Articles

Found 6 Documents
Search

USAHATANI KONSERVASI DI HULU DAS JENEBERANG (STUDI KASUS PETANI SAYURAN DI HULU DAS JENEBERANG, SULAWESI SELATAN) Nuraeni, Nuraeni; Sugiyanto, Sugiyanto; Zaenal, Zaenal
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 2 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Jeneberang merupakan salah satu DAS yang terdapat di Sulawesi Selatan yang sudah termasuk DAS prioritas. Kondisi lahan di DAS Jeneberang sudah mengalami kerusakan karena adanya alih fungsi lahan dari areal kawasan hutan menjadi kawasan budidaya pertanian dan sistem pertanian yang dilakukan oleh petani tidak menerapkan teknik konservasi untuk lahan dengan kemiringan cukup tinggi. Hal ini memicu terjadinya erosi sehingga mengakibatkan penurunan produktivitas lahan. Tujuan penelitian adalah mengkaji dan menganalisis penerapan konservasi pada usahatani sayuran di hulu DAS Jeneberang. Lokasi penelitian di hulu DAS Jeneberang Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, dengan populasi penelitian adalah seluruh petani sayuran di Kelurahan Pattapang sebanyak 550 petani. Pengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana dengan responden sebanyak 182 petani dengan menggunakan rumus penentuan sampel dari Isaac & Michael. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konservasi pada lahan usahatani sayuran di hulu DAS Jeneberang masih rendah, di mana konservasi yang dilakukan masih sederhana dan belum sesuai dengan teknik konservasi. Adapun metode konservasi yang sudah diterapkan adalah pola tanam tumpang gilir, pemanfaatan sisa tanaman sebagai penutup tanah, penanaman rumput pada bibir teras, penanaman pohon sebagai batas kebun, pembuatan teras, pembuatan penampungan air dan perbaikan saluran pembuangan air.
Level of Knowledge and Attitudes of Nursing Students Prodi Pekalongan on Implementation Practice Nurses Registration Regulations Zaenal, Zaenal; Ta’adi, Amirudin; Hartati, Hartati
Jurnal LINK Vol 9, No 2 (2013): Mei 2013
Publisher : UPPM Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5928.451 KB)

Abstract

Permenkes 148/Menkes/Per/I/2010 Number of Permits and Enforcement Practice Nurse with all applicable provisions have been published. The reality show is still a lot of medical acts performed by nurses. The purpose of this study is to provide an overview of the level of knowledge and attitude of nursing students Prodi Pekalongan on the implementation of the rules and practices of nurse registration, rights, duties and authority of nurses. This research method is a quasi-experimental design with pre and post test. The student population was nursing Pekalongan Prodi, as many as 80 students and as many as the population of samples taken. Analysis of the data using the Sign-rank test (Wilcoxon test) with significance ρ <0.05. Wilcoxon statistics obtained from the difference of knowledge (ρ = 0.000), attitude (ρ = 0.000) after the implementation of Regulation Regitrasi socialization Practice Nurses, Rights, Duties, Powers Nurse.
REKAYASA BAHAN CAMPURAN BETON DAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR UNTUK PENUNJANG PRODUKSI DENGAN MEMANFAATKAN LIMBAH IPAL DI PT X Zaenal, Zaenal
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.787 KB) | DOI: 10.22441/jtm.v5i2.713

Abstract

Green manufacturing adalah konsep sistem produksi berkelanjutan dalam menghasilkan sebuah produk, dengan meminimalkan limbah dan polusi di dalam prosesnya. Salah satu penilaian kinerja green manufacturing adalah program PROPER yaitu program peringkat kinerja perusahaan oleh kementrian lingkungan hidup. PT X adalah pabrik yang memproduksi brankas atau lemari besi dan filing cabinet tahan api. Limbah yang diolah di Instalasi Pengolahan Air Limbah berasal dari proses painting baik dari bahan kimia proses pembersihan pengkondisian metal sebelum dicat, maupun dari material cat itu sendiri. Limbah juga datang dari sisa campuran beton yang merupakan bahan utama sebagai pengisi lemari besi. Proses pengolahan limbah menggunakan metoda fisik dan kimia agar buangan limbah memenuhi baku mutu Kawasan Industri MM2100 Bekasi. Kajian ini dilakukan untuk merekayasa campuran beton dengan memanfaatkan limbah sludge dan rekayasa instalasi air untuk memanfaatkan air limbah menjadi air penunjang proses produksi. Kajian dilakukan dengan cara mengumpulkan data primer dan sekunder, pengamatan langsung ke lapangan, pengambilan dan pengujian sampel. Pembuatan sampel kubus beton dilakukan untuk subtitusi sludge 0%, 5%, 10%, 15% dan 20% masing-masing 3 sample untuk Uji Tekan 7 hari dan 3 sample untuk Uji Tekan 28 hari. Dari hasil pengujian di ketahui nilai kuat tekan subtitusi 10 % sebesar 310 (kN), lebih besar dari nilai minimum yaitu 300 (kN) sehingga bisa di gunakan sebagai campuran beton produk. Subtitusi 5% sampai dengan 20% bisa digunakan untuk ruko 5 lantai s/d jalan tol atau jalan negara.
Sistem Manajemen Komunikasi Organisasi Dalam Menunjang Kinerja Pegawai Pada Kantor Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kolaka Timur Zaenal, Zaenal
Journal Ilmu KOMUNIKASI UHO Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Journal Ilmu KOMUNIKASI UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.797 KB)

Abstract

ABSTRAK            Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana sistem manajemen komunikasi organisasi dalam menunjang kinerja pegawai pada kantor Badan Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kolaka Timur. Populasi dalam penelitian ini   seluruh pegawai kantor BPMPTSP Kolaka timur yang berjumlah 27 orang. Oleh karena itu jumlah tersebut dapat dijangkau, maka keseluruhan populasi dalam penelitian ini dapat dijadikan informan sebanyak 6 orang yang bias mendukung data yang ada, maka dalam penelitian ini ditetapkan pula informan yaitu Kepala Badan BPMPTSP Kolaka Timur, Kepala Bidang Perisinan Usaha, Kepala Bidang Perisinan Non Usaha, Kepala Bidang Pengelolaan Data, Informasi Dan Pelayanan Penanaman Modal, Kepala Bidang Perencanaan Dan Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Dan Staf Badan Perisinan Usaha Kolaka Timur.            Bahwa penelitian yang dilakukan pada kantor BPMPTSP kolaka timur telah berjalan dengan baik. Dengan adanya penelian ini sistem manajemen yang dilakukan pada kantor BPMPTSP dapat ditemukan bahwa sikap yang diperlukan guna melancarkan hubungan dan komunikasi dalam sebuah organisasi antara pimpinan dengan bawahan. Peningkatan tersebut mampu meberikan dampak positif dengan adanya kinerja pegawai semakin memberikan hasil yang positif, selalu berkomunikasi antara pimpinan dengan bawahan begitu pula dengan sebaliknya sehingga tidak ada kekeliruan dalam menyelesaikan pekerjaan.Kata kunci : sistem, manajemen, komunikasi, organisasi, kinerja. 
Penerapan Teknologi Pembakaran Batu Kapur dengan Tungku Tegak Sistem Berkala menggunakan Bahan Bakar Batubara – Kayu Pulungan, Linda; Sunendiari, Siti; Ashari, Yunus; Zaenal, Zaenal
ETHOS (Jurnal Penelitian dan Pengabdian) Vol 7 No.2 (Juni, 2019) Ethos: Jurnal Penelitian dan Pengabdian (Sains & Teknologi)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/ethos.v7i2.4711

Abstract

Abstract.Padalarang is located in Cipatat District, Bandung Regency, known as the largest limestone producing area in Indonesia. Limestone mining activities and processing industries are very potential, starting from the marble stone industry, quicklime industry (CaO) to calcium oxide industry (Ca(OH)2). One product of limestone processing is calcium lime (CaO), the result of the calcination process of limestone, on burning limestone that requires large heat. The combustion activities in the majority of the limestone industrial using traditional technology use upright stoves with an open burning combustion system. The fuel used is textile industry waste, shoe industry plus wood waste. The pilot activity of the application of upright furnace limestone combustion technology is a periodically upright combustion system with fuels that have high calorific value, coal and wood. The purpose of mixing this fuel is to use available wood and coal having high calories. This activity also provides education about limestone combustion systems using coal and wood.The application of limestone combustion technology using mixed fuels of coal and wood produces quality limestone with dry conditions with an average combustion temperature of 93.75 oC and compared to using wood fuels and industrial waste produces limestone in dry moist conditions 86.33 oC.Abstrak. Kegiatan pertambangan batu gamping di Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung industri pengolahannya sangat potensil, mulai dari industri batu marmer, industri kapur tohor (CaO) hingga industri kapur padam (Ca(OH)2). Produk dari pengolahan batu gamping adalah kapur tohor (CaO), hasil proses kalsinasi batu kapur. pada pembakaran batu gamping yang membutuhkan panas yang besar. Kegiatan pembakaran pada pabrik-pabrik industri kapur tohor mayoritas menggunakan teknologi tradisional menggunakan tungku tegak dengan sitem pembakaran open burning. Bahan bakar yang dipakai  adalah  limbah industri tekstil, limbah industri sepatu ditambah kayu.  Kegiatan percontohan penerapan teknologi pembakaran batu kapur tungku tegak sistem pembakaran tegak berkala dengan bahan bakar yang mempunyai nilai kalori tinggi yaitu batubara dan kayu. Tujuan mencampur bahan bakar ini memanfaatkan kayu bahan bakar  yang tersedia dan batubara mempunyai kalori tinggi. Kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang sistem pembakaran batu kapur menggunakan batubara dan kayu.Kegiatan penerapan teknologi  pembakaran batu kapur dengan menggunakan bahan bakar campuran batubara dan kayu menghasilkan batu kapur berkualitas dengan kondisi kering suhu pembakaran rata-rata 93,75 oC dan dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar kayu dan limbah industri  menghasilkan batu kapur kondisi kering lembab suhu pembakaran 86,33 oC. 
Alat Bantu Penggerindaan Slideways Mesin Bubut Aswin, Fajar; Pranandita, Nanda; Kiswanto, Ary; Hafiz, Syahdan; Zaenal, Zaenal
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 9 No 02 (2017): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.397 KB) | DOI: 10.33504/manutech.v9i02.50

Abstract

Mesin bubut merupakan mesin perkakas yang digunakan untuk memotong benda kerja yang berbentuk silinder. Ada beberapa pertimbangan yang mempengaruhi mesin bubut agar bekerja dengan baik, terutama penyimpangan geometris yang mempengaruhi penurunan kualitas pada produk dalam hal bentuk dan dimensi. Salah satunya adalah keausan pada slideway mesin bubut. Makalah ini membahas perancangan dan pembuatan alat bantu penggerindaan untuk memperbaiki slideway mesin bubut yang dapat mengikis tiga bidang slideway dalam satu kali proses untuk mencapai kerataan dan kesejajaran bidang satu dengan yang lainnya. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan cara mengumpulkan data yang diperlukan untuk merancang alat melalui studi literature maupun observasi langsung ke mesin bubut, kemudian data diolah untuk mendapatkan spesifikasi alat bantu yang akan dirancang dengan pendekatan metode perancangan berdasarkan Verien Deutche Ingeniuer (VDI) 222, hasil rancangan kemudian dilanjutkan proses permesinan dan pabrikasi; sebelum dirakit, bagian – bagian alat bantu diujicoba fungsinya sesuai dengan indikator fungsi rancangan; tahapan terakhir adalah pengujian alat bantu secara keseluruhan untuk mengetahui ketercapaian alat terhadap tujuan yang telah ditetapkan. Berdasarkan hasil percobaan pengerindaan pada ketiga bidang slideway dengan kedalaman pemakanan sebesar 0,03mm, rata – rata nilai kerataan dan kesejajaran didapat sebesar 0,02mm/300mm dan 0,07mm/300mm. Berdasarkan standar ISO 1708 tentang toleransi penyimpangan geometris, hasil penggerindaan belum masuk toleransi. Masih perlu penelitian lebih lanjut tentang pengaruh keausan batu gerinda terhadap hasil penggerindaan.