Articles

Found 17 Documents
Search

PERANCANGAN DAN PENGUJIAN MINIATUR LIFT BERBASIS ARDUINO DENGAN MENGGUNAKAN RFID SEBAGAI SISTEM IDENTIFIKASI LANTAI Nugraha, Beny; Yudistiro, Yudistiro; Astuti, Dian Widi; Budiyanto, Setiyo
SINERGI Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.281 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2015.3.008

Abstract

Lift biasa diaplikasikan di gedung-gedung bertingkat merupakan pengembangan dari katrol yang menggunakan energi listrik untuk menggerakkannya dari satu lantai ke lantai yang lain. Penggunaan lift masih menggunakan tombol sebagai penanda lantai, di mana setiap orang yang masuk ke dalam lift dapat menekan tombol lantai yang ingin mereka tuju. Hal ini akan membuat privasi para penghuni di apartemen tersebut menjadi terganggu dan terbuka peluang seorang penyusup yang berniat jahat terhadap penghuni apartemen.  Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini membuat sebuah miniatur lift berbasis Arduino Uno dengan menggunakan kartu RFID sebagai penanda setiap lantai. Setiap penghuni apartemen memiliki kartu RFID yang berisikan data lantai kamar mereka masing-masing. Hasil pengujian yang didapatkan, dengan menggunakan sistem indentifikasi kartu RFID, lift hanya bergerak ke lantai yang sesuai dengan kartu RFID tersebut sehingga para penghuni apartement dapat langsung menuju ke kamarnya masing–masing tanpa perlu menekan tombol lantai. Untuk pengujian waktu tempuh miniatur lift ini, didapatkan hasil waktu tempuh rata-rata lift bergerak dari satu lantai ke lantai yang lain adalah 1 menit dan 34 detik. 
PERANCANGAN DAN PENGUJIAN MINIATUR LIFT BERBASIS ARDUINO DENGAN MENGGUNAKAN RFID SEBAGAI SISTEM IDENTIFIKASI LANTAI Nugraha, Beny; Yudistiro, Yudistiro; Astuti, Dian Widi; Budiyanto, Setiyo
SINERGI Vol 19, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2015.3.008

Abstract

Lift biasa diaplikasikan di gedung-gedung bertingkat merupakan pengembangan dari katrol yang menggunakan energi listrik untuk menggerakkannya dari satu lantai ke lantai yang lain. Penggunaan lift masih menggunakan tombol sebagai penanda lantai, di mana setiap orang yang masuk ke dalam lift dapat menekan tombol lantai yang ingin mereka tuju. Hal ini akan membuat privasi para penghuni di apartemen tersebut menjadi terganggu dan terbuka peluang seorang penyusup yang berniat jahat terhadap penghuni apartemen.  Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini membuat sebuah miniatur lift berbasis Arduino Uno dengan menggunakan kartu RFID sebagai penanda setiap lantai. Setiap penghuni apartemen memiliki kartu RFID yang berisikan data lantai kamar mereka masing-masing. Hasil pengujian yang didapatkan, dengan menggunakan sistem indentifikasi kartu RFID, lift hanya bergerak ke lantai yang sesuai dengan kartu RFID tersebut sehingga para penghuni apartement dapat langsung menuju ke kamarnya masing–masing tanpa perlu menekan tombol lantai. Untuk pengujian waktu tempuh miniatur lift ini, didapatkan hasil waktu tempuh rata-rata lift bergerak dari satu lantai ke lantai yang lain adalah 1 menit dan 34 detik. 
CASCADED SQUARE LOOP BANDPASS FILTER WITH TRANSMISSION ZEROS FOR LONG TERM EVOLUTION (LTE) Andini, Iis; Astuti, Dian Widi; Muslim, Muslim
SINERGI Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.872 KB) | DOI: 10.22441/sinergi.2018.1.010

Abstract

In this paper, we present a bandpass filter that passed frequency of 1.7 GHz – 1.8 GHz. It is applied for an uplink frequency in 4G 1800MHz. This filter is created by using substrate PCB TMM-10i and has a compact size of 42 mm x 42 mm. The compact size is also important besides selectivity. The selectivity is achieved by implementing cascade square loop resonator method which generated transmission zeros. Actually, transmission zeros are obtained from the coupled resonator. The bandpass filter is designed by adding an external resonator on each square of the resonator loop and a patch to the inside of the square loop resonator. The parameter performances are simulated by HFSS. The parameter performances for return loss value is 14.24 dB at frequency 1.75 GHz and insertion loss value is 0.65 dB at frequency 1.75 GHz. By using VNA Anritsu MS 2026A, prototype bandpass filter is measured. The measurement results for return loss value is 6.8 dB and insertion loss value is 2.2 dB.
REALISASI BANDPASS FILTER SQUARE OPEN LOOP RESONATOR PADA APLIKASI UMTS astuti, dian widi
Jurnal Elektro Unika Atma Jaya Vol 9, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.872 KB)

Abstract

Bandpass filter adalah sebuah komponen pasif yang dipergunakan untuk meloloskan frekuensi antara f1 dan f2.Penggunaan bandpass filter pada komunikasi wireless sangat diperlukan baik di sisi pengirim dan penerima, karena bandpass filter dapat mencegah terjadinya interferensi antar frekuensi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang filter pada perangkat UMTS yaitu dengan frekuensi 2,11 - 2,17 GHz. Adapun bentuk resonator yang dipergunakan adalah open loop resonator yang berbentuk persegi atau yang lebih dikenal dengan square open loop resonator. Filter yang dihasilkan memiliki 2 model. Pada bandpass filter model 1, memiliki nilai insertion loss tertinggi adalah 4,921 dB pada frekuensi 2,23 GHz, bergeser dari frekuensi bandpass yaitu 2,11 – 2,17 GHz. Pada frekuensi 2,11 GHz memiliki nilai insertion loss sebesar 10,34 dB sedangkan pada frekuensi 2,17 GHz sebesar 14,15 dB. Transmission zeros terjadi pada frekuensi 2,05 GHz dan 2,34 GHz. Sedangkan pada prototipe bandpass filter model 2, didapatkan nilai insertion loss tertinggi adalah 3,554 dB pada frekuensi 2,26 GHz, bergeser dari frekuensi bandpass yaitu 2,11 – 2,17 GHz.  Pada frekuensi 2,11 GHz memiliki nilai insertion loss sebesar 9,539 dB sedangkan pada frekuensi 2,17 GHz sebesar 7,167 dB. Transmission zeros terjadi pada frekuensi 1,99 GHz dan 2,41 GHz.
CASCADED SQUARE LOOP BANDPASS FILTER WITH TRANSMISSION ZEROS FOR LONG TERM EVOLUTION (LTE) Andini, Iis; Astuti, Dian Widi; Muslim, Muslim
SINERGI Vol 22, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2018.1.010

Abstract

In this paper, we present a bandpass filter that passed frequency of 1.7 GHz – 1.8 GHz. It is applied for an uplink frequency in 4G 1800MHz. This filter is created by using substrate PCB TMM-10i and has a compact size of 42 mm x 42 mm. The compact size is also important besides selectivity. The selectivity is achieved by implementing cascade square loop resonator method which generated transmission zeros. Actually, transmission zeros are obtained from the coupled resonator. The bandpass filter is designed by adding an external resonator on each square of the resonator loop and a patch to the inside of the square loop resonator. The parameter performances are simulated by HFSS. The parameter performances for return loss value is 14.24 dB at frequency 1.75 GHz and insertion loss value is 0.65 dB at frequency 1.75 GHz. By using VNA Anritsu MS 2026A, prototype bandpass filter is measured. The measurement results for return loss value is 6.8 dB and insertion loss value is 2.2 dB.
PERANCANGAN APLIKASI MOBILE REMOTE CONTROL BERBASIS ANDROID PADA ROBOT LEGO MINDSTORMS NXT 2.0 Nursyswanti, Dwi Maya; Astuti, Dian Widi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.588 KB) | DOI: 10.22441/jte.v6i3.802

Abstract

Dewasa ini perkembangan teknologi di dunia robot edukasi telah berkembang pesat. Robot-robot edukasi ini sering digunakan dalam riset penelitian karena kemudahan-kemudahan yang diberikannya dari segi perangkat keras. Salah satu contoh robot edukasi adalah robot LEGO Mindstorms NXT 2.0. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi robot pada saat ini, maka pengendalian robot tidak hanya bisa dilakukan secara manual tetapi juga bisa dilakukan melalui smartphone Android.Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem pergerakan robot dengan memanfaatkan sistem yang berada didalam smartphone Android. Selain dapat menggerakan robot, smartphone juga dapat mengaktifkan program beserta sensor-sensor yang berada di dalam robot NXT. Untuk itu, pemrograman bahasa Java digunakan dalam membuat aplikasi padaSmartphone Android agar dapat mengendalikan robot NXT. Pada hasil uji coba sistem pergerakan robot ini, baik secara manual atau melaluiSmartphone Android, maka dapat disimpulkan bahwa semua sistem dapat berfungsi dengan baik. Untuk uji coba sensor cahaya yang digunakan untuk program Line Followerhanya dapat berjalan dengan normal dan lancar apabila permukaan datar dan kecepatan tidak melebihi 60 pwm, sedangkan untuk sensor tekan yang digunakan untuk program Bumper Car dapat dibaca dengan baik oleh sistem simulasi tanpa ada kendala. Meskipun demikian, masih banyak pengembangan yang dapat dilakukan pada penelitian ini seiring dengan perkembangan teknologi.Kata Kunci: LEGO Mindstroms NXT 2.0, Android, Bluetooth, Line Follower, Bumper Car. 
ANALISA PERFORMANSI RECEIVED TOTAL WIDEBAND POWER (RTWP) TERHADAP KUALITAS PERFORMANSI JARINGAN PADA JARINGAN WCDMA IBC TELKOMSEL Ardiansyah, Ardiansyah; Astuti, Dian Widi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.349 KB) | DOI: 10.22441/jte.v7i2.829

Abstract

Pada aplikasi jaringan inbuilding coverage gangguan interferensi menjadi faktor utama penurunan kinerja jaringan. Pada jurnal ini telah dilakukan analisa pengaruh performansi RTWP terhadap kualitas performansi jaringan atau Key Performance Indicator (KPI). Analisa dilakukan dengan mengamati performansi nilai RTWP menggunakan Huawei Local Maintenance Terminal iManager U2000 dan didapati high RTWP sehingga menyebabkan nilai Key Performance Indikator (KPI) menurun.Pada penelitian ini analisa yang dilakukan adalah mencari penyebab high RTWP dengan melakukan pengecekan dari sisi BTS sampai ke sisi Distributed Antenna System (DAS) dan penggantian perangkat triplexer juga perbaikan konektor pada sisi Distributed Antenna System (DAS).Setelah dilakukan penggantian perangkat triplexer dan perbaikan konektor pada sisi Distributed Antenna System (DAS) nilai RTWP mengalami perbaikan. Dari hasil analisa pada penelitian ini setelah diketahui nilai RTWP mengalami perbaikan maka nilai parameter KPI juga mengalami perbaikan. Nilai KPI Accessibility mengalami perbaikan yang awalnya hanya 92,5% menjadi 99%. Nilai KPI Retainibility mengalami perbaikan yang awalnya hanya 96% menjadi 99,6%. Nilai KPI Mobility mengalami perbaikan yang awalnya hanya 81% menjadi 97,5%. Sehingga kinerja jaringan juga mengalami perbaikan.Kata Kunci – Interferensi Uplink, RTWP, W-CDMA, NodeB, KPI
STUDI ANALISA PERFORMANSI PACKET DATA PROTOCOL PADA JARINGAN GENERAL PACKET RADIO SERVICE Prima Putra, Budi Irawan; Astuti, Dian Widi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.795 KB) | DOI: 10.22441/jte.v5i1.760

Abstract

PDP merupakan struktur data yang berisi informasi tentang pelanggan ketika user pada kondisi aktif. PDP dapat disebut juga sebagai suatu syarat akses paket data yang digunakan oleh user untuk dapat terkoneksi dengan internet, ketika user menginginkan untuk mengakses internet melalui handset. Suatu PDP diaktifkan secara otomatis melalui pesan ke jaringan (core network) yang dikirimkan dari sebuah handset yang gunakan oleh user. Dalam suatu proses aktivasi PDP sering kali terjadi kegagalan yang disebabkan oleh jaringan ataupun handset yang digunakan oleh user itu sendiri. Oleh karena itu dilakukan proses pengecekkan untuk mengetahui letak kegagalan aktivasi PDP. Proses pengecekkan tanggal 20 Februari 2014 pada kedua RNC (RJKKP3 dan RJKKP4) ke arah SGJKT1 di Site KPPTI lt.3. Perbaikan dilakukan pada tanggal 21 Februari 2014 dengan menggunakan 3 metode berikut diantaranya, sosialisasi dengan user, troubleshoot pada SGJKT1 ke arah RJKKP3 dan RJKKP4, dan refresh SGSN pada database. Setelah dilakukan perbaikan, total rata-rata transaksi kegagalan aktivasi PDP yang semula mencapai 10,05% kini menurun hingga 4,67% dengan rata-rata transaksi yang gagal sebesar 5,38%. sudah mencapai standarisasi KPI yang telah ditetapkan yakni <10% dengan kualitas baik. Total rata-rata aktivasi PDP berhasil dalam 2 sesi yang semula sebesar sebesar 89,95%, kini naik menjadi 94,62%.Kata kunci : PDP, APN, RNC, SGSN, GGSN
PERANCANGAN JARINGAN FTTH KONFIGURASI BUS DUAL STAGE PASSIVE SPLITTER UNDERGROUND ACCESS DI CLUSTER MISSISIPI, JAKARTA GARDEN CITY Delano, Alven; Astuti, Dian Widi
Jurnal Teknologi Elektro Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1157.61 KB) | DOI: 10.22441/jte.v8i3.2188

Abstract

Provider telekomunikasi di Indonesia mulai gencar meningkatkan penetrasi fixed broadband melalui kabel fiber optik dengan teknologi passive optical network (PON). Tantangan penyediaan fixed broadband ini membutuhkan kecepatan dan juga pembangunan jaringan broadband yang handal untuk meminimalisir biaya dan juga redaman (loss). Metodologi yang digunakan dalam perancangan jaringan akses FTTH dalam penelitian ini menggunakan konfigurasi bus dikarenakan memiliki kelebihan dalam kemudahan instalasi serta menggunakan dual stage passive splitter karena dapat memaksimalkan panjang kabel hingga 20 km. Hasil penelitian ini didapatkan link budget untuk high level design sebesar 22,65 dB upstream dan 21,54 dB downstream, low level design sebesar 22,74 dB upstream dan 22,59 dB downstream, dan as built sebesar 22,62 dB upstream dan 22,49 dB downstream. Sedangkan untuk daya sensitivitas yang didapatkan untuk high level design sebesar -23,39 dBm upstream, -22,35 dBm downstream, low level design -23,44 dBm upstream, -22,38 dB downstream, dan as built sebesar -23,43 dBm upstream, -22,37 dBm downstream. Jika dilihat dari biaya untuk high level design terhadap as built terjadi perubahan sebesar 22%, low level design terhadap as built terjadi perubahan sebesar -1%, atau meningkat 1% dari perancangan low level design.Kata Kunci— PON, GPON, fiber to the home, Passive Splitter, Link Budget
Studi Parameter Dualband Bandpass Filter Stub Loaded Square Open Loop Resonator Astuti, Dian Widi; Dermawan, Indra; Alaydrus, Mudrik
InComTech: Jurnal Telekomunikasi dan Komputer Vol 7, No 3 (2017)
Publisher : Department of Electrical Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.515 KB) | DOI: 10.22441/incomtech.v7i3.1171

Abstract

Filter merupakan bagian penting pada proses penerimaan dan pengiriman informasi baik itu berupa data, suara ataupun gambar. Filter berfungsi untuk menyeleksi frekuensi mana saja yang ingin dilewatkan atau dibuang sehingga penamaan suatu filter, berdasarkan atas fungsi dari filter itu sendiri, salah satunya adalah dualband bandpass filter yang berfungsi untuk melewatkan frekuensi antara f1 sampai f2 dan f3 sampai f4 dan membuang frekuensi di bawah f1, frekuensi antara f2 sampai f3 dan di atas f4. Pada dasarnya dualband bandpass filter merupakan sebuah filter yang memiliki dua buah bandpass filter. Dualband pass filter ini bisa diaplikasikan pada frekuensi uplink dan downlink ataupun pada dua aplikasi frekuensi yang berbeda, misalkan pada GSM 900 dan LTE. Pada penelitian ini dilakukan realisasi suatu filter berbahan mikrostrip pada aplikasi LTE yaitu di frekuensi 1800 MHz dan 2600 MHz. Pada 4G LTE 1800 MHz memiliki frekuensi 1710-1785 MHz untuk uplink dan 1805-1880 MHz untuk downlink, Sedangkan pada frekuensi 2600 MHz memiliki pembagian frekuensi 2500-2570 MHz untuk uplink dan 2620-2690 MHz untuk downlink. Perancangan dualband bandpass filter ini memiliki bentuk square open loop resonator dengan penambahan stub di tengah resonator. Penelitian ini menghasilkan dua buah model dualband bandpass filter. Pada pengukuran kedua prototype dualband bandpass filter tersebut terjadi pergeseran frekuensi tengah dari tiap model, dimana pergeserannya dapat mencapai 73 MHz lebih kecil dari frekuensi tengah asalnya seperti yang terjadi pada model pertama. Diperoleh nilai insertion loss terbaik pada model kedua sebesar 2,195 dB pada frekuensi tengah 1,785 GHz. Begitu juga pada nilai return loss didapat sebesar 33,86 dB pada frekuensi tengah 2,567 GHz.