Articles

Found 16 Documents
Search

ADSORPTION OF PHENOL POLLUTANTS FROM AQUEOUS SOLUTION USING Ca-BENTONITE/CHITOSAN COMPOSITE Hariani, Poedji Loekitowati; Fatma, Fatma; Riyanti, Fahma; Ratnasari, Hesti
Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 22, No 2 (2015)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Phenolic compounds areorganic pollutants that are toxic and carcinogenic.The presence of phenol in the environmentcan be adverse to humanand the environmentalsystem. One methodthat iseffective toreduce thephenolisadsorption. In this study, the adsorption of phenol in aqueous solution using Ca-bentonite/chitosan composite was investigated. Chitosan is the deacetylation product of chitin from shrimp waste. Characterization of Ca-bentonite/chitosan composite was done by using Fourier Transform Infrared (FTIR) and Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X Ray Spectroscopy (SEM-EDX). Batch adsorption studies were performed to evaluate the effects of some parameters such as initial concentration of phenol, composite weight, pH and contact time. The results showed that FTIR spectra of Ca-bentonite/chitosan composite presented the characteristic of peak of Ca-bentonite and chitosan that confirmed the successful synthesis of composite. The SEM-EDX characterizationresultsshowedCa-bentonite surfacecoverage by chitosanand the presence ofcarbonandnitrogenelementsinCa-bentonite/chitosancompositeindicated that chitosan had bonded with bentonite. The optimum condition of adsorption of Ca-bentonite/chitosan to phenol was obtained at 125 mg.L-1 of concentration in which the weight of composite was 1.0 g, the pH of solution was 7, the contact time was 30 minutes, and the capacity of adsorption was 12.496 mg.g-1.
Preparation Calcium Oxide From Chicken Eggshells Mohadi, Risfidian; Anggraini, Kiki; Riyanti, Fahma; Lesbani, Aldes
Sriwijaya Journal of Environment Vol 1, No 2 (2016): Developing Without Destruction
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.883 KB)

Abstract

Abstract: The preparation of metal oxide CaO from chicken eggshell has been carried out by decomposition at various temperatures 600, 700, 800, 900, and 1000oC. The metal oxide CaO was characterized using XRD. Furthermore, The optimum temperature for preparation of CaO was determined based on the XRD pattern, then the characterization of CaO was extended using FT-IR spectrophotometer and BET analysis. The results show that the optimum temperature for preparation of CaO from chicken eggshell is 900oC with peak of 2Ө at 32.3o, 37.4o, 53.9o, 64.2o and 67.5o, respectively. The FT-IR spectrums show the unique vibration for Ca-O at 393 cm-1. The BET analysis show that CaO has surface area 68 m2/g with pore volume 1.65 cm3/g and pore size 6.6 nm which can be classified as mesoporous.Keywords: eggshell, base catalyst, CaO, BET, mesoporous Abstrak (Indonesian): Pembuatan oksida logam CaO dari cangkang telur ayam telah dilakukan melalui dekomposisi pada berbagai suhu 600, 700, 800, 900, dan 1000°C. Oksida logam CaO dikarakterisasi dengan XRD. Selanjutnya, Suhu optimum untuk persiapan CaO ditentukan berdasarkan pola XRD, setelah itu karakterisasi CaO dilanjutkan menggunakan FT-IR spektrofotometer dan analisis BET. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu optimum untuk pembentukan CaO dari cangkang telur ayam adalah 900°C dengan puncak 2Ө muncul di 32.3°, 37.4°, 53.9°, 64.2° dan 67.5°. Spektrum FT-IR menunjukkan vibrasi unik untuk Ca-O di 393 cm-1. Analisis dengan BET menunjukkan bahwa CaO memiliki luas permukaan 68 m2/g dengan volume pori 1,65 cm3/g dan ukuran pori 6,6 nm yang dapat diklasifikasikan sebagai mesopori.Kata kunci: kulit telur, katalis basa, CaO, BET, mesopori
Properties of Magnetite-Chitin Composite as Materials Riyanti, Fahma
Sriwijaya International Seminar on Energy-Environmental Science and Technology Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya International Seminar on Energy-Environmental Science and Technology

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In this study, magnetite-chitin composite has been synthesized and their apllication for removal Ni(II) from aqueous solution. Chitin synthesized from shrimp shell waste. Magnetite-chitin composite were prepared by reaction of Fe2+ and Fe3+ ion and NH4OH in the presence of chitin. Fourier Transform Infra Red (FTIR), Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X Ray Spectroscopy (SEM-EDX) and Vibrating Sample Magnetometer (VSM) were used to characterize the adsorbent. The effect of composite dosage, pH and contact time on the adsorption capacity of the adsorbent has also been investigated. The FTIR spectra of magnetite-chitin composite confirmed the successful synthesis which the adsorption peak at 586.3 cm-1 assigned to Fe-O bond. SEM-EDX characterization of magnetite-chitin composite indicated that the surface of composite more solid than chitin and elements of composit contained of magnetite and chitin elements. The magnetite-chitin composite has magnetic properties which the saturation magnetization was 11.27 emu/g. The optimal adsorption of magnetite-chitin composites an initial concentration of Ni(II) was 50 mg/L attained within 3 g of composite dosage, pH value 5 and contact time of 45 minutes with a maximum adsorption capacity of Ni(II) was 37.81 mg/g.
PEMBUATAN INSTALASI UNTUK BIOGAS DARI ENCENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES ) YANG EFISIEN UNTUK LAHAN KECIL Riyanti, Fahma
Jurnal Pengabdian Sriwijaya Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Pengabdian Sriwijaya

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi biogas telah berkembang sejak lama namun aplikasi penggunaannya di masyarakat sebagai sumber energi alternatif belum berkembang secara luas. Beberapa kendala antara lain yaitu kekurangan informasi dan pengetahuan dari masyarakat. Teknologi biogas merupakan teknologi yang memanfaatkan proses fermentasi atau dekomposisi dari bahan organik oleh mikroorganisme secara anaerobik (tanpa udara) sehingga dihasilkan gas metana. Gas metana adalah gas yang memiliki sifat mudah terbakar sehingga dihasilkan energi panas. Energi panas ini diaplikasikan dalam bentuk api kompor sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif rumah tangga. Salah satu bahan organik yang bisa digunakan sebagai bahan baku adalah enceng gondok. Enceng gondok merupakan tumbuhan air dan sering menjadi tanaman pengganggu bagi tumbuhan lain dan hewan. Namun kandungan selulosanya yang besar sehingga tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber biogas. Proses pembuatan Biogas dari enceng gondok menggunakan  reaktor digester dari drum plastik dan penampung gas dari plastik polietilen dengan sistem balon. Sedangkan sumber mikroorganisme yang dapat mendekomposisi enceng gondok digunakan kotoran sapi. Jumlah kotoran sapi yang digunakan± 1-5% dari jumlah enceng gondok yang digunakan. Sedangkan perbandingan  banyaknya  air yang digunakan dengan  enceng gondok adalah 1 : 1. Waktu yang dibutuhkan untuk proses dekomposisi enceng gondok sehingga penampung  gas bervolume ± 1000L dapat penuh sekitar 3 minggu. Jumlah enceng gondok sekitar 70 kg dapat menghasilkan gas untuk keperluan memasak selama 50 hari. Keberhasilan pembuatan bahan bakar biogas dari enceng gondok ini diharapkan dapat membantu kesulitan masyarakat memperoleh bahan bakar untuk keperluan rumah tangga.
Studi Penyerapan Ion Kromium oleh Serbuk Batang Enceng Gondok dan Aplikasinya pada Limbah Industri Pelapisan Seng Yuliasari, Nova; Riyanti, Fahma; Christina A, Christina A
Jurnal Penelitian Sains Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5162.552 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kemampuan serbuk batang enceng gondok kering berukuran 100 mesh dalam penyerap ion lromium dari limbah industri pelapisan seng. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum dan persen penyerapan ion kromium yang diaplikasikan ke limbah. Parameter yang diteliti adalah waktu kontak optimum, berat optimum penyerap dan pH optimum. Pengukuran kadar ion kromium pada semua perlakuan dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk penyerapan 25 mg/L ion Cr6+ pada 100 mL larutan didapat kondisi optimum pada waktu kontak 60 menit (persen penyerapan 66,52%), berat penyerap 300 mg (persen penyerapan 79,19%) dan pada pH 7 (persen penyerapan 76,81%). Kadar ion Kromium yang terdapat pada limbah industri pelapisan seng adalah 80,543 mg/L. Aplikasi yang dilakukan terhadap ion kromium yang terdapat di limbah industri pelapisan seng pada kondisi optimum menunjukkan persen penyerapan sebesar 33,02% dengan menggunakan konsentrasi ion kromium limbah yang telah diencerkan yaitu 24,407 mg/L.
Pengaruh Kandungan Ligan pada Pasir Kuarsa Terhadap Interaksi Kation Zn (II) Riyanti, Fahma; Aldes Lesbani, Aldes Lesbani; Ratna, L.P, Ratna, L.P
Jurnal Penelitian Sains No 19 (2006)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4789.113 KB)

Abstract

Telah dilakukan penentuan sifat fisikokimia interaksi kation Zn (II) pada pasir kuarsa melalui penentuan konstanta laju interaksi, pengaruh konsentrasi awal dan pengaruh HCl-NaOH. Pada pasir kuarsa dalam media air bebas mineral dan media 0,5%(b/v) MgCl2. Hasil penelitian pada laju interaksi kation Zn(II) dalam media air bebas mineral lebih cepat dengan konstanta laju 1,2864.102 menit-1 daripada dalam media 0,5%(b/v) MgCl2 4,7855.10-3 menit-1. Pengaruh konstanta kation menunjukkan bahwa kation Zn(II) lebih banyak terikat dalam media air bebas mineral. Pangaruh HCl-NaOH menunjukkan bahwa pH>6,907 proses interaksi akan menurun akibat terjadinya pengendapan kation membuat senyawa hidroksida.
Penggunaan Biji Kelor untuk Mengadsorbsi Zat Warna Procion dari Limbah Songket Riyanti, Fahma; Loekitowati H, Poedji
Jurnal Penelitian Sains No 15 (2004)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.119 KB)

Abstract

Penelitian yang mempelajari kemampuan biji kelor untuk pengolahan zat warna procion dalam limbah songket Palembang telah dilakukan. Waktu optimum dan berat biji kelor divariasikan untuk mendapatkan kondisi optimum penyerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu penyerapan optimum adalah 30 menit dengan berat biji kelor 0,5 gram untuk 100 mL limbah songket. Nilai konsentrasi limbah sebelum pengolahan 788,618 ppm sedangkan setelah penambahan biji kelor konsentrasinya adalah 520,325 ppm. Daya serap bioflokulan biji kelor terhadap zat warna procion dalam limbah songket adalah 52,659 mg/g.
Proses Klorinasi untuk Menurunkan Kandungan Sianida dan Nilai KOK pada Limbah Cair Tepung Tapioka Riyanti, Fahma; Lukitowati, Puji; Afrilianza, Afrilianza
Jurnal Penelitian Sains Vol 13, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.481 KB)

Abstract

Telah dilakukan pengolahan limbah cair tepung tapioka menggunakan proses klorinasi dengan Ca(OCl)2. Parameter yang dievaluasi adalah berat optimum Ca(OCl)2, pH optimum, dan waktu kontak optimum antara Ca(OCl)2 dengan limbah cair tepung tapioka dalam menurunkan kandungan sianida dan nilai KOK limbah cair. Variasi berat Ca(OCl)2 yang digunakan adalah 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 mg; variasi pH adalah 7, 8, 9, 10, 11; dan variasi waktu kontak yaitu 0; 0,5; 1; 1,5; 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum proses klorinasi, kandungan sianida adalah 51,77 mg/L dan nilai KOK limbah cair adalah 9953,01 mg/L; sedangkan setelah proses klorinasi pada kondisi optimum (berat Ca(OCl)2 5 mg, pH 8, dan waktu kontak 1 jam), diperoleh kandungan sianida sebesar 30,08 mg/L dengan efektivitas penurunan 41,88% dan nilai KOK limbah cair adalah 1092,09 mg/L dengan efektivitas penurunan 89,02%.
Pemanfaatan Tempurung Tanaman Kepayang sebagai Karbon Aktif Penyerap Penyerap Zat Warna Fukhsin dari Limbah Songket Yuliasari, Nova; Lukitowati, Pudji; Riyanti, Fahma
Jurnal Penelitian Sains No 18 (2005)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian untuk mempelajari kemampuan karbon aktif dari tempurung tanaman Kepayang (Pengium Edule Reinw) guna menyerap zat warna fukhsin dalam limbah songket Palembang telah dilakukan. Karbon aktif yang diperoleh diuji mutunya sesuai Standar Industri Indonesia dengan menentukan daya serap karbon aktif terhadap iodium, metilen biru dan penentuan kadar abunya. Selanjutnya karbon aktif tersebut digunakan untuk menentukan daya serapnya terhadap zat warna Fukhsin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya serap karbon aktif terhadap iodium 754,80 mg/g, terhadap metilen biru 162,27 mg/g dan kadar abu 4,02%. Daya serap karbon aktif terhadap zat warna Fukhsin pada waktu optimum (120 menit) adalah 90,11 mg/g sedangkan daya serap karbon aktif terhadap zat warna Fukhsin dalam limbah songket adalah 66,85 mg/g.
Pengaruh Variasi Konsentrasi Katalis KOH pada Pembuatan Metil Ester dari Minyak Biji Ketapang (Terminalia catappa Linn) Riyanti, Fahma; Poedji L. H., Poedji L. H.; Catur D. L., Catur D. L.
Jurnal Penelitian Sains Vol 15, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.883 KB)

Abstract

Penelitian mengenai karakteristik metil ester minyak biji ketapang (Terminalia catappa Linn) dengan variasi konsentrasi katalis KOH telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi KOH optimum untuk pembuatan metil ester minyak biji ketapang dari variasi konsentrasi katalis KOH yaitu: 1; 1,5; 2; 2,5; dan 3% dan mengukur karakteristik metil esternya dengan menggunakan metode ASTM (American Society for Testing Material). Parameter yang diukur meliputi indek setana, titik nyala, viskositas kinematika berat jenis, kadar sulfur, residu karbon dan berat jenis. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi katalis KOH 2% menghasilkan metil ester optimum. Karakterisasi semua metil ester yang dihasilkan dengan menggunakan variasi konsentrasi katalis KOH memenuhi standar biodiesel untuk bahan bakar 1-D, yaitu berat jenis (0,8773- 0,8788 g/cm3), indek setana (46,95-47,42), residu karbon ( 0,01-0,09% berat), kadar sulfur (traces), viskositas kinematika metil ester (3,80-4,02 cSt).