Kasto Kasto, Kasto
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

INTERRELASI FAKTOR FISIK, NON FISIK DAN PERILAKU PETANI DALAM MANAJEMEN SUMBER DAYA PERTANIAN DI MUNA BARAT

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 17, No 3 (2010)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji interrelasi antara faktor fisik, non fisik dan perilaku petani dalam manajemen sumber daya pertanian, dan menemukan faktor yang berpengaruh terhadap perilaku petani dalam manajemen sumber daya pertanian di Muna Barat. Metoda penelitian menggunakan rancangan kausal-komparatif. Wilayah penelitian terbagi atas dua dimensi ekologikal, yaitu: wilayah antara rata-rata surut terendah-arbitrer garis pasang surut (wilayah I) dan wilayah antara arbitrer dari garis pasang surut-batas daratan (wilayah II). Populasi penelitian adalah petani yang berusahatani tanaman pangan dengan pengambilan sampel bertahap. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara terstruktur, dan wawancara mendalam. Kerangka pokok analisis menggunakan pendekatan ekologi. Data dianalisis dengan Environment theme of analysis & regresi berganda program SPSS window ver.17. Hasil penelitian adalah: (l) interrelasi antara faktor fisik dan non fisik di wilayah II lebih kuat daripada di wilayah I, (2) frekuensi akses informasi pertanian memiliki kontribusi terbesar dan positif (+) terhadap perilaku petani dalam manajemen sumber daya pertanian tanaman pangan di wilayah I dan II.

PERSEPSI DAN PERILAKU PETANI DALAM PENANGANAN RISIKO PESTISIDA PADA LINGKUNGAN DI KELURAHAN KALAMPANGAN, KECAMATAN SABANGAU KOTA PALANGKA RAYA

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 12, No 1 (2005)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengetahuan, persepsi dan perilaku petani penanganan pestisida menurut tingkat sosial ekonomi petani, serta menyusun alternatif arahan penanganan pestisida untuk mengurangi risiko terhadap lingkungan. Penelitian ini adalah penelitian survei yang dilakukan melalui wawancara dan observasional dengan pengambilan data secara cross sectional menggunakan 60 sampel dari populasi sebesar 414 orang. Data diolah dan dianalisis dengan tabulasi silang yang dilanjutkan dengan uji statistik. Tingkat sosial ekonomi, pengetahuan, persepsi dan perilaku penanganan pestisida petani rata-rata tinggi. Tingkat sosial ekonomi petani berhubungan nyata dan berpengaruh kecil terhadap pengetahuan, persepsi dan perilaku penanganan pestisida. Pengetahuan tentang pestisida berhubungan nyata dan berpengaruh besar terhadap persepsi dan perilaku penanganan pestisida. Persepsi tentang pestisida berhubungan nyata dan berpengaruh besar terhadap perilaku penanganan pestisida.

NILAI EKONOMI TOTAL KONVERSI LAHAN PERTANIAN DI KABUPATEN SLEMAN

Jurnal Manusia dan Lingkungan (Journal of People and Environment) Vol 20, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konversi lahan pertanian untuk  penggunaan non pertanian  merupakan suatu  fenomena yang tidak dapat dihindarkan. Penilaian secara ekonomi maupun lingkungan perlu dilakukan untuk mengetahui tingkat keuntungan secara finansial maupun kelingkungan dari kegiatan  pertanian. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sleman  melalui metode survai dengan 90  responden  sebagai sampel penelitian. Wilayah kajian didasarkan pada tingkat konversi lahan pertanian selama  kurun waktu 17 tahun. Melalui Citra Landsat TM 1992, 2000 dan Citra Alos 2009  dapat diketahui luas konversi lahan pertanian  di semua wilayah di Kabupaten Sleman. Analisis data  dilakukan secara  deskriptif  kualitatif maupun kuantitatif dengan  uji statistik melalui model uji Seemingly Unrelated Regression (SUR) dan juga model Total Economic Value (TEV). Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi variasi tingkat konversi lahan pertanian  di wilayah Kabupaten Sleman. Hasil perhitungan  dengan metode TEV menunjukkan bahwa pada wilayah zone 1 nilai ekonomi usahatani lahan  sawah lebih rendah dibandingkan dengan wilayah zone 2, sedangkan pada zone 3 nilai ekonomi dari usahatani lahan sawah paling tinggi. Tingkat pencemaran akibat adanya konversi lahan pertanian berdampak pada hasil kegiatan usahatani lahan sawah. Pencemaran yang dianggap paling tinggi oleh petani untuk saat ini adalah pencemaran air, sedangkan untuk pencemaran tanah dan udara belum dirasakan. Konversi lahan juga berdampak terhadap  produksi hasil komoditi lahan sawah. Meskipun hasil produksi komoditas pertanian juga dipengaruhi oleh luas lahan sawah, konversi, teknologi dan produktivitas pada setiap zone wilayah kajian.

VARIASI TINGKAT KEMATIAN BAYI DAN HARAPAN HIDUP DI INDONESIA MENURUT PROPINSI: HASIL SENSUS PENDUDUK 1990

Populasi Vol 3, No 2 (1992): Desember
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tries to investigate the infant mortality rate and life expectancy based on the 1990 Population Census, and to observe its variations among provinces that take place in the urban as well as in the rural areas of Indonesia. As a whole, the estimate of infant mortality rate and the expectation of life based on the 1990 Population Census is 69 per one thousand life births and 60 years for both urban and rural areas. The variation in the rural areas is larger than in the urban regions.During the period from 1980 to 1990 the infant mortality rate in Indonesia decreased by 4.29 percent annually. If this rate continued to increase till the end of 2000, the infant mortality rate by this time would be 45 per one thousand life births, whereas the expectation of life at birth would become 68 years.Many determinants of infant mortality rates should be taken into account to reduce the figures, particularly the coverage and the quality of the public health service which directly influences the child survival, as well as other determinants which indirectly,yet simultaneously, influence it.

Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana di Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe

Majalah Geografi Indonesia Vol 23, No 2 (2009): September 2009
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana  Di Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe. Tesis, Pascasarjana Studi Ilmu Kependudukan. Universitas Gadjah Mada.  Salah satu  upaya yang telah dan terus dilakukan oleh pemerintah dalam pembangunan kependudukan dan keluarga kecil berkualitas adalah mengendalikan jumlah penduduk dan meningkatkan kualitas penduduk melalui program keluarga berencana. Kecamatan Unaaha sebagai pusat ibu kota Kabupaten Konawe memiliki jumlah pasangan usia subur (PUS) tahun 2007 sebanyak 3.511 dengan jumlah peserta KB aktif sebanyak 2.363 (67,30%)  sedangkan tahun 2008 PUS berjumlah 3.624 dengan jumlah peserta KB aktif 2.688 (74,17% ). Data tersebut menunjukkan jumlah peserta KB aktif di Kecamatan Unaaha cukup tinggi. Namun, secara  empiris belum diketahui apakah tinggihnya kepesertaan KB aktif di Kecamatan ini diikuti pula dengan peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan oleh provider. Untuk mengkaji Kualitas Pelayanan Keluarga Berencana  Di Kecamatan Unaaha Kabupaten Konawe, sebagaimana tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, maka penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan tehnik penelitian survey. Selanjutnya untuk menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini, maka dalam analisis data menggunakan teknik statistik deskriptif dengan program SPSS 12.0 for windows. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik demografis akseptor seperti umur, pendidikan dan pekerjaan mempengaruhi penilaian  akseptor terhadap kualitas pelayanan di Kecamatan Unaaha. Adapun gambaran utuh  pandangan akseptor tentang kualitas pelayanan Keluarga Berencana di Kecamatan Unaaha berdasarkan enam elemen pengukuran menunjukkan bahwa pertama, pilihan terhadap metode kontrasepsi umumnya merupakan keputusan yang diambil sendiri oleh akseptor, baik berkaitan dengan unsur-unsur pilihan pribadi, metode yang disediakan dan ditawarkan oleh petugas, kecocokan metode dan tujuan pemakaiannya. Kedua,  kualitas informasi yang diberikan oleh provider masih sangat rendah, hal ini ditandai banyaknya keluhan dari akseptor menyangkut informasi KB terutama menyangkut jenis  kontrasepsi yang akan mereka gunakan. Ketiga, kemampuan teknis provider masih sangat rendah, hal ini ditandai  masih banyaknya  keluhan dari akseptor menyangkut pelayanan Keluarga Berencana. Keempat, hubungan interpersonal antara provider dan akseptor menurut pandangan akseptor belum terjalin secara baik. Hal ini dibuktikan masih adanya akseptor yang memilih berkonsultasi tentang alat kontrasepsi yang akan digunakan kepada dukun ketimbang kepada petugas kesehatan. Kelima, kunjungan tindak lanjut (kontrol) meskipun dirasakan penting oleh akseptor, namun umumnya mereka tidak menganggap sebagai kebutuhan yang rutin untuk dilakukan, kontrol dilakukan apabila dirasakan ada keluhan-keluhan serius yang timbul selama memakai kontrasepsi.  Keenam. Ketepatan pemberian layanan menurut pandangan akseptor masih kurang baik, hal ini disebabkan karena walaupun ratio jumlah petugas dan akseptor sudah mencukupi, namun seringkali ada petugas yang tidak masuk, sehingga menyebabkan pelayanan tidak berjalan lancar dan tepat waktu. ABSTRACT The Quality of Family Planning Service in Unaaha Subdistrict, Konawe District. Thesis. Postgraduate Study in Demography. Gadjah Mada University.  One of the efforts continuously sought by government in the development of demography and quality small family is to control the number of population and improve the quality of life through the Family Planning Program. Unaaha Subdistrict as the capital of Konawe District has significant numbers of spouse with sexually productive age in 2007 (3,511) and of active acceptors in the Family Planning 2,363 (67.30%), while in 2008 the former was 3,624 and the latter was 2,688 (74.17% ). The data indicates that the number of acceptors in the Family Planning in Unaaha Subdistrict was relatively high. However, it is not empirically recognized whether or not the high level of active participation in the program is necessarily followed also by the increased quality of the Family Planning service delivered by health providers. This study is to find out the quality of Family Planning Service in Unaaha Subdistrict, Konawe District. It uses a quantitative method with data collected by applying a survey technique. Data collected are then analyzed using a descriptive technique assisted by the SPSS software for Windows version 12.0. Result of the study indicates that geographical characteristics of acceptors, such as age, education, and occupation influenced their assessment on the quality of Family Planning service in Unaaha Subdistrict. Moreover, the comprehensive picture of the acceptors’ view on the quality of Family Planning service in Unaaha Subdistrict could be known also based on six measuring elements. These were, first, contraception selection method was generally a private decision taken by the acceptors with respect to personal choice, methods provided and offered by health personnel, the match of method and objective of use. Second, information quality provided by health provider was still very low indicated by the fact that there were still many complaints from acceptors related to information on Family Planning, particularly on the kinds of contraception they will use. Third, technical capacity of health provider was still very low, marked by the fact that there were still many complaints from acceptors related to Family Planning services. Forth, according to acceptors, interpersonal relationship between provider and acceptors was not established well. It could be seen from the fact that there were many acceptors that chosen to consult with local traditional healer than with health personnel on the contraception they will use. Fifth, although acceptors felt follow-up visit as very important, they did not generally considered it as a routine something need to do. In this case, control should be done if serious complaints resulted from the use of contraception was found. And, sixth, according to acceptors, the availability of the health provider was low due to the fact that despite sufficient number of the health personnel they did frequently not attend the office and it in turn caused the Family Planning Program unable to be performed well and timely.

KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, SOSIAL DAN EKONOMI SUMBER DAYA PEMUDA INDONESIA

Populasi Vol 6, No 1 (1995): Juni
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The productivity of youth must be increased in the development process of Indonesia. According to the 1990 population census, there are 50.7 million youths (people at the age between 15-29years). Out of that number, only 52.1 percent who have directly participated in the development process, because their main activities are working. Of the rest, 20.6 percent took care of houses; 17.1percent studied; 3.6 percent were looking for a job, and 6.6 percent were included in the non productive group. Out of 52.1 percent or 26.4 million youth who worked, 33.4 percent worked below the normal working hours (less than 35 hours per week). Based on the field of work, 52.8 percent worked in the agricultural sector. According to the type of job, 91.2 percent worked as rough or unskilled workers, and based on the work status, 65.1percent worked in the informal sectors. These numbers reflect on the low quality of Indonesias youth labor force, and this must be immediately removed, mainly through education, remembering that 61.6 percent of youths have no more than primary education.

REALITAS KEKERASAN PEKERJA PEREMPUAN DAN KONSEKUENSI PERLINDUNGAN HUKUM

Populasi Vol 12, No 2 (2001): Desember
Publisher : Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study deals with Indonesian female workers migration especially on the case of workers security and workers violence. The study is carried out at Cilacap Regency with the research samples in Donan, Jojog and Kuta Waru Vilage in the area of Central Cilacap sub-district. This study is design to explore the phenomena of international female workers migration regarding the security and violence issues in the whole of migration process. The value of this research is desired to be raw material, which is, can be a positive requirement in formulating the role of international migration policy. The facts shows that the program of international labor sending since 1980s was lacked of security that can be protecting migrant workers, especially female migrants. This condition causes that Indonesian (female) migrants tend to be marginal workers in destination countries.