Amiruddin -, Amiruddin
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN GETAH BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) DAN POVIDONE IODINE TERHADAP KESEMBUHAN LUKA KASTRASI PADA KUCING (Felis domestica) JANTAN -, Amiruddin; -, Syafruddin; -, Zuraidawati; Desky, Riani; Siregar, Tongku Nizwan; Sayuti, Arman; Harris, Abdul
Jurnal Medika Veterinaria Vol 9, No 1 (2015): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.217 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v9i1.2994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian getah buah pepaya (Carica papaya, L.) dan povidone iodine terhadap kesembuhan luka kastrasi pada kucing (Felis domestica) jantan. Penelitian ini menggunakan enam ekor kucing yang dibuat luka kastrasi, dibagi dalam dua kelompok perlakuan. Kelompok I (K1) dioleskan dengan getah buah pepaya dan Kelompok II (K2) dioleskan povidone iodine dua kali sehari selama tujuh hari berturut-turut. Parameter yang diamati adalah kesembuhan luka dengan memperhatikan tingkat kemerahan pada luka, kebengkakan, cairan radang, dan pertautan tepi luka. Pengamatan dilakukan setiap hari dan data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luka kastrasi pada K1 lebih cepat sembuh yaitu pada hari ke 4-5 dibandingkan K2 yaitu pada hari 6-7. Getah buah pepaya bisa dijadikan alternatif pengobatan tradisional dalam penyembuhan luka terutama luka sayat.
Kinetika dan Karakterisasi Amiloglukosidase Isolat Aaspergillus niger Dari Limbah Ampas Sagu -, Amiruddin
Jurnal Progres Kimia Sains Vol 1, No 2 (2011): JPKS Open Access
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.92 KB)

Abstract

Study of characterization and kinetic amyloglucosidase from Aspergillusniger isolateusing sago pith waste has been done. The aims of this research wereto know the optimumsubstrate concentration, metalions effect, and value of KM and vmaks of amyoglucosidase. Theresult of researches were obtained the optimum activity of amyoglucosidaseat 2% (w/v) ofstarch concentration. The activator of amyoglucosidase were Zn2+, Ba2+, Fe3+, and Co2+,while the inhibitor were Sn2+, Ca2+, Cu2+, Cd2+, Mn2+, Hg2+, and Ni2+. The ions of Hg2+ andNi2+were founded stopped of the enzyme activity. The variables of kinetic of amyloglucosidaewere obtained KM and vmaks value were. 4,40 % , 0,49 mU, respectively.
FREKUENSI DENYUT JANTUNG DAN PERNAFASAN TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DIABETES MELITUS YANG DIANESTESI DENGAN PROPOFOL -, Erwin; -, Amiruddin; Hamidah, Hayatul
Jurnal Medika Veterinaria Vol 7, No 2 (2013): J. Med. Vet.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.567 KB) | DOI: 10.21157/j.med.vet..v7i2.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh propofol terhadap frekuensi denyut jantung dan pernafasan tikus putih penderita diabetes melitus (DM) yang diinduksi dengan aloksan. Penelitian ini menggunakan 8 ekor tikus betina umur 3-4 bulan dengan berat badan ±150-200 g yang secara klinis dinyatakan sehat. Secara acak seluruh tikus putih dibagi menjadi 2 kelompok perlakuan, masing-masing kelompok terdiri atas 4 ekor tikus putih. Kelompok I(KI) sebagai kontrol dan  kelompok II (KII) sebagai tikus DM yang diinduksi dengan aloksan 150 mg/kg bobot badan. Sepuluh hari kemudian dilakukan pemeriksaan gula darah puasa pada semua tikus, selanjutnya dianestesi dengan propofol dan dihitung frekuensi denyut jantung dan pernafasannya. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis varian pola split-plot dengan program SPSS 18. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa frekuensi denyut jantung pada KI dan KII menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,05) yaitu KI (383,13±44,72) dan KII (434,25±57,47), sedangkan pada waktu pengamatan antara kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05). Frekuensi pernapasan pada KI dan KII tidak menunjukkan perbedaan yang nyata (P>0,05) yaitu dengan rata-rata KI (113,25+25,49) dan KII (119,00+28,83), namun perbedaan yang nyata terlihat pada periode waktu pengamatannya (P<0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa propofol dapat diberikan pada pasien penderita DM