Articles

Found 35 Documents
Search

Implementasi Kegiatan Corporate Social Responsibility “Go Green Economic” Berbasiskan Kearifan Lokal Nugraha, Aat Ruchiat
Jurnal Komunikasi Vol 7, No 2 (2015): Jurnal Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.322 KB) | DOI: 10.24912/jk.v7i2.12

Abstract

AbstractConcern and responsibility for company/industry is one concrete manifestation of external relations in the form of community development programs through Corporate Social Responsibility (CSR) in the form of intensive training to entrepreneurs, small and micro enterprises (UKMM) Traditional Batik craftsmen. In one implementation of CSR programs PT. Indocement Tunggal Perkasa is doing activities to educate, train and provide capital to the rural artisans of traditional batik Cirebon palimanan Ciwaringin districts by utilizing renewable natural resources. The results of this CSR program showed to significan an increase in economic aspect, social aspect and environmental aspect awareness to the community about the PT. Indocement Tunggal Perkasa Tbk.Abstrak Kepedulian dan tanggung jawab perusahaan/industri merupakan salah satu wujud nyata dari eksternal relations berupa program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam bentuk pembinaan intensif terhadap pelaku usaha kecil mikro menengah (UKMM) Pengrajin Batik Tradisional. Dalam implementasi salah satu program CSR PT. Indocement Tunggal Perkasa yaitu melakukan kegiatan mendidik, melatih dan memberikan modal kepada para pengrajin batik tradisional di desa Ciwaringin kecamatan Palimanan Kabupaten Cirebon dengan memanfaatkan sumber daya alam yang terbarukan. Hasil program CSR ini menunjukkan adanya peningkatan secara yang cukup signifikan pada aspek ekonomis, sosial dan kesadaran lingkungan bagi masyarakat sekitar PT. Indocement Tunggal Perkasa, Tbk.    Kata Kunci: 
FUNGSI HUMAS PEMERINTAH KABUPATEN SUMEDANG DALAM MENGKAMPANYEKAN SUMEDANG SEBAGAI PUSEUR BUDAYA SUNDA (SPBS) Nugraha, Aat Ruchiat
EDUTECH Vol 13, No 1 (2014): DINAMIKA PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edutech.v13i1.3220

Abstract

Abtract, Regional autonomy gives opportunity to the leadership of the district/city to build a territory independently and energized. Sumedang as an autonomous region PR utilize the functionality of territory in the development process in order to improve or maintain the perception, image and reputation of both material and immaterial development of the public. The technique of communications made Sumedang Government Relations ie through the use of a public campaign to strengthen city branding as a cultural center in West Java.Key Word: Rigional Autonomy, Public Relations Function and City BrandingAbstrak, Adanya otonomi daerah memberikan peluang kepada pimpinan kabupaten/kota untuk membangun wilayahnya secara mandiri dan berdayasaing. Sumedang sebagai daerah otonomi memanfaatkan fungsi Humas pada proses pembangunan wilayahnya dalam rangka meningkatkan maupun mempertahankan persepsi, citra dan reputasi pembangunan secara materi maupun immateri dari publiknya. Adapun teknik komunikasi yang dilakukan Humas Pemerintah Kabupaten Sumedang yaitu melalui pemanfaatan kampanye publik dalam menguatkan city branding sebagai pusat budaya di Jawa Barat.Kata Kunci: Otonomi Daerah, Fungsi Humas dan Citra Kota
Pola Komunikasi Kesehatan dalam Pelayanan dan Pemberian Informasi mengenai Penyakit TBC pada Puskesmas di Kabupaten Bogor Komariah, Kokom; Perbawasari, Susie; Nugraha, Aat Ruchiat; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.896 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i2.6042

Abstract

Penyakit Tuberkulosis (TBC) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena merupakan salah satu penyakit infeksi pembunuh utama yang menyerang golongan usia produktif (15-50 tahun) dan anak-anak serta golongan sosial ekonomi lemah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif survei. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) proses pelayanan kesehatan Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 2) Model pemberian informasi yang dilakukan oleh Puskesmas dalam pengendalian penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor; 3) pelayanan pemberian informasi kaitannya dengan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor. Hasil menunjukkan bahwa proses pelayanan kesehatan yang dilakukan Puskesmas Citeureup dalam pengendalian penyakit TBC mengikuti standar pelayanan puskesmas yang sudah baku. Dengan mengusung motto Pelayanan Prima, Responsif, Efektif, Strategis, Tangguh, Asih, Senyum, Sapa, Salam dan Inovatif). Model pelayanan dalm pemberian informasi dilakukan secara anterpersona yang dialogis, transaksional, sesuai model sirkuler Schramm. Pelayanan pemberian informasi secara linier dapat meningkatkan tingkat pengetahuan penderita dalam menanggulangi penyakit TBC di wilayah Kabupaten Bogor.
“JATIDIRI PASUNDAN” SEBAGAI BRANDING BANDUNG TV DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ISI SIARAN DI ERA DIGITALISASI Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.468 KB) | DOI: 10.24198/ptvf.v1i1.13332

Abstract

Keberadaan televisi lokal menyongsong era digitalisasi akan semakin tertantang dengan adanya persaingan untuk mendapatkan perhatian publik yang semakin kritis dan tersegmentasikan dengan jelas. Persaingan diantara industri penyiaran lokal dapat diatasi melalui tayangan isi siaran yang mengandung nilai-nilai budaya sebagai keunggulan sebuah televisi lokal di suatu daerah. Tuntutan isi siaran pada televisi lokal harus harus mengimbangi terhadap perkembangan budaya modern dan teknologi informasi yang semakin “bebas” memasuki ruang pribadi dan ruang publik secara berkesinambungan. Disisi lain, televisi sebagai media komunikasi massa yang cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan terhadap publik telah merubah pemikiran dan budaya bangsa secara bertahap. Hal inilah yang terdapat pada isi siaran televisi lokal Bandung TV yang masih tetap mempertahankan isi siaran dengan konsep-konsep budaya lokal Kesundaan sebagai identitas Branding keberadaan televisi lokal di era persaingan siaran analog dan digital yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana Bandung TV membangun branding “Jatidiri Pasundan” melalui program tayangan advertorial gelaran event 1001 produk wirausaha baru Jawa Barat 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep tayangan yang menunjang branding “Jatidiri Pasundan” disiarkan dengan penggunaan bahasa Sunda lomamengenai isi tayanganevent Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016. Simpulan dari penelitian ini bahwa Bandung TV telah berhasil menanamkan sebagian dari nilai-nilai “Jatidiri Pasundan” dalam tayangan event Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016.Kata-kata Kunci: Siaran Televisi, Branding, Televisi Lokal
Feminisme dalam Tayangan Iklan Televisi Kategori Produk Laki-Laki Novianti, Evi; Nugraha, Aat Ruchiat
J-IKA Vol 4, No 2 (2017): JURNAL J-IKA
Publisher : J-IKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSosok perempuan sebagai makhluk yang halus dan lembut menjadi nilai yang menarik untuk dijadikan objek iklan. Lain halnya dengan produk iklan untuk laki-laki yang diperankan oleh perempuan menjadi hal yang tidak wajar dan akan menimbulkan efek penasaran bagi khalayak yang menontonnya. Fenomena inilah yang dimanfaatkan oleh sebagian produsen untuk meningkatkan omset penjualan produknya melalui pemanfaatan sosok perempuan khususnya dalam iklan L-Men dan Axe for Men sebagai aktor tambahan dalam ide cerita iklan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis analisis data melalui semiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan yang berperan di ruang publik sebagai objek iklan dapat menarik daya visualisasi khalayak dan secara komunikologi sebagai makhluk yang misterius dan penuh sensasional. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa citra perempuan sangat efektif untuk dijadikan objek iklan dalam usaha mningkatkan daya ungkit penjualan suatu produk. Kata Kunci: Perempuan, Iklan, Produk, dan Citra.  ABSTRACTThe figure of women as a creature that is smooth and soft be of value that is pulled to be used as an object advertising. In contrast with advertising a product for men that is played by women become unnatural and will an undesired effect curious for people who watch it. Phenomena this is that is occupied by producers to increase turnover sales their products through the use of the figure of women in particular in advertising l-men and axe for men as the actor an additional a story idea advertising. This research in a qualitative with a kind of data analysis through semiotic. The research results show that image of women play into public space as an object ad can be draws power visualize audiences and in komunikologi creatures mysterious and full of sensational. Drawing conclusions research shows that image of women was very effective for to becoming an advertisement in business mningkatkan power bob up and down sales a product. Keywords: women, advertising, product,, and image
Komunikasi Birokrasi Aparatur Pemerintah dalam Implementasi Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (Studi Kasus Pada Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat) Nugraha, Aat Ruchiat; Damayanti, Trie
Jurnal InterAct Vol 2, No 1 (2013): Jurnal InterAct on Communication
Publisher : Atma Jaya Indonesia Catholic University, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.757 KB)

Abstract

Communication is an essential part of the process of information services for the public, especially the communication activities in the support of development policies implemented by the government. In relation with the development process undertaken by the government, public disclosure is often the demand of the public that information about development should be transparent, credible and accountable.  Therefore the  apparatus as part of  a  government bureaucracy  certainly have  the duty and function to serve the interests of their people through the bureaucratic form of communication. Results of the research revealed that the communication function through professional bureaucracy can convey the pattern of effective public information services and tailored to the needs of all stakeholders in the field of bureaucratic reform towards an open, honest, reliable and trustworthy.
“JATIDIRI PASUNDAN” SEBAGAI BRANDING BANDUNG TV DALAM MENGHADAPI TANTANGAN ISI SIARAN DI ERA DIGITALISASI Ramdan, Ahmad Taufiq Maulana; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
ProTVF Vol 1, No 1 (2017): ProTVF Volume 1, No.1, Maret 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.468 KB)

Abstract

Keberadaan televisi lokal menyongsong era digitalisasi akan semakin tertantang dengan adanya persaingan untuk mendapatkan perhatian publik yang semakin kritis dan tersegmentasikan dengan jelas. Persaingan diantara industri penyiaran lokal dapat diatasi melalui tayangan isi siaran yang mengandung nilai-nilai budaya sebagai keunggulan sebuah televisi lokal di suatu daerah. Tuntutan isi siaran pada televisi lokal harus harus mengimbangi terhadap perkembangan budaya modern dan teknologi informasi yang semakin “bebas” memasuki ruang pribadi dan ruang publik secara berkesinambungan. Disisi lain, televisi sebagai media komunikasi massa yang cukup ampuh dalam menyampaikan pesan-pesan terhadap publik telah merubah pemikiran dan budaya bangsa secara bertahap. Hal inilah yang terdapat pada isi siaran televisi lokal Bandung TV yang masih tetap mempertahankan isi siaran dengan konsep-konsep budaya lokal Kesundaan sebagai identitas Branding keberadaan televisi lokal di era persaingan siaran analog dan digital yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menjelaskan bagaimana Bandung TV membangun branding “Jatidiri Pasundan” melalui program tayangan advertorial gelaran event 1001 produk wirausaha baru Jawa Barat 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatankualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa konsep tayangan yang menunjang branding “Jatidiri Pasundan” disiarkan dengan penggunaan bahasa Sunda lomamengenai isi tayanganevent Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016. Simpulan dari penelitian ini bahwa Bandung TV telah berhasil menanamkan sebagian dari nilai-nilai “Jatidiri Pasundan” dalam tayangan event Gelar 1001 Produk Wirausaha Baru Jawa Barat 2016.Kata-kata Kunci: Siaran Televisi, Branding, Televisi Lokal
Emergency Response Plan Garuda Indonesia Yogi, Gian Prima; Setianti, Yanti; Nugraha, Aat Ruchiat
PRofesi Humas : Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat Vol 1, No 1 (2016): PRofesi Humas
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.862 KB) | DOI: 10.24198/prh.v1i1.8537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang, proses implementasi, dan pemahaman manajemen terhadap Emergency Response Plan dalam penanganan krisis Garuda Indonesia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan Teori Reputasi. Teknik pengumpulan data penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang dibentuknya Emergency Response Plan adalah bisnis Garuda Indonesia yang sangat rentan terhadap krisis sehingga diperlukan manual penanganan krisis yang ditetapkan oleh perusahaan. Implementasinya adalah setiap karyawan Garuda Indonesia yang tergabung dalam Emergency Response Plan sudah mengetahui tugasnya masing-masing pada saat terjadi krisis, unit Corporate Communications secara garis besar bertugas untuk menjaga arus informasi tentang krisis yang terjadi kepada media massa dan keluarga penumpang. Pemahaman manajemen Garuda Indonesia terhadap Emergency Response Plan ditunjukkan dengan pemahaman karyawan terhadap tugas yang harus dilakukan setiap orang pada saat terjadi krisis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dari latar belakang, implementasi, dan pemahaman manajemen diperoleh fakta bahwa pelaksanaan Emergency Response Plan di Garuda Indonesia ini merupakan sistem yang sangat vital dalam menjaga kelancaran kegiatan bisnis Garuda Indonesia agar selalu dapat mengatasi krisis dengan baik.
PERILAKU KOMUNIKASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI PILKADA KABUPATEN BANDUNG Nugraha, Aat Ruchiat; Sjarifah, Nuryah Asri; Budiana, Heru Ryanto
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol 1, No 2: December 2016 - Jurnal Komunikasi
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.804 KB) | DOI: 10.25008/jkiski.v1i2.56

Abstract

Perebutan kekuasaan melalui kegiatan pemilihan umum menjadi hal yang baru dalam sistem ketatanegaraan Indonesia dengan diterapkannya sistem pemilihan langsung secara serentak di daerah. Pemilihan langsung di daerah memberikan peluang strategis bagi masyarakat sebagai penentu dalam mengarahkan pembangunan daerahnya di masa depan. Masyarakat memiliki daya tawar yang tinggi bagi seorang kandidat yang bertarung di Pilkada, sehingga perilaku masyarakat berpolitik dalam Pilkada menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Pemilih pemula yang merupakan bagian dari masyarakat, memiliki perilaku komunikasi politik tersendiri dalam menentukan pilihannya. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar pemilih pemula sangat terbuka terhadap perubahan secara kultural, pendidikan, maupun teknologi yang disampaikan melalui media massa dan komunikasi antarpesona sehingga memunculkan karakteristik pemilih pemula yang memilih pemimpin berdasarkan pertimbangan rasional, psikologis, dan sosiologis
IMPLEMENTASI KOMUNIKASI PERUSAHAAN PADA BUMD KOTA BANDUNG (Studi Deskriptif Kuantitatif Mengenai Acara Siaran Dialog Interaktif PDAM Kota Bandung di Radio Swasta Lokal Bandung) Nugraha, Aat Ruchiat
Sosiohumaniora Vol 18, No 1 (2016): SOSIOHUMANIORA, MARET 2016
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.175 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v18i1.9350

Abstract

Komunikasi perusahaan PDAM Kota Bandung masih dapat dikategorikan belum optimal, dimana berbagai informasi yang menyangkut permasalahan perusahaan dengan publiknya (internal dan eksternal) begitu “berserakan”, khususnya tentang pelayanan secara kualitas, kuantitas dan kontinuitas suplai air bersih. Penelitian ini mengenai aspek kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh Direksi PDAM Kota Bandung di radio swasta lokal dalam upaya meningkatkan pemahaman pelanggan terhadap perusahaan. Desain penelitian ini menggunakan explanatory survey dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran angket kepada sejumlah responden yang terpilih secara acak sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi perusahaan PDAM Kota Bandung dalam bentuk Dialog Interaktif di radio swasta lokal dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan perilaku positif dari pelanggan terhadap perusahaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa DialogInteraktif merupakan kegiatan komunikasi perusahaan yang cukup efektif dalam menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan proses layanan perusahaan bagi pelanggannya.