Ira Mirawati, Ira
Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

MEDIA KONSULTASI ONLINE SEBAGAI ALTERNATIF UPAYA PENANGANAN MASALAH REMAJA Mirawati, Ira
Edulib Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v5i1.2306

Abstract

Abstrak. Kebutuhan remaja saat ini terhadap bimbingan karir dan konseling semakin tinggi, seiring dengan semakin beragamnya permasalahan remaja. Di sekolah-sekolah, kebutuhan konsultasi juga meningkat terutama sejak adanya Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) yang menggunakan “jalur sekolah” atau jalur prestasi. Masalahnya, karena berbagai sebab, ternyata tidak semua remaja dapat mengungkapkan permasalahan atau berkonsultasi dengan mudah secara tatap muka. Di sisi lain penggunaan media social di kalangan remaja meningkat dengan pesat, dari 88,1 juta orang pengguna internet yang dirilis oleh Asosisasi Penyedia Jasa Internet Indonesia, 58,4% di antaranya adalah generasi muda, termasuk remaja. Oleh karena itu, adalah langkah yang tepat untuk menyediakan media konsultasi online yang dapat membuat para remaja dapat mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapinya di manapun dan kapanpun. Penelitian ini berusaha mendeskripsikan kebutuhan para remaja di kota Bandung terhadap media konsultasi online, lalu mengembangkan prototype media konsultasi online berdasarkan deskripsi kebutuhan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di luar bimbingan karir, masalah yang dihadapi remaja di kota Bandung di antaranya adalah masalah pertemanan, masalah percintaan, masalah keluarga, dan masalah keuangan. Pada umumnya remaja menceritakan permasalahannya pada teman mereka, bukan pada keluarga atau guru/dosen bimbingan dan konseling. Sebagian besar responden pernah mem-posting permasalahan mereka di media sosial, hanya untuk pelepasan tekanan, tanpa mengharapkan feedback dari teman atau follower mereka. Hampir seluruh responden tertarik untuk mencoba jika ada layanan konsultasi online. Mereka berharap, meskipun online, konsultasi tetap dapat dilakukan secara personal tanpa muncul di ranah yang dapat dibaca oleh orang lain, dan jangan sampai permasalahan mereka diceritakan ke publik, meskipun namanya disamarkan. Selain itu, para responden menyarankan agar media konsultasi online tersebut menggunakan nama yang dekat dengan kehidupan remaja, bukan  nama formal yang mencerminkan kelembagaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti kemudian mengembangkan www.sobatmu.com sebagai media konsultasi online untuk pada remaja. Kata kunci: Media Konsultasi Online, Bimbingan Konseling, Masalah RemajaAbstract. Nowadays, teenagers need for career guidance and counseling are increasing, along with the diversity of their problems. In the schools and universities, the need for consultation has also increased, especially since the University entrance examination using Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) known as “school path entrance”. The problem is, for various reasons, not all teenagers can reveal or consult their problems using face to face communication easily. On the other hand social media user among adolescents increased rapidly. The latest data from Indonesian Internet Service Provider Association (APJII), indicate that 49% from 88.1 million Indonesian internet users are adolescent. Therefore, it is the right step for us to provide online consultation media which can help them to consult the problems, anytime and anywhere. This research objectives are to describe the teenagers need of online consultation media, and develop its prototype. The results showed that beside of career guidance, the teenager problems are about friendship, love, family, and financial. Most respondents had posted their problems in social media, just to release the pressure, without expecting feedback from friends or their followers. Almost all respondents are interested to use online consultation service. They hope, the online consultations can be done personally and privately, without the ability of another internet user to read their consultation history. In addition, respondents suggested that online consultation media name using a popular name, close to the life of a teenager, not using a formal name that reflects the institution. Based on these results, we then developed www.sobatmu.com as online consultation media for teenagers.Keywords: Online Consulting, Counseling, Teenager Problem 
KOMUNIKASI NONVERBAL PENYONTEK: STUDI TERHADAP CARA MENDETEKSI PERILAKU MENYONTEK OLEH PARA PENGAWAS UJIAN Mirawati, Ira; Erlandia, Dedi Rumawan; Octavianti, Meria
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menyontek merupakan perilaku yang sering ditemui mulai dari tingkat sekolah dasar,sekolah menengah, bahkan hingga perguruan tinggi. Menyontek dilakukan dengan berbagai alasansehingga peran pengawas dalam mengawasi peserta ujian sangat diperlukan untuk memberantasperilaku menyontek. Pengawas perlu memperhatikan bahasa nonverbal peserta dengan seksama danmemperkecil peluang mereka untuk menyontek. Bahasa nonverbal yang terutama perlu diawasi adalahkinesik, proksemik, kronemik, dan terutama adalah ekspresi wajah. Pengawas ujian dapat mendeteksipotensi menyontek melalui deteksi ekspresi mikro sebagai bahasa nonverbal peserta. Ekspresi mikroadalah ekspresi wajah yang berlangsung hanya sepersekian detik. Namun, saat hal ini terjadi, pengawasdapat merasakan gangguan pada ekspresi wajah peserta ujian. Sangat penting untuk mengetahui bahasanonverbal penyontek demi meminimalisir tindakan penyontekan. Metode penelitian yang digunakanadalah studi deskriptif dengan mewawancarai lima informan yang oleh panitia ujian di kampusnyamasing-masing dianggap paling dapat mengetahui dan menindak perilaku penyontekan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ada perilaku nonverbal tertentu yang dilakukan mahasiswa yang menyontek saatujian berkaitan dengan kinesik, proksemik, kronemik, dan ekspresi wajah. Saat menyontek dilakukanekspresi mata dan otot-otot disekitarnya pada mahasiswa yang berusaha mengelabui pengawas untukdalam usahanya melakukan penyontekan adalah pada posisi ‘datar,’ otot-otot pipi para penyontek puntidak memperlihatkan pergerakan, demikian juga mulut tidak terlalu memperlihatkan gerakan mencolok.Datarnya ekspresi mereka ini lebih kepada ekspresi merendahkan pengawas (contempt) dibandingkantakut (fear).
REALITAS POLITIK INDONESIA DALAM "KACAMATA" PENGGUNA TWITTER Wibowo, Kunto Adi; Mirawati, Ira
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.648 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6027

Abstract

Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besar twitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruh negara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untuk menentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politik padapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metode survei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik di Indonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode survey online dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebih baik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebih negatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukan sumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutama televisi.
Roles Mapping in Tribal Conflict Reconciliation: A Study of West Kalimantan Dayak and Madurese Case Mirawati, Ira
MediaTor (Jurnal Komunikasi) Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) LPPM Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v10i2.2734

Abstract

The Tribal conflict between Dayak and Madurese of West Kalimantan in 1996 – 2000 causing their communication had totally broken for many years. In 2002, they began to communicate. Until now, they still improve their communication quality. It is important to know how they conduct this reconciliation communication after all of their conflict. This research investigates people roles in the reconciliation communication between Dayak and Madurese in Kabupaten Bengkayang, West Kalimantan. Researcher using in-depth interview, observation, and literature study in this Phenomenology research. Nineteen informants were chosen purposively. They are both Dayak and Madurese, people from other tribe, police, and government officer. The result shows there are four roles in this communication; they are Dayaknese and Madurese as the main actor or performer, the guarantor as a mediator, the police officer and local government officer as an advisor, and other ethnics as colleagues. Madurese needs guarantor to ensure their live. Dayak and Madurese need an advisor when they facing a problem. Both of them also need other ethnics as colleagues to smooth communication. All of them played a role dramaturgically in positive purposes, as a personal or as a team member.
Identifying the victims of workplace cyberbullying among lecturers mirawati, ira; Suryana, Asep; Agustin, Herlina; Hidayat, Mien
Jurnal Studi Komunikasi Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Faculty of Communications Science, Dr. Soetomo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.665 KB) | DOI: 10.25139/jsk.v3i2.1535

Abstract

Cyberbullying exists not only among kids and teenagers but also adults. It takes place in many work sectors, including education. This research qualitatively investigated the victims of cyberbullying among lecturers. Thirty lecturers in West Java and Banten, fifteen males and fifteen females, were in-depth interviewed in this phenomenological research. Interviews were conducted by using a semi-structured guide. The results revealed that the victims were the “minority” of their group. They are unmarried young lecturers, lecturers with “negative” physical condition, lecturers with unique or silly habits, male lecturers who feel “scared” of their wives, the “ignored” lecturers, and young lecturers with unproductive working behaviour.
CHINESE HARMONY COMMUNICATION THEORY: KOMPETENSI KOMUNIKASI UNTUK KESEIMBANGAN HIDUP Mirawati, Ira; Karimah, Kismiyati El
Manajemen Komunikasi Vol 3, No 1 (2018): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.3 No.1 Oktober 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.944 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v3i1.20655

Abstract

Chinese Harmony Communication Theory lahir sebagai sebuah wujud usaha aktif untuk mengimbangi teori-teori komunikasi barat, dengan cara mengeksplorasi teori-teori yang berasal dari falsafah hidup orang timur. Salah satu falsafah yang penting untuk digali dalam kaitannya dengan interaksi manusia adalah falsafah orang Cina. Teori yang dikemukakan oleh Guo-Ming Chen pada tahun 2006 ini memperlihatkan bagaimana budaya cina memegang pandangan holistik mengenai komunikasi manusia sebagai sebuat kesatuan besar di mana subjek dan objek secara bersamaan saling melengkapi dan saling padu, lalu manusia cenderung untuk tenggelam dalam kelompok atau secara kolektif berorientasi pada proses interaksi sosial yang tiada akhir. Orang Cina percaya bahwa harmoni tidak hanya panduan untuk mengatur proses komunikasi yang tiada akhir, namun juga tujuan akhir dari komunikasi manusia itu sendiri. Etika komunikasi manusia adalah untuk mencapai kerja sama antar pelaku komunikasi yang berbasis pada ketulusan dan kebersamaan. Dalam interaksi manusia keseharian, orientasi harmoni terihat dari gaya interaksi yang tidak langsung, halus, adaptif atau penuh penyesuaian, konsensual, dan ramah.Artikel ini menjelaskan Chinese Harmony Communication Theory secara komprehensif dengan menggunakan studi literatur. Di dalamnya dipaparkan sejarah teori, asumsi-asumsi, contoh aplikasi, hingga keterkaitan dengan teori lain.
PENGGUNAAN INTERNET UNTUK KEEFEKTIFAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DI KALANGAN MAHASISWA Rana, Deri; Setiaman, Agus; Mirawati, Ira
Manajemen Komunikasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.2 No.1 Oktober 2017
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.093 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v2i1.21274

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensitas, valensi, serta bobot informasi untuk keefektifan komunikasi interpersonal di kalangan mahasiswa. Metode yang digunakan adalah metode studi deskriptif yaitu memaparkan dan menganalisis data yang diperoleh. Data primer didapat melalui penyebaran angket dan data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah teknik sampling acak sistematik.  Populasi dalam penelitian ini adalah anggota yang terdaftar sebagai pengguna jasa Jihadnet hingga Juni 2012. Jumlah responden adalah sebanyak 61 orang yang diperoleh berdasarkan teknik sampling acak sistematik. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis deskriptif.Hasil dari penelitian ini, yaitu penggunaan internet di kalangan mahasiswa member Jihadnet cukup mendukung keterbukaan, empati, dukungan, sikap suportif, serta kesetaraan sebagai indikator keefektifan komunikasi interpersonal responden. Dua dari tiga variabel penggunaan internet, yaitu intensitas dan valensi diapresiasi tinggi oleh responden. Sementara bobot informasi diapresiasi sedang oleh responden
HUBUNGAN ANTARA PESAN KAMPANYE 9 AKSI RAMAH LINGKUNGAN DI AKUN TWITTER EARTH HOUR BANDUNG DENGAN SIKAP FOLLOWERS AKTIF TERHADAP GAYA HIDUP RAMAH LINGKUNGAN Wahyudin, Uud; Ronauli, Mailany Putri Dwi Handayani; Elita, Funny Mustikasari; Mirawati, Ira
Manajemen Komunikasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol. 1 No.1 Otober 2016
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.523 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v1i1.11017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara pesankampanye 9 aksi ramah lingkungan di akun twitter Earth Hour Bandung dengan sikap followers aktif terhadap gaya hidup ramah lingkungan. Pesan kampanye 9 aksi ramah lingkungan diturunkan menjadi 2 sub variabel yaitu relevansi pesan dan urgensi pesan,sedangkan sikap diturunkan menjadi 3 sub variabel yaitu komponen kognitif, komponenafektif, dan komponen konatif. Metode yang digunakan adalah metode korelasionaldengan uji statistik pearson product moment. Teknik pengumpulan data dilakukandengan menyebarkan angket kepada responden, yang dimana dalam penelitian ini yaitu followers aktif akun twitter Earth Hour Bandung. Responden ditentukan melalui tekniksampling random sederhana, dari keseluruhan populasi sebanyak 215 followers aktif,didapat 140 followers aktif sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat hubungan yang kuat antara pesan kampanye 9 aksi ramah lingkungan di akun twitter Earth Hour Bandung dengan sikap followers aktif terhadap gaya hidup ramahlingkungan. Terdapat hubungan yang kuat antara sub variabel relevansi pesan dengankomponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif. Terdapat hubungan yangkuat antara urgensi pesan dengan komponen kognitif, komponen afektif, dan komponenkonatif.
PERAN ULAMA SEBAGAI OPINION LEADER DI PEDESAAN DALAM MENGHADAPI INFORMASI HOAKS Sugiana, Dadang; Mirawati, Ira; Trulline, Putri
Avant Garde Vol 7, No 1 (2019): Avant Garde
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulama is one of the opinion leaders in rural areas. Based on Two Step Flow Communication theory, they should be the information disseminator and legitimator for the community. However, is they still conduct that role in this digital era? Can Ulamas provide true information and play a role in counteracting hoaxes circulating through digital media? This study used descriptive methods with interviews as a data collection tool. The research informants were 17 Ulamas, 30-78 years old in Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran. The results shows that the majority of Ulamas over 50 years old do not have a smartphone, only a few of them have smartphones and have WhatsApp features as well as Facebook. They are not active in using it and are not at the forefront of knowing the latest issues circulating on social media. Communities in rural areas still make Ulamas as opinion leaders but not on news that develops on social media. Therefore, Ulama still have an important role in confirming hoax circulating on social media but their source of knowledge is not the internet but still guided by the Qur'an and printed holy books. These Ulamas argue that if the truth and benefits are unclear, they may not disseminate a message obtained from the internet. Ulama realize that information technology has developed greatly, but they argue that they do not need to preach about it. The problem of the community around them is the real problem that the solution is also through real discussion and communication.
REALITAS POLITIK INDONESIA DALAM "KACAMATA" PENGGUNA TWITTER Wibowo, Kunto Adi; Mirawati, Ira
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.648 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v1i1.6027

Abstract

Twitter sebagai media baru mulai menunjukkan keperkasaannya di bidang politik. Bukti nyata peran besar twitter dalam dunia politik adalah gejolak politik dan sosial di kawasan Timur Tengah yang melanda seluruh negara Arab. Rakyat terpanggil dan tersatukan haluan serta geraknya melalui jejaring sosial digital untuk menentukan jalannya masa depan negara mereka. Penting untuk diketahui pengaruh pandangan tentang politik padapengguna twitter di Indonesia, sebagai Negara dengan pengguna twitter terbanyak. Dengan metode survei yang berpedoman pada teori kultivasi, penelitian ini mencari tahu bagaimana pandangan politik di Indonesia pada pengguna berat dan pengguna ringan.Hasilnya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pada pengguna berat dan pengguna ringan dalam memandang politik di Indonesia. Metode survey online dilakukan terhadap tiga puluh enam responden. Mereka ragu akan masa depan Indonesia yang lebih baik, dan tidak percaya bahwa kasus korupsi akan dapat diselesaikan, bahkan pengguna ringan ternyata lebih negatif dalam memandang realitas politik Indonesia. Kondisi ini tidak terlepas dari fakta bahwa twitter bukan sumber utama berita politik mereka. Sumber informasi utama mereka tetap media konvensional, terutama televisi.