Miftahus Surur, Miftahus
Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Industri, Univesitas Ahmad Dahlan

Published : 11 Documents
Articles

Found 11 Documents
Search

PROTOTIPE SISTEM TEMPAT MINUM OTOMATIS PADA AYAM PETELUR Yudhana, Anton; Surur, Miftahus
SINERGI Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.202 KB)

Abstract

Industri peternakan ayam di Indonesia semakin berkembang pesat. Industri peternakan ayam telah menjadi komoditi yang besar dan banyak mendatangkan keuntungan. Untuk itu, peningkatan produktifitas dan kualitas menjadi hal yang sangat penting. Salah satu peningkatan kualitas adalah dengan menjaga kebersihan tempat minum ayam. Selama pembersihan tempat minum ayam petelur umumnya masih menggunakan sistem konvensional. Bila sistem pembersih tempat minum ayam ini diubah menjadi otomatis, maka waktu untuk pembersihan tempat minum  ayam akan menjadi berkurang sehingga waktu tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan lainnya yang lebih produktif. Selain itu, dengan adanya alat ini juga akan meminimalisir tenaga yang dikeluarkan oleh tenaga kerja bahkan juga dapat meminimalisir jumlah tenaga kerja sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih, karena biaya tenaga kerjanya juga berkurang. Mikrokrontroller berfungsi sebagai pengendali dan penyimpan data waktu yang diperlukan pada otomatisasi ini, sistem ini menggunakan motor dc sebagai penggerak pembersih tempat minum pada ayam petelur, kemudian diperlukan juga pompa air sebagai pengisi air pada tempat minum pada ayam petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian otomatisasi tempat minum pada ayam petelur ini dapat berjalan dengan normal dengan nilai ketelitian pengukuran 70,09% dan nilai kesalahan (error) pengukuran 29,91 %.
PROTOTIPE SISTEM TEMPAT MINUM OTOMATIS PADA AYAM PETELUR Yudhana, Anton; Surur, Miftahus
SINERGI Vol 19, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.202 KB)

Abstract

Industri peternakan ayam di Indonesia semakin berkembang pesat. Industri peternakan ayam telah menjadi komoditi yang besar dan banyak mendatangkan keuntungan. Untuk itu, peningkatan produktifitas dan kualitas menjadi hal yang sangat penting. Salah satu peningkatan kualitas adalah dengan menjaga kebersihan tempat minum ayam. Selama pembersihan tempat minum ayam petelur umumnya masih menggunakan sistem konvensional. Bila sistem pembersih tempat minum ayam ini diubah menjadi otomatis, maka waktu untuk pembersihan tempat minum  ayam akan menjadi berkurang sehingga waktu tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan lainnya yang lebih produktif. Selain itu, dengan adanya alat ini juga akan meminimalisir tenaga yang dikeluarkan oleh tenaga kerja bahkan juga dapat meminimalisir jumlah tenaga kerja sehingga perusahaan akan mendapatkan keuntungan lebih, karena biaya tenaga kerjanya juga berkurang. Mikrokrontroller berfungsi sebagai pengendali dan penyimpan data waktu yang diperlukan pada otomatisasi ini, sistem ini menggunakan motor dc sebagai penggerak pembersih tempat minum pada ayam petelur, kemudian diperlukan juga pompa air sebagai pengisi air pada tempat minum pada ayam petelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rangkaian otomatisasi tempat minum pada ayam petelur ini dapat berjalan dengan normal dengan nilai ketelitian pengukuran 70,09% dan nilai kesalahan (error) pengukuran 29,91 %.
INOVASI PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER PADA MATERI AJAR MEMBUAT DOKUMEN PENGOLAHAN ANGKA Surur, Miftahus; Supraptono, Eko
EDUTECH Vol 16, No 1 (2017): JEJARING PENDIDIKAN
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.713 KB)

Abstract

Abstract. this research was conducted to address the lack of students’ active participation in ICT subject, which affected their learning outcome. This research aims to find out the effect of the use of Numbered Head Together method with Aurora 3D Presentation on students’ ability in creating spread-sheet document with graphic variations. The sample for this experimental study was taken using simple random sampling and the data was gathered using test, observation, documentation. The process of data analysis includes normality test, homogeneity test, difference test, and hypothesis test using gain calculation and correlation test. The normalized gain calculation showed that there was an increase on students’ learning achievement at 0,475 and for correlation test it was found that r count was 0,401 and r table was 0,374. Based on the results, it can be concluded that the implementation of Numbered Heads Together method with Aurora 3D Presentation increased students’ learning outcome in th competency of creating spreadsheet document with graphic variations.Abstrak. latar belakang dari penelitian ini adalah kurangnya keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran TIK yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa serta mengetahui hubungan antara mod-el pembelajaran Numbered Heads Together berbantuan Aurora 3D Presentation dengan hasil belajar siswa pada materi membuat dokumen pengolahan angka dengan variasi grafik. Penelitian ini menggunakan quasi experiment design. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sam-pling. Teknik pengumpulan data meliputi teknik tes, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji beda, dan uji hipotesis yang meliputi uji gain dan uji korelasi. Hasil penelitian dengan uji Normalized Gain menunjukkan terdapat peningkatan hasil belajar siswa sebesar 0,475, uji korelasi diperoleh harga rhitung sebesar 0,401 dan rtabel sebesar 0,374. Berdasarkan paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Numbered Heads Together berbantuan Aurora 3D Presentation dapat meningkatkan hasil belajar pada kompetensi dasar membuat dokumen pengolah angka dengan variasi grafik.
PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL COOOPERATIVE LEARNING TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 2 ASEMBAGUS SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2015/2016 Surur, Miftahus; Dwiyanto, Firman
JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN Vol 6 No 02 (2019): JURNAL PENDIDIKAN DAN KEWIRAUSAHAAN P-ISSN : 2302-0008 E-ISSN : 2623-1964
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.609 KB)

Abstract

Abstrak: Aktivitas belajar yang rendah pada mata pelajaran IPS Terpaduberdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Salah satu faktor yangmempengaruhinya adalah model pembelajaran yang diterapkan oleh guru.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswapada mata pelajaran IPS Terpadu melalui penerapan model pembelajaranCooperative Learning tipe Team Assisted Individualization (TAI). Penelitianini dilakukan sejak tanggal 12 Mei 2016 sampai dengan 21 Mei 2016 denganobjek penelitian adalah siswa kelas VII-B sebanyak 24 siswa. Desainpenelitian ini adalah skema Hopkins, dengan menggunakan 4 fase, yaituperencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Untuk memperoleh data,penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Analisisdata penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan adanya peningkatanaktivitas belajar dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa sebelumtindakan dalam kriteria sedang. Dari hasil analisis ulangan harian pada siklusI diperoleh tingkat ketuntasan klasikal 77,86%. Hal ini menunjukkan bahwapenerapan model pembelajaran Cooperative Learning tipe Team AssistedIndividualization (TAI) pada siklus I belum berhasil, maka dilanjutkan padasiklus II. Hasil analisis ulangan harian pada siklus II diperoleh ketuntasanklasikal sebesar 91,14%. Keberhasilan siswa pada ulangan harianmenunjukkan bahwa pembelajaran Cooperative Learning tipe Team AssisedIndividualization (TAI) telah berhasil dan telah dapat membawa siswa padahasil belajar yang semakin meningkat serta ditunjukkan ketuntasan belajarsecara individu dengan nilai rata-rata  75 dan tingkat ketercapaianketuntasan klasikal 75%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CooperativeLearning tipe Team Assisted Individualization (TAI) terbukti dapatmeningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS siswa kelas VII B dengantingkat ketuntasan klasikal sebesar 91,14%.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS VIII Surur, Miftahus; Hidayati, Hidayati; Renyaan, Veator
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (641.195 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII yang diajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match dan model pembelajaran konvensional. Sampel diambil dengan teknik random sampling, terpilih kelas VIII B dan kelas VIII C sebagai sampel penelitian. Kelas VIII B sebanyak 29 siswa ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII C sebanyak 29 siswa sebagai kelompok kontrol. Hasil uji-t diperoleh thitung = 3,172 dengan p = 0,003. Ada perbedaan yang sangat signifikan prestasi belajar fisika siswa kelas VIII antara yang diajar menggunakan model pembelajaran Make A Match dan model pembelajaran konvensional. Rerata model kooperatif tipe Make A Match lebih tinggi dari rerata model pembelajaran konvensional. Berarti ada pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Make A Match terhadap prestasi belajar fisika pokok bahasan alat optik siswa kelas VIII.
Pengaruh Problem Based Learning Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Surur, Miftahus; Tartilla, Tartilla
Indonesian Journal of Learning Education and Counseling Vol 1 No 2 (2019): Maret
Publisher : ILIN Institute Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.94 KB)

Abstract

This study aims to examine students' problem solving abilities in mathematics with different achievement motivation between those taught through problem based learning and discussion. The design of this study uses quasi-experimental forms of Non-equivalent Control Group Design. The experimental group from this study was given PBL treatment, while the control group was treated with the discussion method. The data of this study were analyzed by the Univariate Analysis of Variance technique. The results showed that (1) there was a significant effect between PBL models and discussion models on students 'problem solving abilities, (2) there was a significant effect between students with high and low achievement motivation on students' problem solving abilities, (3) there were interactions between PBL models, achievement motivation and student problem solving abilities. So that it can be concluded that students who learn with the PBL model have a better ability to solve problems than students who learn with a discussion model. Students with high achievement motivation have better problem solving skills than students with low achievement motivation. The final conclusion is that students' problem solving abilities can be achieved well if they pay attention to both variables at once, namely the model and achievement motivation.  
Pengembangan Panduan Konseling Psikoreligius Untuk Remaja Korban Kekerasan Surur, Miftahus; Sholichatun, Yulia
Jurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Konseling Volume 4 Number 2 December 2018
Publisher : Program Studi bimbingan Konseling PPs UNM Makassar

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.218 KB)

Abstract

The purpose of this study was to develop a guide to psycho-religious counseling and examine whether psychiatric counseling guidelines can help overcome the effects of violent trauma on adolescents. The method used is the research and development (R & D) model. The procedure of development research includes: 1) the preparation stage, 2) the implementation stage, namely drafting the product, and 3) product testing or product validation and preparation of the final product. This product is tested by a team of experts consisting of a religious expert and a psychologist and validated by experts. In the implementation phase an assessment of the symptoms of post-traumatic stress experienced by teenage respondents who were victims of violence was conducted before counseling and after counseling. Research data were analyzed quantitatively descriptive and qualitative. The results show that counseling guidelines have been developed validally both in terms of usability, accuracy, suitability and ease of guidance in the implementation of counseling for adolescents who are victims of violence. The results of the qualitative analysis of three teenage respondents who were victims of violence at the time of implementation of the guidelines also showed a decrease in symptoms of post-traumatic stress and an increase in religious behavior after attending psycho-religious counseling.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA Surur, Miftahus; Oktavia, Sofi Tri
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 6, No 1 (2019): January
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to determine the difference in understanding of students' concepts in mathematics subjects using discovery learning models and direct teaching models in class X of Khamas Asembagus Vocational School 2017/2018 academic year. This research is a type of quasi experiment research (quasi experiment). The population in this study was class X of the Khamas Asembagus Vocational School which consisted of 3 classes with 80 students. The sample in this study is class X TKJ 1 as many as 24 students as the experimental class and class X MM as many as 31 students as the control class. Data collection in this study was conducted using a test and then analyzed by t-test. The results of the analysis show that tcount> ttable or 3.198> 1.6741, it can be concluded that there is a significant difference in the level of understanding of students' concepts in mathematics between those using the discovery learning model and the direct teaching model.  Keywords: Discovery Learning, Learning Outcomes, mathematical concepts Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingat pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika yang menggunakan model discovery learning dan model pengajaran langsung pada siswa kelas X SMK Khamas Asembagus tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi experiment (kuasi eksperimen). Populasi dalam penelitian ini yaitu kelas X SMK Khamas Asembagus yang terdiri dari 3 kelas dengan jumlah 80 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X TKJ 1 sebanyak 24 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas X MM sebanyak 31 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan test dan selanjutnya dianalisis dengan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung > ttabel atau 3,198 > 1,6741, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pemahaman konsep siswa pada mata pelajaran matematika antara yang menggunakan model pembelajaran discovery learning dan model pengajaran langsung. Kata kunci: discovery learning, hasil belajar, konsep matematika
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN INDEX CARD MACHT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X Surur, Miftahus; Urfi, Rike Nor Umamiyatil
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 4, No 2 (2017): July
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Absract: Application of Problem Based Learning Model Using the Index Card Match To Improve Learning Activities and Results Class X. This study aims to improve the activity and student learning outcomes. Therefore, this study was designed with classroom action research model. Subjects in this study were students of class X 1 MAN 2 Situbondo The action taken is the implementation of Problem Based Learning using Index Card Macht conducted in two cycles. The technique of collecting data through observation sheet activities of every learning and evaluation at the end of each cycle.From research conducted to prove that: 1) an increase in the activity of students in the first cycle and the second cycle. In the first cycle of student activity level of 89.10% and the second cycle of 92.52%, and both are included in the category of very active. 2) an increase in student learning outcomes in the first cycle and the second cycle. In the prior action of students who otherwise completed totaling 28 students or 71.79% increased in the first cycle to 31 students or 79.49% and increased again in the second cycle to 36 or 92.31% and otherwise completed in classical because it has exceeded the limit that is 80% complete. Keywords: Model PBL with Index Card Match, activities, learning outcomesAbstract: Penerapan Model Problem Based Learning Menggunakan Index Card Macht Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktifitas dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini dirancang dengan model penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X 1 MAN 2 Situbondo Tindakan yang dilakukan yaitu penerapan Problem Based Learning menggunakan Index Card Macht yang dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data melalui lembar obsevasi aktivitas setiap proses pembelajaran dan evaluasi di setiap akhir siklusnya.Dari penelitian yang dilakukan membuktikan bahwa : 1) terjadi peningkatan aktifitas belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Pada siklus I tingkat aktifitas siswa sebesar 89,10% dan pada siklus II sebesar 92,52% dan keduanya termasuk dalam kategori sangat aktif. 2) terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Pada sebelum tindakan siswa yang dinyatakan tuntas berjumlah 28 siswa atau 71,79% kemudian meningkat pada siklus I menjadi 31 siswa atau 79,49% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 36 atau 92,31% dan dinyatakan tuntas secara klasikal karena telah melebihi batas tuntas yaitu 80%. Kata kunci: Model PBL dengan Index Card Macht, aktifitas, hasil belajar 
Konsep Taubat Dalam Al Qur'an Surur, Miftahus
Kaca (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol 8 No 2 (2018): Agustus
Publisher : Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1068.992 KB)

Abstract

Manusia – yang merupakan perpaduan dari dua unsur utama (nafsu dan akal) – tidak mungkin bisa luput dari kesalahan sepanjang hidupnya. Allah SWT – dengan rahmat-Nya – memberikan jalan keluar bagi manusia saat terlanjur melakukan suatu kesalahan, yaitu taubat, agar bisa kembali ke jalan yang benar. Perintah bertaubat disebutkan berkali-kali oleh al-Qur’an, sebagian berbentuk komunikasi langsung, sebagian lagi berbentuk narasi (cerita). Beberapa ayat menjelaskan tentang taubat yang diterima oleh Allah SWT. dan sebagian yang lain menegaskan taubat yang tidak diterima. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti ayat-ayat al-Qur’an yang berkenaan dengan taubat. Tujuannya adalah untuk memperoleh pemahaman yang utuh tentang konsep taubat perspektif al-Qur’an. Penelitian ini dilakukan dengan metode induktif, yaitu mengamati semua ayat-ayat tentang taubat dari berbagai macam literatur tafsir – untuk mendapatkan kesimpulan umum yang komprehensif. Hasilnya adalah bahwa – berdasarkan ayat-ayat al-Qur’an – taubat tersusun dari empat unsur penting, yaitu penyesalan, segera menghentikan maksiat, memohon ampunan, dan tekad kuat untuk tidak mengulangi lagi di masa depan. Dari ayat-ayat yang lain penulis berhasil menyaring dua syarat taubat, yaitu taubat harus segera dilakukan dalam waktu dekat dalam arti yang sebenar-benarnya (tidak boleh ditunda-tunda) dan harus disertai meningkatkan amal-amal saleh.