachers, and supporting informants for each who were selected with purposive sampling techniques. The result showed that the interaction of teachers and students was built through formal and informal interpersonal relationship. There was an exchange of verbal and nonverbal symbols in shaping the same meaning in the interaction. The meaning formed in the interaction process affected the self-concept of the teachers and students. As a result, there was a change in self-concept of students and teachers during the interaction. The self-concept was inseparable from the role of mind, self, and society of the teachers and students.
Perilaku Menulis Fanfiction oleh Penggemar Kpop di Wattpad Syaharani, Nadya; Mahadian, Adi Bayu
Jurnal Komunikasi Global Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.509 KB)

Abstract

Wattpad is one of the sites and blogging applications that provide facilities for users to write and read, meaning that the users can write stories and also read stories created by other users. One of the postings made by the user is fanfiction which is the imagination of fans about idols especially Kpop idol in the form of writing. The purpose of the study is to understand the motivation and know the process of making fanfiction by Kpop fans who write fanfiction on Wattpad. The research method used is grounded theory in which the researcher tried to find data by online and offline interview and observation on 10 informants with criteria is Kpop fans who write fanfiction in Wattpad. The results showed that there was a motivation from inside and outside of Kpop fans and the process of making fanfiction consists of three stages: the creative process, the writing process and the editing and posting process. 
REPRESENTASI ETNIS CINA DALAM STAND UP COMEDY Mahadian, Adi Bayu
Lingkar Studi Komunikasi (LISKI) Vol 1 No 1 (2015): FEBRUARI 2015
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/liski.v1i1.816

Abstract

Permasalahan tentang Etnis Cina di Indonesia tidak pernah benar-benar selesai hingga kini. Berbagai usaha yang dilakukan pemerintah atau pihak terkait lainnya banyak menemui kendala. Diantaranya disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap realitas tentang Etnis Cina di Indonesia. Dengan menggunakan metode analisis semiotik sosial yang dikemukakan oleh Theo Van Leeuwen, penelitian ini berupaya untuk memahami realitas tentang Etnis Cina yang terepresentasikan dalam pertunjukan stand up comedy oleh Ernest Prakasa. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu: Pertama, dari dari ragam wacana tentang Etnis Cina yang terepresentasikan dalam pertunjukan stand up comedy oleh Ernest Prakasa menunjukan bahwa Etnis Cina tidak nyaman dengan keminoritasannya; Kaum muda Etnis Cina mencintai sekaligus membenci tradisi dan budayanya; Etnis Cina menganggap diri sebagai ras unggul; Etnis Cina memandang penting kekayaan; dan Istilah “Cina” tidak dianggap menghina. Kedua, Etnis Cina terepresentasikan pada bagian set up dan punchline dalam struktur humor stand up comedy, dimana sebuah set up humor stand up comedy yang merepresentasikan Etnis Cina, berfungsi mengkomunikasikan kepada audiensnya tentang: keberadaan kelompok minoritas Etnis Cina di Indonesia, dengan berbagai karakteristiknya, dan berbagai budaya Cina yang menjadi bagian budaya masyarakat Indonesia. Sementara itu, sebuah punchline humor stand up comedy yang merepresentasikan Etnis Cina, berfungsi untuk mengajak audiensnya untuk mentertawakan orang Cina, dan mentertawakan pemahaman orang lain tentan Etnis Cina. Ketiga, dalam pertunjukan stand up comedy yang merepresentasikan Etnis Cina, Ernest Prakasa memilih fashion dengan mengenakan kaos oblong, celana jeans, dan memakai sepatu kets; dan berpotongan rambut side-shaves. Sementara itu, Ernest Prakasa menggunakan gaya berbicara jakartaan dalam melakukan pertunjukan stand up comedynya. Keempat, dalam pertunjukan stand up comedynya, Ernest Prakasa merepresentasikan Etnis Cina dalam bahasa yang menunjukan tingkat modalitas tinggi, dan modalitas rendah.
EVOLUSI WACANA POLITIK DALAM INTERNET MEME Mahadian, Adi Bayu; Sugandi, Mohamad Syahriar; Prasetio, Arie
Jurnal Studi Komunikasi dan Media Vol 23, No 1 (2019): Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Publisher : BPSDMP Kominfo Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.934 KB) | DOI: 10.31445/jskm.2019.1720

Abstract

Meme menjadi sarana ekspresi politik yang populer di Indonesia. Namun, keberadaannya dianggap menimbulkan masalah bagi pemerintah. Meme yang berisi wacana “Jokowi Kader PKI” menjadi salah satu meme yang diproduksi, disirkulasikan, dan diperbincangkan dalam kurun waktu yang cukup lama. Penelitian ini mempelajari bagaimana wacana politik dalam bentuk meme berevolusi dan perannya dalam memperbincangkan isu “Jokowi Kader PKI”. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah semiotik sosial dan dibantu dengan teori-teori humor yang digunakan untuk membaca makna wacana dalam evolusi wacana dan perannya pada struktur pesan yang berbentuk meme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa meme menjadi pembawa wacana yang berkompetisi dengan wacana lainnya. Sebuah wacana dalam bentuk meme berevolusi melalui tindak mimetik dalam kategori meme wacana utama, meme wacana peneguh, dan meme wacana pendukung. Selain itu, kategori tersebut menjadi dasar tindak stereotyping dalam bentuk satir.
PANTOMIM SEBAGAI EKSPRESI DIRI SISWA TUNARUNGU Dewi, Meilania Kusuma; Mahadian, Adi Bayu; Rina, Nofha
Manajemen Komunikasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.2 No.1 Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.619 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v2i1.12077

Abstract

Keunikan cara berkomunikasi kaum tunarungu berbeda dengan orang normal lainnya. Dalam berkomunikasi mereka menggunakan bahasa isyarat untuk menjembatani proses komunikasi tersebut. Namun, tidak semua orang dapat mengerti pesan yang ingin disampaikan oleh mereka sehingga mereka sulit untuk mengekspresikan dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna pantomim menurut siswa tunarungu serta mengetahui cara dan makna ekspresi diri dengan menggunakan informan kunci siswa tunarungu di SLB Negeri Cicendo Bandung. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Jenis data yang digunakan yaitu data primer melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil yang didapatkan melalui penelitian ini menunjukkan bahwa makna pantomim menurut siswa tunarungu dilihat dari kelima informan merupakan hal yang penting dalam hidupnya. Pantomim merupakan hal yang menghibur karena lucu dan membuat tertawa bagi siswa tunarungu. Pantomim merupakan hal yang menjadi kesukaan dan hobi bagi siswa tunarungu. Sehingga pantomim menjadikan siswa tunarungu menjadi berani, memiliki banyak teman, dan menghasilkan prestasi serta membuat orang tua menjadi senang dan bangga. Melalui pantomim mereka dapat mengekspresikan diri dengan maksimal menggunakan ekspresi wajah yang dapat menghibur mereka.
ISU SOSIAL DALAM BENTUK INTERNET MEME MENJELANG PEMILIHAN PRESIDEN 2019 (Analisis Konten pada Meme Gambar dalam Instagram @memecomic.id) Puteri, Nova Rachmawati; Mahadian, Adi Bayu
Scriptura Vol 9, No 1 (2019): JULY 2019
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.575 KB) | DOI: 10.9744/scriptura.9.1.1-8

Abstract

Menjelang  pemilihan  presiden  tahun  2019,  masyarakat  Indonesia  menggunakan  isu  sosial  dalam  konteks  perbincangan politik.  Perbincangan  tersebut  terepresentasikan  dalam  akun  Instagram  @memecomic.id,  salah  satu  komunitas  internet memes terbesar di Indonesia. Untuk mempelajari penggunaan internet memes yang memperbincangkan isu sosial menjelang Pemilihan  Presiden  2019,  maka  dilakukan  penelitian  menggunakan  metode  penelitian  kualitatif  analisis  isi  deskriptif. Penelitian ini dilandasi oleh konsep internet memes dikemukakan oleh Shifman (2014:7), yaitu form, content, dan stance. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Internet memes menjadi sarana menyampaikan pendapat dan kritik terhadap praktik politik  para  politikus  di  Indonesia,  dengan  memperbincangkan  masalah  sosial  yang  populer.  Penyampaian  pendapat dipresentasikan dalam bentuk meme gambar, yang berisi sindiran atau satir. Sebagian konten-konten yang dijadikan internet meme gambar dibuat secara serius atau tidak menggunakan humor dan secara tidak serius. Sebagian lainnya dibuat dengan menambahkan unsur humor atau lelucon pada setiap cerita yang terdapat pada meme-meme tersebut.